Statistisi

-302- Pengalaman Tes Toefl Beasiswa Pusbindiklatren Bappenas 2018

Wednesday, October 31, 2018


Bismillahirrahmanirrahim.

Setelah menulis Pengalaman Mengikuti Tes TPA Beasiswa Pusbindiklatren Bappenas yang Wallahualam itu, :p. Isenglah saya cek hasil skor TPA yang dibagikan saat kita dinyatakan lulus sebagai Karyasiswa Bappenas. Saya sedikit shock gitu *biar rada dramaaah dikit hahaha, ini Allah serius sedang gak bercanda kan ya, 😆 dan yaah emang saya baru merhatiin nilai TPA saya secara serius sekarang-sekarang ini, 😆 jadi ternyata ya, nilai TPA saya masak yang paling tinggi malah di bagian numerik cobaaak, 😃. Pantesan temen kelas saya ada yang gak percaya kalau menurut saya yang paling gak mudah itu NUMERIK. Trus teman satu lagi malah bilang,

"Itu emang bukti kalau kamu itu statistisi sejati...," *errr... saiyah masih semacam rada tak terima 😝


Ini saya bahas nilai, karena ternyata itu kejadian lagi di Tes Toefl. 😆 Yang mana di mana gimana ceritanya saya tuh pas ujian Toefl, ketiduran di bagian LISTENING saudara-saudara!!, 😁😂 *saking nge-blanknya ini lagi ngomongin apa sik saya gak paham. 😞. Menurut saya, di bagian Listening ini, native speakernya cepet banget, cas-cis-cus, kagak sesuailah sama latihan saya selama ini.

Selain itu, Tes Toefl ini alhamdulillah pas banget saya mendapat panggilan Workshop Menulis -hemat biaya perjalanan gaes, nebeng SPPD, :p- di Tangerang *Workshop TERBAIK yang pernah diadakan oleh BPS, instansi saya, karena setelahnya belum pernah ada lagi* Okeh BOLD BACKGROUND COLOR siapa tahu dibaca PIMPINAN lalu diadakan lagi. :D. Paginya ujian di UI Depok, malemnya begadang karena ada tugas menulis yang harus diselesaikan untuk didedah esok hari. Jadi emang sik saya ngantuk beneran. :D

Boleh baca: Worskshop Menulis BPS: Belajar Menulis Opini dari Wartawan Senior Budiarto Shambazy

Saya udah mikir kalau bagian Listening ini bakal yang paling anjlok nilainya, tapi ternyata, masih di peringkat kedua, alhamdulillah. Yang paling tinggi ada di bagian Reading Comprehension.

Sehingga, saya sampai pada kesimpulan bahwa; ada hal-hal di luar rencana dan kemampuan manusia. Selalu tambatkan pada hati, sebagai seorang beriman, pentingkan munajat pada Allah. Sehebat apapun ikhtiar dan upaya manusia, tetaplah manusia itu lemah tak berdaya. Apapun yang terjadi, itu semua kehendak dan kuasanya Allah.  
 

Jadi, bagaimana rasanya ikut Tes Toefl Bappenas kali ini? :D. Menurut saya, dibandingkan TPA yang sungguh di luar dugaan prasangka itu, :p. Soal Toefl tidak jauh berbeda, sesuailah dengan bayangan -dan kalau teman-teman sudah terbiasa dengan tes Toefl- antara ekspektasi dan kenyataan beda tipislah. :)

Untuk Listening, native speakernya sangat cepat, Structure -yah seperti itulah, saya pun masih lemah di bagian ini-, Reading Comprehension ini mudah gak mudah -tapi bagian ini yang paling memungkinkan untuk dimaksimalkan- :).

JADI? Jadi ya PERBANYAK LATIHAN LAH, tips yang tak tertandingi ini mah. :D :D.

Belajar dari Aplikasi

Karena latihan belajar Toefl ini rawan ngantuk dan butuh audio, saya menganjurkan lebih baik berlatih menggunakan aplikasi/software latihan Toefl dibandingkan buku. Jadikan buku sebagai pelengkap. Baca buku-buku tips trik dan strategi. Sementara, latihan soal menggunakan aplikasi.

Ada banyak aplikasi/software yang teman-teman bisa gunakan, salah satu yang bisa saya rekomendasikan adalah GENIUS TOEFL, silakan langsung menuju www.geniustoefl.com untuk mengunduh aplikasinya.  Mengunduhnya gratis, tetapi jika ingin menggunakannya secara utuh, kita butuh memasukkan kode, dan ini berbayar. Waktu itu harganya Rp.90.000. Menurut saya, itu worth it banget. Ini aplikasi yang sangat bermanfaat, mudah digunakan dan sangat lengkap. Saya sangat terbantu dengan adanya aplikasi. Terima kasih kepada yang membuatnya. 🙏

Sementara, untuk strategi Toefl -jika kalian merasa tidak semangat membaca buku-, buka YouTube Maula Nikma, (silakan menuju www.strategitoefl.com) ada puluhan video yang mengulas tuntas mengenai strategi pengerjaan toefl. Keduanya -baik GENIUS TOEFL maupun STRATEGI TOEFL MAULA NIKMA sangat membantu. Recomended 👍👍👍


 
salah satu video strategi Toefl Maula Nikma

Oh ya, yang saya sampaikan ini, dinisbatkan pada ASN yang berada jauh dari fasilitas kota, 😃 karenanya seperti TPA kemarin, saya tidak memberikan saran untuk ikut les persiapan ataupun tes prediction.😆 *Karena saya juga tidak melakukan keduanya, jadi tidak punya pengalaman atas itu. 🙈

Untuk buku, tidak ada buku khusus yang bisa saya rekomendasikan, buku Longman juga bagus, atau boleh membeli buku toefl apa saja di toko buku. Buat saya, agaknya memang lebih enak langsung latihan di aplikasi. 

Antara Listening-Structure-Reading

Diantara ketiganya, bagian terakhir yakni Reading, menurut saya adalah bagian yang paling bisa dimaksimalkan. Kuncinya: TELITI dan KUASAI STRATEGI. Tidak semua paragraf yang sepanjang itu harus dibaca. Soal di bagian ini paling banyak isinya mencari tema pokok, sinonim kata, refer to, dan semuanya PASTI ada di bacaan. Jadi upayakan soal bagian ini diisi benar semua jika mampu.

Listening, ini bagaimana seni mendengar ya. Latihan yang diberikan dari Genius Toefl, itu masih pelan dan mudah dipahami, tapi tidak tahu juga yang edisi terbaru. Jadi bantu dengan mengunduh latihan audio yang juga sudah banyak tersedia di internet.

Structure, sepertinya ini menjadi momok bagi sebagian besar orang, atau saya saja? :D. Ini memang butuh keahlian dan pengetahuan.

Dari pengalaman saya, menguasai STRATEGI PENGERJAAN sama pentingnya dengan MEMPERBANYAK LATIHAN. Upayakan seimbangkan dan atur waktu untuk keduanya. Semakin kita paham strateginya, semakin mudah kita dalam mengerjakan dan akan semakin efektif pula latihan soal yang kita lakukan. 

Berlatih Rutin Setiap Hari

Setiap tes atau ujian, pasti selalu bisa dipelajari dan dikuasai asal kita memiliki kesiapan yang mumpuni. Salah satu caranya adalah dengan ikhtiar untuk istiqamah berlatih setiap hari. Manusia kan sifatnya kalau semakin mendapat tekanan semakin rajin berupaya, *saya banget ini mah, ahahaha :p.

Latihan soal upayakan minimal satu jam satu hari di pagi hari saat di kantor. *Ow waaay? because waktu kita paling banyak di kantor, dan kondisi pagi itu kondisi paling baik buat belajar, masih seger buger dan fresh bangetlah. :)

Datang sepagi mungkin ke kantor, kalau bisa satu jam sebelum 07.30 sudah duduk rapi di kantor, pasang headset dan BELAJAR. Saat makan siang, kurangi waktu berbincang dengan teman-ngopi-becandaan apalagi ngibah manjah, :p isi waktu luang dengan BELAJAR dan BERLATIH. 

Eh, wait, ini sik gaya belajar saiyah banget, :D. Munmaaph lupaak kita kan punya style masing-masing dalam belajar yaks. Okays, intinya, usahakan PERBANYAK LATIHAN SOAL dan KUASAI STRATEGI.

Hari libur, dengan waktu yang cukup panjang, gunakan untuk latihan sungguhan, yang benar-benar bisa menyelesaikan tiga sub-test dalam sekali duduk. Kemudian catat skor dan evaluasi sejauh mana kemampuan Toefl kita, di mana letak kelemahannya, apa yang perlu diperbaiki dan rencana perbaikan ke depan. 


Suasana tes. Ini foto saat TPA. 


Berlatih Jangka Panjang

Ini hal yang insyaallah -baru- akan saya lakukan, karena ternyata setelah semua tes yang dilewati dan alhamdulillah masuk masa perkuliahan, saya terlena, dan -seolah lupa- kalau saya punya cita-cita meningkatkan kemampuan bahasa. 😐

Untuk jangka panjang, ada baiknya membiasakan:
  1. Mendengarkan podcast berbahasa Inggris.
  2. Menonton film/tayangan berbahasa Inggris. Ini cukup ampuh meningkatkan level kemampuan berbahasa. Untuk awal, mungkin bisa mengganti subtitle bahasa Inggris, kemudian berikutnya latihan untuk benar-benar meniadakannya. 
  3. Membaca buku bahasa Inggris. Saat kuliah, banyak buku berbahasa Inggris yang harus dibaca, tapi terkadang supaya cepat paham, pakai google translate juga saya, :D. Jika dirasa tidak nyaman dengan buku bertema serius, ganti dengan buku bacaan yang paling membuat kita nyaman dan kita sukai. 
  4. Berlatih menulis dengan bahasa Inggris. Sudah lama pengin ngelakuin ini sebenarnya, dan nyobak nulis di blog, pengin upgrade pembaca, biar mendunia, tapi kok yaaaa tapiiii emang semua ini belum ada yang saya lakukan sik. :) 😂

---

Nah, ketika hari ujian tiba. Upayakan dalam kondisi sehat dan prima, istirahat yang cukup dan sarapan jangan lupa. :).

Perbanyak doa, minta rida orang tua, minta maaf ke semua orang atas kesalahan, perbanyak amal kebaikan, perbanyak sedekah, banyak introspeksi dan perbaiki diri. Sungguh, kita tidak pernah tahu, melalui amalan yang mana, Allah akan ijabah dan permudah urusan dan hajat kita.

Saat ujian Toefl, kita juga diberi kesempatan terakhir mengganti ulang pilihan Universitas dan jurusan. Semuanya masih bisa dipertimbangkan kembali dengan baik.

Oh ya, jika teman-teman ingin pindah tempat ujian (dari yang sebelumnya sudah ditentukan oleh Bappenas), hal itu bisa dilakukan. Setelah pengumuman hasil TPA dan nama kita keluar, segera menghubungi panitia penyelenggara dan laporkan.

Baiklah, sepertinya cukup sekian pengalaman saya. Semoga bermanfaat ya man temans. :)

-- Salam --

You Might Also Like

Terimakasih telah membaca dan meninggalkan jejak komentar sebagai wujud apresiasi. ^_^ Semoga postingan ini dapat memberi manfaat dan mohon maaf komentar berupa spam atau link hidup akan dihapus. Terima kasih.



15 komentar

  1. keren mba, saya tuh kayanya udah ga sanggup lagi deh belajar bahasa Inggris aalagi sampai toefl, meskipun pengen mungkin nanti buat bekal meningkatkan kemampuan ngeblog. mungkin nanti pas anak2 dah gede dan mandiri kali ya..sekarang mah sambil jalan belajar yg gampang2 aja dl

    ReplyDelete
  2. hebat mbak, masih semangat nih untuk toefl, saya mah udah loyo buat ikutan toefl huhuhuh

    ReplyDelete
  3. Inget jamanku tes toefl, aplikasi & tutorial belum lengkap kaya sekarang, cuma ngandelin buku2, sampe tenggelam dalam buku :)))

    ReplyDelete
  4. Enak ya sekarang kalau mau tes Toefl bisa cari dan gali informasi lewat internet. Aku pernah ikutan Toefl dan yang pertama kurang sukses nampaknya, akhirnya kedua lumayanlah walau saya bukan yang pertama.

    ReplyDelete
  5. Wah jadi ingat saya mau tes TOEFL juga bulan depan. Buat reneweing nilai saja.

    ReplyDelete
  6. Pas jaman mau kelulusan saat kuliah, diminta melampirkan tes TOEFL.
    Dan saya belajarnya melalui aplikasi yang bisa diinstal di laptop.

    Alhamdulillah....
    Hasilnya memang gak akan jauh-jauh dari latihan.

    ReplyDelete
  7. Teakhir ujian Toefl pas buat syarat wisuda bbrp waktu lalu haha. Yg susah tu listening, kdng aku merasa telingaku ini gmn gtu dengernya. Emang kudu banyak berlatih yaaa :D

    ReplyDelete
  8. Latihan dan strategi sama pentingnya udah hmpr 20 thn nggak pernah test toefl lg

    ReplyDelete
  9. aku cuma sekali ikut toefl dan gak lulus, hixxx.. habis itu males ikut lagi :D

    ReplyDelete
  10. Sebelum tes tiefl harus belajar dulu bahasa inggrisnya karena jujur aku lemah banget sama bahasa inggris.

    ReplyDelete
  11. waah dah lama banget gak latihan dan test toeflku berapa yaa sekarng skor nya? jangan jangan meluncur indah hihihi

    ReplyDelete
  12. Wuih, keren. Beneran deh, aku angkat tangan sama TOEFL. Bisanya cuma Inggris koboy sih. Wkwkwkk...

    ReplyDelete
  13. Keren banget Mbaaa, masya Allah. Bacanya jadi semangat pengen belajar lagi, terutama bahasa Inggris. Jaman SMA mayan jago, sering lomba juga. Abis itu entah apa yang terjadi, menguap gitu aja karena nggak pernah dipraktekin, huhuu.

    ReplyDelete
  14. Mbaaa, makasih sharingnya. Aku udah lama nggak belajar bhs inggris. Paling ngomong sama anak2 campur2 ��
    Hebat mbaa :) hasilnya berarti memuaskan dong ya.. selamat mba

    ReplyDelete
  15. Belajar bahasa memang sebaiknya dibiasakan ya mba, latihan toefl kalau sering latihan jg lama2 terbiasa listening. Hanya butuh latihan soal-soal structurenya, semangat ya mba.

    ReplyDelete