Endometriosis

Kiat Hamil Bagi Penderita Endometriosis

Friday, March 01, 2019


Bismillahirrahmanirrahim.

Assalamualaikum semuanyaaaa ... ya Allah kangen banget saya ngeblog lagiiiiih, 😍. Terakhir postingan itu 16 Februari, dan taraaa! sekarang sudah tanggal satu saudara-saudara. Kek berasa ada yang hilang. Padehal belom lama-lama amat yaks. 😂

Apa kabar saya? *padahal gak ada yang nanyak, 😂*. Alhamdulillah kabar saya hari ini sehat dan baik. Kalau kabar sebenarnya insyaallah nanti kapan-kapan saya ceritain. 😁

Yang pasti, dalam waktu-waktu ini saya sedang banyak diet, demi kesehatan mental dan fisik yang LEBIH BAIK, ehe. 😜

Trus yang pasti, sekarang-sekarang ini, saya lagi butuh waktu kontemplasi yang panjaaaaaaaaang karena (((RISET PENELITIAN))) saya telah dimulai. Gak terasa ya gengs, dah mulai nesis ajaah. 😆

Nah, kemarin di komunitas Yakin Positif (teman-teman bisa cek komunitas ini di IG dengan nama yang sama), sedang ada seminar "Kiat Hamil Bagi Penderita Endomestriosis", yang mana itu materinya masuk banget di saya. 🙈 Jadi saya mau bagi-bagi hasil seminarnya. Pekan lalu, bahasannya mengenai PCOS. (Mudah-mudahan, jika senggang, saya juga bisa bagi-bagi materi PCOS-nya). 😊

Komunitas Yakin Positif saat ini memiliki 1.009 member. Di seminar Rabu kemarin, pematerinya adalah dr. Mira Myrnawati, S.Pog. 

Tema: Kiat Hamil Bagi Penderita Endometriosis

Apa itu Endometriosis? 

Ah ya, sebelumnya, tulisan berwarna hitam adalah materi dari seminar. Sementara yang biru adalah komentar saya ya. 🙏

Endometriosis merupakan keadaan di mana lapisan dalam rahim (endometriosis) tumbuh di luar rahim. Seperti di daerah panggul, indung telur (ovarium), saluran telur, rektum, vagina, bahkan pada sistem kemih maupun pencernaan.

Iya, waktu itu saya pernah mendapatkan penjelasan dokter bahwa endometriosis ini penyakit yang agak komplek. Bukan hanya di rahim saja lo, tapi bisa ke kemih, pencernaan, bahkan dapat menyerang organ tubuh lain. Wallahualam. 🙏

Bisa berupa bercak-bercak, perlekatan, nodul (jaringan yang keras) hingga kista cokelat. Endometriosis terjadi pada sekitar 6-10 persen.

Nah, yang terjadi pada saya adalah bercak dan perlekatan di rahim. 

Gejala Endometriosis bisa berupa:
  • Nyeri panggul
  • Nyeri haid
  • Nyeri saat berhubungan
  • haid berlebihan
  • nyeri saat berkemih atau buang air besar terutama saat haid
Namun, pada kasus tertentu, bisa jadi tidak ada gejala yang dirasakan sama sekali. Pada kasus saya, yang paling terasa adalah Nyeri haid. 

Saya pernah menceritakannya di sini:

Endometriosis dan Bagaimana Agar Kita Bisa Berdamai Dengannya

Penyebab Endometriosis

Belum diketahui secara pasti. Diduga penyebabnya multifaktor yaitu meliputi genetik dan lingkungan.

Beberapa teori dugaan terjadinya Endometriosis:

Teori darah haid yang berbalik. Darah haid diduga berbalik melalui tuba ke rongga panggul kemudian tumbuh sebagai endometriosis.

Teori Immunologis. Tubuh tidak mampu membersihkan darah haid sehingga tumbuh sebagai endometriosis.

Teori aliran darah dan sistem limfe. Sel endometrium diduga menyebar melalui aliran darah dan sistem limfatik yang berperan dalam kekebalan tubuh.

Namun, kesemua teori ini tidak mampu menjelaskan secara lengkap mengapa terjadi endometriosis. Kemungkinan kondisi terjadi karena banyak faktor.

Wallahualam.

Meski endometriosis merupakan kondisi yang sering ditemui, namun lebih dari 50 persen penderita tidakk terdiagnosis. Dibutuhkan waktu 7-10 tahun hingga terdiagnosis, dan umumnya saat mereka menghadapi keluhan infertilitas. 

Diagnosis pasti endometriosis hanya bisa ditegakkan melalui LAPAROSKOPI.  

Butuh waktu yang sangat panjang untuk diagnosis endometriosis. Terkadang kita sudah melalui gejalanya namun tidak paham dengan apa yang terjadi karena tidak ada deteksi dini untuk penderita endometriosis. Laparoskopi sendiri adalah operasi bedah dengan biaya yang terbilang tidak mudah. Biaya bisa di atas belasan juta hingga lima puluh juta, tergantung rumah sakit dan tindakan yang dilakukan. Rasanya tidak sakit karena kita akan dibius, bekas sayatan juga tidak terlalu besar, hanya beberapa centi, proses pemulihan juga tergolong cepat.

Endometriosis dan Infertilitas. 

Hal yang paling tidak diinginkan dari endometriosis adalah INFERTILITAS. 

Endometriosis bisa menyebabkan infertilitas melalui gangguan anatomi karena adanya perlengketan, gangguan kualitas sel telur dan embrio, hambatan pertemuan sperma dan sel telur di tuba, gangguan hormonal dan biokimia dan gangguan endometrium. 

Tata laksana infertilitas pada penderita endometriosis meliputi: 
  1. Operasi Laparoskopi: tujuannya untuk mengkonfirmasi endometriosis, menghilangkan jaringan endometriosis (Seperti kista dsb) yang mengganggu pembuahan, serta menentukan tingkat keparahan endometriosis. 
  2. Teknologi Reproduksi Berbantu (Inseminasi dan Bayi Tabung).
Sekali lagi, pilihannya tidak mudah ya. 😉

ENDOMETRIOSIS TIDAK DAPAT DICEGAH DAN TIDAK DAPAT DISEMBUHKAN.

Demikianlah faktanya, dalam pengukuran manusia. 😊

Namun gejalanya, dapat diperbaiki, diminimalisir, dikurangi, dengan cara: 

1. DIET

Denger kata diet seperti menohok gitu ya buat saya. 😜 Badan saya sekarang sudah menggendats dengan indahnya.  2019, insyaallah hidup sehat!!. 😆

Apa saja diet bagi penderita endometriosis? 

Kurangi konsumsi daging merah, lemak jenuh seperti santan, gorengan dan junkfood. 

Kurangi konsumsi karbohidrat simpel, gula, kafein, zat pengawet dan aditif pada makanan

Perbanyak makan sayuran hijau dan buah-buahan. 

1. OLAHRAGA

Apalagi mendengar satu kata ini. Alamak Jang! 🙈

Olahraga teratur minimal 3 kali seminggu dengan intensitas sedang. Seperti aerobik, bersepeda dan lari.

Kurangi paparan toksin lingkungan yang bisa menyebabkan atau memperparah endometriosis seperti: produk PVC, kosmetik, toiletries, pestisida, bleaching, merkuri, cadmium, timbal dan arsenik. 

Untuk mengurangi paparan toksin ini maka dianjurkan untuk: makan sayuran dan buah organik, hindari makanan diproses (sosis, burger, dll), hindari makanan dibungkus plastik, tidak menghangatkan makanan dalam kemasa plastik, dan senantiasa menggunakan peralatan makan dari logam atau kayu (jangan dari plastik).

***

Nah, demikian materi dari dokter Mira Rabu kemarin. Setelah penyampaian materi, ada sesi tanya jawab. Salah satu pertanyaan yang menurut saya penting untuk diketahui adalah, Endometriosis bukan penyakit berbahaya, jika tidak ada keluhan, tidak perlu dioperasi. Namun, perlu digaris bawahi juga bahwa operasi bukan berarti sembuh total, endometriosis bisa muncul kembali.  

Meski penderita endometriosis hanya sepersekian persen jumlahnya, pengetahuan tentang endometriosis ini, dapat menjadi tambahan ilmu sekaligus kesadaran untuk menerapkan gaya dan pola hidup sehat. 😊. 

Semoga postingan kiat hamil bagi penderita endometriosis kali ini membawa banyak manfaat ya man temans. 🙏

Terus semangat berupaya, dan berdoa. 😍🙏







You Might Also Like

Terimakasih telah membaca dan meninggalkan jejak komentar sebagai wujud apresiasi. ^_^ Semoga postingan ini dapat memberi manfaat dan mohon maaf komentar berupa spam atau link hidup akan dihapus. Terima kasih.



0 komentar