Celoteh

-309- Ivan Lanin dan Pelajaran Pentingnya Spesialiasi

Sunday, December 02, 2018

Bismillahirrahmanirrahim. 

Saya baru saja pulang dari Lapangan Gasibu Gedung Sate siang tadi. Seorang kenalan dari jurusan berbeda di UNPAD mengajak saya bertemu untuk berkonsultasi tentang tesisnya. Ya, kenalan saya itu, seorang mahasiswa pasca akhir yang sedang berupaya mengajukan ujian sidang. 

How's life? 😂 *toyor diri sendiri. 😆

Sementara saya sendiri, sepulang dari diskusi, masih berkutat dengan usulan penelitian yang akan saya ajukan, masih memikirkan literature review, masih memikirkan ini kira-kira datanya mudah didapat atau tidak, gimana analisisnya dan gimana metodologinya. Dan itu semua harus disubmit besok Senin. 😀 Than, seperti biasa, saking peningnya, saya larikan itu semua ke curhat di blog seperti ini. 😂  "Kalau begini kapan selesainya Ani?," teriak Rhoma di ujung sanaaah. 😜

Embel-embel institusi yang melekat di profil saya, membuat 'seringkali' kami dipercayai sebagai makhluk astral luar angkasa biasa yang mengetahui semua data dan paham semua jenis kerumitan matematika. Padahal tidak juga. 😆 

Ini sama seperti pertanyaan dokter residen pada pertemuan pekan terakhir kemarin, 
"Mbak kok mau sih ngambil statistik?".😃 

Saya jawab dengan santai, "terpaksa Dok" 😂. 

Saya jawab lagi, "saya dulu gak ikut tes apapun -kecuali tes khusus kedokteran buat putra daerah Kaltim dan gak lulus*, daftar cuma satu doang, STIS, dan keterima pulak" 😂. 

Setengah tertawa, dokter masih saja bertanya hal yang sama *yang sudah seringkali ditanyakan kepada saya*, "susah gak sih Mbak? berat gak pas belajarnya?". "Banget Dok". "Kalau sekarang?". 

"Sekarang tidak terlalu, alhamdulillah sudah cukup menikmati." *Dijawab dengan pose semanis mungkin, biar gak kentara deritanya dan kelihatan (((menikmatinya))), hahahaha*. 


Suasana Gasibu pagi ini.
Saya merasa manusia biasa saja, yang penuh khilaf kata, fakir ilmu dan ya, meskipun saya seorang statistisi tidak serta merta saya hafal semua rumus dan teknik analisis statistika. Itu saja sih. Saya tetap perlu buka buku dan lihat contekan. 🙈 *Tjamkan itu Fergusso!* 😅.

Namun apapun itu, eniwei, saya akan melakukan apapun yang bisa saya lakukan -jika memang diperlukan- untuk membantu orang lain. Saya akan berusaha menjadi pendengar yang baik, dan teman diskusi yang asyik, jadi tidak perlu sungkan. 😊 Prinsip hidup saya juga sederhana: permudah urusan orang lain, maka Allah akan mempermudah urusanmu. 😊

Setelah pertemuan itu, saya jadi berpikir tentang diri sendiri. Pikiran saya memang suka bercabang kalau sedang berada di bawah tekanan psikis a.k.a deadline seperti ini. 😆 Semakin berat tekanan biasanya akan semakin ke mana-mana, biasanya puisi terlahir dalam keadaan segenting ini. 😂 *Oke, mari tertawa dengan lepas, tarik napas, hembuskan. Yak, tertawa lagi-ulangi-tarik napas lagi-hembuskan* hahaha. 

Saya berpikir tentang: saya ingin dikenal sebagai apa? ingin berkontribusi dalam hal apa? sebagai statistisi tempat diskusi metode penelitian, rasanya belum ahlinya, masih banyak statistisi yang passionated sekali di bidang ini, dan saya tahu saya tidak. Kalau iya, sudah pasti blog ini isinya semacam tata cara melakukan uji analisis multivariat dengan SPSS 😃 menurut ngana? 😂

Sebagai bloger? yes, as you know my blog yah begini-beginih saja, rame ndak, profesional gak juga, campur-campur iya, saya bloger yang tidak punya niche, nothing spesial. Seperti gak ada sesuatu yang spesial dari blog ini yang membuat orang lain datang ke sini karena apa yang ia butuhkan hanya ada di sini, di blog ini, bukan di tempat lain. 😆. 

Sebagai penulis? malu saiyah, karya saya tidak seberapa. 

Penulis opini? apalagi inih, lah nulis opininya juga masih dihitung jari. Nyaris nirprestasi dalam enam bulan terakhir. 

Lalu saya gak sengaja ke scroll status terbaru Uda Ivan Lanin. He's very humble person. Orang yang sangat amat ramah yang pernah saya kenal. Semua orang tahu siapa Uda Ivan, dan kita tahu mengapa kita betah melototin setiap statusnya. Kita tahu tujuan kita, dan kita dapetin apa yang kita mau, ya karena beliau berbeda. Itu seperti, ya kalau mau kefasihan dalam berbahasa -tutur maupun tulis- ya larinya ke Uda Ivan. 

Pernah Uda Ivan tiba-tiba aneh ngomongin politik? lari ke tema ekonomi bangsa misalnya? tetiba sok jadi pakar telematika? No! Ivan Lanin spesial. Dia tahu apa sumbangsihnya. Dia mengerti posisinya, dan paham benar apa perannya. 

Setiap membaca status Uda, sudah bisa dipastikan -hampir selalu- saya kudu banget buka kamus bahasa. Selalu ada kata baru, pengetahuan baru dan sesuatu yang mengejutkan yang saya dapatkan. 

Jangan dikira ya! berbincang di WA dengan Uda saja, saya harus benar-benar memperhatikan titik koma. Itu pun masih salah! kena tegur juga!. *Pengalaman pembelajaran yang sangat berharga*. 


Ini status terbaru yang saya baca sore ini: tengok ada berapa kata baru di sana? memburaskan, memugas, membayankan. Hah? tiga kata apa itu? 😃 ini yang tidak saya temukan di selain Uda. Gerakan penasaran dalam hal peningkatan pengetahuan dan keterampilan berbahasa. Saya penasaran-buka kamus-belajar. Apalagi itu istilah pemerinci? 😆. Ini yang saya sebut sebagai spesialisasi. 

Spesialisasi membuat kita menjadi manusia yang lebih bermakna dan fokus dalam mengambil peran. Kita semua tahu, kita tidak bisa menguasai banyak hal. Atau sebaliknya, kita bisa menguasai banyak hal, tapi itu tidak akan membuat kita spesial dan unik.

Istilah inilah yang sering disebut sebagai Personal Branding. Ialah bagaimana cara kita untuk mendefinisikan siapa diri kita, dan ekspektasi atau harapan kita untuk dikenang sebagai apa. 

Kalau ingin membranding diri sebagai penulis, ya tunjukkan, kita memang penulis. Kemudian spesifikkan penulis apa. Penulis buku? ya buku genre apa. Penulis opini? opini tema apa? ekonomi? sosial? politik? apa?. 

Ingin membranding diri sebagai perempuan yang suka memasak. Ya banyak masak, tunjukkan di status media sosial, beri sentuhan dalam setiap caption. Bikin buku memasak. Jadilah ahli di salah satu bidang, perbakingan misalnya. 

Ingin membranding diri sebagai ASN sejati? tunjukkan, buktikan dan spesifikkan, ASN dalam sisi yang mana?. 

Vloger? YouTuber? tunjukkan, spesifikkan. 

Ingin membranding diri sebagai bloger? spesifikkan. Ew, tapi tunggu dulu, untuk yang ini, biar saya pikirkan dulu. 😆 Karena saya sendiri, bloger campuran yang kadang ya cerita tentang makan-makan, sesekali jalan-jalan dan lebih banyak, isinya celotehan penuh curhatan. 

Ah ya! apa sebaiknya saya mengambil spesialisasi penulis curhatan? 😂 *Plis jan diiyakan, saya jadi merasa gimana gitu, berasa belum punya spesialisasi* 😆. 

Atau pertanyaannya saya permudah, bagaimana saya di mata teman-teman? 🙈🙏

****

Omong-omong, perasaan saya sudah lebih baik setelah menulis ini, saya akan melanjutkan tugas submit saya. 🙈

Bagaimana dengan teman-teman? sudahkah mulai terpikirkan ingin mengambil peran apa di masa akan datang? 😊

Gedung Sate pagi ini. :)



You Might Also Like

Terimakasih telah membaca dan meninggalkan jejak komentar sebagai wujud apresiasi. ^_^ Semoga postingan ini dapat memberi manfaat dan mohon maaf komentar berupa spam atau link hidup akan dihapus. Terima kasih.



37 komentar

  1. Kalau Ivan Lanin tuh teringat aku akan EBI, hahaha. Sekarang jadi mikir, mau lebih dikenal sebagai apa ya. Sekarang ini masih campuran banget

    ReplyDelete
  2. Wah baru tahu kalo Mbak ahli statistik. Asyik jadi ada yang bisa ditanyain kalau nanti mau penelitian lagi,hehe. Ini nama istikmalia dari kata statistik Mbak?:). Anyway aku belum terlalu kenal Mbak, jadi enggak bisa kasih masukan juga. Tapi kalau boleh kasih saran cari spesialisasi yang Mbak passionate, ketika mengerjakan nya enggak pusing apalagi sampai migrain atau vertigo (ini mah saya banget). Saya juga mencoba banyak hal sampai akhirnya ketahuan di bidang mana saya mengerjakannya dg hati gembira dan natural (enggak perlu banyak usaha untuk mendapatkan hasil yang maksimal)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Duh, ketahuan deh ya siapa saya, haha. :p :D. Ow bukaaaan Mbaaak, itu gak ada hubungannya sama statistik. :). Siap-siap sarannya diterima. :)

      Delete
  3. Belum tau nie Mbak, ke depannya mau gimana. Pertama sih saat ini, pingin bisa fikus dulu ngeblognya. Hehe...

    ReplyDelete
  4. Banyak kata-kata baru yang bingung artinya hehe.

    ReplyDelete
  5. TFS mba, saya juga bingung nih mau branding apa karena ga menguasai satu hal khusus. Tapi yg pasti branding yg di depan mata ya ibu 3 anak hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, branding ini masih butuh perenungan panjang untuk dipikirin. :)

      Delete
  6. iya ya sebenarnya spesialis ini semakin baik dan jelas tapi di sistem pendidikan masih berpihak pada generalis. Aku spesialis ibunya SID aja deh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pendidikan vakasi mulai berkembang Mbak, tapi belum serame generalis, iyes Ibunya SID fokes aja udah. :)

      Delete
  7. Daku juga penggemar uda Ivan lanin, beliau konsisten mengenalkan serba serbi bahasa Indonesia..makin ke sini aku juga akhirnya ngeh aku sukanya nulis seputar literasi hehe

    ReplyDelete
  8. Pertanyaan penutupnya berat, di masa depan aku hanya ingin bisa menulis lebih banyak buku anak2 dan blog-ku bisa lebih ter-niche.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amiiin, pengin ikutan baca buku karya Mbak, tapi kalau soal blog niche saya juga masih bingung ih, samaa, kayaknya fix di lifestyle aja. :) :D

      Delete
  9. Keren prinsip hidupnya, Mbak. Btw, saya sendiri kadang masih bingung, karena saya seorang dosen. Tapi suka nulis dan ngeblog juga. PR nya yang belum itu, bikin blog khusus terkait dgn keilmuan saya sebagai dosen. Doakan ya

    ReplyDelete
  10. mba aku baca SPSS jadi inget waktu skripsi buat ngitung2nya aku ke biro statistik bayar 300ribu dan pas bimbingan SALAH akhirnya ngitung sendiri karena budget udah ga ada dan pas ngitung sendiri betul :( pengen nangis wkwkwk

    ngomongin spesialisasi aku juga sepertinya bingung kalau blogger masih nulis suka2 wkwkwk

    ReplyDelete
  11. Aku suka ngikutin tweet nya uda Ivan,sering dapat ilmu baru apalagi soal EYD

    ReplyDelete
  12. Aku kudet banget, baru kenal sama Ivan Lanin wkwkwk
    AKu sukanya apa ya, suka makan, jalan, jajan dan hal yang nyenengin hehehe

    ReplyDelete
  13. Aku juga sering kepikiran soal ini mba. Spesialisasi apa ya? Kalo ngeblog, semua aja ditulisin. Kalo main sosmed, semua aja diposting. Elaaahhh, padahal bagusnya ya emang punya spesialisasi gitu yaaaa

    ReplyDelete
  14. Peran saya apa, ya? Jaid ibu rumah tangga yang senang menulis blog aja :D

    ReplyDelete
  15. Kedepan, entahlah apa masih seperti sekarang atau nggak. Seorang jurnalis yang juga blogger :)

    ReplyDelete
  16. Spesialisasiku apa yaa.. mom blogger itu spesialisasi juga bukan yaaa.. hahahaa.

    ReplyDelete
  17. Hmmm, jadi bingung kaaan mau nulis apa. Hehehee..

    Aku sih blogger yang dulunya resign karena ingin jadi fulltime blogger. Niche blog nasi rames, apa aja masuukkkk

    ReplyDelete
  18. Aku pemerhati kicauan Ivan Lanin hehe.
    Duh kalau ditanya spesialisasiku aku jd ciut maaakk...
    Btw m tata cara melakukan uji analisis multivariat dengan SPSS ---> ini pati PB tinggi krn banyak mahasiswa browsing maaakk haha guyooonnn

    ReplyDelete
  19. Wah, ada Uda Ivan nih. Idola para pegiat literasi. Hehehe... setuju banget sama tulisannya. Dan saya nih yang termasuk gak masuk orang spesial. Aku banyak nulis ini itu. Jadinya gak bisa dalem2 kalo nulis. :(

    ReplyDelete
  20. Aku hanya ingin mengambil peran membahagiakan anak2ku dulu ;) Anak yang bahagia merupakan aset bangsa, biar bisa inovatif dan tak lelah membangun negeri. HIhiii... bahasanya ketinggian amat, bu :))
    Temanku ada yang di BPS juga nih. Dulu mantan anak Matematika di Undip. Namanya Hari Bagindo. Kalik aja kenal hehehee...

    ReplyDelete
  21. Babang Ivan Lanin memang jos, yaaa. Perihal personal branding, aku belum ada gambaran mau dikenal sebagai apaa. Dataar banegttt. :D

    ReplyDelete
  22. Wah keren mba jadi ASN statistik, bloggernya juga oke. Tapi kita toss dulu mbak, blog ku juga ga ada niche

    ReplyDelete
  23. Benar mbak, personal branding ini penting banget. Jadi jangan karena trend lalu kita menjadi mengikut arus tersebut, konsisten dengan apa yang dijalani dan ingin dikenal sebagai apa kita nantinya? Tulisannya membuatku jadi ingin mencoret-coret kembali journalku tentang personal branding.

    ReplyDelete
  24. Lanin konsisten banget sama ejaan dan KBBI.
    Tapi sebenernya kuliahnya dulu ga ada hubungannya sama bahasa looh..

    Hiihii~

    ReplyDelete
  25. Jadi mikir aja Mbak saya ingin dikenal sebagai apa nantinya dan di mana kalian sayang masih bingung menentukan

    ReplyDelete
  26. Wahaha...ampuuun dah aku nggak bisa mikir deh kalau udah ketemu pelajaran statistik. Angkat tangan jempol dan angkat kaki sekalian haha. Salut buat Mbak Isti.

    ReplyDelete
  27. meski sering melihat rumput (profesi) tetangga lebih hijau, smp hari ini sih peranku masih bs aku ajalnkan spt ygs ekarang dg catatan hobi blogging jalan terus, dan mimpibtraveling bs mewujud pelan2...eh apalah ini ditanya peran kok malah curhat hehe

    ReplyDelete
  28. Ada salah satu kenalanku seorang penulis buku fiksi dan non fiksi, selalu aja ada kata-kata baru.

    ReplyDelete