Statistisi

-269- Ekonomi Menguat, Kaltim Bertabur Nikmat

Wednesday, December 20, 2017



Bismillahirrahmanirrahim

Dalam waktu satu dekade terakhir, pertumbuhan ekonomi Indonesia semakin menguat. Setelah pernah mengalami keguncangan ekonomi yang sangat hebat pada tahun 1998, yang disebut-sebut sebagai krisis tersuram sepanjang sejarah pembangunan Indonesia. Tercatat pada kuartal ketiga tahun 2017 ini, pertumbuhan Indonesia tumbuh kokoh pada angka 5,06 persen.

Jika keguncangan ekonomi dapat berdampak sistemik, tidak hanya pada sisi moneter, tetapi meluas pada kehidupan sosial, budaya, hingga bahkan menyebabkan chaos yang cukup parah, semisal pada tragedi kerusuhan 1998.  Pertanyaan besar yang senantiasa menggelitik banyak nalar ialah, di saat pertumbuhan ekonomi menguat, siapa yang menuai nikmat? Sudahkah kesejahteraan dirasai dan dinikmati secara merata di semua lapisan masyarakat? Atau ya sudah, begitu-begitu saja, seperti plesetan bait lagu Rhoma Irama, yang kaya makin kaya, yang miskin tetap saja miskin dan merana.

Mari kita tengok Pulau Kalimantan dengan dominasi sektor pertambangan dan penggalian misalnya, utamanya Kalimantan Timur sebagai penyumbang terbesar PDRB pulau Kalimantan yakni sebesar 4,31 persen terhadap total PDRB Nasional di tahun 2015. Kenyataannya masih juga terseok-seok dalam pembangunan infrastruktur, listrik yang belum memadai hingga ke bagian pelosok daerah, harga kebutuhan pokok yang melambung tinggi dan masih banyak daerah terisolir disebabkan sulitnya akses transportasi. Ini adalah gambaran fakta fenomena ketertinggalan Pulau Kalimantan secara umum yang dipaparkan oleh Drs. Sumedi Andono Mulyo, MA, Phd, Direktur Daerah Tertinggal, Transmigrasi dan Perdesaan, Bappenas pada Konreg se-Kalimantan Tahun 2017 pada bulan Oktober lalu.

Ketertinggalan Kalimantan Timur dalam beberapa hal seperti yang saya sebutkan di atas tadi, masih harus menerima konsekuensinya, jika terjadi ‘goyah ekonomi’ pada sektor pertambangan yang menyumbang sekitar 40 persen struktur perekonomian. Ini terjadi pada kurun waktu dua tahun terakhir di mana turunnya harga batu bara mengguncang perekonomian, hingga menyebabkan pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur terkontraksi dengan cukup tajam pada angka -1,21 persen untuk tahun 2015, dan -0,38 persen pada tahun 2016. Pada sektor ekonomi mikro, beberapa daerah Kabupaten/Kota misalnya, guncangan ekonomi ini sangat terasa mewarnai sektor lainnya, meningkatnya angka pengangguran kerja, lesunya sektor bangunan, sepinya sektor hotel dan restoran dan melambatnya gairah investasi. Kabar baiknya, -sungguh ini kabar baiknya- sebagian daerah masih dapat bertumbuh dengan positif dan tidak terlalu merasakan riaknya. 

Menguatnya Pertumbuhan Ekonomi


Seiring dengan membaiknya kondisi perekonomian global dan mulai stabilnya sektor pertambangan, pada kuartal ketiga tahun 2017 ini, Badan Pusat Statistik (BPS) telah merilis Laju  Pertumbuhan Ekonomi Kalimantan Timur pada angka 3,54 persen, jauh lebih baik dibandingkan kondisi kuartal ketiga tahun 2016 lalu yang terkontraksi pada angka -0,01 persen. Kondisi ini juga sangat jauh lebih baik jika dibandingkan target pemerintah yang mencanangkan Pertumbuhan Ekonomi sebesar 1,62 persen di tahun 2018. Sungguh pencapaian yang sangat menggembirakan. Pemerintah, tentu saja sangat optimis perekonomian akan semakin menguat pada kuartal keempat akan datang dan pada tahun berikutnya.

Penguatan ekonomi ini juga menjadi pertanda semakin membaiknya iklim perekonomian di Kalimantan Timur. Selain diikuti oleh semakin kokohnya sektor ‘Pertambangan dan Penggalian’ yang tumbuh sebesar 1,2 persen pada kuartal ketiga tahun 2017 ini, pencanangan kebijakan pemerintah untuk membangun Indonesia dari pinggiran yang difokuskan kepada pengurangan kesenjangan wilayah melalui penyediaan sarana transportasi, peningkatan aksesibilitas masyarakat daerah tertinggal serta percepatan pembangunan infrastruktur wilayah sesuai tujuan Nawa Cita ke-3 mulai dapat dirasakan dampaknya sedikit demi sedikit sejak tahun 2016.

Selain optimalisasi, transformasi serta akselerasi pembangunan, pemerintah juga berupaya dengan gigih untuk meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional serta berupaya meningkatkan nilai tambah produk hasil pertanian melalui pembangunan sarana dan prasarana pengolahan. Dari sisi tenaga kerja, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kalimantan Timur pada Agustus 2017 mencapai 6,91 persen mengalami penurunan dibandingkan TPT Agustus 2016 sebesar 7,95 persen. Sebanyak 25,23 persen penduduk bekerja di sektor perdagangan, 23,16 persen sektor jasa, 21,32 persen sektor pertanian. Bisa dikatakan, segmentasi lapangan pekerjaan masih di dominasi oleh sektor perdagangan dan jasa.

Kaltim Bertabur Nikmat

Penguatan ekonomi ini tidak lantas menjadi puncak dari segala keberhasilan. Kenikmatan belum dapat dirasai secara instan, jikapun pasti mestinya itu perlahan. Babak baru tantangan sudah tercermin di hadapan. Salah satunya, ialah geliat perubahan bentuk investasi bisnis konvensional ke bisnis online, pelaku usaha dituntut untuk semakin kreatif memanfaatkan peluang  dan bergerak cepat mengikuti tren perkembangan. Jika dirasa tidak siap, perhitungan matang dan cermat re-invent ke bentuk bisnis lain yang lebih menjanjikan harus benar-benar direncanakan, sedini mungkin.

Tantangan berikutnya adalah wacana kenaikan UMK. Ini adalah sesuatu yang bisa dibilang tidak bisa dihindari. Selain kreatif, inovatif, mengikuti perkembangan teknologi, perencanaan matang terhadap keefektifan Sumber Daya Manusia (SDM) sangat diperlukan. Dilematik pengusaha antara turut menaikkan gaji pekerja dan menjaga kondisi keuangan perusahaan pada saatnya bukan lagi sebuah pilihan. Di tengah harga kebutuhan pokok yang kian meninggi, kenaikan UMK bisa disimpulkan adalah pasti. Pelaku usaha, sekali lagi, dituntut lihai dalam membuat perencanaan, matang  dalam pengambilan kebijakan.

Dari sisi para pencari kerja, semakin membaiknya iklim perekonomian, mengurangi kemungkinan PHK, pelaku usaha –berikut para penanam modal- sedang bertumbuh. Ini masa di mana para pelaku industri kreatif sedang mencari terobosan baru, tentu saja ini akan sangat membuka seluas-luasnya lapangan pekerjaan baru.

Jika anda, tidak termasuk keduanya. Barangkali, anda termasuk segolongan yang sedang merencanakan usaha. Mulailah! selagi geliat perekonomian sedang dalam sebaik-baiknya masa, seperti saat ini. Nikmatilah!. Bisa jadi ini menjadi tahun ternikmat untuk anda, para pelaku usaha, para pencari kerja, atau irisan antara keduanya. *


You Might Also Like

Terimakasih telah membaca dan meninggalkan jejak komentar sebagai wujud apresiasi. ^_^ Semoga postingan ini dapat memberi manfaat dan mohon maaf komentar berupa spam atau link hidup akan dihapus. Terima kasih.



0 komentar