Wisata

-323- Jalan-jalan ke Gedung Sate, Ikon Wisata Kota Bandung

Friday, January 11, 2019

Halaman Gedung Sate yang ramai oleh pameran.
Bismillahirrahmanirrahim. 

Sebenarnya, saya termasuk salah satu orang yang beruntung, dikaruniai kesempatan tinggal (((sementara waktu))) atau [SELAMANYA] ahaha :D di Bandung. Anugerah itu bertambah pula karena kampus tempat saya ditugaskan untuk belajar, (Program Magister Ekonomi Terapan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran, *sekalian promo :D) letaknya di Jalan Cimandiri, persis di belakang GEDUNG SATE alhamdulillah bukan kampus di Jatinangor ya Allah. :p

Tempat berswafoto sejuta umat
Setidaknya, setiap hari, ikon bangunan kebanggaan Provinsi Jawa Barat ini beserta pemandangan pusat pemerintahannya, saya lewati. Gedung Sate juga sudah menjadi seperti tempat kedua buat saya saat hari-hari menjalani kuliah. Saya biasanya salat di Masjid Gedung Sate, makan siang juga di Gedung Sate. 

Tapi ya itu ya, saya jadi kebawa seperti manusia yang sudah mencapai kepuasan maksimum, jadi terasa biasa aja. La setiap hari dilewati, dimasuki. Padahal buat warga luar, bisa menjejakkan kaki ke GEDUNG SATE itu UWAW banget karena ini termasuk salah satu bangunan ikonik yang hanya ada di Bandung. 

TERASA GAK SAH KE BANDUNGNYA KALAU GAK PUNYA FOTO DI DEPAN GEDUNG YANG ADA TULISAN GEDUNG SATE ITU WEY. :)


Taman-taman di sekitar Gedung Sate
Karena itu, saya segera secara khusus, meluangkan waktu ke Gedung Sate untuk jalan-jalan-lihat-lihat dan berwisata. :)

Gedung Sate juga menjadi salah satu tulisan rekomendasi 10 WISATA di Bandung versi saya. :). 

Silakan baca ulasan lengkapnya di sini: Rekomendasi 10 Tempat Wisata di Bandung.

Nah! ternyata ya gengs, karena waktu saya khusus ambil sesi pemotretan di Gedung Sate (halagh) :p, tidak di hari libur, kita gak bisa dengan masuk dan melihat-lihat gedungnya. 

Kalau hari libur, Sabtu-Minggu, barulah pengunjung diperkenankan melihat-lihat bagian ornamen Gedung Sate di dalamnya, bahkan sampai di atasnya. Tapi nanti insyaallah saya buktikan dulu dan akan saya tambahkan ceritanya di sini :). 


Jadi mengapa dinamai GEDUNG SATE? :)


Untuk diketahui, Gedung ini dibangun pada tahun 1920 oleh Pemerintahan Hindia Belanda, yang berencana memindahkan ibu kota dari Batavia ke Bandung. Gedung ini rampung pada tahun 1924, dan dinamai Gouvernements Bedrijven atau GB yang difungsikan sebagai Pusat Pemerintahan Hindia Belanda. Jadi, kalau dihitung-hitung, usia bangunan ini telah mencapai sekitar 99 tahun. 

Nah, ucapan Gouvernement Bedrijveuntuk lidah masyarakat Indonesia agak sulit dilafalkan dan diingat. Maka, untuk memudahkan, dilihatlah ornamen di atas gedung yang mirip tusukan sate buah jambu khas masyarakat Bandung, jadilah dinamai GEDUNG SATE. Aslinya mah, ornamen di puncak gedung tersebut menjadi penanda besaran biaya pembuatan gedung, jumlah bulatan di dalam tusukan menandakan prakiraan biaya yang mencapai 6 gulden. 


Sejak dari dulu hingga kini, fungsi Gedung Sate tetap sama yakni sebagai PUSAT PEMERINTAHAN. Saat ini difungsikan sebagai Kantor Gubernur Pemerintah Provinsi Jawa Barat. 

Gedung Sate ini, meskipun usianya hampir satu abad, tapi bangunannya tetap kokoh dan sangat artistik. Kompleks Gedung Pemerintahan GB pada saat didirikan, terdiri dari 14 gedung pemerintahan yang dibangun di atas lahan seluas 27 hektare. 

Gedung pertama yang dibangun adalah Gedung Sate dan Gedung Pos, Telepon dan Telegraf yang letaknya berdampingan. 

Masjid Al-Muttaqin, Gedung Sate
Omong-omong, desain arsitektur Gedung Sate menuai banyak pujian dari kalangan arsitek dan ahli bangunan ternama di dunia. Gedung ini disebut diantaranya oleh H.P Berlage, seorang maestro arsitektur Belanda sebagai sebuah karya besar yang memadukan gaya arsitektur timur dan barat secara harmonis. 

Fondasi gedung menggunakan batuan andesit seperti yang biasa digunakan candi-candi di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Ornamen pilar dan relung bergaya Eropa terdapat di seluruh bagian gedung. Pilar jendela ini diinspirasi oleh pilar Jendela Istana Al-Hambra Spanyol. Sementara, pada bagian atap digunakan sirap khas nusantara dengan atap bangunan diinspirasi oleh atap bangunan tradisional Sunda. Kekhasan Nusantara ini dipadukan dengan konstruksi kerangka baja yang menjadikannya sebagai bangunan besar pertama di Hindia Belanda yang menggunakan teknologi ini. 

Pencahayaan lantai dasar disiasati agar alami menggunakan kaca prisma yang dipasang pada langit-langit ruangan agar bias sinar matahari dapat masuk dalam bentuk berkas cahaya yang indah. Masyaallah kagum ya, dengan proses pembuatan hingga menjadi mahakarya seindah ini. :)

Ruhl dalam bukunya, "Bandoeng en haar Hoogvlakte" 1952, bahkan mengatakan bahwa Gedung Sate adalah bangunan terindah di Indonesia. 

Dan yang saya dengar, Gedung ini belum pernah mengalami renovasi besar-besaran, sepanjang ini hanya sekadar perawatan bangunan. 

Kantin Gedung Sate
Nah, karena proses pembuatan dan biayanya yang sangat mahal ini, sesaat setelah kemerdekaan diraih oleh Bangsa Indonesia, yakni pada tanggal 3 Desember 1945, Belanda yang belum menerima kemerdekaan Indonesia, menghimpun sejumlah kekuatan untuk merebut kembali sejumlah aset dari tangan Indonesia. Salah satunya, Gedung Sate. Untuk mengenang jasa pemuda yang gugur saat pertempuran perebutan Gedung saat itu, dibuatlah tugu dari batu yang kini letaknya berada persis di depan Gedung Sate. 

Selain menyaksikan keindahan Gedung Sate berikut ornamennya.  Menikmati taman-taman asri nan sejuk di sekitar Gedung Sate juga menjadi pilihan menarik untuk wisatawan. Fasilitas juga sangat lengkap menurut saya. Selain Gedung Sate, kita masih bisa menikmati rindangnya Lapangan Gasibu, Masjid di Gedung Sate juga tempatnya nyaman dan bersih, kantin yang menjual pelbagai menu juga tersedia. Selain itu, ADA MUSEUM GEDUNG SATE YANG TAK BOLEH TERLEWATKAN. 

Marka Menuju Gedung Sate
Yash! jalan-jalan ke Gedung Sate tiada akan terasa lengkap, sebelum kalian masuk ke MUSEUM GEDUNG SATE yang baru dibuka sejak Desember 2017. :)

Ada apa saja di museum? apa yang bisa kita lihat? ada apa saja? 

Sabaaar, :D, insyaallah saya akan menuliskan tentang MUSEUM GEDUNG SATE dalam satu postingan tersendiri nantinya. 

Hai, yang sedang ke Bandung, jangan lupa datang ke GEDUNG SATE ya, :).


Gedung Sate, alamat: Jalan Diponegoro No 22, Citarum, Bandung Wetan, Jawa Barat, Indonesia. 


You Might Also Like

Terimakasih telah membaca dan meninggalkan jejak komentar sebagai wujud apresiasi. ^_^ Semoga postingan ini dapat memberi manfaat dan mohon maaf komentar berupa spam atau link hidup akan dihapus. Terima kasih.



19 komentar

  1. Saya, orang Bandung malah belum pernah foto depan gedung sate loh huhuh

    ReplyDelete
  2. jadi kanen Bandung, pernah foto sama teman2 kuliah di depan gedung sate ini...jd pengen ubek2 lemari cari fotonya ah

    ReplyDelete
  3. Wah,usia bunda sudah hampir 80 tahun, beberapa x petnah ke Bandung, tapi blm pernah berselfie-ria di depan Gedung Sate.

    ReplyDelete
  4. Pas kemarin ke Bandung cuman lewat aja di Gefung Sate ini. Terburu-buru ga lama di Bandung. Besok kudu main ke Bandung lagi nih

    ReplyDelete
  5. Udah bolak balik ke Bandung tapi belum pernah ke Gedung Sate. Kupikir enggak buat umum. Lain kali tak mampir sini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Boleh Mbak, dikelilingin, apalagi ke museumnya, boleh banget. :)

      Delete
  6. Sudah beberapa kali ke Bandung malah belum kesampaian terus mampir ke Gedung Sate. Padahal senang banget kalo mengunjungi bangunan2 bersejarah gini. Amaze banget rasanya

    ReplyDelete
  7. ya ampuun, Bandung gak ada habis-habisnya tempat wisatanya yah, hikss jadi pengen ke sana. Aduh pengetahuan sejarahku minim, baru tau ada gedung sate peninggalan Belanda di sini, can't wait for the next story

    ReplyDelete
  8. Aku belum pernah foto-foto nih di Gedung Sate, beberapa kali ke Bandung masih ngelewatin aja hehe

    ReplyDelete
  9. Gedung sate termasuk incaranku buat berkunjung ke sini Mba Isti.
    Arsitektur dan sejarahnya itu lho bikin pengen tahu lebih banyak di sini

    ReplyDelete
  10. Gedung sate ini apa karena ini ya rumah yang pas menghadap jalan itu gak mau dibeli orang karena namanya rumah tusuk sate hahaha.
    mau ke Bandung nanti, save ini ah, biar bisa ke gedung sate juga nanti

    ReplyDelete
  11. Sebentar lagi usianya 100 tahun, tapi bangunannya tetap kokoh. Saya jadi pengen ke Bandung dan singgah ke Gedung Sate, kali aja bisa mengulik sejarah lengkapnya..

    ReplyDelete
  12. Bandung mah ngangeniiin. Sayangnya waktu ke Bandung blm sempet main ke Gedung Sate

    ReplyDelete
  13. Berkali-kali ke Bandung malah belum pernah masuk ke area sekitaran Gedung Sate ini. Mampir ke halamannya pun nggak. Cuma lewat di jalan doang. Kayaknya harus menyempatkan diri nih suatu waktu kalau pulkam.

    ReplyDelete
  14. Pernah beberapa kali ke Gedung Sate, karena Oom-ku kuliah di bandung.

    Bener banget ini udah kayak ikon-nya Bandung. Gak komplit ke Bandung klo belum pepotoan di situ.

    Btw, sejarah behind the story of Gedung Sate ini menarik juga dan aku baru tau dari tulisan Mak Nurin ��.

    ReplyDelete