Haji 2018

-326- City Sightseeing Hop On Hop Off Bus: Cara Baru Wisata Seru Keliling Madinah

Saturday, January 19, 2019

Penampakan busnya.
Bismillahirrahmanirrahim. 

Assalamualaikum, teman-teman 😍 *diucapin penuh semangat kayak Kak Icis.😘

Alhamdulillah, hari ini memasuki episode 16, yeeeeey. 🌻🎉 Gak terasa, sedikit-sedikit kalau dikerjain lama-lama menjadi bukit banyak juga. 

Kali ini, saya dan Mbak Novi bakal cerita JALAN-JALAN KELILING MADINAH. Oh yeah! sudah pasti tema beginian, ide dari saya. 😂

Ada perjalanan keliling Madinah yang disiapkan oleh PPIH (Panitia Pelaksana Ibadah Haji) Indonesia, GRATIS, udah include sama pelayanan PPIH, bus udah disiapin segala macem. Pokoknya kita tinggal duduk anteng aja, ikuti instruksi kapan harinya, jam berapa, dan naik di bus rombongan berapa. 

Setiap travel umrah/hajj dari setiap negara, biasanya juga menyediakan ini. Jadi yang kita bayar udah termasuk city tour. Demikian juga dengan Travel Hajj dari Mbak Novi.😗

Nah, supaya ceritanya agak beda. Kemarin alhamdulillah kebetulan saya sempat jalan sendiri (dengan suami), nyobain bus wisata yang stasiunnya pas banget ada di depan Masjid Nabawi, dan bertebaran di beberapa titik. 

Ada tempat yang ber-ac. Ada yang semi terbuka
Saya kalau ngelihat hal-hal baru, apalagi yang temanya jalan-jalan suka gak nahan. Apalagi ini tiap pulang pergi Masjid selalu dilewatin, kan penasaran kan jadinya. :D. 

Yaks, so, Mbak Novi insyaallah akan mengisahkan pengalamannya City Sightseeing bersama rombongannya dan saya akan berkisah Pengalaman Cara Baru Wisata Seru Keliling Madinah.😊


Akhirnya, kita (saya dan suami) putuskan buat TANYA-TANYA. :D

Fyi, wisata bus ini saya gak nemu saat saya umrah di bulan Maret sebelumnya. Daaaan, beruntung banget pas musim haji 2018, LAGI BANYAK DISKON. Okaaay sikaaat, cobain.😁

Apa saja promonya?

HARGA. Dari 80 SR ke 50 SR per orang dewasa (satu SR itu kemarin di kurs 4.000 rupiah). 

Trus tiketnya bisa berlaku dua hari. Jadi misal hari ini kita udah nyobain busnya, besok bisa naik lagi rasah mbayar!, tinggal tunjukin tiketnya. 

Kalau hari-hari sekarang, semoga saja promonya masih ada yaws. :)


Bus Wisata yang mengklaim keliling ke 12 tempat wisata dengan panduan 8 bahasa dalam waktu kurang lebih dua jam saja ini, dibandrol dengan harga: 

Dewasa                            : 80 SR
Anak (5-12 tahun)             : 40 SR
Keluarga (2 dewasa, 2 anak): 200 SR, LEBIH MURCE ya yang ini. :)

KELILING 12 TEMPAT WISATA

Kita bisa keliling 12 tempat wisata menggunakan bus wisata ini. Karena waktunya terbatas, hanya dua jam saja, tentu tidak semua tempat, di mana penumpang bisa turun apalagi leluasa semaunya berlama-lama. Ada beberapa tempat yang hanya dilihat dari bus, dan kita cukup mendengar penjelasan dari pemandu. Dan ada beberapa tempat yang kita diperkenankan turun, melihat-lihat, salat dan berbelanja. 

Petugas dan tempat pembelian tiket secara langsung
Di tempat turun itu, waktunya juga tidak sama di semua tempat. Ada yang diberi waktu 10 menit, ada yang 15 ada yang 20 menitan. Tergantung tempatnya juga. Jika kebetulan ada sunah yang bisa ditunaikan di sana -semisal salat- waktu yang diberikan agak lama. Jadi kita tinggal menunggu instruksi supir saja.

Stasiun bus wisata ini terdapat di depan Masjid Nabawi, ada beberapa titik di sekitar Nabawi. Kebetulan saya naik dari depan Pintu 21. Tiket bisa dibeli 24 jam via online atau langsung di counternya saat sudah buka. 

Informasi bisa diakses di: www.csmadinah.com


Kendala bahasa? jangan khawatir!. Sepanjang perjalanan, kita akan dipandu dengan pilihan 8 bahasa sesuai negara.

Tadinya saya mikir, gimana ya caranya, apa ada 8 orang pemandu yang bicara sesuai bahasa penumpangnya? 

Ternyata di setiap sisi tempat duduk kita, ada semacam pemancar suara (kayak di pesawat itu lo) yang berfungsi sebagai audio guide

Oalah, saya baru tahu, kenapa kita dikasih fasilitas headset baru waktu beli tiket, hahah. 

Headsetnya tinggal dipasang saja ya, pilih bahasa dan volume
Jadi selama di bus kita JANGAN DIEM BAE apalagi bengong atau tidur. Pasang headsetnya, pilih bahasa yang diinginkan. Selama busnya jalan, ngelewatin jalan ini jalan itu, bakal ada penjelasannya di situ, kita kayak ditemani Pemandu Wisata, gak yang lihat-lihat doang tapi gak paham apa-apa. 

8 bahasa negara itu adalah: Indonesia, Prancis, Inggris, Arab, Urdu, Turki, Persia, Malaysia. 

Ya Allah terharu, bahasa pilihan buat kita ada khusus di sana.  😉

Yuks, kita kemana saja? 

1. Masjid Nabawi

Emanglah ituh bus mondar-mandir di depan Masjid bikin pengin. :D
Bus start dari Masjid Nabawi. Sebaiknya kalau di area masjid, kita bisa wisata/ziarah keliling-keliling sendiri. Si bus ini gak akan banyak ngejelasin tentang masjid dan ngajak keliling, lah kan startnya dari Nabawi. Kalau mau puas lama-lama ya jalan aja sendiri. :)

Boleh baca: Mereguk Keutamaan Raudah di Masjid Nabawi Madinah

2. Pemakaman Baqi

Yang boleh masuk hanya Bapak-bapak. :)
Komplek Pemakaman Baqi, letaknya di sekitar Masjid Nabawi. Dari bus lokasi ini hanya akan dilewati saja.

Letaknya di depan Pintu 35.
Saya dan suami pergi ziarah ke sana bersama rombongan regu, jalan kaki saja dari hotel karena dekat. Untuk jemaah laki-laki diperbolehkan masuk ke dalam, sementara perempuan cukup melihat dari luar.

Suasana di dalam pemakaman
Pemakaman Baqi merupakan salah satu pemakaman mulia, karena di sinilah keluarga dan para sahabat nabi dimakamkan. Pemakaman ini merupakan pusat pemakaman terbesar di Madinah dari zaman Rasulullah sampai saat ini. 

Pada waktu zaman Rasulullah, area Baqi terletak di luar Masjid Nabawi. Namun seiring perkembangan dan perluasan area masjid, sekarang jadi seakan menyatu bersama masjid. 

Keutamaan Baqi juga disebutkan dalam beberapa hadits Rasulullah, berikut keutamaan Madinah. Salah satu hal yang banyak dicitakan umat muslim tentang Madinah dan kematian adalah salah satu hadits berikut ini: 

"Siapa yang mampu meninggal di Madinah, hendaklah dia meninggal di Madinah. Sesungguhnya aku akan memberi syafaat bagi siapa saja yang meninggal di sana." (H.R Ahmad). 


“Siapa yang bisa meninggal di Madinah, silahkan meninggal di Madinah. Karena aku akan memberikan syafaat bagi orang yang meninggal di Madinah.” (HR. Turmudzi 3917, dishahihkan an-Nasai dalam Sunan al-Kubro (1/602) dan al-Albani).

Read more https://kisahmuslim.com/5579-baqi-tempat-pemakaman-terbesar-di-dunia.html
“Siapa yang bisa meninggal di Madinah, silahkan meninggal di Madinah. Karena aku akan memberikan syafaat bagi orang yang meninggal di Madinah.” (HR. Turmudzi 3917, dishahihkan an-Nasai dalam Sunan al-Kubro (1/602) dan al-Albani).

Read more https://kisahmuslim.com/5579-baqi-tempat-pemakaman-terbesar-di-dunia.html

3. Al-Manakh Square

Pasar ini juga dilewati saja. Kalau saya lihat-lihat, ini mirip pasar yang saya datangi saat umrah. Pasarnya masih di sekitar Masjid Nabawi. Ada dekat pintu 6-7. Wallahualam semoga saja benar.

Suasana pagi bakda Subuh
Pasar Manakhah ini menjadi istimewa, karena menjadi situs sejarah pasar pertama yang didirikan oleh Rasulullah di Madinah. Suasananya juga tidak jauh berbeda dengan saat zaman Rasulullah dulu. Pasar dalam bentuk terbuka. 

4. As-Salam Gate

As-Salam Gate merupakan pintu utama dari Masjid Nabawi, yang bernomor satu. Pintu ini disebut sebagai pintu yang paling panjang dan indah. Jika nanti berkesempatan ke Masjid Nabawi, sebelum ke mana-mana, sempatkan berziarah/wisata keliling Masjid, sehingga dapat mengenali setiap pintu, suasana dan sekelilingnya. Enak jika melakukannya pagi bakda Duha. Usahakan setelah sarapan ya! karena area masjid sangat amat luas. :). 

Pintu As-Salam ini letaknya sejajar dengan makam Rasulullah, sehingga setiap jemaah biasanya sekaligus mengucapkan salam kepada Rasulullah. 

Ahya! saya gak ke pintu As-Salam ini, karena pintu ini khusus untuk laki-laki. 😊
 

5.Uhud Mountain

Gunung Uhud, ini sepertinya destinasi wajib yang selalu dikunjungi oleh peziarah ketika berada di Madinah. Pertama, tentu saja karena sejarahnya yakni terjadinya Peperangan Uhud antara pejuang muslim dengan kafir Quraisy pada 15 Syawal tahun 3 Hijriah/Maret 635 Masehi. 

Pada perang Uhud, terdapat 70 Syuhada dari kaum muslimin yang dimakamkan di Uhud.


Di area ini, penumpang dipersilakan turun dan melihat-lihat. Bukit Uhud juga biasa disebut "Bukit Menyendiri" karena gunungnya tidak bersambungan dengan gunung yang lainnya. 

Dari sumber Wikipedia yang saya baca, disebutkan bahwa Gunung Uhud terbentuk dari batu granit warna merah memanjang dari tenggara ke barat laut dengan panjang tujuh kilometer dan lebar hampir tiga kilometer. Gunung ini adalah gunung terbesar dan tertinggi di Madinah. 


Rasulullah pernah bersabda, "Bukit Uhud ialah salah satu dari bukit-bukit yang terdapat di surga". HR Bukhari. 

Inilah salah satu magnet kuat mengapa harus berziarah ke Uhud. Selain menjadi tempat refleksi atas perjuangan sahabat pada peperangan Uhud, juga tersemangati oleh hadits Rasulullah tersebut. 😊

6. An-Noor Mall

Karena konsepnya wisata, tentu saja Pihak Madinah ingin mengkombinasikan wisata ini dengan belanja. Kalau tadi di ajak ke pasar, kali ini kita di ajak ke Mall. Penumpang boleh turun di sini. Banyak dijual cinderamata, pakaian, makanan dan lain-lain. 

Kebetulan semua penumpang di bus memilih untuk tidak turun. Lagipula gimana ceritanya keliling mal dengan waktu 10 menit? yha gak cukuplah waktunya!. 😊

7. Sultana Road

Jalan Sultana ini semacam jalan Pusat Kota Madinah. Jadi kita kayak diajak wisata keliling ngelihat gimana sih suasana Kota Madinah yang sesungguhnya. Gak hanya area Masjid Nabawi dan hotel saja.

Ada pusat perbelanjaan barang-barang branded, wisata kuliner, adat istiadat setempat. Dijelasin juga kalau siang, pusat-pusat keramaian Madinah gak akan rame, karena panas. Penduduk Madinah biasanya pada mulai keluar untuk jalan-jalan saat malam hari, di mana udara mulai agak sejuk. 

Melewati beberapa Kantor Pusat Pemerintahan juga, trus dijelasin sedikit mengenai Visi Saudi Arabia 2030 itu. Katanya saat ini Madinah termasuk Kota yang terbuka pada profesional dari negara luar yang ingin ikut ambil bagian membangun Madinah a.k.a berkarya/mengabdi di berbagai sektor perekonomian dan pemerintahan. 

Saya menikmati perjalanan sambil mendengarkan setiap uraian dengan headset, jadi tidak ada foto. 😊

8. Masjid Al-Qiblatain


Di Masjid ini, kita diperkenankan salat sunah (kebetulan sudah masuk waktu duha). Jadi waktu turun dari kendaraan agak lama, kurang lebih 15 menit.

Masjid yang artinya dua kiblat ini menjadi salah satu masjid bersejarah perpindahan kiblat umat muslim, dari Palestine menuju Kakbah. Di Masjid inilah, Rasulullah mendapatkan wahyu dari Allah untuk berganti arah kiblat. Sebagaimana yang tertera pada QS Al-Baqarah ayat 144.
area tempat salat perempuan
Tidak ada kekhususan atau perintah untuk salat di sini. Tapi sepanjang ada waktu, jika saya berkesempatan mengunjungi suatu daerah, saya bertandang ke masjidnya, dan melaksanakan salat sunah. Sunah tahiyyatul masjid, hajat, atau lainnya sebagai wujud rasa syukur diperkenankan Allah menginjakkan kaki di tempat tersebut. Apalagi ini di Madinah ya!. 😊 Teman-teman juga bisa mencoba kebiasaan baik ini. 

9. The Trench Battlefield

Artinya: Parit Perang. Ini Parit yang dibuat Rasulullah dan para sahabat saat peperangan Khandaq atau yang juga dikenal sebagai Peperangan A-Ahzab. Peperangan ini terjadi pada tahun ke-5 Hijriah atau 627 Masehi. 

Masjid Sab'a
Kota Madinah jika dilihat-lihat, dikelilingi oleh gunung batu. Medannya sulit untuk ditempuh menggunakan kuda maupun unta. Nah, salah satu tempat yang paling mungkin dimasuki adalah Khandaq. Saat pengepungan terjadi, Salman Al-Farisi mengusulkan agar digali parit di sepanjang Khandaq, agar musuh tidak dapat masuk. Dan ternyata, strategi ini berhasil. 

Pos-pos penjagaan Khandaq sekarang berada wilayah Masjid Sab'a (tujuh) ini. Dahulunya, Masjid di sini ada 7 buah yang kemudian digabungkan menjadi satu. Ketujuh masjid tersebut adalah: Masjid Salman Al-Farisi, Masjid Abu Bakar As-Siddiq, Masjid Umar, Masjid Utsman, Masjid Ali, Masjid Saad bin Muadz, Masjid Fatah. 


10. Masjid Quba


Masjid Quba adalah masjid yang pertama kali dibangun oleh Rasulullah. Termasuk masjid tertua di dunia. 

Salah satu keistimewaan dari masjid ini ialah jika kita melaksanakan salat sunah di dalamnya, maka pahalanya seperti umrah. Rasulullah senantiasa mengunjungi masjid ini pada hari Sabtu, atau juga pada hari Senin dan Kamis.


Nah, di masjid ini, penumpang juga dipersilakan salat dengan durasi agak lama. 

Saya senang sekali dengan pemandangan burung-burung di atas bangunan masjid. Masyaallah ya!. :)

Di sini juga, banyak penjaja oleh-oleh, dan harganya banyak yang lebih murah dibanding di sekitar Masjid Nabawi. Oh ya harap berhati-hati terhadap setiap barang bawaan ketika ziarah di manapun tempatnya ya.


Adapun beberapa penjual yang suka nawar-nawarin dagangan kadang ada juga lo yang sedikit maksa sampai ke level "maksa banget". Jika tidak tertarik sampaikan saja secara pelan dan sopan, plus gak usah nawar. 

Kalau tertarik ya gak papa, dibeli saja. :)


11. Al Hijaz Railway Station

Saya seneng banget sama bangunan railway ini, kayak unik gitu y. 😍

Ini dahulunya adalah stasiun kereta yang menghubungkan Madinah dengan kota-kota lain semasa Kekhalifahan Turki Utsmani. Selain untuk penyebaran islam, juga sebagai jalur perdagangan. Melihat bentuk bangunannya, kayak ala-ala Eropa gitu ya (saya kayak pernah ke Eropa aja) 😄.


Nah, sekarang, bangunan ini menjadi Museum Madinah. Di destinasi terakhir ini paling lama deh waktunya. 😉

Supirnya sampai nyamperin kita yang sangat syahdu keliling-keliling museum. 😅



Oh ya, sekarang ini sudah ada jalur kereta cepat lo dari Mekah ke Madinah. 

Cuma saya belum tahu dan belum pernah ngerasain, karena setiap jemaah umrah ataupun hajj masih diangkut menggunakan bus dengan jarak tempuh 5-6 jam. 

Mungkin biar gak ribet kali ya, kan barangnya banyak, trus juga, kalau pakai bus, enak bisa langsung diturunin di depan hotel. 

Nah kalau pakai kereta bisa hanya dua jam-an saja. Jalur kereta ini, baru di buka tahun 2017.


Di dalam museum juga ada penjelasan budaya, baju adat dan kebiasan penduduk Madinah dari masa lalu. Asyik banget deh kalau jalan-jalan ke museum, saya suka.



Sayang, kita udah disempritin Pak Supir. Langsung pada masuk lagi deh ke bus. 😉


12. Quba Boulevard

Pemberhetian terakhir ini adalah Quba Boulevard. 

Ini hanya berlaku sepertinya di momen tertentu saja atau gimana ya saya juga kurang paham karena tidak ada penjelasan. Setelah dari museum, kita langsung dibawa pulang gitu aja 😄.

Kalau melihat gambar di posternya, ini hiburan saat malam. Mungkin jika teman-teman mengambil wisata saat malam hari bisa menontonnya.

Ini semacam atraksi pertunjukan seni budaya di area terbuka gitu lo kalau yang dari saya baca. Kedengarannya menyenangkan ya. 😍

Dan saya agak surprise sekarang Saudi Arabia lebih terbuka dengan hal-hal seperti ini.

____

Nah, alhamdulillah, sampai di depan Masjid Nabawi lagi deh, di tempat yang awal naik tadi. :😉

Begitu sampai, saya langsung pengin ke hotel, haus-lapar dan panas kalau kelamaan di luar. 😄.

Puas banget deh bisa mencoba wisata nyobain bus Hop Hop ini (nyebutnya apasik yang tepat? 😃). 

Promo bisa dipake buat dua hari gak kepake karena kami udah mau balik ke Indonesia keesokan harinya. Mau nyobain naik lagi malam, udah tak ada tenaga. 🙈

Tenaganya disimpan buat beberes barang-barang sama salat di masa-masa terakhir. :)

Kalau gak mau keliling sampe 12 tempat seperti ini, ada juga bus khusus dari Masjid Nabawi ke Quba dengan biaya 5 SR. 

Atau Masjid Nabawi ke Uhud dengan biaya 3 SR. Nanti sampai di Quba atau Uhud puas-puasin, trus pas mau pulang, ya tinggal nunggu di stasiun busnya kembali.  

Kalau mau mencoba bus wisata Hop Hop juga alangkah baik bertanya dulu tentang jam keberangkatan, agar tidak terlalu menunggu lama. 

Enaknya sih ambil jam pagi bakda Duha seperti saya, berangkatnya sekitar pukul 08.00 pagi, atau malam, ambil yang bakda Isya. 

Oh ya, sebelum ditutup, ada yang penasaran gak apa bedanya jalan-jalan menggunakan bus Hop Hop ini dibanding yang udah disediain travel/PPIH? 😉

Pertama, keseruannya, panduannya lengkap, trus banyak dapat insigt baru, yang paling berkesan adalah: tempat kunjungannya JAUH LEBIH BANYAK. 😍

Kalau yang udah disiapin itu destinasinya seperti yang dirasain Mbak Novi. Apa saja itu? Dibaca atuh cerita Mbak Novi di atas. 😉

Nah, semoga pengalaman kami membawa manfaat ya, dan semoga nanti teman-teman bisa berkesempatan ke Madinah trus mencoba ini ya. 😍

Sampai jumpa, insyaallah di episode selanjutnya. 😍🙏🙏


You Might Also Like

Terimakasih telah membaca dan meninggalkan jejak komentar sebagai wujud apresiasi. ^_^ Semoga postingan ini dapat memberi manfaat dan mohon maaf komentar berupa spam atau link hidup akan dihapus. Terima kasih.



32 komentar

  1. Ya Allah, kapan ya bisa ke Madinah dan Mekkah ..rinduuu

    ReplyDelete
  2. Paling seneng kalau di tempat tujuan wisata ada bis citysightseeing hop on hop off ini...Jadi praktis tinggal naik saja piliha sesuai tujuan kita, ada audio guide pula.
    Biasanya juga dikasih semacam brosur penjelasan tertulis tempat yang kita lewati nanti...dan kita enggak musti naik bis yang sama, bisa bis berikutnya kalau pengalaman saya di kota lainnya yang penting simpat tiket pembelian/karcis. Enggak tahu kalau di Madinah
    Dan untuk harga segini, termasuk murah ..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh ya Mbak? kemarin gak ada penjelasan mengenai boleh turun di mana aja dan bisa ditinggal, soale kami ditungguin, mungkin karena di Madinah lebih utama salat di Masjid Nabawi ya Mbak, jadi waktunya itu beneran di paskan, biar tetep bisa jemaah salat di Masjid.

      Delete
  3. Masya Allah, baca tulisan mbak Nurin, saya jadi kangen Medinah lagi...
    Dan sepertinya harus naik bus ini kalo ke sana lagi. Soalnya waktu umroh kemarin saya gak semPat naik bus Hop Hop ini

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amin.. amin... mudah-mudahan Allah ijabah bisa kembali ke Madinah ya Mbak. :)

      Delete
  4. Masya Allah mbak, ini city tour yang paling saya impikan. Duh mupeng bangeeeettt, berdoa saja lah semoga Allah memberi jalan kemudahan jadi tamunya di Medina Mecca Aamiin ya robbal'alamiin

    ReplyDelete
  5. Masya Allah, saya jadi pengen segera mengunjungi kota suci di Arab Saudi sana.
    Kalau perjalanan siang mungkin panas, haus dan lapar ya.. kalau malam kira-kira bagaimana ya.. saya jadi penasaran juga kalau perjalanan malamnya seperti apa. Mungkin bisa lebih indah ya.. banyak lampu-lampu atau cahaya kota yang menerangi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau siang ya panas Mbak, makanya ini jadwal busnya pagi bakda Duha, trus nanti ada lagi bakda Asar, sama bakda Isya.

      Delete
  6. Senangnyaaa bisa sampai Madinnah. Plus menelusuri daerahnya. Enak pakai bus, ramai2 dan cepat sampai. Harganya murah yaa..seperti naik bus antar kota kalau di Indonesia

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau di Indonesiakan, ini harganya 200.000 Mbak, gak murah-murah banget sebenernya gak seperti naik bus kota, hihi. :D

      Delete
  7. Senangnyaaa bisa sampai Madinnah. Plus menelusuri daerahnya. Enak pakai bus, ramai2 dan cepat sampai. Harganya murah yaa..seperti naik bus antar kota kalau di Indonesia

    ReplyDelete
  8. Masya Allah. Pengen banget deh saya bisa ke sana. Noted nih jalan-jalan dengan bus wisata ini

    ReplyDelete
  9. Wah, mudah2an suatu hari aku juga kesampaian menjejakkan kaki di sana dan jalan-jalan juga keliling kota sambil dengerin penjelasan di headset :))

    ReplyDelete
  10. Masya Allah asyiknya ke tempat-tempat bersejarah di Madinah pakai bus yang cantik banget.

    ReplyDelete
  11. Masya Allah asyiknya ke tempat-tempat bersejarah di Madinah pakai bus yang cantik banget.

    ReplyDelete
  12. Wah bermanfaat sekali infonya. Jadi makin pingin ke sana. Aku malah peNasaran sama kereta super cepatnya

    ReplyDelete
  13. Subhanallah... Terimakasih banyak infonya. Noted, kalo sampai Madinah --dan ada waktu-- menyempatkan naik bus hop-hop. Impian ummat muslim seluruh dunia emang ke Mekkah Madinah yaaaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mbak Amelia, semoga suatu saat bisa kembali ke sana ya, amin. :)

      Delete
  14. Wah asyiknya ya bisa keliling Madinah, aku dulu pas umrah lagi hamil jadi nggak bisa banyak jalan huhu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga bisa kembali ke sana lagi ya Mbak bareng sekeluarga. Amin. :)

      Delete
  15. Happy banget Ya Allah keliling Madinah. AKu malah pengen lho tinggal di Madinah :D
    Wah beruntung banget lagi diskon dan bis dipakai 2 hari gtu mbak?
    Moga2 pas aku ke snaa jg ada diskonan xixixi

    ReplyDelete
  16. Baca postingan ini semakin menguatkan tekad untuk makin rajin nabung buat haji/umrah. Pengen banget ke Madinah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mbak Injul, semoga segera bisa diijabah Allah dan dimudahkan bolak-balik Mekah-Madinah untuk beribadah ya Mbak. Amin. :)

      Delete
  17. Hidup banget tulisannya. Jadi berasa ikut serta dibawa jalan-jalan kesana. Yaa Allah mampukan kami umroh sekaligus jalan jalan kesana juga...

    ReplyDelete