// API callback
authorshow({"version":"1.0","encoding":"UTF-8","feed":{"xmlns":"http://www.w3.org/2005/Atom","xmlns$openSearch":"http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/","xmlns$blogger":"http://schemas.google.com/blogger/2008","xmlns$georss":"http://www.georss.org/georss","xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-6349234979534096525"},"updated":{"$t":"2023-12-10T06:29:06.023+07:00"},"category":[{"term":"Celoteh"},{"term":"Statistisi"},{"term":"Cinta"},{"term":"Kuliner"},{"term":"Wisata"},{"term":"Parenting"},{"term":"Review"},{"term":"Quran"},{"term":"Inspirasi"},{"term":"Fiksi"},{"term":"Karya"},{"term":"Haji 2018"},{"term":"ODOP Blogger Muslimah Indonesia OKT 2017"},{"term":"Blogging"},{"term":"Endometriosis"},{"term":"Giveaway"},{"term":"ASUS"},{"term":"Advertorial"}],"title":{"type":"text","$t":"Impian Istikmalia"},"subtitle":{"type":"html","$t":"Berbagi Cerita, Cinta, Inspirasi"},"link":[{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#feed","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.istikmalia.com\/feeds\/posts\/default"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/6349234979534096525\/posts\/default?alt=json-in-script"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.istikmalia.com\/"},{"rel":"hub","href":"http://pubsubhubbub.appspot.com/"},{"rel":"next","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/6349234979534096525\/posts\/default?alt=json-in-script\u0026start-index=26\u0026max-results=25"}],"author":[{"name":{"$t":"Nurin Ainistikmalia"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08183594824041242202"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"21","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEj29Cwy-Bsaqoobn2YPNgbmI4LY3WEa_qsnjcY4kBgeRaC9b9kxHuhzr5-sElEFXhUy0GdSRYq538GaX1DXhRZ8G0JMPzLXfDjz3afRYjqRfzgW_DyNXwFFv8MV3fq6Zw\/s113\/DSC02185.JPG"}}],"generator":{"version":"7.00","uri":"http://www.blogger.com","$t":"Blogger"},"openSearch$totalResults":{"$t":"385"},"openSearch$startIndex":{"$t":"1"},"openSearch$itemsPerPage":{"$t":"25"},"entry":[{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-6349234979534096525.post-4321320987758612573"},"published":{"$t":"2023-09-04T14:00:00.000+07:00"},"updated":{"$t":"2023-09-04T14:00:55.025+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Celoteh"}],"title":{"type":"text","$t":"Pilihan"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEiZjP71Am196KaNgyQvTQXI44selO0cIU0WDKbXlZ_UDGBDFUUdwa8lturgpEOBPf1lHeBI66tbUal8N0o3-QN5zWoqnAcJCivK6w3hHlCBNV9AlO22-aTCy2cVuvEOWI8p31915q18tGaVC59iGN1E8f2jVDcfBN_9CImltLoFHH1DSl8AUWzeoHCBCuc\/s1080\/20230703_095740_0000.png\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"1080\" data-original-width=\"1080\" height=\"640\" src=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEiZjP71Am196KaNgyQvTQXI44selO0cIU0WDKbXlZ_UDGBDFUUdwa8lturgpEOBPf1lHeBI66tbUal8N0o3-QN5zWoqnAcJCivK6w3hHlCBNV9AlO22-aTCy2cVuvEOWI8p31915q18tGaVC59iGN1E8f2jVDcfBN_9CImltLoFHH1DSl8AUWzeoHCBCuc\/w640-h640\/20230703_095740_0000.png\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EBismillahirrahmanirrahim.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EApapun pilihan menulisnya, nyatanya saya tetap kembali ke rumah Maya ini. :)\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003ETapi kali ini, \"PILIHAN\" bukan ingin bercerita tentang itu. Melainkan tentang, sebuah pilihan hidup.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EKarena sejatinya, hidup tentang pilihan bukan?\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003ESebagaimana firman Allah dalam Al-Qur'an surah Asy-Syam, \"fa alhamaha fujuroha fataqwaha\" kepada jiwa, telah Allah tetapkan jalan ketaqwaan dan kesesatannya. Manusia dibentangkan atas dua pilihan. Dan manusia dipersilakan untuk memilihnya. Tetapi Allah senantiasa mendorong hambaNya untuk memilih jalan ketaqwaan.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EPada jalan ketaqwaan tersebut, bismillah dengan sadar dan berbesar hati, saya memilih untuk tetap bertahan menjalani amanah sebagai abdi negara.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EPilihan yang sebenarnya, jika ada opsi lain yang lebih menjanjikan saya tentu ingin mengambil opsi lainnya.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EMisalnya, opsi menjadi perempuan kaya raya seperti Khadijah, haha :).\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EPergulatan batin untuk tetap menjadi ibu pekerja, bukan hal yang mudah tentu saja. Karena ada yang harus dikorbankan, dan mau tidak mau harus mau berkorban. Tetapi inilah jalan yang telah dipilih dengan sangat sadar, dan insyaallah paling rasional serta membawa jalan ke surga.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EKarena pertama, suami yang meminta. Kedua, Allah berkahi saya tempat kerja yang nyaman dengan banyak keberkahan (insyaallah)\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cul\u003E\u003Cli\u003ESatu kantor dengan suami. Berangkat bareng, pulang bareng. \u003Ci\u003EAlways\u003C\/i\u003E hampir 24 jam, bangun tidur sampai tidur kembali, yha kerjanya bareng suami. Sebuah keuwuwan yang mahal harganya.\u0026nbsp;\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003EPerjalanan dinas pun sering hampir selalu bersama suami. Bukan hanya hanimun berdua di hotel, yha seringnya jadi rekreasi sekeluarga\u003Ci\u003E staycation \u003C\/i\u003Ebareng anak anak.\u0026nbsp;\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003EDuduk sebelahan meja dengan suami.\u0026nbsp;\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003EBanyak pekerjaan yang bisa saling \u003Ci\u003Eback up\u003C\/i\u003E.\u0026nbsp;\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003EIstirahat siang bisa kembali ke rumah, mengasuh anak anak.\u0026nbsp;\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003EDiberi rezeki oleh Allah bisa meng'\u003Ci\u003Ehire\u003C\/i\u003E' art yang memudahkan urusan pekerjaan rumah.\u0026nbsp;\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003EAllah rezekikan punya hunian yang nyaman, tidak luas tapi cukup besar untuk keluarga kecil kami. Tinggal di ibu kota provinsi, segala fasilitas ada, dekat dengan mertua. Masyaallah apalagi yang hendak dicari?\u0026nbsp;\u003C\/li\u003E\u003C\/ul\u003E\u003Cdiv\u003ESaya keluar rumah, bersama suami, sampai di rumah ya juga dengan suami. Selama menjadi abdi negara, sudah pernah merasakan sekelas bareng menikmati beasiswa kuliah, hanimun berlabel diklat, perjadin, dan banyak lagi. Menikmati hasil kerja keras sama sama, menikmati jalan jalannya berdua. Jadi nikmat manalagi yang akan kami dustakan. Masyaallah Alhamdulillah.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003EDiberkahi oleh Allah lingkungan dan teman-teman kantor yang saling support. Suasana kerja yang nyaman. Jujur saja, kondisi saya saat ini benar-benar dalam kondisi \u003Ci\u003E\"secure\"\u003C\/i\u003E dalam segala sisi.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003ESudah di posisi, tinggal mensyukuri dan menjalani apa yang ada. :)\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003ESungguh, jika suami meminta saya fokus di rumah saja, pasti saya langsung tanpa babibu mengiyakan karena itu impian saya sejak lama.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003ETetapi karena dengan sangat jelas suami meminta saya \"menemani beliau\" bekerja, dengan segala keadaan yang sudah saya sebut tadi. Bismillah samina wa athana, insyaallah akan banyak keberkahan menyertai.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003EDi atas pilihan tersebut, sebagai seorang ibu, yang sedang mendampingi tiga buah hati yang masih kecil, saya memilih untuk tidak mengejar apapun dalam pekerjaan. Cukuplah menemani suami sebagai bekal keridaan Allah. Cukuplah tunaikan kewajiban dalam pekerjaan. Tak mengejar prestasi, tak mengejar ingin ini ingin itu. Menjadi biasa biasa saja, agar amanah tidak bertambah, agar lembur kerja tak perlu ada, dan punya banyak waktu untuk menbersamai anak-anak.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003EUntuk pengasuhan, untuk membersamai mereka, saya meminta izin kepada Allah untuk tidak perlu mengerjakan hal yang lainnya (tidak menambah kesibukan dengan pekerjaan sampingan lain yang menguras waktu semisal menulis, jualan \u003Ci\u003Eonline\u003C\/i\u003E, atau apapun). Saya memohon kepada Allah agar dilimpahkan Rizqi\u0026nbsp; dari jalur abdi negara. Dicukupkan dari gaji, dan tambahan penghasilan lain lantaran sebab pekerjaan dinas.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003ESaya senang beraktivitas. Saya senang menulis, dan menikmati penghasilan dari jerih menulis. Saya senang jualan, walau kecil kecilan. Tetapi jika dengan itu, saya harus menjadi sangat sibuk dan kehilangan waktu untuk \"hadir\" bersama anak, karena harus mengurus \u003Ci\u003Ecustomer\u003C\/i\u003E, menyelesaikan tenggat deadline kepenulisan, menjawab \u003Ci\u003Echat\u003C\/i\u003E atau lainnya, rasa-rasanya saya akan sangat menyesalinya di kemudian hari.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003ETahu tahu, anak anak sudah semakin besar. Sementara pengasuhan tidak bisa diulang. Saya takut, saya tidak amanah dan kehilangan momen. :(. Lagipula, pekerjaan yang wajib saja sudah menguras energi, sepertinya mamak tidak kuat kalau mau tambah-tambah lagi. 😆\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003EBismillah, dijalani, disyukuri, dinikmati. 😊\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E💕\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cp\u003E\u003C\/p\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.istikmalia.com\/feeds\/4321320987758612573\/comments\/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.istikmalia.com\/2023\/09\/pilihan.html#comment-form","title":"0 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/6349234979534096525\/posts\/default\/4321320987758612573"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/6349234979534096525\/posts\/default\/4321320987758612573"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.istikmalia.com\/2023\/09\/pilihan.html","title":"Pilihan"}],"author":[{"name":{"$t":"Nurin Ainistikmalia"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08183594824041242202"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"21","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEj29Cwy-Bsaqoobn2YPNgbmI4LY3WEa_qsnjcY4kBgeRaC9b9kxHuhzr5-sElEFXhUy0GdSRYq538GaX1DXhRZ8G0JMPzLXfDjz3afRYjqRfzgW_DyNXwFFv8MV3fq6Zw\/s113\/DSC02185.JPG"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEiZjP71Am196KaNgyQvTQXI44selO0cIU0WDKbXlZ_UDGBDFUUdwa8lturgpEOBPf1lHeBI66tbUal8N0o3-QN5zWoqnAcJCivK6w3hHlCBNV9AlO22-aTCy2cVuvEOWI8p31915q18tGaVC59iGN1E8f2jVDcfBN_9CImltLoFHH1DSl8AUWzeoHCBCuc\/s72-w640-h640-c\/20230703_095740_0000.png","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-6349234979534096525.post-7433657944909149503"},"published":{"$t":"2023-03-16T15:17:00.002+07:00"},"updated":{"$t":"2023-03-16T15:17:40.957+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Karya"}],"title":{"type":"text","$t":"Merindu Haji Ke Tanah Suci"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhoyR5Wncybr7l13th-4hXYyiwF6XduqvPx46QK6HE8pHFDvzMpVJrUeWH8d-6OSCpj9heXK2XvaE4dQ4ZGztdZgZt6sFf_GVM7sWYadAv4ScnnsaeI0beNVXQaLCAQbE65rULMQUwLHGLhIeSC456ywpBG0er7IyWNChtC3BXGg_rQIbMCCbP9fRyi\/s1080\/WhatsApp%20Image%202022-12-24%20at%2015.14.48.jpeg\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"1080\" data-original-width=\"1080\" height=\"640\" src=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhoyR5Wncybr7l13th-4hXYyiwF6XduqvPx46QK6HE8pHFDvzMpVJrUeWH8d-6OSCpj9heXK2XvaE4dQ4ZGztdZgZt6sFf_GVM7sWYadAv4ScnnsaeI0beNVXQaLCAQbE65rULMQUwLHGLhIeSC456ywpBG0er7IyWNChtC3BXGg_rQIbMCCbP9fRyi\/w640-h640\/WhatsApp%20Image%202022-12-24%20at%2015.14.48.jpeg\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EBismillahirrahmanirrahim.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EAlhamdulillah, alhamdulillah bini'matihi tatimmussalihat. Tetiba siang ini rindu dengan blog ini. :)\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003ESudah lama sekali ya sepertinya tidak ditengok, dikunjungi, dan diinapi. :)\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EBelakangan, saya sangat menikmati waktu dan kesempatan \u003Cb\u003EMENJADI IBU\u003C\/b\u003E, alhamdulillah tsumma alhamdulillah, nikmat Allah yang sangat besar untuk kami sekeluarga. :) Selama 'dinas' membersamai mereka, hampir selalu tidak pegang HP. Belajar untuk HADIR, ADA, dan BERSAMA. #Masyaallahtabarakallah.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EBocah-bocah juga semakin bertumbuh. Kakak dan Abang kembar insyaallah bulan depan genap tiga tahun, sementara adiknya empat bulan lagi menuju satu tahun. Sedang lucu-lucunya!.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EKenikmatan membersamai tumbuh kembang anak-anak ini, tidak bisa tergantikan dan ditukar dengan yang lain-lainnya. Sehingga saya pun mulai \"slow\" dengan urusan yang lainnya. Ya menulis, ya yang lainnya. Bismillah meniti jalan keridaan sebagai hamba Allah melalui peran sebagai seorang isteri, seorang ibu,\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003Edaaan jangan lupa, sebagai abdi negara :).\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003ESubhanallah, seperti biasa, curcol prolognya panjang sekali ya, hihi.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EKali ini saya ingin berbagi kabar kebahagiaan dengan kehadiran buah hati (buku) kami :)\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"color: #800180; font-size: x-large;\"\u003E\u003Cb\u003EMerindu Haji ke Tanah Suci\u003C\/b\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhbvYuUjDhCrOfuFjRcsOWFi2gYP6GrCy6TK-wmUwfxjrrayD2y7An5hpbmOGSQIQ7FcmjOU9R4oaDw7rbDN7W-uXK4dbkb6wEeHhI71YS0GkU8Xb1YQdP3cZr-E9iYP2uj6_Qmo7bQ9D5ooQmlHQNWdKgQlBAUNSXOSgh6KFYSfgH9z39blCj6Ut6L\/s1280\/WhatsApp%20Image%202022-12-24%20at%2015.26.13.jpeg\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"960\" data-original-width=\"1280\" height=\"480\" src=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhbvYuUjDhCrOfuFjRcsOWFi2gYP6GrCy6TK-wmUwfxjrrayD2y7An5hpbmOGSQIQ7FcmjOU9R4oaDw7rbDN7W-uXK4dbkb6wEeHhI71YS0GkU8Xb1YQdP3cZr-E9iYP2uj6_Qmo7bQ9D5ooQmlHQNWdKgQlBAUNSXOSgh6KFYSfgH9z39blCj6Ut6L\/w640-h480\/WhatsApp%20Image%202022-12-24%20at%2015.26.13.jpeg\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cp\u003ESaya banyak ceriwis di buku, semangat bertemu ya :)\u003C\/p\u003E\u003Cp\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/p\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.istikmalia.com\/feeds\/7433657944909149503\/comments\/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.istikmalia.com\/2023\/03\/merindu-haji-ke-tanah-suci.html#comment-form","title":"0 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/6349234979534096525\/posts\/default\/7433657944909149503"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/6349234979534096525\/posts\/default\/7433657944909149503"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.istikmalia.com\/2023\/03\/merindu-haji-ke-tanah-suci.html","title":"Merindu Haji Ke Tanah Suci"}],"author":[{"name":{"$t":"Nurin Ainistikmalia"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08183594824041242202"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"21","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEj29Cwy-Bsaqoobn2YPNgbmI4LY3WEa_qsnjcY4kBgeRaC9b9kxHuhzr5-sElEFXhUy0GdSRYq538GaX1DXhRZ8G0JMPzLXfDjz3afRYjqRfzgW_DyNXwFFv8MV3fq6Zw\/s113\/DSC02185.JPG"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEhoyR5Wncybr7l13th-4hXYyiwF6XduqvPx46QK6HE8pHFDvzMpVJrUeWH8d-6OSCpj9heXK2XvaE4dQ4ZGztdZgZt6sFf_GVM7sWYadAv4ScnnsaeI0beNVXQaLCAQbE65rULMQUwLHGLhIeSC456ywpBG0er7IyWNChtC3BXGg_rQIbMCCbP9fRyi\/s72-w640-h640-c\/WhatsApp%20Image%202022-12-24%20at%2015.14.48.jpeg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-6349234979534096525.post-7258516176766070738"},"published":{"$t":"2022-12-21T09:06:00.001+07:00"},"updated":{"$t":"2022-12-26T10:23:45.509+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Karya"}],"title":{"type":"text","$t":"Perjalanan Menulis Setahun Belakangan"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEgtEiredAHzhE_qkC-cKqTDJNvXP7CV51spBJy67IvmaDudh9Is-ynUV0BjaH_F-i1ayCGzIFb3bbC7e5e8uEDJt5FnM-I-vgFKihBxMz5klrFxwRyysumRZf9jiGNgnE2jDTygTR_ogZouoiO5XMi1rDIkE1QoTM5LVKSZsdjciqEXoTufrgTSfGUc\/s1080\/-113987917.jpg\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"1080\" data-original-width=\"1080\" height=\"640\" src=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEgtEiredAHzhE_qkC-cKqTDJNvXP7CV51spBJy67IvmaDudh9Is-ynUV0BjaH_F-i1ayCGzIFb3bbC7e5e8uEDJt5FnM-I-vgFKihBxMz5klrFxwRyysumRZf9jiGNgnE2jDTygTR_ogZouoiO5XMi1rDIkE1QoTM5LVKSZsdjciqEXoTufrgTSfGUc\/w640-h640\/-113987917.jpg\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EBismillahirrahmanirrahim.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003ETahun 2022, alhamdulillah terbit dua buku anak.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003ESebelumnya, disclaimer dulu dah 😅 kalau saya cerita buku terbit, artinya itu bukan hasil produktifitas di tahun terbitnya. Tapi bisa berbulan-bulan hingga tahunan masa sebelumnya (proses kreatif pembuatannya).\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EYha emang gitu guys jalan penulis. Tidak ada yang instan sekali nulis cespleng langsung terbit. Kudu punya stok SABAR yang panjaaang dan awet. 😃\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EKedua buku tersebut adalah:\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: center;\"\u003E\u003Cspan style=\"color: #cc0000; font-size: x-large;\"\u003E\u003Cb\u003E86 DONGENG TERNAMA INDONESIA\u0026nbsp;\u003C\/b\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp\u003E\u003Cspan style=\"color: #cc0000; font-size: large;\"\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Cspan style=\"color: #cc0000; font-size: large;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"1358\" data-original-width=\"1122\" height=\"640\" src=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEgB-Qh-QdBGftfDTSD46sRm81b2qbmaUP24kCNAyZ_tlj_YPjE269UVbL0NawO5G01mzXInULkRL_3w-it1nZqPmMlM_gMh9zssTPE7iISdjcj5Zvizd3jheIhH_UvnvVK2gx6ywu98Eku6vMkp3-NU_lHioOSzMKTkawnD8Zk6awNazvmAgML-Bd3O\/w528-h640\/1.jpg\" width=\"528\" \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cp\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E(Terbitan Elex Media Komputindo. Terbit Bulan Februari, 2022)\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: center;\"\u003E\u003Cspan style=\"color: #cc0000; font-size: x-large;\"\u003E\u003Cb\u003E10 MALAIKAT ALLAH\u003C\/b\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp\u003E\u003Cspan style=\"color: #cc0000; font-size: large;\"\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Cspan style=\"color: #cc0000; font-size: large;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"722\" data-original-width=\"723\" height=\"640\" src=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEjyucnhmgKxo30ubvVNfJA9y5di4glq91TMdJZ7s6V3KvKvlmiE1hg8hYbREqY4BsJiQi-uh2qZgzHwvHKUjMq_5rG8J_DD-g33H-to1pLRuQpti42ago2ygXPXBbE2W7b6WgHsWdq0ZsHuVQwiVeuEcPrk2869_WhBeNef_QhY9BISi_YkYLNkd9oq\/w640-h640\/-834039518.jpg\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cp\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E(Terbitan Kanak. Terbit Bulan September, 2022)\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EAlhamdulillah binimatihi tatimmussalihat. Kedua buku ini ialah hasil proyek berjamaah (kolaborasi). Ini pengalaman pertama buat saya mengetuk pintu penerbit mayor untuk kategori buku anak. 😭\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E86 Dongeng Ternama Indonesia ialah hasil riset bersama 86 penulis TIM WIN. Darinya saya belajar banyak mengenai khazanah perdongengan Indonesia yang ternyata SANGATLAH KAYA. Saya memilih meriset dongeng dari Sulawesi Tenggara, kemudian mengangkatnya bersama 85 dongeng ternama pilihan dari seluruh penjuru Nusantara.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EBuku ini disusun atas keresahan terhadap bacaan dongeng anak yang masih sarat akan nilai yang tidak layak untuk dibaca anak. Masih ada yang berisi kekerasan, pernikahan sejenis, hubungan cinta antar saudara kandung, mistis yang berlebihan, dan banyak lagi. Kami meriset sumber dasar cerita, kemudian menuliskan ulang untuk menghadirkan bacaan berkualitas dan ramah cerna untuk anak.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EMasyaallah tabarakallah, buku ini sudah dua kali cetak ulang dalam waktu yang sangat singkat (tidak menyangka). Termasuk salah satu buku yang bagus penjualannya di Gramedia.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EBerikutnya, insyaallah berlanjut keangkut di proyek penulisan berikutnya bersama Elex Media Komputindo (EMK), bersama 50 penulis TIM WIN dalam pengerjaan buku cerita anak islami. Insyaallah akan terbit di tahun 2023.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cb\u003E\u003Cspan style=\"font-size: large;\"\u003EBuku Kedua: 10 MALAIKAT ALLAH\u003C\/span\u003E\u003C\/b\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EBuku ini merupakan hasil kolaboratif bersama empat penulis lain. Pengerjaan buku ini memberikan saya insight baru tentang proses kreatif penerbit mayor yang ternyata melibatkan banyak pihak dan kerja sama tim. Ada editor, ada development, ilustrator, dan banyak lagi.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EIni juga menjadi salah satu pengalaman saya PUSING SEKALI dalam proses kreatif menulis buku anak. 😅 Membuktikan kalimat sakti di setiap pelatihan buku anak yang selalu didengungkan, \"menulis buku untuk anak itu lebih menantang dan sulit dibandingkan mengerjakan skripsi atau tesis\" 😅\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003ELalu setelah bukunya jadi, suami saya komen: \"gini doang, lama banget nulisnya\" wkwk. Buat orang yang tidak terjun di dunia kepenulisan ya memang kelihatannya simpel, cuma gitu doang 😂.\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EAlhamdulillah, pengalaman perdana mengerjakan kategori buku anak islami. 😘\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E--\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EBerikutnya, catatan apa yang telah saya lakukan setahun belakangan ini.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003ETahun 2022 ini, saya tidak banyak menulis. \u003Cb\u003EFokus ke hamil dan lahiran. 😊\u003C\/b\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/www.istikmalia.com\/2022\/06\/Berbagi-cerita-pengalaman-vbac-lahiran-normal-setelah-sesar-jarak-dekat.html\" target=\"_blank\"\u003EBaca juga: Cerita Tentang VBAC\u003C\/a\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003ETahun ini ialah tahun RISET untuk pengerjaan (insyaallah dua buku anak) yang sedang dikerjakan. Kalau prosesnya di 2022, terbitnya paling cepat ya 2023, tapi bisa juga di 2024 atau 2025 (dan kemungkinan lain yang tidak terduga). Yha biasalah proses kepenulisan memang banyak tahapannya. Tapi semoga cepat ya! 😘\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EProses risetnya juga dilakukan bakda lahiran (setelah Juni) 😅. Pokoknya syantai cincailah tahun ini waktunya urus bayi dulu. 😗\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003ESubhanallah, luar biasa pengalaman riset kali ini.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EUntuk sampai di tahapan acc ide naskah oleh editor, saya sudah melalui tahap:\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cb style=\"background-color: #ffd966;\"\u003ERISET 685 BUKU BACAAN ANAK DARI TOTAL 1.450 TARGET BUKU BACAAN DALAM WAKTU SATU BULAN. 😶\u003C\/b\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"background-color: white;\"\u003EWaktunya sesingkat itu, dan saya bisa meriset sebanyak itu. Walaupun tidak kuat menyelesaikan target bacaan (insyaallah akan dicicil terus pelan-pelan).\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"background-color: white;\"\u003E\u003Cspan style=\"color: #990000; font-size: large;\"\u003E\u003Cb\u003EGimana Rasanya? PUSING, PENING, MUAL 😂 tapi alhamdulillah menyenangkan.\u0026nbsp;\u003C\/b\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"background-color: white;\"\u003EHasilnya? alhamdulillah masyaallah saya jadi punya banyak wawasan tentang bacaan anak, bahkan sampai hafal spek spek buku, sampai hafal gaya setiap penerbit yang khas, jadi kaya wawasan tentang jenis-jenis buku, jadi tahu banyak nama penulis buku anak. Jadi tahu bagaimana menulis buku anak sesuai peruntukan umur, dan banyak lagi.\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"background-color: white;\"\u003ESelanjutnya? menerima tantangan untuk mengirim list 40 ide buku anak beserta proposal uji idenya. Itu semua dikerjakan dalam waktu SATU MINGGU.\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"background-color: white;\"\u003ETentu saja saya enggak kuatlah PEMIRSAH 😆. Saya hanya mampu memenuhi list 40 ide. Dari 40 itu, saya hanya mampu menguji 17 ide ke hadapan editor.\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"background-color: white;\"\u003EWaktu di tahap list ide dan pengujian ide, sejujurnya saya \u003Ci\u003Eclueless. \u003C\/i\u003EEnggak tahu mau bikin buku apa, idenya apa (mana pekerjaan kantor sedang banyak-banyaknya 😀).\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"background-color: white;\"\u003EDi hari deadlinennya, saya salat hajat dua rakaat, minta petunjuk sama Allah, minta ide ke Allah. Berdoa gini kira-kira: ya Allah saya enggak sanggup memenuhi target riset, namun saya percaya padaMu. Jka memang jodohnya, insyaallah ide saya akan masuk ide eksekusi dan terbit.\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"background-color: white;\"\u003EHabis salat, buka Quran secara acak. Lalu disitulah subhanallah ide saya dapatkan. 😭 Dari 17 ide yang saya ujikan, dua judul ide memang sedari awal saya yakin sangat kuat dan akan lolos. Dua ide tersebut mengambil dari petikan ayat Quran dan hadis. Enggak tahu, feeling saya sedari awal dua ini sangat khas dengan penerbit yang saya tuju.\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"background-color: white;\"\u003EDan benar \u003Ci\u003Efeeling\u003C\/i\u003E saya, dari 17, dua ide masuk sebagai ide potensial yang hampir eksekusi (saya masih perlu revisi ide).\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"background-color: white;\"\u003ESetelah tiga kali bolak balik revisi ide, akhirnya editor menyampaikan kalau ide saya beririsan dengan ide penulis lain yang sudah di tahapan naskah, tapi editor masih ingin mempertahankan ide saya, karena judulnya sangat kuat.\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"background-color: white;\"\u003E\u003Cb\u003EDAN TENTU SAJA ITU MEMBUAT SAYA CLUELESS LAGI\u003C\/b\u003E. 😅\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"background-color: white;\"\u003EKarena menulis untuk jenjang yang semakin rendah artinya emakin harus sederhana dan saya belum berpengalaman tentang itu.\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"background-color: white;\"\u003EArtinya yha, semakin kita menulis untuk jenjang pembaca rendah, harus semakin kreatif inovatif gitulah 😅 dan tentunya enggak gampang. Bisa dibayangkan kita sedang berkomunikasi dengan anak-anak balita, kan masih agak sulait ya, karena mereka pun belum pandai-pandai amat dalam membaca juga berbicara.\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"background-color: white;\"\u003EBuku harus dibuat sesederhana mungkin, dan bisa mengena ke anak-anak.\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"background-color: white;\"\u003ELama sekali saya mengendapkan diri 😅 sampai ditanyain mana nih progres idenya (mana waktu itu sedang pindahan pula, udah gak kepegang lagi urusan riset).\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"background-color: white;\"\u003ETapi bismillah belajar untuk profesional, istiqamah mengikuti jadwal (karena ini penerbit mayor, nanti bakal melibatkan banyak tahapan dan banyak orang). Tentu enggak bisa lambat-lambat sesuka hati.\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"background-color: white;\"\u003EAkhirnya saya MERISET ANAK-ANAK SENDIRI. 😂 Saya melihat perilaku mereka terhadap buku. Apa yang mereka sukai dari sebuah buku. Apa yang mereka butuhkan. Bagaimana ketertarikan mereka terhadap buku bacaan. Berapa lama mereka betah berlama-lama dengan satu buku. Bagaimana respon mereka saat dibacakan. Buku seperti apa yang mereka sukai, spek bagaimana yang mereka butuhkan.\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"background-color: white;\"\u003Esaya \u003Cb\u003EPERHATIKAN, AMATI. PERHATIKAN, AMATI.\u0026nbsp;\u003C\/b\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"background-color: white;\"\u003EDan kemudian sampailah saya pada kesimpulan bahwa oh anak balita butuh buku dengan spek begini, model teks begini, model bacaan yang begini, dengan jumlah halaman sekian, dengan ukuran buku sekian, jenis kertas begini, dsb.\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"background-color: white;\"\u003ELalu ketemulah saya formula bentuk buku yang ingin saya tulis, alhamdulillah. 😧\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"background-color: white;\"\u003EItulah format yang kemudian saya ajukan, dan alhamdulillah memukau di mata editor sehingga ide buku diterima. Insyaallah sekarang berlanjut di tahapan naskah.\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"background-color: white;\"\u003EMasyaallah panjang juga ya cerita saya kali ini. 😀\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"background-color: white;\"\u003EDemikianlah kaleidoskop ala-ala ini. Menyimpan kenangan perjalanan kepenulisan sepanjang Tahun 2022.\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"background-color: white;\"\u003ETeman-teman bagaimana, ada kabar apa setahun belakangan ini? 😊\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.istikmalia.com\/feeds\/7258516176766070738\/comments\/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.istikmalia.com\/2022\/12\/perjalanan-setahun-belakangan.html#comment-form","title":"1 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/6349234979534096525\/posts\/default\/7258516176766070738"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/6349234979534096525\/posts\/default\/7258516176766070738"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.istikmalia.com\/2022\/12\/perjalanan-setahun-belakangan.html","title":"Perjalanan Menulis Setahun Belakangan"}],"author":[{"name":{"$t":"Nurin Ainistikmalia"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08183594824041242202"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"21","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEj29Cwy-Bsaqoobn2YPNgbmI4LY3WEa_qsnjcY4kBgeRaC9b9kxHuhzr5-sElEFXhUy0GdSRYq538GaX1DXhRZ8G0JMPzLXfDjz3afRYjqRfzgW_DyNXwFFv8MV3fq6Zw\/s113\/DSC02185.JPG"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEgtEiredAHzhE_qkC-cKqTDJNvXP7CV51spBJy67IvmaDudh9Is-ynUV0BjaH_F-i1ayCGzIFb3bbC7e5e8uEDJt5FnM-I-vgFKihBxMz5klrFxwRyysumRZf9jiGNgnE2jDTygTR_ogZouoiO5XMi1rDIkE1QoTM5LVKSZsdjciqEXoTufrgTSfGUc\/s72-w640-h640-c\/-113987917.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"1"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-6349234979534096525.post-7314053255168745529"},"published":{"$t":"2022-12-11T22:54:00.005+07:00"},"updated":{"$t":"2022-12-11T23:58:32.540+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Parenting"}],"title":{"type":"text","$t":"Menyapih Bayi Kembar Dengan Penuh Cinta"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEiPMnDu45wJsYJJ2VsMDLCoIgfQ_rPhTZqvk5OAAqN3cI981Tz73U7lyefVApCFyp0TjnnMHOdSlgc2t6IQ2Ez0ZQa6knFkjRwrqKmfDTe0FJtBEPfDLBbycJ-aWQT0-opE8XV5dV6zV47RbqUVrpcf_NXJkRDAGagMcOgN28E7uzXQMcrlQ4Cjhh2T\/s1080\/20221211_234500_0000.png\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"1080\" data-original-width=\"1080\" height=\"320\" src=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEiPMnDu45wJsYJJ2VsMDLCoIgfQ_rPhTZqvk5OAAqN3cI981Tz73U7lyefVApCFyp0TjnnMHOdSlgc2t6IQ2Ez0ZQa6knFkjRwrqKmfDTe0FJtBEPfDLBbycJ-aWQT0-opE8XV5dV6zV47RbqUVrpcf_NXJkRDAGagMcOgN28E7uzXQMcrlQ4Cjhh2T\/s320\/20221211_234500_0000.png\" width=\"320\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EBismillahirrahmanirrahim.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EMasyaallah alhamdulillah, setiap habis lahiran saya tuh selalu merasa seperti \u003Cb\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/www.istikmalia.com\/2022\/10\/terlahir-kembali.html\" target=\"_blank\"\u003ETERLAHIR KEMBALI\u003C\/a\u003E, \u003C\/b\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cblockquote\u003E\u003Ci\u003E*Alhamdulillah ya rasanya jadi lebih fresh, plong, trus keterusan deh pengin hamil lagi (dibaca pake nada iklan shampo, haha😜)\u003C\/i\u003E\u003C\/blockquote\u003E\u003Cp\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003ERasanya tuh kayak BANYAAAK (oke kepsylok besar) banget isi pikiran yang pengin dibagiin, ditumpahin, dan diceritain. Semacam punya ENERGI YANG BESAR buat banyak-banyak bikin KARYA (cuma realitanya kalau pas ada waktu senggang lebih milih tidur bersama bayik untuk pemulihan energi wkwk😆🙈).\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EYawdalah ya, hidup itu dinikmati, leha-leha sama bayi, sebab waktunya gak terasa tahu-tahu mereka sudah bukan bayi lagi 😄.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003ESetiap usai melalui masa persalinan, rasanya tu seperti semua sel tubuh saya, berikut hormon-hormonnya dalam keadaan terbaiknya. Saya menyebutnya dengan \"masa cuci-cuci\", rasanya, proses hamil hingga sebelum bersalin ialah proses pencucian untuk menjadi fitri kembali saat bertemu dengan bayi. Hingga sesudahnya yang ada ialah hepi pihepi dan hepi membersamai bayi, masyaallah 😍.\u003C\/p\u003E\u003Cp\u003EProses \"cuci-cuci\" ini juga kerasa banget saat saya merasakan haid pertama kali setelah nifas Si Kembar yang masyaallah untuk pertama kalinya saya merasakan haid tanpa rasa nyeri, tanpa \u003Ci\u003Emood swing\u003C\/i\u003E, tanpa pusing encok\u0026nbsp;dan lain-lain. Haid yang supeeerrr enaak, sampai tidak lama saya pun merasai mengandung bayi kembali. Sungguh besar MahaKuasa Allah. 😭\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EBoleh baca:\u0026nbsp; \u003Ca href=\"https:\/\/www.istikmalia.com\/2021\/04\/Setelah-berhasil-hamil-dan-bebas-nyeri-endometriosis.html\" target=\"_blank\"\u003EBebas Nyeri Haid\u003C\/a\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003ENah selanjutnya, fase MENYUSUI saya rasakan menjadi semacam fase 'penjagaan' agar hormon kebahagiaan itu tetap berkobar 🔥🔥.\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003ESungguh benar-benar ya, hamil, melahirkan, dan menyusui itu menjadi \u003Ci\u003Eprivilege\u003C\/i\u003E untuk seorang perempuan dari Allah. 😭 Tiga peristiwa yang sangat ISTIMEWA, sehingga layak diperjuangkan, dalam doa, dalam ikhtiar, dalam tawakkal.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EBoleh baca: \u003Ca href=\"https:\/\/www.istikmalia.com\/2020\/09\/program-kehamilahn-promil-menjemput-rezeki-hadirnya-buah-hati-1.html\" target=\"_blank\"\u003EPromil, Menjemput Rezeki Hadirnya Buah Hati\u003C\/a\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003ESebelum lebih jauh, yuk kita bahas dulu mengenai bagaimana tuntunan penyapihan di dalam Alquran.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"background-color: #fcff01;\"\u003E\u003Cb\u003E\u003Cspan style=\"font-size: x-large;\"\u003EWAKTU YANG TEPAT\u003C\/span\u003E\u003C\/b\u003E\u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: left;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-size: medium;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003ESebagai seorang muslim, pedoman kita ialah Alquran dan Hadits. Jika dalam perihal menyusui, telah kita imani bahwa aktivitas \u003Cb\u003Emenyusui \u003C\/b\u003Eyang diridai Allah menurut Alquran dan Hadits ialah memberikannya secara langsung dari payudara ibu, maka dalam hal menyapih, cara penyapihan juga harus mengikuti apa yang Allah tuntunkan di dalam Alquran dan Hadits.\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: left;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-size: medium;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003EBoleh baca: \u003Ca href=\"https:\/\/www.istikmalia.com\/2021\/03\/sukses-menyusui-bayi-kembar.html\" target=\"_blank\"\u003EMenyusui Bayi Kembar\u003C\/a\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: left;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-size: medium;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003E\u003Cb\u003E\u003Cspan style=\"color: #20124d;\"\u003E\"Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, \nyaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan ... (QS \nal-Baqarah [2]: 233).\u003C\/span\u003E\u003C\/b\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: left;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-size: medium;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003EKalimat \u003Cb\u003Edua tahun penuh \u003C\/b\u003Eyang Allah tuangkan di dalam Alquran tentu bukan tanpa makna. Jika sudah benderang tertera, maka masa itulah yang \u003Cb\u003EPALING TERBAIK. TIDAK LEBIH, TIDAK KURANG. \u003C\/b\u003EIni yang wajib diimani, diyakini, diperjuangkan, dan dilakukan.\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: left;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-size: medium;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003ENamun apakah makna dari \u003Cb\u003E\"dua tahun penuh\"\u003C\/b\u003E yang dicantumkan oleh Alquran ini?\u003Cbr \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: left;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-size: medium;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003E\u003Cb\u003E\u003Cspan style=\"color: #20124d;\"\u003EKami perintahkan kepada manusia supaya berbuat \nbaik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan \nmelahirkannya dengan susah payah (pula). \nMengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan ... (QS Al-Ahqaf:15).\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/b\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: left;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-size: medium;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003EIbnu Abbas r.a (dalam tafsir Ibnu Katsir) memaknai masa 30 bulan di dalam QS Al-Ahqaf ayat 15 ialah sebagai berikut:\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\u003Col style=\"text-align: left;\"\u003E\u003Cli\u003E\u003Cspan style=\"font-size: medium;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003EJika seorang ibu telah mengandung selama 9 bulan, maka cukuplah baginya menyusui dalam waktu 21 bulan (dan ini sudah termasuk dalam konsep dua tahun penuh)\u003C\/span\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003E\u003Cspan style=\"font-size: medium;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003EJika seorang ibu telah mengandung selama 8 bulan, maka cukuplah baginya menyusui dalam waktu 22 bulan (dan ini sudah termasuk dalam konsep dua tahun penuh)\u003C\/span\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003E\u003Cspan style=\"font-size: medium;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003EJika seorang ibu telah mengandung selama 7 bulan, maka cukuplah baginya menyusui dalam waktu 23 bulan (dan ini sudah termasuk dalam konsep dua tahun penuh)\u003C\/span\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003E\u003Cspan style=\"font-size: medium;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003EJika seorang ibu telah mengandung selama 6 bulan, maka cukuplah baginya menyusui dalam waktu 24 bulan.\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/li\u003E\u003C\/ol\u003E\u003Cp style=\"text-align: left;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-size: medium;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003EMenurut Ibnu Abbas, menyusui dua tahun penuh (dengan konsep selama 24 bulan seperti umumnya yang kita ketahui) hanya untuk ibu yang mengandung janin selama 6 bulan.\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: left;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-size: medium;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003EAdapun sebagian ulama lainnya, berpandangan terkait surah Al-Ahqaf ayat 15 ini ialah khabar dari Alquran mengenai usia ibu mengandung ialah minimal selama 6 bulan.\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: left;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-size: medium;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003EJadi bagaimanakah waktu yang tepat?\u003C\/span\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: left;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-size: medium;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003EWaktu yang tepat ialah \u003Cb\u003Edua tahun penuh, \u003C\/b\u003Enamun alquran tidak mendefinisikan \u003Cb\u003Edua tahun \u003C\/b\u003Esama dengan 24 bulan. Sehingga boleh saja jika kita ingin menggunakan pendapat Ibnu Abbas, insyaallah sudah termasuk penyempurnaan masa susuan. Akan tetapi, jika kita ingin menggenapkan jumlah sampai dengan 24 bulan, tetaplah yang utama. \u003Cbr \/\u003E \u003C\/span\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: left;\"\u003E\u003Cp\u003E\u003Cspan style=\"font-size: medium;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-size: medium;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003E\u003Cspan style=\"color: #20124d;\"\u003E\u003Cb\u003EApabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan \nkeduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya.\" (QS \nal-Baqarah [2]: 233).\u003C\/b\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-size: medium;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003EMasih dalam ayat yang sama pada QS Albaqarah ayat 233, terdapat tuntunan mengenai kebolehan penyapihan kurang dari dua tahun. Namun tidak terdapat ayat (mengenai kebolehan ataupun larangan) tentang menyapih lebih dari dua tahun.\u003C\/span\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-size: medium;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003EKesimpulannya:\u003Cb\u003E \u003Cspan style=\"background-color: #f4cccc;\"\u003Epenyapihan selama dua tahun penuh ialah yang paling sempurna. Tidak lebih tidak kurang. Masa dua tahun penuh boleh dimaknai sebagai 24 bulan usia anak, atau menggunakan tafsiran Ibnu Abbas pada QS Al-Ahqaf ayat 15. Menyusui kurang dari waktu tersebut diperbolehkan selama ada permusyawaratan dan kerelaan ibu dan bayi. Sementara itu, menyusui lebih dari dua tahun bukanlah sebuah keutamaan (sebab Alquran dan Hadits tidak membahasnya) namun juga tidak ada pelarangan. Wallahualam\u0026nbsp; \u003Cspan style=\"background-color: white;\"\u003E\u003Cspan\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/b\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp\u003E\u003Cspan style=\"font-size: medium;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003E\u003Cb\u003E\u003Cspan style=\"background-color: #f4cccc;\"\u003E\u003Cspan style=\"background-color: white;\"\u003E\u003Cspan style=\"background-color: #fcff01;\"\u003E\u003Cb\u003E\u003Cspan style=\"font-size: x-large;\"\u003EPERSIAPAN\u003C\/span\u003E\u003C\/b\u003E\u003C\/span\u003E \u003Cbr \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/b\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cspan style=\"background-color: #fcff01;\"\u003E\u003Cb\u003E\u003Cspan style=\"font-size: x-large;\"\u003EMENYAPIH DENGAN CINTA\u003Cbr \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/b\u003E\u003C\/span\u003E\u003Cp style=\"text-align: left;\"\u003EKetika kita sudah meniatkan untuk menyapih buah hati, hal yang harus kita ingat ialah melakukannya dengan penuh cinta. 😘\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: left;\"\u003EBayangkan saja, bayi sudah bergantung dengan aktivitas ini sejak hari pertama ia terlahir di dunia hingga ia berusia dua tahun, tentu bukan hal mudah baginya melepaskan kebiasaan yang sangat dicintainya. \u003Cbr \/\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: left;\"\u003EPosisikan kita sebagai bayi. Misalnya saat kita berniat sedang melakukan diet sehat, untuk meninggalkan kebiasaan makan gorengan dan gula tentu tidak bisa dalam satu atau dua malam. Tidak nyaman juga rasanya jika \"kita dipaksa\" orang lain dengan cara-cara yang tidak ahsan. Karena apa? lidah sebagai indera pengecap sudah terbiasa dan nyaman dengan makanan goreng-goreng dan manis-manis. Jadi bagaimana? lakukan perlahan, kurangi pelan-pelan sampai batas benar-benar bisa meninggalkan, asupi pemahaman dengan iman dan pengetahuan sehingga dapat meninggalkan suatu kebiasaan dengan keyakinan yang kuat dan penuh.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: left;\"\u003ENah, seperti itulah gambaran pengalaman saya ketika melakukan proses penyapihan \u003Ci\u003E(weaning with love).\u0026nbsp;\u003C\/i\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: left;\"\u003E\u003Cb\u003EPrinsipnya \u003Cbr \/\u003E\u003C\/b\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: left;\"\u003E\u003Cspan style=\"background-color: #f1c232;\"\u003E\u003Cb\u003EPertama, lakukan secara perlahan\u003C\/b\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: left;\"\u003E\u003Cspan style=\"background-color: #f1c232;\"\u003E\u003Cb\u003EKedua, kurangi pelan-pelan sampai benar-benar bisa meninggalkan.\u003Cbr \/\u003E\u003C\/b\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: left;\"\u003E\u003Cspan style=\"background-color: #f1c232;\"\u003E\u003Cb\u003EKetiga, asupi anak dengan pemahaman iman dan pengetahuan.\u0026nbsp;\u003C\/b\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: left;\"\u003E\u003Cspan style=\"background-color: white;\"\u003E\u003Cb\u003EHindari:\u0026nbsp;\u003C\/b\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cul style=\"text-align: left;\"\u003E\u003Cli\u003E\u003Cspan style=\"background-color: white;\"\u003EMenyapih dengan paksaan. \u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003E\u003Cspan style=\"background-color: white;\"\u003EMenyapih dengan menakut-nakuti.\u003C\/span\u003E\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003E\u003Cspan style=\"background-color: white;\"\u003EMenyapih tanpa persiapan dan tiba-tiba.\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/li\u003E\u003C\/ul\u003E\u003Cp\u003E\u003Cb style=\"background-color: white;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-size: x-large;\"\u003EMENENTUKAN WAKTU\u003C\/span\u003E\u003C\/b\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-size: medium;\"\u003E\u003Cspan style=\"background-color: white;\"\u003ESetelah mengetahui kapan waktu yang tepat sesuai Alquran dan Sunah, sekarang saatnya orang tua (Ayah dan Ibu) menentukan kapan \u003Cb\u003Esang buah hati ingin disapih.\u003C\/b\u003E\u0026nbsp;Mau kurang dari dua tahun, mau pas dua tahun, atau mau lebih dari dua tahun. Tentunya, ini sifatnya sangat personal dan menyesuaikan situasi dan kondisi yang ada.\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-size: medium;\"\u003E\u003Cspan style=\"background-color: white;\"\u003EPenting untuk memusyawarahkan waktu menyapih, agar dapat dipersiapkan sejak jauh-jauh hari.\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp\u003E\u003Cspan style=\"background-color: white;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-size: medium;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003E\u003Cb style=\"font-size: medium;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-size: x-large;\"\u003EPENANAMAN TAUHID\u003C\/span\u003E\u003C\/b\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"background-color: white;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-size: medium;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003EMeskipun usia sudah mendekati dua tahun, barangkali tidak semua bayi lancar dalam berbicara.\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"background-color: white;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-size: medium;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003ENamun demikian, kita harus ingat kalau otak bayi terus bekerja. Otak akan merekam, menyimpan semua memori yang tercipta. Begitupun panca inderanya (terutama indera pendengaran).\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-size: medium;\"\u003E\u003Cspan style=\"background-color: white;\"\u003ENah, di sini kita dapat pelan-pelan menanamkan tauhid dari berkisah (bercerita), bernyanyi, bermain, dan media lainnya.\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-size: medium;\"\u003E\u003Cspan style=\"background-color: white;\"\u003ENilai tauhid yang harus disampaikan ialah mengenai \u003Cb\u003Eketakwaan dan kepatuhan pada apa yang Allah perintahkan. Dalam hal ini ialah menyusui.\u0026nbsp;\u003C\/b\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003C\/p\u003E\u003Col\u003E\u003Cli\u003ESampaikan pada anak jika Allah memerintahkan dua tahun, ya dua tahun. Taat dan ikuti.\u0026nbsp;\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003EAmbil kisah para Nabiyullah. Saya mengambil kisah Nabi Ibrahim a.s dan Nabi Ismail a.s. Selalu saya ulang ke anak-anak, kisah seorang anak kecil yang taat perintah Allah ketika pertama kali mendengar dari ayahnya mengenai penyembelihan.\u0026nbsp;\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003EPilih media yang dekat dengan anak. Di sini saya menggunakan media lagu.\u0026nbsp;\u003C\/li\u003E\u003C\/ol\u003E\u003Cdiv\u003EAdapun lagunya, ya dikarang-karang sendiri, dibikin sendiri 😅.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003ESaya pakai nada lagu \"Bertamasya Keliling Kota\". Liriknya diganti, jadinya gini:\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003ESaya sudah dewasa\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003ESudah mau baduta\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003EBayi dua tahun\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003ETak lagi menyusui\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003ETak lagi minum asi\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003EMinumnya air putih\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003ESaya baduta bayi umur dua tahun\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003ESaya baduta pintar minum sendiri\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003ESaat sedang bermain, sedang senggang, saat ada kesempatan, selalu saya ajak anak-anak bernyanyi sambil tepuk tangan bergembira.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003EPenanaman tauhid melalui kisah dan lagu saya lakukan \u003Cb\u003Eenam bulan sebelum masa sapih tiba.\u0026nbsp;\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cb\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003EMasyaallah ternyata lagu yang dinyanyikan melekat dalam ingatan mereka. 🥺\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003ESaat awal-awal disapih, setiap mau tidur mereka minta air putih. Masih suka gelisah kebangun-bangun, tapi masyaallah yang diminta itu air putih. 🥺 Akhirnya tiap mau tidur saya siapin sebotol air putih di dekat mereka. Prosesnya bisa sampai 30 menit bolak balik bangun-minum air putih. Namun setelah terbiasa, Alhamdulillah bisa tidur sendiri tanpa 'dopping' air sebotol 🙈.\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cb\u003EMengurangi pelan-pelan waktu menyusui. \u003C\/b\u003EIni saya lakukan terhadap Si Kembar juga kurang lebih 6 bulan sebelum masa penyapihan tiba. Dimulai dari meniadakan satu sesi menyusui misalnya jatah menyusui pagi. Setelah terbiasa, mulai tanggalkan jatah menyusui siang, dst sampai bersisa sesi menyusui sebelum tidur malam (ini yang paling butuh waktu lama 😄).\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003ESaya membiasakan selalu tandem (berbarengan) saat menyusui mereka, jadi ya rasanya seperti menyusui satu bayi saja, tidak menguras banyak waktu.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003EApakah berhasil cara ini? Dalam praktiknya TENTU SAJA TIDAK SEMULUS TEORI. 😅\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003EAda saja tantangan yang membuat ini buyar. Misalnya saat mereka sakit dan maunya nempel terus menyusui. Yasudlah itu pertanda menyusunya balik lagi kayak zaman bayi, kapanpun bayi mau ya ayok susui 😀.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003EKetika masa penyapihan tiba, saya sampaikan ke anak-anak bahwa saya memberikan waktu TIGA HARI sebagai batas akhir perpisahan dengan proses menyusui.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003EJadi saat anak mulai rewel, gak betah dan mulai gelisah mendekati reog 😅, saya bolehkan menyusu malam dengan pelbagai pengertian \"terakhir ya Nak, gak boleh lama-lama, udah masuk waktu perpisahan ya.\" Saya lakukan ini, karena jujur saja, sebagai ibu saya gak kuat mengurus dua bocil yang ngereog malam 😆 dengan kondisi sedang hamil besar dan LDM.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003EAlhamdulillah, setelah habis masa perpisahan, mereka seperti paham dan pengertian hingga tahu sendiri dan tidak lagi minta menyusu 🥺.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E~\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003EDemikianlah, perjalanan kisah sapih Si Kembar.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003EAwalnya banyak yang sangsi dan meminta saya untuk menyapih dini karena kondisi sedang mengandung adiknya. Banyak yang khawatir nanti sampai adiknya lahir, belum sukses disapih dan harus tandem bertiga.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003ENamun, masyaallah luar biasa kuasa Allah 🥺, bisa menuntaskan masa menyusui dua tahun dan menyapihnya dengan proses yang Allah mudahkan.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003EBerdasar pengalaman saya, proses penyapihan semua bergantung dan bermula pada \u003Cb\u003EKESIAPAN IBU.\u0026nbsp;\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cb\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cb\u003EKalau Ibu siap lahir batin, insyaallah anak ikut.\u0026nbsp;\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cb\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cb\u003EIbu siap landasannya adalah iman. Landasannya adalah Allah. Ibu harus yakin percaya dan mengikuti apa yang Allah perintahkan.\u0026nbsp;\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cb\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cb\u003EIbu harus tangguh, kuat, dan bersungguh-sungguh dalam upaya memenuhi syariat Allah karena ini menjadi modal pendidikan ke anak dan keturunannya.\u0026nbsp;\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cb\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003EMenyusui bukan sekadar memberi nutrisi. Lebih jauh, menyusui juga berkaitan dengan perkara iman, ibadah, pendidikan dan pengasuhan.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003EEnggak ada urusan 'gak tega' dengan anak, 'anak belum siap' dan lain-lain, jikalau Allah sudah tentukan batasnya, patuhi. Ini semua dimulai dari IBU. Ibunya harus yakin dulu, siap dulu, 'fight' dulu. Inilah ranah iman.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003EKelak setelah edisi menyusui tuntas, masih ada urusan ibadah yang lainnya, salat, puasa dan seterusnya.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003EJangan sampai nanti menjadi sebuah pembiasaan. Saat sudah waktunya wajib salat misalnya, masih belum tega 'tegas' mendidik anak untuk mengerjakannya.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003EKalau Allah bilang mulai berlatih salat di usia 7, ya usia 7. Kalau Allah bilang wajib salat saat mencapai baligh ya lakukan.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003EBegitupun, kalau Allah sampaikan batas menyusui hingga dua tahun, ya berikhtiar untuk menyempurnakan sesuai waktunya. Samina wa atha'na. Cukup dengar dan taat. ❤️\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003EInsyaallah jika niatannya lillah, nanti Allah yang akan bimbing beri jalan dan mudahkan.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003EInilah (insyaallah) sebenar-benar proses penyapihan dengan cinta. Dilakukan dengan landasan iman. Dilakukan lillah, karena Allah. Dilakukan dengan keyakinan untuk taat. Dilakukan dengan cara yang Ahsan, penuh kelembutan. Bukan dengan paksaan, oles ini oles itu. Bukan pula dengan asal tegas, menorehkan derita kepada anak hingga ia harus berpisah dengan sesuatu yang ia cintai dengan raungan tangis yang memekakkan telinga.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003EPersiapkan, niatkan, dan tanamkan nilai ibadah penyapihan kepada anak. Lakukan perlahan dan lepas sesuai pemufakatan kedua belah pihak.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E❤️❤️❤️\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003ESelamat menyapih dengan penuh cinta! 🤗😘\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cp\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"background-color: white;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-size: medium;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\u003C\/div\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.istikmalia.com\/feeds\/7314053255168745529\/comments\/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.istikmalia.com\/2022\/12\/menyapih-bayi-kembar-dengan-penuh-cinta.html#comment-form","title":"0 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/6349234979534096525\/posts\/default\/7314053255168745529"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/6349234979534096525\/posts\/default\/7314053255168745529"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.istikmalia.com\/2022\/12\/menyapih-bayi-kembar-dengan-penuh-cinta.html","title":"Menyapih Bayi Kembar Dengan Penuh Cinta"}],"author":[{"name":{"$t":"Nurin Ainistikmalia"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08183594824041242202"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"21","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEj29Cwy-Bsaqoobn2YPNgbmI4LY3WEa_qsnjcY4kBgeRaC9b9kxHuhzr5-sElEFXhUy0GdSRYq538GaX1DXhRZ8G0JMPzLXfDjz3afRYjqRfzgW_DyNXwFFv8MV3fq6Zw\/s113\/DSC02185.JPG"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEiPMnDu45wJsYJJ2VsMDLCoIgfQ_rPhTZqvk5OAAqN3cI981Tz73U7lyefVApCFyp0TjnnMHOdSlgc2t6IQ2Ez0ZQa6knFkjRwrqKmfDTe0FJtBEPfDLBbycJ-aWQT0-opE8XV5dV6zV47RbqUVrpcf_NXJkRDAGagMcOgN28E7uzXQMcrlQ4Cjhh2T\/s72-c\/20221211_234500_0000.png","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-6349234979534096525.post-5595573769392626369"},"published":{"$t":"2022-10-21T18:26:00.003+07:00"},"updated":{"$t":"2022-11-15T09:03:06.122+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Celoteh"}],"title":{"type":"text","$t":"Terlahir Kembali "},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEifCtrNaLNqD9P0pxZ0ysTqgoCdZ35fMGMUcOBwSV0uQn904sFU6RFNrpVrDb_d6dK7C3865q6rjeZAkKiAmJ8qtQruVWdWSfIPbUW12WEAv_I4BVHxFGUmqyGqhwHtZQcM7c7m0LNJ8AVGlDG7TFgZ0oJB1j8FZ8MDChMFvhALgzZyU2oHMprpXKLM\/s1080\/20221021_191833_0000.png\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"1080\" data-original-width=\"1080\" height=\"320\" src=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEifCtrNaLNqD9P0pxZ0ysTqgoCdZ35fMGMUcOBwSV0uQn904sFU6RFNrpVrDb_d6dK7C3865q6rjeZAkKiAmJ8qtQruVWdWSfIPbUW12WEAv_I4BVHxFGUmqyGqhwHtZQcM7c7m0LNJ8AVGlDG7TFgZ0oJB1j8FZ8MDChMFvhALgzZyU2oHMprpXKLM\/s320\/20221021_191833_0000.png\" width=\"320\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cp style=\"text-align: left;\"\u003EBismillahirrahmanirrahim.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: left;\"\u003E\u003Cb\u003ESeptember, 2021.\u0026nbsp;\u003C\/b\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: left;\"\u003ECeloteh terakhir di blog ini (sebelum akhirnya hiatus hingga hampir satu tahun lamanya) pada postingan \u003Ca href=\"https:\/\/www.istikmalia.com\/2021\/09\/berjeda.html\" target=\"_blank\"\u003E'Berjeda'\u003C\/a\u003E di mana saat itu saya berencana mengambil cuti kerja, berakhir dengan 'cuti yang tertunda' hingga saat melahirkan tiba. 😊\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: left;\"\u003ESebelum rencana cuti itu terealisasi, saya mulai merasakan tidak enak badan. Rasanya seperti sedang merasakan haid tapi kenyataannya saya sedang tidak haid. 🥲\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: left;\"\u003ENyeri diiringi tanda-tanda yang sudah saya hafal bertahun-tahun karena saya mengalami endometriosis akut plus adenomiosis.\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: left;\"\u003EBaca juga: \u003Ca href=\"https:\/\/www.istikmalia.com\/2019\/01\/endometriosis-dan-bagaimana-agar-kita-bisa-berdamai-dengannya-bagian-satu.html\" target=\"_blank\"\u003EEndometriosis dan Bagaimana Agar Kita Dapat Berdamai Dengannya\u003C\/a\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: left;\"\u003ESaya, yang ketika itu baru saja mendapatkan haid bebas nyeri selama 5 bulan terakhir setelah prosesi hamil, melahirkan dan menyusui dua bayi kembar, sempat memiliki prasangka 'kurang baik' ke Allah. 😥\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: left;\"\u003E\"Ya Allah, datang lagi? mengapa saya? padahal saya sudah jaga makan minum, pola hidup sehat, kenapa saya masih merasakan ini? kenapa yang lain yang makannya serampangan, malah baik-baik saja?\"🙈 astaghfirullah, sedang agak kacau sepertinya pikiran saya saat itu, terpicu pengaruh hormon. \u003Cbr \/\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: left;\"\u003ENamun saya juga mulai curiga, mengapa badan rasanya tidak enak, tapi haid tidak kunjung tiba.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: left;\"\u003ELantas saya memberanikan diri untuk melakukan tes urine (sebab waktu itu suami sudah merencanakan cuti kami). Saya sampaikan ke suami, \"sebentar, tes dulu ya sebelum ngajuin cuti.\"\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: left;\"\u003EMasyaallah alhamdulillah, sesuatu di luar dugaan terjadi. Hasil testpacknya positif 😭 (MahaBesar Allah dengan segala kuasaNya).\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: left;\"\u003EUntuk lebih meyakinkan, saya sempat melakukan tes beberapa kali di hari yang berbeda. Hasilnya semakin jelas dan terang. POSITIF.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: left;\"\u003E\"Kak, batalkan cutinya. Sepertinya aku hamil,\" bergetar bibir ini saat saya menyampaikan kabar ini ke suami.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: left;\"\u003E(Cuti yang sekiranya akan kami gunakan untuk pulang berkunjung ke rumah orang tua dan mertua, kami batalkan mengingat jauhnya perjalanan serta musim covid yang masih mewarnai. Pembatalan juga dilakukan dalam rangka menjaga kehamilan yang terhitung masih usia muda. Alhamdulillah, ibu mertua juga mendukung, dan meminta kami lebih banyak berdiam saja di rumah.)\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: left;\"\u003ELuar biasa kasih sayang Allah kepada kami, hamba-hamba yang dhoif ini. 😭\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: left;\"\u003ELalu, perjalanan hamil dimulailah. ~\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: left;\"\u003E\u003Cb\u003EDiwarnai Indikasi \u003Ci\u003EBlighted Ovum\u0026nbsp;\u003C\/i\u003E\u003C\/b\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: left;\"\u003EKurang lebih dua bulan kehamilan awal, rasanya seperti tidak hamil. Saya masih tetap energik, tidak ada mual muntah, saya bahkan bisa makan dan minum dengan lahap, aktivitas juga seperti biasa. Sampai-sampai khadimat yang membantu mengasuh Duo Al terheran,\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: left;\"\u003E\"Ibu hamilnya enak banget ya, enggak mabuk.\" \u003Cbr \/\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: left;\"\u003EJika mengenang kehamilan Si Kembar dengan riwayat Hiperemesis (mual muntah berlebihan), saya merasa bersyukur dengan kehamilan kali ini. Tapi ...\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: left;\"\u003EBaca juga: \u003Ca href=\"https:\/\/www.istikmalia.com\/2021\/07\/menjalani-hiperemesis-dengan-bahagia.html\" target=\"_blank\"\u003EMenjalani Hiperemesis Dengan Bahagia\u003C\/a\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: left;\"\u003ESesuatu yang tidak mengenakkan terjadi. Memasuki awal bulan ketiga, di pemeriksaan kedua, dokter mulai curiga pada hasil USG.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: left;\"\u003E\"Ibu, ini hanya kelihatan kantung janinnya saja, tidak ada apa-apa di dalamnya. Harusnya untuk usia sekarang, sudah terlihat janin di dalamnya.\"\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: left;\"\u003ESaya juga menyaksikan sendiri, benar-benar hanya kantung janin, tidak ada isi. Dokter waktu itu menganalisa kemungkinan saya hamil kosong (\u003Ci\u003Eblighted ovum). \u003C\/i\u003EKami pun diberi waktu kurang lebih dua Minggu untuk melihat perkembangan janin, jika tetap kosong maka akan dilakukan kuretase.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: left;\"\u003EPerih! Patah! Nangis jugalah pasti! Kemudian bangkit lagi. Haha 😆 demikianlah hidup ya kan! 🤭.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: left;\"\u003EMembangun kembali keyakinan pada Allah, menguatkan ikhtiar langit-bumi. Buka-baca-nonton (gugling) pengalaman mereka yang divonis BO namun atas izin Allah ternyata janin berkembang.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: left;\"\u003EBeberapa saran saya ikuti, sembari terus mengencangkan doa. Biiznillah, janin berkembang. 🥺 Ajaib sekali! Kantung kehamilan yang waktu itu kosong, tiba-tiba ada isi, terlihat janin di dalamnya dengan kondisi sehat wal afiat. Allahu Akbar!.\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: left;\"\u003EPersis sebelum cek USG dan terlihat adanya janin, saya mulai merasakan mual muntah (emesis) selayaknya ibu hamil. Jadi entahlah kesimpulannya, emesis itu berkah 🙈. Saya ingat kata dokter waktu hamil Si Kembar, \"justeru kalau ibu merasakan mual dan muntah, itu tandanya bayi ibu sehat, berkembang dengan baik\".\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: left;\"\u003ETapi ingat ya gais, mual muntah yang berlebihan itu tetap tidak baik dan tidak normal!. 😀\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: left;\"\u003E\u003Cb\u003EJuni, 2022\u003C\/b\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: left;\"\u003EMasa-masa penantian kelahiran putri Salihah menjadi sebuah pengalaman mewah yang tidak akan terlupa. Alhamdulillah, biiznillah lahir dengan lembut sehat selamat pada 06 Juni 2022 melalui cara persalinan pervaginam (VBAC) di RS Hermina Balikpapan.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: left;\"\u003EKisah persalinan sudah saya tuliskan di postingan tersendiri di sini:\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: left;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/www.istikmalia.com\/2022\/06\/Berbagi-cerita-pengalaman-vbac-lahiran-normal-setelah-sesar-jarak-dekat.html\"\u003EBerbagi Pengalaman VBAC\u003C\/a\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: left;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-size: x-large;\"\u003ETerlahir Kembali\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: left;\"\u003EJika ada hal yang ingin selalu diulang seperti perasaan rindu berulang pada baitullah, 🥺 buat saya, ialah merasakan proses hamil hingga persalinan, menyusui, dan segala yang berkaitan dengan hadirnya seorang anak.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: left;\"\u003EMasyaallah, rasanya seperti TERLAHIR KEMBALI. Menjadi manusia dengan sosok yang baru.\u003C\/p\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.istikmalia.com\/feeds\/5595573769392626369\/comments\/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.istikmalia.com\/2022\/10\/terlahir-kembali.html#comment-form","title":"0 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/6349234979534096525\/posts\/default\/5595573769392626369"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/6349234979534096525\/posts\/default\/5595573769392626369"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.istikmalia.com\/2022\/10\/terlahir-kembali.html","title":"Terlahir Kembali "}],"author":[{"name":{"$t":"Nurin Ainistikmalia"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08183594824041242202"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"21","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEj29Cwy-Bsaqoobn2YPNgbmI4LY3WEa_qsnjcY4kBgeRaC9b9kxHuhzr5-sElEFXhUy0GdSRYq538GaX1DXhRZ8G0JMPzLXfDjz3afRYjqRfzgW_DyNXwFFv8MV3fq6Zw\/s113\/DSC02185.JPG"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEifCtrNaLNqD9P0pxZ0ysTqgoCdZ35fMGMUcOBwSV0uQn904sFU6RFNrpVrDb_d6dK7C3865q6rjeZAkKiAmJ8qtQruVWdWSfIPbUW12WEAv_I4BVHxFGUmqyGqhwHtZQcM7c7m0LNJ8AVGlDG7TFgZ0oJB1j8FZ8MDChMFvhALgzZyU2oHMprpXKLM\/s72-c\/20221021_191833_0000.png","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-6349234979534096525.post-223293574829359527"},"published":{"$t":"2022-06-20T02:53:00.003+07:00"},"updated":{"$t":"2022-06-20T06:16:04.991+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Cinta"}],"title":{"type":"text","$t":"Kami Beri Nama Ia: Athiyah Almaratussalihah"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cdiv style=\"text-align: left;\"\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEgXHOdmY16FZ92G50-mRXdY5XVKYHiraqsKGTWRUgn_rVNNQxrBh3BlQpVgFFRpz8GxG_KsBHlMHEwadHr0nlvWgW_IMlwTuJCupgRjJcB_r-PzJ4Crjoiqjy7v1cmzAoyTHAHWHYLzvAifwZWPg_Qahum9oKW8LkrzUD4vWf3b04aIKU08AUfd_aFc\/s1080\/png_20220620_033503_0000.png\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"1080\" data-original-width=\"1080\" height=\"640\" src=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEgXHOdmY16FZ92G50-mRXdY5XVKYHiraqsKGTWRUgn_rVNNQxrBh3BlQpVgFFRpz8GxG_KsBHlMHEwadHr0nlvWgW_IMlwTuJCupgRjJcB_r-PzJ4Crjoiqjy7v1cmzAoyTHAHWHYLzvAifwZWPg_Qahum9oKW8LkrzUD4vWf3b04aIKU08AUfd_aFc\/w640-h640\/png_20220620_033503_0000.png\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003EBismillahirrahmanirrahim.\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: left;\"\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003EKami beri nama ia, \u003C\/span\u003E\u003Cspan style=\"color: #990000;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit; font-size: large;\"\u003E\"Athiyah Almaratussalihah\".\u003C\/span\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003E\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003C\/span\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003EHadiah (pemberian) berupa perempuan yang Salihah. Juga kami sematkan nama buyanya di belakang namanya.\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: left;\"\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003ESebagai jawaban atas doa-doa kami. Saat tawakkal dan berserah, \"Ya Rabb, saya tukar semua yang semestinya Engkau berikan, dengan hadirnya tiga anak kembar.\"\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003EDahulu saat saya berdoa mengucap ini. Saya sampaikan ke Allah, \"ya Allah saya enggak mau dikenal, saya enggak mau jadi ini, jadi itu. Saya enggak mau begini begitu. Saya tukar semuanya ya Rabb. Tukar dengan hadirnya keturunan tiga anak kembar. Jika tidak kepadaMu ya Rabb, kepada siapa lagi hamba meminta.\"\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003EBaca: \u003Ca href=\"https:\/\/www.istikmalia.com\/2017\/01\/tiga-impian-yang-sangat-ingin-di-wujudkan-di-tahun-2017.html?m=1\" target=\"_blank\"\u003ETiga Impian\u003C\/a\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: left;\"\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003EDahulu, doa pinta saya yang \"agaknya keterlaluan\" ini ditertawakan. Minta satu saja belum tentu diberi, berani banget minta tiga, begitu katanya.\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003ENamun saya yakin, yakin jika Allah Maha Mendengar.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: left;\"\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003EKemudian (tentu dengan perjalanan yang cukup panjang) Allah jawab melalui mimpi, seakan Allah beri jawaban \"Aku kabulkan pintamu, tapi tidak sekaligus tiga, karena tubuhmu tidak akan sanggup menanggungnya. Ku beri dua, lalu nanti satu dalam jarak dekat.\"\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: left;\"\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003EDua putera kembar, yang pertanda akan kehadirannya, hingga gambaran dewasanya Allah perlihatkan kepada saya melalui mimpi.\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003E\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003C\/span\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003ESebelum terlihat melalui monitor USG, saya sudah tahu bahwa akan ada dua bayi berjenis kelamin laki-laki di dalam rahim ini. 🥺. Dan memang benar, kehamilan bayi kembar kala itu tidak mudah dan penuh perjuangan untuk saya.\u003C\/span\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003E\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003EBaca: \u003Ca href=\"https:\/\/www.istikmalia.com\/2021\/07\/menjalani-hiperemesis-dengan-bahagia.html?m=1\" target=\"_blank\"\u003EMenjalani Hiperemesis Dengan Bahagia\u003C\/a\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003EJelas sekali, tubuh saya tidak mampu jika menanggung TIGA JANIN. Dua saja saya menangis hampir tiap hari selama hamilnya. Merintih sembari selalu mengucap, \"ya Allah, rasanya tidak kuat\" 🥺.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003ENamun, subhanallah, keajaiban demi keajaiban (lagi-lagi) Allah tunjukkan mengiringi proses kehamilan, persalinan, menyusui, bahkan hingga hari ini. Allah Maha Kuasa, Allah Maha segalaNya.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E~\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: left;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003ESetelah melahirkan mereka berdua, saya segera mempersiapkan diri menyambut kehadiran satu bayi lagi yang Allah janjikan.\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: left;\"\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003ESatu tahun berselang, rupanya Allah belum juga memberikan tanda.\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003ESaya mengadu kepadaNya dalam doa, \"ya Rabb, aku datang untuk menagih janji.\"\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: left;\"\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003ETepat di usia Si Kembar 16 bulan, Allah penuhi janjiNya. 🥺\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: left;\"\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003ESungguh, berkali-kali Allah tunjukkan bahwa Ia Maha Kuasa menjawab segala doa dan pinta.\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003E(Meski sempat divonis blighted ovum a.k.a hamil kosong, dan saya sempat menangis bersedih juga mendengarnya. Namun kala itu saya yakin \"tidak, Allah tidak mungkin ingkar janji\").\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: left;\"\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003ESungguh banyak hikmah, Allah berikan kami kesempatan merasakan penantian dalam waktu yang cukup lama, Allah berikan kesempatan merasakan punya anak dalam jarak dekat.\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003EAllah berikan kesempatan merasakan hamil bayi kembar, Allah juga beri kesempatan merasakan hamil bayi tunggal.\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: left;\"\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003EAllah beri kesempatan merasakan persalinan sesar, Allah juga beri kesempatan merasakan persalinan normal. 🥺\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003EBaca: \u003Ca href=\"https:\/\/www.istikmalia.com\/2022\/06\/Berbagi-cerita-pengalaman-vbac-lahiran-normal-setelah-sesar-jarak-dekat.html?m=1\" target=\"_blank\"\u003EBerbagi Pengalaman VBAC\u003C\/a\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: left;\"\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003ESungguh, hidup rasanya penuh keajaiban.\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: left;\"\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003E\"Uduni astajib lakum. Berdoalah kepadaKu, maka akan Aku kabulkan.\" ❤️~ satu ayat yang demikian kuat menghunjam dalam keyakinan.\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003ESetelah semuanya Allah tunaikan. Rasanya diri ini semakin kerdil. Malu semalu malunya jika ingin minta yang macam-macam lagi ke Allah perkara dunia. 😭\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003ESampai sempat saya berucap ke suami, \"malu rasanya kalau dalam doa mau minta lagi ke Allah. Aku minta apa lagi ya?\" 🥺 Karena semua rasanya sudah cukup. Bahkan hal yang tidak mungkin di mata manusia, sudah Allah Kun fayakunkan.\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003ENamun tetap saja, kita adalah hamba. Tugas kita berserah, memohon, dan berdoa.\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003EMaka kini, saya meminta kepadaNya, sebuah akhir yang baik, sebuah akhir yang indah. 🥺\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003ESaya meminta anak keturunan yang saleh salehah. Saya meminta bimbingan dan petunjuk agar layak menjadi ibu dalam mengasuh dan mendidik anak-anak yang diamanahkan.\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003ESaya meminta kepada Allah agar sepenuhnya bisa menuntut ilmu menjadi ibu, diberkahi keluasan rezeki agar dapat banyak berbagi.\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003EDiberi kesempatan menjadi sebaik-baik manusia yang banyak manfaatnya. ~❤️\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E--\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003EKami panggil ia, dengan sebutan \"Salihah\" sebagai wujud sebuah doa, sebuah pengharapan, sebuah impian atas akhir hidup yang indah.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.istikmalia.com\/feeds\/223293574829359527\/comments\/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.istikmalia.com\/2022\/06\/Kami-beri-nama-ia-athiyah-almaratussalihah.html#comment-form","title":"0 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/6349234979534096525\/posts\/default\/223293574829359527"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/6349234979534096525\/posts\/default\/223293574829359527"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.istikmalia.com\/2022\/06\/Kami-beri-nama-ia-athiyah-almaratussalihah.html","title":"Kami Beri Nama Ia: Athiyah Almaratussalihah"}],"author":[{"name":{"$t":"Nurin Ainistikmalia"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08183594824041242202"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"21","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEj29Cwy-Bsaqoobn2YPNgbmI4LY3WEa_qsnjcY4kBgeRaC9b9kxHuhzr5-sElEFXhUy0GdSRYq538GaX1DXhRZ8G0JMPzLXfDjz3afRYjqRfzgW_DyNXwFFv8MV3fq6Zw\/s113\/DSC02185.JPG"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEgXHOdmY16FZ92G50-mRXdY5XVKYHiraqsKGTWRUgn_rVNNQxrBh3BlQpVgFFRpz8GxG_KsBHlMHEwadHr0nlvWgW_IMlwTuJCupgRjJcB_r-PzJ4Crjoiqjy7v1cmzAoyTHAHWHYLzvAifwZWPg_Qahum9oKW8LkrzUD4vWf3b04aIKU08AUfd_aFc\/s72-w640-h640-c\/png_20220620_033503_0000.png","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-6349234979534096525.post-3570272164018787569"},"published":{"$t":"2022-06-20T02:13:00.004+07:00"},"updated":{"$t":"2022-06-20T02:20:24.900+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Parenting"}],"title":{"type":"text","$t":"Berbagi Cerita Pengalaman VBAC (Vaginal Birth After Caesarean)"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cp style=\"text-align: left;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEj8pSp1QIYca9qQLWyWJEeJkIFyy100PEQIgDWYUzje1lAM_S52H5danNscCUXgScFoFPL-kFwDeVVFMer-aZUP5GH-TCwXYt7IXrmy73OclhvqnG4BRVHj1S9ltXv7SpnmxRpymMkuMrbaJDyjLSDbqamtcnpl2im1yGUiHoXNFelaMJL5NlquV37f\/s1080\/1_20220614_205653_0000.png\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"1080\" data-original-width=\"1080\" height=\"400\" src=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEj8pSp1QIYca9qQLWyWJEeJkIFyy100PEQIgDWYUzje1lAM_S52H5danNscCUXgScFoFPL-kFwDeVVFMer-aZUP5GH-TCwXYt7IXrmy73OclhvqnG4BRVHj1S9ltXv7SpnmxRpymMkuMrbaJDyjLSDbqamtcnpl2im1yGUiHoXNFelaMJL5NlquV37f\/w400-h400\/1_20220614_205653_0000.png\" width=\"400\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cp style=\"text-align: left;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit; text-align: justify;\"\u003EAssalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003Eبِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003Eالْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِى بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003E\"Segala puji hanya milik Allah yang dengan segala nikmatNya segala kebaikan menjadi sempurna.\"\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003Eأُعِيْذُكَ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ، مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ، وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003E\"Aku memohon perlindungan dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna, dari semua godaan setan dan binatang pengganggu serta dari pandangan mata buruk.\"\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003EAlhamdullilah, biidznillah\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003ETelah lahir puteri kami melalui persalinan normal (VBAC) di UK 39 W 4 D\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003EHari : Senin, 06 Juni 2022\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003E\u003Cspan\u003EP\u003C\/span\u003E\u003Cspan\u003Eukul : 09.04 WITA\u003C\/span\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003ETempat : RS Hermina Balikpapan\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003EPenolong persalinan: dr. Ida Pramayanti, Sp.Og\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003EBb: 3,2 lebih besar dari kakaknya 2,8 kg.\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003EPanjang: 49 cm\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003EJenis kelamin: Perempuan\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003EJarak kehamilan: 16 bulan\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003EJarak kelahiran: 25 bulan\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003ERiwayat SC sebelumnya: kembar (gemeli) dengan posisi sungsang keduanya. SC terencana di usia 38 W.\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cb\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003EBirth story\u003C\/span\u003E\u003C\/b\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003ESabtu malam, 04 Juni 2022, pukul 22.00 WITA mulai merasakan kontraksi. Sudah tidak bisa tidur sampai pagi karena kontraksi makin intens sampai besok pagi. Cek di aplikasi, sudah 5-1-1.\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003ESiang pukul 14.00 wib (05 Juni 2022) inisiatif cek bukaan ke bidan dekat rumah karena mulai tidak nyaman dengan rasa mulesnya.\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003ESaat dicek ternyata baru bukaan 1.\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003EMalam hari, kontraksi semakin kencang dan semakin nyeri. Interval makin dekat. Pukul 22.00 bergegas ke IGD RS dengan tingkat kepedean kayaknya sudah masuk fase aktif, antara bukaan 5-6 😅.\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003ETernyata ketika dicek masih bukaan 1 🥹.\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003EDokter yang menangani saya menahan mengingat riwayat saya sebelumnya SC dan mendekati HPL.\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003ESempat khawatir tak berhasil VBAC karena sudah masuk RS di pembukaan awal, tapi mau pulang lagi sudah tidak kuat dengan sakitnya kontraksi 🥺.\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003ESemakin malam sakit semakin tak tertahankan, makin rapat dan intens, sudah seperti tidak ada jeda. Sudah tidak bisa ngobrol, makan minum dsb. Tapi dipaksa makan kurma sedikit-sedikit dan madu di sela kontraksi oleh suami. Napas buyar, sudah tidak enak baring dan duduk, jadi semalaman saya berdiri.\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003ETengah malam cek bukaan lagi, ternyata dengan sakit yang luar biasa, baru bukaan 2. 🥺\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003EPukul 04 pagi, di cek lagi baru bukaan 3. Padahal rasa sakit makin bertambah-tambah.\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003EPagi (06 Juni 2022) pukul 06.00 di cek kembali baru bukaan 4. 🥺\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003ESementara kondisi saya luar biasa rasanya gak tahan menikmati gelombang cinta yang semakin bertambah-tambah.\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003EDi situ suami sudah nawarin re SC lagi kalau memang gak kuat.\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003EDokter visit pukul 7 pagi. Di cek juga masih bukaan 4 menuju 5. 🥺\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003EBeliau juga sudah menyerahkan keputusan ke kami jika memang tidak kuat silakan memutuskan re SC. 🥺\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003ETapi saya jawab, coba dulu dok, sudah hampir 5. Rasanya ya Allah 🥺 dengan bukaan yang rasanya lambat di mana saya\u003C\/span\u003E membandingkan teman kamar sebelah di fase laten masih bisa ngobrol, aktivitas, makan minum dll beda dengan saya yang sudah kayak mau dekat lahiran 🥺. Antara yakin gak yakin kuat apa tidak.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003ENamun entah, di sini tiba-tiba saya merasa kuat lagi. Mengingat kembali niat, tekad, dan persiapan yang telah dilakukan selama hamil menuju hari persalinan ini. Mulai kembali menata hati dan keyakinan ke Allah. Mulai atur napas dibimbing suami dan bidan, mengencangkan sabar dan ikhlas, menikmati rasa tidak nyaman dengan senyuman, membayangkan adek bayi.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EDari sini, kontraksi terasa makin menguat, air ketuban mulai pecah, begitupun dengan darah mulai keluar banyak.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EMasyaallah kuasa Allah pukul 8.30, Bidan jaga menyatakan siap buat lahiran.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EDi kala itu, rasa mengejan sudah sangat kuat.\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EDapat ujian lagi, diminta tahan ngejan nunggu dokter datang. Rasanya subhanallah 😅. Nunggu dokter hampir setengah jam dengan kondisi dorongan mengejan sudah datang bertubi-tubi tapi harus ditahan.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EAlhamdulillah pukul 08.50 dokter datang dan bayi lahir pukul 09.04 🥺.\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EBonus: obras perinium. 😅 Tanpa ba-bi-bu dokter membantu jalan lahir dengan gunting-gunting. 🤭.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EAlhamdulillah Allah beri kesempatan bisa melalui proses persalinan alamiah sesuai fitrah, ibu bayi sehat dan selamat. ❤️\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-size: large;\"\u003EIkhtiar VBAC\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EKeinginan VBAC muncul setelah persalinan pertama.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E- Niat ingin mendapatkan keridaan Allah dengan memperjuangkan persalinan alamiah sesuai fitrah penciptaan, melalui satu2nya jalan lahir yang Allah ciptakan.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E- Ikhtiar menjaga tubuh (terutama kesehatan rahim) sebagai salah satu amanah dari Allah. Di sini saya memahami dengan benar risiko sesar berulang serta besarnya peluang kelahiran normal setelah sesar. Selain itu, saya juga memahami dan  menyakini berbagai kebaikan dan manfaat persalinan normal.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EIkhtiar:\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-size: medium;\"\u003E\u003Cb\u003ETrimester pertama\u003C\/b\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E1. Mulai trimes pertama mempersiapkan nutrisi:\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E- Konsumsi kurma 7 butir\/hari\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E- Minum madu, minyak zaitun 2 sdm\/hari\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E- Konsumsi gamat, Spirulina\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E- Vitamin hamil\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E- Makan minum sehat bergizi\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E- Memperbanyak sayur dan buah\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E- Menghindari tepung, minyak, gula, makanan minuman ultra proses, msg, dan jajanan tidak sehat.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E- Minum air kelapa muda setiap hari\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003ESempat divonis \u003Ci\u003Eblighted ovum\u003C\/i\u003E oleh dokter di usia 7 Minggu, dan diberi jadwal kuretase. Namun saya pertahankan (tidak ke dokter hingga usia bayi kira2 14 Minggu dengan push doa, keyakinan, nutrisi, asam folat dll) serta memperbanyak istirahat. Alhamdulillah bayi berkembang dan tumbuh sehat 🥺.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E2. Rutin jalan kaki setiap hari minimal 15 menit. Di trimes pertama belum banyak olah fisik karena kondisi mual muntah.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E3. Memperbaiki ibadah harian.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-size: medium;\"\u003E\u003Cb\u003ETrimester kedua\u003C\/b\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E1. Nutrisi masih sama dengan trimester pertama. Ditambah memperbanyak asupan protein dari telur, ikan, dan daging.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E2. Ikut puasa Ramadan selain dengan niat ibadah, juga untuk mendapatkan berbagai manfaat kesehatan untuk tubuh.\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E3. Jalan kaki minimal 1 km sehari. Yoga\/senam minimal 1 kali sepekan.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E4. Ikut berbagai komunitas support VBAC diantaranya Cerita VBAC, Pejuang VBAC, D Maryam, Persalinan Maryam asuhan Bidan Mugi, dll.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E5. Menonton\/membaca kisah sukses VBAC atau video proses persalinan normal minimal 1 kali sehari.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E6. Menambah ilmu tentang kehamilan dan persalinan minimal sekali sepekan melalui kelas daring ataupun dari berbagai akun seperti Bidan Kita, Bidan Neny, bidan kriwil, dll. .\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E7. Push ibadah harian. Merutinkan Dhuha, tahajud, tilawah, istighfar, bacaan tasbih, sedekah harian.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cb\u003E\u003Cspan style=\"font-size: medium;\"\u003ETrimester Ketiga\u003C\/span\u003E\u003C\/b\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E1. Karena posisi sebagai ASN, saya mulai ambil cuti satu bulan sebelum hpl agar bisa fokus ikhtiar vbac. Cuti mulai diambil sejak usia 36 W.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E2. Suami mengambil cuti menemani persiapan lahiran sejak usia 38 W.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E3. Sejak usia 37 W, olah fisik sbb:\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E- Jalan pagi 30 menit, sore 30 menit. Saya kombinasikan antara jalan pelan, power walk, dan jalan ala PAZ Maryam.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E- Yoga\/senam setiap hari\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E- squat 100-200 kali sehari (saya kombinasikan antara deep squat, squat biasa, dan goyang pohon kurma ala PAZ Maryam)\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E- merutinkan berbagai gerakan turun panggul dan optimalisasi janin.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E- Gymbal setiap hari.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E4. Induksi alami yang dilakukan:\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E- bekam di titik induksi\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E- pijat arugaan\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E- pijat akupresur setiap hari\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E- pijat oksitosin setiap hari\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E- terapi moxa pagi dan malam\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E- rebozo pagi dan malam\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E- Hb setiap hari.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E- konsumsi buah-buahan setiap hari untuk induksi alami seperti nanas, kiwi, dll.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E- latihan napas tiap hari.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E- konsumsi EPO 1 kapsul\/hari, dimasukkan di jalan lahir 1 kapsul\/hari.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E5. Mematangkan \u003Ci\u003Ebirth plan\u003C\/i\u003E, sudah menentukan penolong persalinan dan RS yang dituju.\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E6. Mengoptimalkan ibadah harian, mengencangkan doa, memperbanyak salat taubat, istighfar, dan tasbih. Memperbanyak tilawah sebagai salah satu ikhtiar olah napas.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E7. Meminta restu dan doa orang tua.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E8. Berkomunikasi dengan janin untuk berjuang bersama.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E9. Berjuang dan berdaya bersama suami.\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E10. Ikhtiar didampingi doula online bersama Bidan Mamalia dari D Maryam.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E~\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EDengan persiapan seperti ini, subhanallah ternyata ketika hari H persalinan, tetap saja ada yang buyar dan tetap saja ternyata belum bisa sesantai dan senyaman mungkin menikmati kontraksi. Apalagi jika tidak dipersiapkan sedari awal.\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EPelajaran buat saya, bahwa segala sesuatu butuh persiapan yang matang, latihan dan bekal. Jadi memang harus rajin menuntut ilmu.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EDan selalu ingat tujuan utama semua yang kita lakukan ialah mengejar ridanya Allah, dan menambah iman kepadaNya.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EBahwa yang menyebabkan sukses VBAC bukan karena ikhtiar olah fisik, upgrade ilmu, atau ibadah kita, namun karena keridaan dan kemudahan yang Allah berikan. ❤️~\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003ETerima kasih untuk semua teman-teman komunitas atas sharing kisah, ilmu, dan support. 🥰\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E~\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003EPerjalanan VBAC menyisakan banyak hikmah untuk saya.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003ESejak dokter kandungan yang saya datangi menyatakan \"wah ibu ini tahu kan jarak kehamilan ibu ini dekat sekali? Ini harus sesar lagi nih Bu. Nanti saya berikan jadwalnya ya.\"\u003Cbr \/\u003EPadahal belum sampai pemeriksaan trimester akhir.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003ESaya langsung menyampaikan ke suami, \"kita harus hijrah. Enggak bisa ikhtiar lahiran di sini,\" mengingat di kota tempat kami tugas hanya ada dua dokter SpOg laki-laki dan satu rumah sakit. Tidak banyak pilihan.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003EPilihan yang cukup tidak mudah sebenarnya, karena sepanjang usia pernikahan, LDM tidak pernah ada di kamus hubungan kami.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003EDengan status kami yang ASN, jika saya memilih lahiran tidak di tempat tugas, saya harus siap LDM sementara dengan suami.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003EPilihan pun mengerucut ke dua kota, Balikpapan atau Kendari (tempat asal suami).\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003EAkhirnya, bismillah kami putuskan untuk ikhtiar VBAC di Kota Balikpapan sekaligus diniatkan bakti kepada kedua orang tua saya, mengingat hampir 4 tahun belum sambang karena Corona. Masa cuti bersalin 3 bulan adalah kesempatan emas (karena akan sangat jarang saya dapatkan) bagi bapak dan ibu untuk membersamai anak dan cucu-cucunya.\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003ESecara psikologis, saya juga akan merasa lebih nyaman dibersamai oleh ibu kandung sendiri.\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003EDokter pertama yang saya temui ialah dr. Ketut Widaya, SpOg pada tanggal 12 Mei 2022 dengan UK 36 W 1 D. Hasil pemeriksaan dengan beliau Alhamdulillah dalam kondisi sehat dan baik. Djj, air ketuban, segmen bawah rahim, kepala sudah mulai masuk panggul dengan posisi optimal. Saya bertanya kemungkinan persalinan normal, beliau menjawab dengan sangat positif, \"insyaallah bisa Bu, aman ini.\"\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003EAura saat berbincang dengan beliau sangat positif dan menenangkan. Jujur, ini menambah rasa percaya diri saya. Rekomendasi beberapa kenalan untuk konsultasi dengan beliau memang tepat. Selain memang beliau cukup senior sehingga punya banyak pengalaman, menurut penuturan banyak orang, beliau memang tidak \"memudah-mudahkan dikit-dikit SC\" dan lebih berupaya agar pasien bersalin normal.\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003ESaat di klinik, saya juga bertemu dengan ibu hamil kembar yang bercerita kalau dr Ketut menyampaikan bisa lahiran normal. Dalam hati saya berujar, \"wah, jarang-jarang dapat dokter yang begitu.\"\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003ESebelum sesi konsultasi selesai, dr Ketut berpesan, \"kalau ibu mau saya tangani saat persalinan, di RS Hermina saja Bu, fasilitas lebih lengkap.\"\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003ENah, dari situlah, pilihan RS mulai kami tetapkan. Tentu dengan plan B, plan C, RS mana lagi yang akan kami tuju.\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003ETanggal 14 Mei 2022 (UK 36 W 3 D) seperti ada dorongan dari hati, untuk ikhtiar mencoba mencari penolong persalinan dokter perempuan. Saya pun kembali mencari rekomendasi. Beberapa kawan menyarankan ke dokter Ida, kebetulan beliau juga praktik di Hermina.\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003ESalah satu aturan di Hermina, pasien akan ditangani oleh dokter yang pernah ditemui sebelumnya (mengacu pada catatan riwayat rawat jalan pasien) maka bismillah di hari itu juga (kebetulan sedang ada jadwal dr Ida) saya konsultasi dengan dr Ida.\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003EAllahu Akbar, respon dr Ida juga sangat positif, dengan melihat perkembangan hasil USG (saat itu BBJ masih di 2,8 kg), beliau menyampaikan insyaallah bisa upaya lahiran normal. Beliau bahkan memberikan saya beberapa peer olah fisik yang harus dilakukan setiap hari.\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003EMaka, itulah saya melihat proses kuasa Allah bekerja. Saya yang sebelumnya divonis harus re-SC, tiba-tiba, terasa mudah saja, menemukan dokter yang mau mensupport VBAC.\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003EPesan beliau \"jika sudah ada tanda-tanda, langsung via IGD saja ya Bu. Jika belum ada tanda, kembali kontrol dua Minggu lagi, kita lihat perkembangannya.\"\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003ESelasa, 31 Mei 2022 (38 W 6 D), kontrol kembali ke dr. Ida, BBJ meningkat menjadi 3,2 kg. Saya sudah diberi peer untuk memperketat pola makan agar bayi tidak semakin besar. Beliau juga mulai memberi opsi untuk jaga-jaga pada pilihan kedua yakni re-SC (karena saya berencana menggunakan BPJS), karenanya saya diminta jika s.d 40 W belum ada tanda lahiran, saya harus mulai tercatat sebagai pasien BPJS dan kontrol ke poli BPJS (bukan via eksekutif seperti biasanya).\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003EDi sini saya bertanya, \"tapi masih bisa ditunggu sampai 42 W kan dok?.\" \"Dalam literatur saat ini, batasnya 41 Bu bukan 42 lagi.\"\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003ELalu beliau melanjutkan, \"ditunggu sampai 43 juga bisa Bu, asal ibunya yakin dan kuat. Karena semakin besar usia, bayi semakin besar. Faktor risiko semakin banyak. Ibu harus siap dengan segala konsekuensi.\"\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003E\"\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003EYang lama-lama gitu, biasanya bayinya sehat-sehat aja kan dok?.\"\u003C\/span\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003ESetengah tersenyum beliau menjawab, \"biasanya sih enggak Bu, bayinya harus dirawat dulu karena ini dan itu.\"\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003E\"Sekarang ibu harus benar-benar persiapkan diri. Karena sakitnya persalinan normal itu bukan sakit biasa.\" Pesan beliau di akhir perbincangan.\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003EDari situ, saya merasakan bahwa beliau dokter yang memperlakukan pasien sebagai klien, tidak ujug-ujug memutuskan sendiri dan membuat ibu hamil menjadi tidak berdaya. Semua pilihan diserahkan kembali kepada pasien\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003EQadarullah, belum sempat mengurus rujukan untuk kontrol kembali sebagai pasien BPJS, di UK 39 W 4 D bayi sudah dilahirkan dengan sehat dan selamat. Alhamdulilah benar-benar proses kuasa Allah.\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003EKesabaran dan gaya dr Ida dalam menangani pasien nantinya teruji di hari H persalinan.\u0026nbsp;\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003ESaat saya berada di puncak rasa sakit, dan suami mulai tidak tega. Mungkin di situ suami sempat menyampaikan ke bidan jaga atau dokter mengenai kemungkinan re-SC.\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003EJawaban dr. Ida sangat menenangkan saat visit pukul 07.00 pagi, \"ibu, kalau memang sudah tidak kuat, boleh kalau mau re-SC. Tergantung ibu saja.\"\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003EDi situ, entah saya malah merasa mendapat suntikan semangat, dan menjadi kuat, sehingga bisa menjawab, \"masih mau coba dok, sudah mau 5.\" \"Baik, nanti kita lihat perkembangan ibu dua jam lagi ya.\"\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003EWaktu itu saya merasa, \"semua tergantung bagaimana saya.\" Keyakinan saya, nawaitu saya, kekuatan fisik dan batin saya sedang diuji. Tinggal saya saja kuat apa tidak melewatinya.\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003ESaat itu, atas kuasa Allah, meski saya sudah merasakan kontraksi selama hampir 2 hari 2 malam, tanpa bisa makan (berat), minum yang enak, dan tidur nyenyak. Fisik saya masih sangat prima alhamdulillah.\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003EHasil lab, ekg, pantauan djj janin, air ketuban, tekanan darah, Hb, dan semuanya dalam kondisi sehat. Barangkali ini salah satu hal yang membuat provider yakin membantu upaya persalinan normal.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003ESelama 2 hari 2 malam kontraksi tanpa ada jeda ataupun melemah, saya hanya mengonsumsi beberapa butir kurma (atas paksaan suami), madu, air zam-zam, dan air mineral.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003ESaat mengejan pun, alhamdulillah napas saya masih kuat dan panjang.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003ESaya pun teringat kembali ilmu yang saya pelajari sebelumnya, bahwa untuk ibu VBAC kemungkinan memang proses persalinan akan jauh lebih sakit dan lama.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003EDi situ saya mencoba untuk lebih ikhlas menerima prosesnya, sabar menanti kemajuan pembukaannya, lebih tenang, fokus pada pengaturan napas, yakin pada Allah Sang pencipta tubuh ini, insyaallah pasti mampu melewatinya.\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003EAtas kuasa Allah, Alhamdulillah tidak lama, fase aktif dilalui dengan cepat sekali.\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003EAlhamdulillah, biiznillah, saya benar-benar merasa bahwa persalinan ini ialah antara saya dan Allah. Ujian keyakinan dan sandaran saya kepada Allah. Allah yang mampukan, Allah yang kuasakan.\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003EAlhamdulillah, Allah ijabah bisa merasakan persalinan normal, alamiah sesuai fitrah, dengan dokter perempuan, bisa langsung IMD dan memeluk bayi. Masyaallah sungguh sangat indah. 🥺🥰.\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003EHikmah yang juga menjadi lekat untuk saya ialah bahwa seorang perempuan dengan fitrahnya dalam kehamilan, melahirkan, dan menyusui, juga keterkaitannya dengan kesehatan reproduksi, benar-benar harus menjaga apa yang dimakan dan apa yang diminumnya.\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003ENutrisi sangat penting sebagai fondasi tumbuh kembang anak sejak dari kandungan hingga dewasanya.\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003EApalagi saat saya hamil, saya masih dalam kondisi menyusui Kakak Kembar. Proses penyapihan baru saya lakukan 2 pekan menjelang kelahiran adik bayi.\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003EBerlanjut nantinya pada proses pengasuhan anak, senantiasa menuntut ilmu dan menjaga diri dalam hal-hal kebaikan juga menjadi keharusan seorang perempuan.\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003EDalam persalinan kali ini, saya juga belajar bahwa Allah telah menciptakan perempuan dengan sangat sempurna. Jalan lahir telah Allah siapkan, tinggal bagaimana kita berupaya.\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003ESatu hal lagi, hikmah sebagai pasien riwayat pasca SC, saya benar-benar dibiarkan saja merasakan proses persalinan. Sealamiah mungkin, senyaman mungkin, karena memang pasien riwayat SC tidak boleh diberi intervensi medis.\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003ETidak ada infus, tidak ada induksi, tidak ada obat-obatan, dan tidak \"dipaksa\" harus tiduran baring selama menunggu pembukaan.\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003EAkhir kata, perjalanan ini saya abadikan sebagai dokumentasi dan wujud rasa syukur. Semoga bisa turut menjadi Hikmah bagi siapa saja yang ikut membacanya. ❤️\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.istikmalia.com\/feeds\/3570272164018787569\/comments\/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.istikmalia.com\/2022\/06\/Berbagi-cerita-pengalaman-vbac-lahiran-normal-setelah-sesar-jarak-dekat.html#comment-form","title":"0 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/6349234979534096525\/posts\/default\/3570272164018787569"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/6349234979534096525\/posts\/default\/3570272164018787569"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.istikmalia.com\/2022\/06\/Berbagi-cerita-pengalaman-vbac-lahiran-normal-setelah-sesar-jarak-dekat.html","title":"Berbagi Cerita Pengalaman VBAC (Vaginal Birth After Caesarean)"}],"author":[{"name":{"$t":"Nurin Ainistikmalia"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08183594824041242202"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"21","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEj29Cwy-Bsaqoobn2YPNgbmI4LY3WEa_qsnjcY4kBgeRaC9b9kxHuhzr5-sElEFXhUy0GdSRYq538GaX1DXhRZ8G0JMPzLXfDjz3afRYjqRfzgW_DyNXwFFv8MV3fq6Zw\/s113\/DSC02185.JPG"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEj8pSp1QIYca9qQLWyWJEeJkIFyy100PEQIgDWYUzje1lAM_S52H5danNscCUXgScFoFPL-kFwDeVVFMer-aZUP5GH-TCwXYt7IXrmy73OclhvqnG4BRVHj1S9ltXv7SpnmxRpymMkuMrbaJDyjLSDbqamtcnpl2im1yGUiHoXNFelaMJL5NlquV37f\/s72-w400-h400-c\/1_20220614_205653_0000.png","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-6349234979534096525.post-1152272415682092754"},"published":{"$t":"2021-09-24T22:44:00.001+07:00"},"updated":{"$t":"2022-06-20T02:16:30.977+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Celoteh"}],"title":{"type":"text","$t":"Berjeda"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-D5aVaFOBSYk\/YU3xWd5vNyI\/AAAAAAAAHWQ\/w1lazt1zohkSgDfjSuYCOYH8h7ECQ1d1QCLcBGAsYHQ\/s1080\/Modern%2BInstagram%2BQuote%2BSocial%2BMedia.png\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"1080\" data-original-width=\"1080\" height=\"640\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-D5aVaFOBSYk\/YU3xWd5vNyI\/AAAAAAAAHWQ\/w1lazt1zohkSgDfjSuYCOYH8h7ECQ1d1QCLcBGAsYHQ\/w640-h640\/Modern%2BInstagram%2BQuote%2BSocial%2BMedia.png\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Cspan style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Cspan style=\"text-align: justify;\"\u003EBismillahirrahmanirrahim.\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E30 Agustus 2021.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003ETumben sekali saya bisa membuat judul seringkas ini :).\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp\u003E\u003Cb\u003EB E R J E D A\u0026nbsp;\u003C\/b\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp\u003E\u003Cb\u003EBerhenti Sejenak Dari Segala Rupa Keriuhan yang Ada\u003C\/b\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EJika diantara kalian ada yang nyasar membaca tulisan ini (geer sekali ya saya 😅),\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/www.istikmalia.com\/2019\/03\/terima-kasih-sudah-merindu.html\" target=\"_blank\"\u003ETerima kasih ya, sudah merindu. :)\u003C\/a\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EPostingan ini saya buat, karena mungkin dalam beberapa waktu yang belum mampu saya tentukan batasnya, saya akan terlihat tidak terlalu 'berkeliaran' di jejaring sosial. :)\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EJadi saya kembali ke sini, untuk menepi. :)\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EAlhamdulillah kabar saya dan keluarga dalam keadaan baik, sehat wal afiat. Insyaallah bahagia lahir batin. :)\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EDi bulan September ini, pekerjaan rutin di kantor tergolong di batas normal. Tidak santai tapi juga bukan bulan tersibuk. Sementara pekerjaan saya sebagai penulis, di pekan terakhir Agustus ini sedang dalam masa tenang karena semua proyek sudah berakhir.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EDi awal September nanti, pekerjaan proyek penulisan mulai lagi. Saya punya tiga proyek yang harus diselesaikan. Satu proyek buku pengadaan jenjang SD bersama Tiga Serangkai, satu proyek menulis buku anak bersama salah satu penerbit mayor kenamaan, dan satu buku nonfiksi semi ilmiah mengenai kemiskinan.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003ETadinya saya masih tergiur untuk mengambil tawaran tambahan, tapi tiba-tiba, saya merasa jadi terlalu \"riuh\".\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003ERame sekali rasanya. Jadi ingin mengambil jarak.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003ETapi HAI.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E.\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E.\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E.\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003ESaya kembali lagi melanjutkan tulisan ini di 24 September 2021 dengan keadaan:\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E1. Alhamdulilah buku kemiskinan sudah rilis. 🎉🎉🥰.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E2. Alhamdulillah naskah buku nonteks pelajaran untuk jenjang SD sudah dinyatakan diterima oleh Tiga Serangkai. Sore tadi saya juga sudah menyerahkan revisi dan persyaratan yang diminta. DAN ternyata bukannya berkurang, bulan September ini, saya malah nambah tanggungan proyek penulisan DUA buku nonteks lagi 😂 (Alhamdulillah sekaligus astaghfirullah semoga saya kuat 🤭). Kali ini ada ensiklopedia mapel PPKN dan mapel PAI jenjang SD. Oh ya untuk proyek buku pengayaan\/buku nonteks ini nantinya masih akan berlanjut pada proses penilaian Puskurbuk (Pusat Kurikulum dan Perbukuan) Kemendikbud sebelum akhirnya dicetak dan dikirim ke sekolah-sekolah SD di seluruh negeri. 🥰 Masyaallah tak sabar menanti hari itu tiba. Hari di mana buku saya bakal ada di sekolah-sekolah. (Tentunya juga, hari di mana saya bisa kipas-kipas MANJAH menerima royalti buku yang cair. 😜).\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E3. Untuk progres buku anak bersama salah satu penerbit besar, MANASAYA TAHU KALAU EDITOR BUKU ANAK SAYA \"KEJAM\" 😅. Kejam dalam artian baik ya. Banyak sekali penugasan, dan salah satunya ialah CHALLENGE UPDATE STATUS DI MEDSOS TIAP HARI. Hahah. Eta gimana mau BERJEDA kalau gini ceritanya. Jadi ya bismillah dikerjakan saja. ❤️\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003ESeptember ini juga bulan penuh WEBINAR. ☺️ Hampir tiap hari ada undangan. Bulan istimewa karena bersamaan dengan peringatan hari statistik nasional.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003ETadinya, akhir pekan ini saya berencana ingin membuat opini untuk meramaikan lomba opini BPS, tapi enggak diizinin sama buyanya anak-anak. 🤪\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EKata blio, ISTIRAHAT. Jangan kebanyakan nulis. Rehat dulu. Padahal buat saya, istirahat itu bukan leyeh-leyeh enggak ngapa-ngapain, istirahat saya tu ya nulis. 🙈\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003ETapi emang bener kata suami. Saya butuh rehat. Butuh jeda. Nulis-nulis yang saya kerjain di September ini memang sangat menguras energi dan pikiran.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003ESyukurnya, karena diminta rehat oleh suami, saya jadi ke sini. Ke blog ini. 🥰☺️\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EKalau ngeblog nulisnya dijamin enggak pakai pusing. Selow santai dan nikmat. ☺️\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EJadi apa kabar Oktober nanti?\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EInsyaallah saya akan ambil jeda, dengan mengajukan cuti. ☺️❤️~\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/p\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.istikmalia.com\/feeds\/1152272415682092754\/comments\/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.istikmalia.com\/2021\/09\/berjeda.html#comment-form","title":"0 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/6349234979534096525\/posts\/default\/1152272415682092754"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/6349234979534096525\/posts\/default\/1152272415682092754"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.istikmalia.com\/2021\/09\/berjeda.html","title":"Berjeda"}],"author":[{"name":{"$t":"Nurin Ainistikmalia"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08183594824041242202"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"21","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEj29Cwy-Bsaqoobn2YPNgbmI4LY3WEa_qsnjcY4kBgeRaC9b9kxHuhzr5-sElEFXhUy0GdSRYq538GaX1DXhRZ8G0JMPzLXfDjz3afRYjqRfzgW_DyNXwFFv8MV3fq6Zw\/s113\/DSC02185.JPG"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-D5aVaFOBSYk\/YU3xWd5vNyI\/AAAAAAAAHWQ\/w1lazt1zohkSgDfjSuYCOYH8h7ECQ1d1QCLcBGAsYHQ\/s72-w640-h640-c\/Modern%2BInstagram%2BQuote%2BSocial%2BMedia.png","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-6349234979534096525.post-2772940936682617932"},"published":{"$t":"2021-09-12T22:34:00.003+07:00"},"updated":{"$t":"2021-09-12T22:41:28.432+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Karya"}],"title":{"type":"text","$t":"Buku Anak Pertama: Kami Semua Sayang Ibu "},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-mMSq2CKkSKQ\/YT4fXts_yMI\/AAAAAAAAHTc\/oMPU5OqDqEoSX720d9kV5YZTnLrEtwZCwCLcBGAsYHQ\/s960\/-245141198.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"960\" data-original-width=\"960\" height=\"640\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-mMSq2CKkSKQ\/YT4fXts_yMI\/AAAAAAAAHTc\/oMPU5OqDqEoSX720d9kV5YZTnLrEtwZCwCLcBGAsYHQ\/w640-h640\/-245141198.jpg\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cp\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EBismillahirrahmanirrahim.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EPukul 04.24.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003ESaya baru saja membereskan mainan, menutup laptop untuk sementara waktu, menuntaskan salat malam, dan kembali menyusui karena Althaf terbangun. ☺️\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EMasyaallah, Alhamdulillah ya Allah hidup saya penuh limpahan kebahagiaan. 🥰 Rasanya damai tenteram menyaksikan selalu ada canda tawa dari dua bayi di rumah mungil kami.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EHidup saya jadi berkobar, penuh semangat. 🔥🔥 Saya jadi semakin banyak menulis. Saya menulis opini, menulis karya tulis ilmiah, menulis buku ilmiah populer, menulis cerita anak, menulis ensiklopedia, menulis buku pengayaan, hingga menulis\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E.\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E.\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E.\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E.\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EBUKU ANAK.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EKehadiran anak menjadi sebuah penyemangat baru. Ide-ide datang mengalir bak air bah. Saya bersemangat menulis untuk meninggalkan \"sesuatu\" bagi mereka.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EWalaupun semua itu harus dibayar mahal dengan, \"tidur yang sedikit\" haha. 😅\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EBagaimanapun, saya juga masih menjaga pola asuh untuk tetap bisa \"present\" bersama mereka. Membuka laptop\/hp hanya saat mereka terlelap. Itu semua dilakukan sembari menyeimbangkan amanah negara dalam pekerjaan. Saatnya jam kerja ya saya hadir untuk negara. 😊 Di luar jam kerja dan saat mereka terlelap, bismillah tuntaskan proyek-proyek kepenulisan. 😉\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003ETahun 2021, saya juga sudah bisa dengan \u003Cstrike\u003EBANGGAH PAMER\u003C\/strike\u003E\u0026nbsp;sumringah menyatakan diri sebagai \u003Cb\u003Epenulis \u003C\/b\u003Ekarena alhamdulillah telah mengantongi sertifikasi penulis buku non fiksi dari BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi).\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EUy, saya sekarang \u003Cb style=\"font-style: italic;\"\u003Ecertified non fiction author \u003C\/b\u003E👏👏 (alhamdulillah ya Allah berkah doa bapak dan ibu, kedua orang tua saya). 💗\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003ELalu, singkat cerita, akhirnya atas izin dan karunia Allah, saya menerbitkan buku anak pertama yang berjudul\u003C\/p\u003E\u003Ch2 style=\"text-align: justify;\"\u003EKami Semua Sayang Ibu.\u0026nbsp;\u003C\/h2\u003E\u003Cdiv\u003EBuku ini terlahir di masa jiwa saya yang sedang terguncang 😅 memikirkan nasib bayi-bayi di masa pandemi. Saya tidak bisa tidur semalaman, lalu menulis draft naskah buku anak ini.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003EDan kemudian, draft buku ini lahir. Sesingkat itu proses penulisan naskahnya.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003ENamun setelahnya, tentu banyak proses harus dilalui.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003EBuku ini berisi mengenai perjuangan seorang ibu dalam proses hamil, melahirkan, dan menyusui. Saya tulis buku ini sebagai hadiah untuk ibu saya. Untuk mensyukuri kelahiran anak-anak kami. Dan untuk semua anak dan ibu yang semoga semakin erat dalam hubungan setelah membaca buku ini. 😊\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E**\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003EJudul buku :\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Ch2 style=\"text-align: justify;\"\u003EKami Semua Sayang Ibu.\u0026nbsp;\u003C\/h2\u003E\u003Cdiv\u003ECerita\u003Cspan\u003E\u0026nbsp;\u0026nbsp; \u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003Cspan\u003E\u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp;: Nurin Ainistikmalia\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cspan\u003EIlustrator\u003Cspan\u003E\u0026nbsp; \u0026nbsp; : Ima\u003C\/span\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cspan\u003E\u003Cspan\u003EPenerbit\u003Cspan\u003E\u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; : Ay Publisher\u003C\/span\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cspan\u003E\u003Cspan\u003E\u003Cspan\u003EISBN\u003Cspan\u003E\u0026nbsp;\u0026nbsp; \u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003Cspan\u003E\u0026nbsp;\u0026nbsp; \u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003Cspan\u003E\u0026nbsp; : 978-623-96607-7-2\u003C\/span\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cspan\u003E\u003Cspan\u003E\u003Cspan\u003E\u003Cspan\u003ETahun terbit\u003Cspan\u003E\u0026nbsp; \u0026nbsp; : April, 2021\u003C\/span\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cspan\u003E\u003Cspan\u003E\u003Cspan\u003E\u003Cspan\u003E\u003Cspan\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cspan\u003E\u003Cspan\u003E\u003Cspan\u003E\u003Cspan\u003E\u003Cspan\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cspan\u003E\u003Cspan\u003E\u003Cspan\u003E\u003Cspan\u003E\u003Cspan\u003EBlurb:\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cspan\u003E\u003Cspan\u003E\u003Cspan\u003E\u003Cspan\u003E\u003Cspan\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cspan\u003E\u003Cspan\u003E\u003Cspan\u003E\u003Cspan\u003E\u003Cspan\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cp style=\"background-color: white; box-sizing: border-box; color: #444444; font-family: \u0026quot;Open Sans\u0026quot;, sans-serif; font-size: 16px; margin: 0px 0px 30px; padding: 0px; text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan face=\"\u0026quot;Trebuchet MS\u0026quot;, Helvetica, sans-serif\" style=\"box-sizing: border-box;\"\u003E\u003Cspan style=\"box-sizing: border-box; font-size: 12pt;\"\u003E\u003Cspan style=\"box-sizing: border-box; color: black;\"\u003EAlthaf dan Alfath adalah dua saudara kembar. Mereka tumbuh, berkembang, dan dilahirkan dari satu rahim ibu di waktu yang sama.\u003C\/span\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"background-color: white; box-sizing: border-box; color: #444444; font-family: \u0026quot;Open Sans\u0026quot;, sans-serif; font-size: 16px; margin: 0px 0px 30px; padding: 0px; text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan face=\"\u0026quot;Trebuchet MS\u0026quot;, Helvetica, sans-serif\" style=\"box-sizing: border-box;\"\u003E\u003Cspan style=\"box-sizing: border-box; font-size: 12pt;\"\u003E\u003Cspan style=\"box-sizing: border-box; color: black;\"\u003EUmmayya ialah panggilan kesayangan mereka pada ibu. Di buku ini, Althaf dan Alfath mengisahkan tentang bagaimana perjuangan seorang ibu saat mengandung, melahirkan, dan menyusui.\u003C\/span\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"background-color: white; box-sizing: border-box; color: #444444; font-family: \u0026quot;Open Sans\u0026quot;, sans-serif; font-size: 16px; margin: 0px 0px 30px; padding: 0px; text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan face=\"\u0026quot;Trebuchet MS\u0026quot;, Helvetica, sans-serif\" style=\"box-sizing: border-box;\"\u003E\u003Cspan style=\"box-sizing: border-box; font-size: 12pt;\"\u003E\u003Cspan style=\"box-sizing: border-box; color: black;\"\u003EAlthaf dan Alfath ingin mengajak teman-teman untuk selalu menyayangi ibu sebagaimana ibu yang telah berjuang dan menyayangi anak-anaknya.\u003C\/span\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"background-color: white; box-sizing: border-box; color: #444444; font-family: \u0026quot;Open Sans\u0026quot;, sans-serif; font-size: 16px; margin: 0px 0px 30px; padding: 0px; text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan face=\"\u0026quot;Trebuchet MS\u0026quot;, Helvetica, sans-serif\" style=\"box-sizing: border-box;\"\u003E\u003Cspan style=\"box-sizing: border-box; font-size: 12pt;\"\u003E\u003Cspan style=\"box-sizing: border-box; color: black;\"\u003ESelain berkisah, duo Al akan mengajak teman-teman sekalian untuk belajar bersama melalui bonus lembar aktivitas.\u003C\/span\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"background-color: white; box-sizing: border-box; color: #444444; font-family: \u0026quot;Open Sans\u0026quot;, sans-serif; font-size: 16px; margin: 0px 0px 30px; padding: 0px; text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan face=\"\u0026quot;Trebuchet MS\u0026quot;, Helvetica, sans-serif\" style=\"box-sizing: border-box;\"\u003EWah seru sekali ya! Yuk ikuti kisah si kembar duo Al di buku ini.\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"background-color: white; box-sizing: border-box; color: #444444; font-family: \u0026quot;Open Sans\u0026quot;, sans-serif; font-size: 16px; margin: 0px 0px 30px; padding: 0px; text-align: justify;\"\u003ETeman-teman bisa ikut memesan buku ini melalui website: 💓💓\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"background-color: white; box-sizing: border-box; margin: 0px 0px 30px; padding: 0px; text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan face=\"Open Sans, sans-serif\" style=\"color: #444444;\"\u003Ehttps:\/\/aypublisher.co.id\/buku\/kami-semua-sayang-ibu.html\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"background-color: white; box-sizing: border-box; color: #444444; font-family: \u0026quot;Open Sans\u0026quot;, sans-serif; font-size: 16px; margin: 0px 0px 30px; padding: 0px; text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/p\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/p\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.istikmalia.com\/feeds\/2772940936682617932\/comments\/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.istikmalia.com\/2021\/09\/buku-anak-pertama-kami-semua-sayang-ibu.html#comment-form","title":"1 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/6349234979534096525\/posts\/default\/2772940936682617932"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/6349234979534096525\/posts\/default\/2772940936682617932"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.istikmalia.com\/2021\/09\/buku-anak-pertama-kami-semua-sayang-ibu.html","title":"Buku Anak Pertama: Kami Semua Sayang Ibu "}],"author":[{"name":{"$t":"Nurin Ainistikmalia"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08183594824041242202"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"21","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEj29Cwy-Bsaqoobn2YPNgbmI4LY3WEa_qsnjcY4kBgeRaC9b9kxHuhzr5-sElEFXhUy0GdSRYq538GaX1DXhRZ8G0JMPzLXfDjz3afRYjqRfzgW_DyNXwFFv8MV3fq6Zw\/s113\/DSC02185.JPG"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-mMSq2CKkSKQ\/YT4fXts_yMI\/AAAAAAAAHTc\/oMPU5OqDqEoSX720d9kV5YZTnLrEtwZCwCLcBGAsYHQ\/s72-w640-h640-c\/-245141198.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"1"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-6349234979534096525.post-8361676261568573123"},"published":{"$t":"2021-07-11T23:46:00.000+07:00"},"updated":{"$t":"2021-07-11T23:46:05.900+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Parenting"}],"title":{"type":"text","$t":"Menjalani hiperemesis dengan bahagia"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-6TdDmPAvb4E\/YOsf6nPMVSI\/AAAAAAAAHOo\/lNN_nlI8UXA-4u__Z4bFQvpJL-T903XNACLcBGAsYHQ\/s1080\/Cute%2BBlush%2BPink%2BStyle%2BInstagram%2BPost.png\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"1080\" data-original-width=\"1080\" height=\"640\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-6TdDmPAvb4E\/YOsf6nPMVSI\/AAAAAAAAHOo\/lNN_nlI8UXA-4u__Z4bFQvpJL-T903XNACLcBGAsYHQ\/w640-h640\/Cute%2BBlush%2BPink%2BStyle%2BInstagram%2BPost.png\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Cspan style=\"text-align: left;\"\u003EBismillahirrahmanirrahim.\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EMengingat masa kehamilan yang saya lalui dengan penuh perjuangan, serasa tidak percaya bahwa Allah memberikan saya kekuatan hingga tiba masa bertemu dengan bayi-bayi.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003ESaya termasuk salah seorang perempuan yang menurut literatur ilmiah, populasinya hanya sekitar dua persen dari seluruh ibu hamil di dunia, mengalami masa-masa tidak mudah selama kehamilan dikarenakan \u003Cb\u003EHiperemesis Gravidarum\u003C\/b\u003E.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003ESaya merasa perlu menuliskan ini, karena saya melihat hiperemesis menjadi sesuatu yang belum banyak dipahami terutama lingkungan yang seharusnya menjadi \u003Ci\u003Esupport system\u003C\/i\u003E untuk ibu hamil yang mengalaminya.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EKalimat seperti,\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E\"Coba \u003Ci\u003Emindset\u003C\/i\u003Enya diubah, banyak-banyak berpikir positif, itu pengaruh pikiran juga.\"\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E\"Kurang bersyukur kali dengan kehamilannya. Hamil ya memang gitulah.\"\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E\"Jangan dimanjain. Jangan banyak mengeluh. Habis muntah ya makan lagi, muntah ya makan lagi.\"\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E\"Makanya banyak gerak, banyakin olahraga dong, orang hamil itu bukan orang sakit.\"\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E\"Aku dulu juga gitu, mual muntah juga, tapi tetep bisa tuh ngapa-ngapain.\"\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E\"Alhamdulillah, aku dulu enggak ada mual, pasti kamu tuh ya sebelum hamil banyak makan \u003Ci\u003Ejunk food \u003C\/i\u003Eya!.\"\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Ci\u003ESubhanallah! Mahabenar Netizen dengan segala pengetahuannya!. \u003C\/i\u003E😅\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003ESemua komentar di atas, tidak semua atas dasar pengalaman saya. Itu adalah hasil \u003Ci\u003Esharing\u003C\/i\u003E saya dan beberapa kawan yang mengalami hiperemesis.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003ESebelum berbicara lebih lanjut mengenai apa itu hiperemesis dan bagaimana rasanya mengalami hiperemesis, mari kita membuka firman Allah mengenai kehamilan seorang perempuan dari QS Al-Ahqaf:15.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"color: #282828; text-align: start;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003E\"Dan Kami telah mewasiatkan, yakni telah perintahkan kepada manusia agar berbuat baik kepada kedua orang tuanya dengan kebaikan yang sempurna. \u003Cspan style=\"background-color: #fcff01;\"\u003EIbunya telah mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah pula \u003C\/span\u003E... (Q.S Al-Ahqaf: 15)\u003C\/span\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"color: #282828; text-align: start;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: start;\"\u003E\u003Cspan style=\"color: #282828;\"\u003EDemikian pula dengan firman Allah yang lain pada QS Luqman ayat 14:\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: start;\"\u003E\u003Cspan style=\"color: #282828;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"color: #282828;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003E\"Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan \u003Cspan style=\"background-color: #fcff01;\"\u003Elemah yang bertambah-tambah\u003C\/span\u003E, dan menyapihnya dalam usia dua tahun.\"\u003C\/span\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"color: #282828;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"color: #282828;\"\u003EDi dalam firmanNya, Allah pun telah memberi kabar mengenai bagaimana keadaan perempuan saat hamil hingga tunai masa menyusui. Dari ayat-ayat indah Allah ini, menerangkan bahwa tantangan (keadaan lemah, susah, hingga kepayahan) saat kehamilan ialah fitrah adanya. Inilah bentuk jihad seorang ibu sehingga Allah pun memberikan keistimewaan kepada seorang ibu dengan tiga kali penyebutan melalui lisan Rasulullah dibandingkan ayah.\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"color: #282828;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"color: #282828;\"\u003ESungguh pun, jika kehamilan yang dilalui penuh dengan kepayahan (hiperemesis salah satunya) dikarenakan kesalahan atau pun dosa di masa lalu, sungguh tak elok lisan kita mengatakan hal-hal yang tidak-tidak, sebab dengan kepayahan itu Allah saja dalam firmanNya mengganjarnya dengan kewajiban bakti dari anak-anak yang dikandung oleh seorang perempuan.\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"color: #282828;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"color: #282828;\"\u003EAda hal-hal yang tak mampu di nalar mentah oleh manusia. Seperti Covid misalnya. Banyak dari penyintas yang mulanya merasa sudah sangat ketat menjaga prokes, tidak ke mana-mana, menjaga makan minum, olahraga cukup dan segala pertahanan diri. Namun jika Allah sudah takdirkan akan kena, ya kena saja.\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"color: #282828;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"color: #282828;\"\u003ESaya sampaikan seperti ini, karena saya juga menerima komentar kalau ibu hamil yang terkena hiperemesis adalah tanda bahwa tubuh belum siap menerima kehamilan, tanda bahwa punya sebelum hamil banyak kebiasaan tidak baik terkait makan minum dan pola hidup.\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"color: #282828;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"color: #282828;\"\u003EIya benar, teori tersebut benar adanya, bisa ditelusuri dalil keilmiahannya.\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"color: #282828;\"\u003ENamun ketika saya evaluasi dua tahun terakhir sebelum kehamilan saya bahkan melakukan diet sehat, makan minum terjaga, olahraga teratur dan banyak pola kebaikan yang insyaallah sudah saya dan suami jalani karena memang kehamilan adalah hal yang sangat kami idam-idamkan.\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"color: #282828;\"\u003ETapi kembali lagi, semua atas takdir Allah. Kebaikan dan tantangan hidup datang dari Allah. Yakin saja bahwa apa-apa yang datang dari Allah adalah baik dan membaikkan. ☺️\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"color: #282828;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"color: #282828;\"\u003EJadi, sahabat-sahabatku sekalian ☺️, \u003Cb\u003Emari tahan lisan agar tidak membandingkan setiap proses kehamilan perempuan, tidak berkomentar negatif apalagi merasa jumawa karena kehamilannya lancar jaya sempurna tanpa keluhan. \u003C\/b\u003EKembali ke firman Allah, bahwa setiap proses kehamilan, apa pun itu wujud tantangannya mengundang banyak berkah dan keutamaan untuk perempuan yang menjalaninya.\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"color: #282828;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"color: #282828;\"\u003ENah, kembali lagi ke hiperemesis yak. 😘\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"color: #282828;\"\u003EMual muntah atau emesis adalah keadaan lumrah yang dialami oleh ibu hamil. Mulai aktifnya hormon-hormon kehamilan dalam pembentukan janin selama masa hamil muda ditengarai menjadi salah satu penyebabnya. Keadaan ini biasa juga dikenal dengan \u003Ci\u003Emorning sickness, \u003C\/i\u003Edan akan berakhir seiring dengan bertambahnya usia kehamilan.\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"color: #282828;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"color: #282828;\"\u003ESementara itu, hiperemesis: hiper+emesis, emesis yang berlebihan. Dari segi bahasa, bisa disamakan seperti kata \"hipertensi\" tensi (tekanan darah) yang berlebihan, atau \"hiperaktif\" aktif yang berlebihan. Keduanya baik hipertensi maupun hiperaktif memiliki faktor resiko dan akibat yang ditimbulkan jika tidak ditangani dengan sebaik mungkin.\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"color: #282828;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"color: #282828;\"\u003EJadi bisa dikatakan, hiperemesis ialah mual muntah berlebihan, bukan mual muntah biasa, perlu mendapatkan penanganan agar tidak membawa dampak pada kondisi ibu dan perkembangan janin.\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"color: #282828;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"color: #282828;\"\u003EJika merujuk dari web alodokter.com.\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"color: #282828;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cp style=\"color: #3b3738; margin: 10px 0px;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003E\u003Cstrong style=\"font-stretch: normal; letter-spacing: -0.3px; line-height: 1.32; margin-bottom: 0px; margin-top: 32px;\"\u003E(Hiperemesis gravidarum adalah mual dan muntah yang muncul secara berlebihan selama hamil. Mual dan muntah (\u003Cem\u003Emorning sickness\u003C\/em\u003E) pada kehamilan trimester awal sebenarnya normal\u003C\/strong\u003E\u003Cstrong style=\"font-stretch: normal; letter-spacing: -0.3px; line-height: 1.32; margin-bottom: 0px; margin-top: 32px;\"\u003E. Namun pada\u0026nbsp;\u003C\/strong\u003E\u003Cstrong style=\"font-stretch: normal; letter-spacing: -0.3px; line-height: 1.32; margin-bottom: 0px; margin-top: 32px;\"\u003Ehiperemesis gravidarum\u003C\/strong\u003E\u003Cstrong style=\"font-stretch: normal; letter-spacing: -0.3px; line-height: 1.32; margin-bottom: 0px; margin-top: 32px;\"\u003E, mua\u003C\/strong\u003E\u003Cstrong style=\"font-stretch: normal; letter-spacing: -0.3px; line-height: 1.32; margin-bottom: 0px; margin-top: 32px;\"\u003El\u003C\/strong\u003E\u003Cstrong style=\"font-stretch: normal; letter-spacing: -0.3px; line-height: 1.32; margin-bottom: 0px; margin-top: 32px;\"\u003E\u0026nbsp;dan muntah\u003C\/strong\u003E\u003Cstrong style=\"font-stretch: normal; letter-spacing: -0.3px; line-height: 1.32; margin-bottom: 0px; margin-top: 32px;\"\u003E\u0026nbsp;dapat terjadi sepanjang hari dan berisiko menimbulkan dehidrasi.\u003C\/strong\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"color: #3b3738; margin: 10px 0px;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003ETidak hanya dehidrasi, hiperemesis gravidarum dapat menyebabkan ibu hamil mengalami\u0026nbsp;\u003Ca href=\"https:\/\/www.alodokter.com\/gangguan-elektrolit\" style=\"color: #3570d2; outline: 0px; text-decoration-line: none;\" target=\"_blank\"\u003Egangguan elektrolit\u003C\/a\u003E\u0026nbsp;dan berat badan turun. Hiperemesis gravidarum perlu segera ditangani untuk mencegah terjadinya gangguan kesehatan pada ibu hamil dan janin yang dikandungnya).\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"color: #3b3738; margin: 10px 0px;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003EHingga saat ini, belum diketahui secara pasti apa penyebab hiperemesis secara ilmiah. Penelitian hanya memberikan dugaan bahwa hal ini disebabkan perubahan hormon-hormon kehamilan.\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"color: #3b3738; margin: 10px 0px;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003ESementara itu, ada beberapa keadaan yang membuat ibu hamil berpeluang tinggi mengalami hiperemesis yakni:\u003C\/span\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"color: #3b3738; margin: 10px 0px;\"\u003E\u003C\/p\u003E\u003Col\u003E\u003Cli\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003EIbu dengan kehamilan kembar. Hal ini dikarenakan peningkatan hcg yang berkali lipat dibanding hamil tunggal. Ini kerasa sekali di saya, hasil lab menunjukkan hcg saya saat hamil trimester awal sangat amat tinggi.\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003EIbu dengan riwayat hiperemesis sebelumnya.\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003EIbu dengan kehamilan pertama.\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003EKelebihan berat badan atau ada penyakit penyerta lainnya.\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/li\u003E\u003C\/ol\u003E\u003Cp\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"color: #3b3738; margin: 10px 0px;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\u003Ch2 style=\"color: #3b3738; margin: 10px 0px;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003EHiperemesis Bukan Hal Main-main\u003C\/span\u003E\u003C\/h2\u003E\u003Cdiv\u003ETidak semua ibu hamil merasakan mual muntah. Banyak sekali diantaranya yang super istimewa diberkahi kehamilan menyenangkan nyaris tanpa keluhan, tanpa ada mual, muntah dan lainnya. Namun demikian, kembali ke ayat Allah tadi ya, bukan berarti semua keadaan ibu hamil itu sama.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003ESama-sama merasakan mual muntah pun belum tentu kadarnya setara. Sehingga, membeda-bedakan atau meremehkan keadaan yang lainnya bukanlah hal yang bijak.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\"Memang kalau tidak merasakan sendiri hiperemesis, enggak akan paham dan enggak mudah berempati,\" demikian ujar saya kepada seorang sahabat yang kini sedang berjuang dengan hiperemesis.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003EBerikut ini keadaan yang saya rasakan saat mengalami hiperemesis sehingga harus menjalani empat kali rawat inap, 2 kali masuk IGD, dan minum obat hampir tiap hari, hingga usia kehamilan memasuki 7 bulan:\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cul\u003E\u003Cli\u003E\u003Cb\u003ESensitivitas indra penciuman saya rasanya seperti meningkat ratusan kali lipat.\u003C\/b\u003E\u0026nbsp;Ini yang menyebabkan saya mual muntah hebat. Saya mual terhadap semua bau, baik parfum, sabun, odol, bawang, bumbu, dan hal-hal lain. Saya bahkan tidak tahan dengan bau air minum yang dimasak maupun isi ulang. Saya tidak tahan bau nasi yang dimasak di \u003Ci\u003Ericecooker. \u003C\/i\u003ESaya juga tidak tahan dengan bau rumah dan kamar mandi. Menurut saya rumah saya bau, bikin mual, padahal tidak. 🙈. Saya juga jarang mandi karena sedikit kena air saya bisa muntah parah. Saya juga beralih menggunakan siwak karena saya tidak tahan dengan bau odol.\u0026nbsp;\u003C\/li\u003E\u003C\/ul\u003EAkibat indra penciuman saya yang sangat sensitiv ini, sepanjang hamil, selain menginap di RS, saya juga banyak menginap di hotel. Entah mengapa, keadaan saya lebih baik jika di hotel. Menurut saya, hotel itu tidak bau. 🙈\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cul\u003E\u003Cli\u003E\u003Cb\u003ESaya muntah sepanjang hari, tak berjeda. \u003C\/b\u003ESaya muntah sejak bangun tidur hingga tidur kembali. Dalam setengah hari, saya bisa muntah hingga dua puluh kali. Apa pun yang masuk (makanan atau minuman) langsung keluar dimuntahkan. Muntah tidak akan berhenti sampai perut terkuras dan keluar cairan kuning dari lambung. Rasanya sangat tidak nyaman dan sakit. Semua teori penghalau mual muntah tidak ada yang mempan. 🙈\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003E\u003Cb\u003ESaya tidak kuat melihat gambar makanan.\u0026nbsp; \u003C\/b\u003EBahkan hanya melihat gambar makanan saja saya bisa muntah 😆.\u0026nbsp;\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003E\u003Cb\u003EKeadaan saya sangat lemah. \u003C\/b\u003ELemah ini bukan karena dibuat-buat. Tapi karena perut rasanya sangat enggak enak, bawaannya selalu kayak ingin nguras semua yang masuk 🙈. Jadi dibawa duduk ataupun beraktivitas sangat tidak nyaman. Salat pun saya lakukan sambil duduk. Rasanya seperti mabuk perjalanan, berasa seperti sedang di mobil tapi enggak sampai-sampai di tempat tujuan. Terus seperti itu tanpa jeda, sampaaaai usia kehamilan saya tujuh bulan 🙈.\u0026nbsp;\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003E\u003Cb\u003EPikiran tidak karuan. \u003C\/b\u003EBerasa menjadi manusia yang tidak bermanfaat, jujur inilah yang sempat muncul di pikiran dan jiwa saya. 😆 Karena tidak seperti bumil-bumil lain yang njajan cantik, jalan pagi, lincah ke sana kemari, kerjaan saya hari demi hari ya di pembaringan sambil merintih nahan sakit 🙈. Boro-boro mau nulis, lihat wujud laptop dan hp saja langsung pusing dan ingin muntah. Enggak kuat juga mau ngurus rumah dan segala macem.\u0026nbsp;\u003C\/li\u003E\u003C\/ul\u003E\u003Ch2\u003EHiperemesis dan perjuangan menjalaninya dengan bahagia.\u0026nbsp;\u003Cbr \/\u003E\u003C\/h2\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003EKetika menjalaninya, berderai-derai air mata juga sayanya. Rasanya hampir tiap hari merintih, menangis, dan mengadu \"ya Allah rasanya enggak kuat\".\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003ENamun selain itu, terselip kesyukuran besar yang saya sadari bahwa selama kehamilan dengan hiperemesis itulah cara terbaik Allah untuk menjaga saya dan mengabulkan pinta saya sebelumnya untuk meminta hidup yang tenang tanpa memikirkan hal-hal yang mengganggu pikiran.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003EMahabaik Allah yang mengabulkan segala doa. Di masa hamil dengan hiperemesis ini saya benar-benar hanya memikirkan tentang hidup saya (enggak kuat sis mikirin yang lain boro-boro dah ah 😜). Di masa itulah saya 99,99 persen lepas dari media sosial (lagi-lagi ya karena enggak kuat juga buka hp sis, pusing 🤪). Hidup rasanya sangat bersih di kala itu, karena saya tidak disibukkan dengan urusan orang lain.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003EMahabaik Allah juga yang memberikan saya masa kehamilan tidak di masa kerja. Enggak kuat saya membayangkan jika status masih bekerja gimana menyelesaikan semua amanah kantor dengan kondisi hamil yang super ini.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003EDi masa kehamilan dengan hiperemesis ini hampir tidak ada mood swing, amarah yang meletup atau nada-nada ndak enak ke suami (lagi-lagi karena enggak kuat sis haha 😂). Saya enggak punya kekuatan buat ngomong apalagi lah mau marah-marah. 🤪😂\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003EBenar-benar sebuah hidup yang bersih, masyaallah Allahu Akbar!\u0026nbsp; ☺️.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003ETantangan terbesar saat menjalaninya ialah memunculkan kesyukuran dan kebahagiaan dari hari ke hari.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003EHal-hal ini yang saya lakukan untuk menghadapi hiperemesis:\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Col\u003E\u003Cli\u003EMengakui bahwa rasa tidak nyaman dan sakit itu ada. Akui, terima, rasakan, ungkapkan, nikmati.\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003EPercaya bahwa Allah sebaik-baik pencipta yang sempurna menciptakan tubuh manusia\u0026nbsp; Percaya pada mekanisme ini dan turuti apa maunya badan. Kalau bawaannya ingin tiduran ya tidurkan saja, tidak perlu merasa bersalah atau merasa lemah. Tubuh memberi sinyal ingin tidur pagi, ya tidur saja. Lakukan. Percayalah, ini cukup membantu. Tubuh kita tahu apa yang sedang dibutuhkannya, percaya dan ikuti saja sinyalnya.\u0026nbsp;\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003EMendengarkan audioterapi mengenai kehamilan yang menyenangkan dan penuh kesyukuran. Ini saya lakukan setiap hari setiap beberapa jam sekali. Ini membantu menguatkan alam bawah sadar kita.\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003ETerapi napas. Berlatih merilekskan pikiran.\u0026nbsp;\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003EMelakukan hal-hal yang disukai.\u0026nbsp;\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003EBerjuang lepas dari obat penahan mual, karena obat sejenis ondansetron dan semacamnya tentu tidak baik dikonsumsi harian. Ini sangat menantang tapi ya lakukan, berjuang.\u0026nbsp;\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003EMenonton, memvisualisasikan saat bayi sudah lahir, ini akan meningkatkan hormon kebahagiaan.\u0026nbsp;\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003EIngat firman Allah dan semua ganjaran yang dijanjikan untuk jihadnya seorang ibu. Jalani dengan sadar dan kesyukuran. Ingatlah bahwa perjuangan saat kehamilan ini nanti akan tunai terbayarkan dan akan berganti dengan kebahagiaan yang berlipat ganda. ☺️\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003EMemperbanyak istighfar dan tasbih.\u0026nbsp;\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003ETerus berupaya makan minum, sedikit namun sering. Makan minum yang disukai.\u0026nbsp;\u003C\/li\u003E\u003C\/ol\u003E\u003Cdiv\u003EAlhamdulillah, kebiasaan baik selama sebelum kehamilan sangat berpengaruh saat mengalami hiperemesis karena saya hanya doyan makanan alami dan terjamin kualitasnya.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003ESementara itu, untuk lingkungan terdekat ibu hamil yang sedang berjuang dengan hiperemesis, berikut ini hal-hal yang dapat dilakukan:\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Col\u003E\u003Cli\u003EBerempati.\u0026nbsp;\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003ETidak komentar macam-macam.\u0026nbsp;\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003EMembantu menyiapkan makan minum yang diinginkan bumil.\u0026nbsp;\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003EMembantu beres-beres\/bebersih rumah bumil.\u0026nbsp;\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003EMenguatkan dan mendoakan. Ambil alih untuk sementara mengasuh anak-anak bumil juga bisa dilakukan.\u0026nbsp;\u003C\/li\u003E\u003C\/ol\u003E\u003C\/div\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cp\u003EMenjalani kehamilan dengan hiperemesis memang tidak mudah, butuh perjuangan. Semoga siapapun yang sedang mengalami, Allah kuatkan dan jaga janinnya hingga saat dilahirkan. Sehat ibu dan bayinya. ☺️\u003C\/p\u003E\u003Cp\u003ESemoga sedikit cerita ini bisa membantu ya. ❤️☺️~\u0026nbsp; Semoga segala perjuangan dan jerih payah sepanjang mengandung, melahirkan, hingga menyusui Allah ganjar dengan anak-anak saleh yang menyejukkan pandangan.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.istikmalia.com\/feeds\/8361676261568573123\/comments\/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.istikmalia.com\/2021\/07\/menjalani-hiperemesis-dengan-bahagia.html#comment-form","title":"0 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/6349234979534096525\/posts\/default\/8361676261568573123"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/6349234979534096525\/posts\/default\/8361676261568573123"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.istikmalia.com\/2021\/07\/menjalani-hiperemesis-dengan-bahagia.html","title":"Menjalani hiperemesis dengan bahagia"}],"author":[{"name":{"$t":"Nurin Ainistikmalia"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08183594824041242202"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"21","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEj29Cwy-Bsaqoobn2YPNgbmI4LY3WEa_qsnjcY4kBgeRaC9b9kxHuhzr5-sElEFXhUy0GdSRYq538GaX1DXhRZ8G0JMPzLXfDjz3afRYjqRfzgW_DyNXwFFv8MV3fq6Zw\/s113\/DSC02185.JPG"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-6TdDmPAvb4E\/YOsf6nPMVSI\/AAAAAAAAHOo\/lNN_nlI8UXA-4u__Z4bFQvpJL-T903XNACLcBGAsYHQ\/s72-w640-h640-c\/Cute%2BBlush%2BPink%2BStyle%2BInstagram%2BPost.png","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-6349234979534096525.post-7633739934994581621"},"published":{"$t":"2021-07-05T03:39:00.002+07:00"},"updated":{"$t":"2021-07-05T07:50:47.681+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Celoteh"}],"title":{"type":"text","$t":"Lintasan-lintasan Pikiran yang Membuat Kita Tak Lagi Jernih Menilai "},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-YrQHKRsOhWg\/YOJXPBsNW_I\/AAAAAAAAHNw\/7ETZOdkGFpwymd72Gc0PfmRE-CsFfhx_QCLcBGAsYHQ\/s1080\/Kiriman%2BInstagram%2BUcapan%2BUlang%2BTahun%2BIlustrasi%2BWarna%2BWarni.png\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"1080\" data-original-width=\"1080\" height=\"640\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-YrQHKRsOhWg\/YOJXPBsNW_I\/AAAAAAAAHNw\/7ETZOdkGFpwymd72Gc0PfmRE-CsFfhx_QCLcBGAsYHQ\/w640-h640\/Kiriman%2BInstagram%2BUcapan%2BUlang%2BTahun%2BIlustrasi%2BWarna%2BWarni.png\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cspan style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Cspan style=\"text-align: justify;\"\u003EBismillahirrahmanirrahim.\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EJangan bosan karena tetiba saya menjadi cerewet sekali. Hampir setiap pagi apdet curhat, haha.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EIni hanya salah satu cara saya mengurai kepanikan dan perasaan tidak tenang.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EJika ingin tahu, kepanikan saya sebelumnya, menghasilkan sebuah buku, haha. 😂\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E\"Kami Semua Sayang Ibu\" buku cerita anak perdana karangan saya, lahir dari sebuah rasa khawatir luar biasa yang membuat saya tidak bisa tidur semalaman karena memikirkan kondisi anak-anak. 🙈\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EKali ini, wujudnya jadi latah nyeloteh di blog. 😆\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EPercaya atau tidak, seringkali baik dan buruk, bergantung pada lintasan pikiran. PRASANGKA, demikian bahasa Al-Qur'an menyebutnya.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EDulu sekali, saat saya masih dilanda kebucinan level lebai 😄, saya bisa tahu di mana dan kapan saya akan tak sengaja berpapasan atau bertemu dengan orang yang saya taksir itu.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EPernah saat saya sedang di bus kota, tiba-tiba saja saya panas dingin, merasa ia akan naik bus yang sama. Ya Tuhan, Jakarta luas sekali, bus-bus juga ratusan jumlahnya. Sungguh aneh, kenapa dia bisa ikut menumpangi bus saya di waktu itu.\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EDan benar! Tidak masuk di akal! Tidak lama bus berhenti karena lambaian seorang laki-laki, dan itu dia!. Saya? Mati gaya! Deg-degan sekali, serasa ingin menghindar tapi tak bisa! Pakai acara tegur sapa segala! 🤪.\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003ELintasan pikiran kita kadang aneh, tapi keanehan itu pula yang membuat kita kadang menjadi tak jernih menilai sesuatu.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EJatuh cinta, misalnya. 😜\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003ELintasan pikiran berlebihan entah mengapa seakan membawa kita bertemu hal-hal yang kita pikirkan.\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003ESeperti saat saya jatuh cinta, tak hanya satu dua kali, saya bahkan bisa memprediksi kapan dan di mana bertemu, HAMPIR SETIAP HARI.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EBenar-benar, overdosis sekali saya memikirkan ia. 😂\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EPerasaan saya saat ini juga demikian. Rasa khawatir dan takut yang \"agaknya berlebih\" ini membuat saya bertemu dengan hal-hal lain yang saya pikirkan.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003ESeperti, tiba-tiba saja Ibu saya menelepon, sebulan lalu, saat Alfath baru saja keluar dari RS. Ibu saya bercerita bahwa cucu kawannya yang berusia sepantaran Alfath, mengalami kelumpuhan, kembali lagi seperti bayi, tidak bisa bicara, tidak bisa berjalan. Benar-benar tumbuh kembangnya kembali ke titik nol akibat kejang yang terlambat ditangani. 😢\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003ESungguh saya yang saat itu baru saja mengalami sendiri saat putra saya berada di pangkuan dengan demam tinggi tiba-tiba kejang dan tak sadarkan diri cukup lama, mulai membayangkan yang tidak-tidak. Saya membayangkan jika saya menjadi ibunya, 😥. Hingga saat ini, bayi tersebut masih terapi syaraf. Sedih sekali mendengar berita ini, namun qadarullah, semua terjadi atas takdir Allah.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003ESetelah mendengar kabar tersebut, tentu saja, rasa khawatir saya bertambah. Saya berjanji pada diri saya sendiri, untuk semakin ketat menjaga kesehatan Alfath. Selalu saya ingat pesan dokter terakhir kali, \"Bu, anak Ibu ini kapan panasnya tinggi, cepet ke RS ya Bu, jangan tunggu sampai kejang lagi.\"\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003ESaat sakit yang ini, kejadian mendadak di pagi buta mendapati Alfath yang tiba-tiba menangis karena demam tinggi tanpa ada apa-apa sebelumnya membawa saya pada kisah anak dengan kasus serupa yang meninggal mendadak tanpa sempat di bawa ke RS.\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003ESendu sekali rasanya. Lintasan pikiran akibat rasa takut, cemas, dan khawatir yang berlebihan mengacaukan saya. Pikiran saya menjadi tak jernih lagi dalam menilai.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003ESaat saya berceloteh ria di postingan \"\u003Ca href=\"https:\/\/www.istikmalia.com\/2021\/07\/kesiapan-menghadapi-hal-yang-tak-pasti.html?m=1\" target=\"_blank\"\u003EKesiapan Menghadapi Hal yang Tak Pasti\"\u003C\/a\u003E\u0026nbsp;sensitif sekali perasaan saya hingga saya merasa \u003Ci\u003Efeel alone.\u0026nbsp;\u003C\/i\u003E😐\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E'Merasa' seperti ini ya jauh dari keluarga, apa-apa sendiri. Tak boleh berharap penyemangat dan perhatian orang-orang terdekat. 😜 Tak boleh berharap rasa empati dan kasih sayang (apa sih ini) 😂.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EPadahal ya selama ini, atas nama pandemi, sejak hamil bolak balik dirawat RS dilakoni berdua, melahirkan berdua, kembali ke tempat tugas juga berdua, enggak kenapa-kenapa juga rasanya enjoy saja alhamdulillah. 😘\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003ESensitivitas dan pikiran runyam telah membuat saya alpa bahwa dua bulan terakhir ini saya dilimpahi \"keluarga perantauan\" yang baik hati. Saya ingat sekali bagaimana kenalan beberapa perawat di RS tempat anak-anak rawat inap banyak memberikan bantuan.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003ESaya juga ingat, suatu waktu saat saya seharian belum sempat makan karena bayi saya rewel sekali, menangis terus dan lengket selalu ingin menyusu. Kebetulan waktu itu suami sedang pulang ke rumah untuk mengurus berbagai keperluan. Sebenarnya rasanya lemas juga karena energi saya tersedot untuk menyusui dan menjaga anak, namun minim asupan. Kemudian Allah hantarkan dua kenalan yang sengaja datang menjenguk. Subhanallah! Sungguh ibu-ibu ini bak malaikat penolong karena akhirnya saya bisa makan dan sejenak punya teman berbincang 🥳. Saya sampai berseloroh \"terima kasih ya Bu, \u003Ci\u003Ealways listening always understanding,\u003C\/i\u003E haha.\"\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EIbu yang lain juga Allah hadirkan dalam wujud berbeda, baik hati sekali beliau karena mau dimintai tolong belanja keperluan apa-apa yang sedang kami butuhkan.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EYang lain lagi, yang lain lagi, yang lain lagi. Wah banyak sekali. 😘Saya juga sampai tidak bisa mengingat bahwa Allah melimpahi saya tetangga yang siap antar jaga ☺️. Membantu banyak sekali keperluan di rumah.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003ETadinya saya pikir, keluarga paling terdekat di perantauan adalah teman-teman kantor, mereka yang delapan jam sehari membersamai.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003ETadinya saya pikir, orang-orang yang akan datang menolong, memberikan pundak, memberikan semangat, memberikan perhatian,\u0026nbsp; menyampaikan doa-doa adalah hanya kawan-kawan yang selama ini satu rumah dalam pekerjaan, dalam rapat-rapat rutinan, dalam kerja-kerja yang seringkali tak mengenal jadwal.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003ENamun subhanallah, Allah jauh lebih sayang. Selain \"keluarga kantor\", dilimpahkannya keluarga kecil kami di perantauan ini \"keluarga perantauan\" lain yang sedemikian perhatiannya. 🥺 Menemani bahkan tanpa dimintai. 🥺 Padahal bertemu dan saling bersapa pun jarang-jarang. Membersamai, mungkin dapat diukur dengan hitungan jari. Tentu tak setiap hari. Apalagi di masa pandemi ini. 🙂\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EMereka yang sangat antusias menanyakan kabar, siap dimintai tolong kapan pun dibutuhkan (meski tentu tak saya lakukan).\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003ESampai-sampai saya berpikir, ya Allah jika suatu ketika terjadi apa-apa, insyaallah saya tidak akan sendiri, ada banyak keluarga di perantauan.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EMasyaallah, sampai ingin menangis rasanya menuliskan ini. 🥺\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EBenar kata Allah, bahwa Allah sesuai prasangka hambanya. PRASANGKA ini yang senantiasa harus kita jaga dalam keadaan positif. Untuk seorang muslim, tidak ada kekhawatiran terhadap apa pun yang dialami di dunia. Sebab di mata mukmin, semua ini fana, ilusi semata.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EKita diberi dua senjata. Sabar saat diuji, syukur saat nikmat terlimpahi.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003ETakut boleh, khawatir boleh, sedih boleh, namun tidak boleh berlebihan, sesuaikan porsi.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EKeadaan pandemi ini memang sangat berpotensi menambah kacau pikiran. Untuk itu, Jauh sebelum gelombang kedua ini terjadi, saya sudah menutup hampir semua kanal yang menaikkan level kekhawatiran saya.\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003ESaya harus menjaga diri \"sesuai porsi\" karena saya masih punya dua bayi yang harus disusui.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EPikiran saya harus sehat, raga saya tak boleh sedikit pun tumbang karena saya punya dua nyawa, dua jiwa yang tumbuh kembangnya masih sangat bergantung pada saya.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EAduhai! Tanpa memikirkan covid saja, pikiran saya sudah penuh. Selain amanah pekerjaan dan amanah besar sebagai ibu, saya sudah tak sanggup memikul beban pikiran yang lain.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003ESudah, sabar-syukur-ikhlaskan- lepaskan, demikian rumus yang selalu saya andalkan terhadap apa-apa yang sekiranya tak layak dipikirkan dalam-dalam.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EIngatlah bahwa apa-apa yang dikhawatirkan itulah yang akan terjadi.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EIngat kisah ini:\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003ESuatu hari Rasulullah sallallahu'alaihi wasallam menjenguk orang yang sedang sakit demam. Beliau menghiburnya dan membesarkan hati orang tersebut. Beliau berkata: \"Semoga penyakitmu ini menjadi penawar dosamu.\"\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EOrang itu menjawab : \"Tapi ini demam yang mendidih, yang menimpa orang tua yang sudah peot, yang bisa menyeretnya ke lubang kubur.\"\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EMendengar keluhan orang itu, Rasulullah sallallahu'alaihi wasallam berkata: \"Kalau demikian anggapanmu, maka itulah yang akan terjadi\" (HR.Ibnu Majah).\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003ESaban hari, selalu saja ada kabar silih berganti, dari sahabat-sahabat terdekat. Saya menghubungi sebagiannya yang dikenali secara pribadi, satu persatu.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EBanyak yang sedang berjuang akhir-akhir ini. Kondisi negeri sedang tidak baik-baik saja. Untuk semua yang saat ini sedang berjuang sembuh, ingatlah kami selalu mendoakan.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003ESemoga selalu berlimpah kebaikan. Semoga selalu berlimpah kesehatan dan keberkahan.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003ETerus saling jaga, saling menyemangati, saling mengingatkan. ❤️\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EIngat untuk terus menjaga pikiran. Pikirkan yang baik-baik. Tetaplah positif.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E\"Barangsiapa yang ridha, maka keridhaan itu untuknya. Barangsiapa mengeluh, maka keluhan itu akan menjadi miliknya\" (HR. At-Tirmidzi).\u003C\/p\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/p\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.istikmalia.com\/feeds\/7633739934994581621\/comments\/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.istikmalia.com\/2021\/07\/lintasan-lintasan-pikiran-yang-membuat.html#comment-form","title":"2 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/6349234979534096525\/posts\/default\/7633739934994581621"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/6349234979534096525\/posts\/default\/7633739934994581621"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.istikmalia.com\/2021\/07\/lintasan-lintasan-pikiran-yang-membuat.html","title":"Lintasan-lintasan Pikiran yang Membuat Kita Tak Lagi Jernih Menilai "}],"author":[{"name":{"$t":"Nurin Ainistikmalia"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08183594824041242202"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"21","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEj29Cwy-Bsaqoobn2YPNgbmI4LY3WEa_qsnjcY4kBgeRaC9b9kxHuhzr5-sElEFXhUy0GdSRYq538GaX1DXhRZ8G0JMPzLXfDjz3afRYjqRfzgW_DyNXwFFv8MV3fq6Zw\/s113\/DSC02185.JPG"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-YrQHKRsOhWg\/YOJXPBsNW_I\/AAAAAAAAHNw\/7ETZOdkGFpwymd72Gc0PfmRE-CsFfhx_QCLcBGAsYHQ\/s72-w640-h640-c\/Kiriman%2BInstagram%2BUcapan%2BUlang%2BTahun%2BIlustrasi%2BWarna%2BWarni.png","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"2"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-6349234979534096525.post-1467429386581335465"},"published":{"$t":"2021-07-04T02:09:00.007+07:00"},"updated":{"$t":"2021-07-04T02:14:15.088+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Celoteh"}],"title":{"type":"text","$t":"Mencari Tahu, adalah Modal Dasar Mendapatkan Ilmu"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-Bu_wVh8zU_Y\/YOC0rTYYvsI\/AAAAAAAAHNc\/gIV9SBOpZGUSudAq8ySheRCPQsPDTJ7dgCLcBGAsYHQ\/s2048\/IMG_20210702_235212.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"2048\" data-original-width=\"2048\" height=\"320\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-Bu_wVh8zU_Y\/YOC0rTYYvsI\/AAAAAAAAHNc\/gIV9SBOpZGUSudAq8ySheRCPQsPDTJ7dgCLcBGAsYHQ\/s320\/IMG_20210702_235212.jpg\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EBismillahirrahmanirrahim.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003ESetelah saya menulis celotehan pagi lalu di sini,\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/www.istikmalia.com\/2021\/07\/kesiapan-menghadapi-hal-yang-tak-pasti.html?m=1\" target=\"_blank\"\u003EKesiapan Menghadapi Hal Yang Tak Pasti\u0026nbsp;\u003C\/a\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EYang isinya agak terlalu 'mendayu-dayu' 😅 terbawa suasana hati. Pagi ini saya mulai sibuk dengan MENCARI TAHU.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EAlhamdulillah tadi pagi kami sudah membawa pulang Alfath keluar dari RS, (lagi-lagi) dengan surat pernyataan persetujuan penolakan infus yang harus saya tanda tangani setelah jarum sebelumnya membuat pergelangan tangannya bengkak dan tangisnya yang meronta-ronta menahan rasa tidak nyaman.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003ESeperti yang saya utarakan sebelumnya, sebulan lalu saya masih \"tega\" mengikuti saran dokter untuk melanjutkan pemasangan infus, gonta ganti tangan, posisi, termasuk untuk keperluan ambil darah hingga sebelas kali tusukan, walaupun berakhir dengan tanda tangan surat penolakan pemasangan juga.\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EKali ini entah, perasaan saya dan suami sama: \"sudah, cukup satu kali saja.\" Dibarengi dengan melihat perkembangan kondisi Alfath yang sudah tidak demam dan muntah. Alhamdulillah, permohonan pulang di acc oleh dokter.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003ESuasana ruang perawatan anak lebih ramai dibandingkan saat Alfath dirawat sebelumnya. Menimbang kejadian bulan lalu saat saya membawa Althaf serta, dan akhirnya Althaf tumbang karena tertular virus di Rumah Sakit, lalu menjadi berkepanjangan karena menularkan kembali ke Alfath, begitu seterusnya bak lingkaran yang tak punya tepi. Untuk yang saat ini, saya memutuskan tidak membawanya ikut, saya yang mengalah bolak balik pulang ke rumah untuk menyusuinya, dan tentu ini menjadi bahan pertimbangan saya untuk segera keluar dari RS karena saya menjadi tidak tenang memikirkan dua bayi yang terpisah jarak.\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003ESempat saya berniat menyimpankan susu perah untuknya, rupanya tak sempatlah itu 'pumping-pumping' karena Alfath menempel terus bak perangko lengket di atas amplop. 😄 Ia senang sekali berbaring telentang di atas dada saya.\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EJadi saat ada waktu ia terlelap, saya buru-buru secepat guntur 😅 segera pulang ke rumah menemui Althaf dengan ritual 'mandi-ganti baju' dulu lalu sekilat cahaya 😅 segera kembali lagi ke RS. Alhamdulillah ternyata bisa, Mahakuasa Allah yang memudahkan segala prosesnya.\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EUntuk pertama kalinya saya juga membekali Althaf susu kambing, haha. Ibu ini khawatir saja kalau-kalau tidak bisa segera pulang di jam menyusuinya, ternyata di mana ada niat di situ Allah berikan jalan. Susu kambingnya tetap diminum, selama saya di RS hanya sempat dibuatkan satu gelas. Di luar prediksi, menyusuinya juga tetap lancar Alhamdulillah.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EOh ya, kembali pada bahasan MENCARI TAHU.\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EPagi ini saya mulai mencari faktor WHY-nya, \u003Ci\u003Esebab melownya tidak boleh lama-lama, besok sudah Senin lagi dan masuk kerja, 😆\u003C\/i\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EJujur, mendapati anak tiba-tiba demam tinggi mendekati 40 itu menimbulkan efek trauma. Terlebih jika mengingat riwayat kejangnya.\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EPertama tentu menggunakan insting sebagai seorang ibu.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EDari hasil lab, menunjukkan adanya infeksi. Tidak jauh berbeda dengan hasil lab bulan lalu, hbnya rendah sekali, 8 dari normal bayi laki-laki usia 1-2 tahun yang harusnya di angka 11. Hasil ini tidak jauh berbeda dengan saat Althaf dirawat juga, hb di 8.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003ESaya agak menduga, -karena dokter anak juga tidak meresepkan tambahan suplemen zat besi apa pun dan selow saja- mengarah ke ADB kategori sedang.\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EMemang secara fisik saat ini masih terpantau baik, KMS masih oke. Tapi demikian mudahnya bolak balik terinfeksi, dan tiba-tiba bisa demam tinggi tanpa gejala apa-apa sebelumnya mencirikan ini. Wallahualam.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EPasti saya tidak akan 'menyimpulkan sendiri', konsultasi medis tetap diperlukan setelah ini. Bijaknya, mungkin saya perlu 'second opinion', tapi dengan kondisi peningkatan kasus covid ini sudah pasti saya tidak bisa ke mana-mana. Jadi urungkan saja niat ini. Fyi, baru ada satu dokter anak di tempat saya tinggal.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EIkhtiar yang bisa dilakukan adalah menjaga asupan nutrisi terutama untuk meningkatkan Hb. Saat perawatan bulan lalu, diberi resep suplemen zat besi, kali ini tidak ada pastinya dokter anak yang merawat Alfath sudah sangat mempertimbangkan. Hanya saya merasa, hbnya kok gak naik-naik ya dari bulan lalu.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EPagi ini KEKEPOAN saya juga sampai merambah ke mana-mana 🤭. Jadi nyasar ke blog buibuk dengan pengalamannya berjuang dengan anaknya yang ADB kategori ringan. Alhamdulillah kepo berfaedah 😅 karena saya jadi tahu skoring jenis ADB berdasarkan hasil lab. Saya juga jadi tahu mengenai macam-macam ADB yang tidak boleh di anggap angin lalu begitu saja.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003ESaya juga mulai mengevaluasi ke belakang sampai masa pra hamil. Insyaallah ikhtiar mencukupi nutrisi sudah di tahap paling optimal dari saya, hasil akhir hingga hari ini tentu ada garis tangan Allah di sana.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003ESelain itu, tentu saya sadar, barangkali masih banyak selipan dosa dan perbuatan yang menggelincirkan dan terpetik hasilnya hari ini.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EBismillah, semoga bekal mencari tahu ini menjadikan saya semakin dekat dengan sumber ilmu. Agar saya tahu 'why'nya karena saya tidak puas hanya dengan kalimat 'anak-anak memang gitu, gampang sakit'.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EDan tentu, agar saya menjadi lebih siap menghadapinya.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EBismillah, tetap positif dengan segala kemungkinan yang ada. ❤️\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/p\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.istikmalia.com\/feeds\/1467429386581335465\/comments\/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.istikmalia.com\/2021\/07\/mencari-tahu-adalah-modal-dasar-mendapatkan-ilmu.html#comment-form","title":"0 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/6349234979534096525\/posts\/default\/1467429386581335465"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/6349234979534096525\/posts\/default\/1467429386581335465"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.istikmalia.com\/2021\/07\/mencari-tahu-adalah-modal-dasar-mendapatkan-ilmu.html","title":"Mencari Tahu, adalah Modal Dasar Mendapatkan Ilmu"}],"author":[{"name":{"$t":"Nurin Ainistikmalia"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08183594824041242202"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"21","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEj29Cwy-Bsaqoobn2YPNgbmI4LY3WEa_qsnjcY4kBgeRaC9b9kxHuhzr5-sElEFXhUy0GdSRYq538GaX1DXhRZ8G0JMPzLXfDjz3afRYjqRfzgW_DyNXwFFv8MV3fq6Zw\/s113\/DSC02185.JPG"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-Bu_wVh8zU_Y\/YOC0rTYYvsI\/AAAAAAAAHNc\/gIV9SBOpZGUSudAq8ySheRCPQsPDTJ7dgCLcBGAsYHQ\/s72-c\/IMG_20210702_235212.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-6349234979534096525.post-7049628025494693240"},"published":{"$t":"2021-07-02T23:52:00.001+07:00"},"updated":{"$t":"2021-07-02T23:52:40.728+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Celoteh"}],"title":{"type":"text","$t":"Kesiapan Menghadapi Hal Yang Tak Pasti"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cp\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-gbP5yWvx09I\/YN82RDr3sZI\/AAAAAAAAHNQ\/Y-s3YVTz6OcXdmQ-prxCHtQjC87TvgwCgCLcBGAsYHQ\/s2048\/IMG_20210702_235212.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"2048\" data-original-width=\"2048\" height=\"320\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-gbP5yWvx09I\/YN82RDr3sZI\/AAAAAAAAHNQ\/Y-s3YVTz6OcXdmQ-prxCHtQjC87TvgwCgCLcBGAsYHQ\/s320\/IMG_20210702_235212.jpg\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003EBismillahirrahmanirrahim.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cp\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EPukul dua pagi, saya meraba badan Alfath. Suhu tubuhnya meninggi. Kedua bayi kembar saya memang terbiasa bergantian menyusu sembari tidur. Mereka ada di kanan kiri saya, sehingga siapa pun dari mereka yang terbangun dan ingin menyusu, saya menjadi lebih mudah menggapainya.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003ESaya segera berinisiatif mengambil termometer, lamat saya ingat jika sebulan lalu suhu 38 sudah mampu membuatnya kejang dan tidak sadar diri. Kali ini, suhu panasnya pun mencapai ambang batas itu. Saya segera memberinya penurun panas, lalu melanjutkan proses menyusui untuk menenangkan dan memberinya rasa nyaman.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003ESelang kurang lebih satu jam, Alfath tiba-tiba terduduk dari tidur, dan \"...byur ...\" muntah begitu saja di atas kasur.\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EPanasnya semakin tinggi, muntahnya juga sudah lebih dari sekali. Sejak muntah pertama, saya segera menyampaikan kepada suami untuk lekas membawanya ke IGD, namun karena waktu mendekati Subuh, diputuskan untuk menunggu perkembangan keadaan.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EPerasaan saya tidak menentu. Biasanya saya menjadi perempuan yang tahan di dalam situasi apa pun, tetapi kali ini rasanya pertahanan saya luluh.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EEntah hendak menangisi apa, tapi rasa-rasanya saya belum siap menghadapi hal yang tak pasti. Mungkin saya lelah karena beberapa malam ini dan \"malam kejadian tiba-tiba\" ini tidak tidur. Mungkin juga saya terkejut karena bayi saya yang sangat ceria bahkan jelang tidurnya masih bercanda suka cita dengan saudaranya, mendadak dalam keadaan lemah, panas tinggi, muntah dan tangisannya yang menyayat hati.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003ESaya kemudian mendapati bahwa hati saya sedang tidak baik-baik saja menghadapi hari ini. 🥺\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003ESaya melayangkan tanya pada Allah, \"ya Rabb apalagi ini.\" Getir saya ingin tambahkan tanya tersebut dengan, \"belum cukup ya Rabb dua bulan ini berjibaku dengan jarum infus, aroma rumah sakit, obat-obatan, dan harap cemas akan kesehatan bayi-bayi yang silih berganti terganggu.\"\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003ESaya menangis saat menuliskan ini, saya lemah sekali, saya hamba, yang sedang menuturkan perasaan \"tak kuasanya\" pada Sang Mahakuasa.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003ESungguh, tak kuasa saya menyaksikan putra kami berjuang kembali. Saya tak tega melihatnya sakit lagi.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003ESeusai Subuh pun, kami bersegera membawanya ke IGD. Beberapa kali Alfath masih muntah. Suhu tubuhnya juga sudah melebihi 39, hampir 40.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003ETangisnya jangan ditanya, ia baru akan terdiam saat berada dalam posisi digendong saja.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003ESebelum ini, sebulan terakhir saya masih kuat menemaninya berjuang hingga sebelas kali tusukan jarum. Kali ini getir sekali rasanya, \"cukup Nak, cukup! Satu kali ini semoga yang terakhir.\"\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003ESeperti ini mungkin perasaan yang dialami orang tua yang terus berjuang untuk kesehatan putra-putrinya. 🥺\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EYa Rabb, sungguh saya tak memiliki kesiapan untuk menghadapi hal yang tak pasti, seperti hari ini. 😭\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003ERasanya ingin sekali menghambur ke pelukan ibu. 🥺\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003ESebuah ucapan doa yang mendarat melalui pesan singkat di gawai saya \"semoga lekas pulih ya Mbak\" menjadi oase yang menyejukkan, menguatkan di saat-saat seperti ini.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EAda banyak kenalan, ada banyak saudara di perantauan, ada banyak keluarga baru. Diantaranya ada yang dekat, ada yang peduli, ada yang empati. Sungguh keberadaan mereka dengan hanya menanyakan kabar dan mengetikkan doa sangat membantu.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003ETerima kasih untuk orang-orang baik. Terima kasih untuk yang dua bulan terakhir ini banyak membantu. Yang tanpa diminta datang menjenguk dan menemani.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003ESungguh sangat berarti di saat saya membutuhkan teman sebagai penjaga pengganti. Juga kepada semua perawat dan dokter yang sangat tulus melayani.\u0026nbsp;Saya bersaksi atas kebaikan kalian semua.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003ESaya menuliskan catatan ini sebagai pengingat, ditambah kalimat Teh Febi tadi pagi yang sungguh menyayat, \"setiap yang terjadi itu adalah rezeki, syukuri karena kita tidak tahu peristiwa mana yang akan menjadi terakhir kali.\"\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003ESembari mengeluarkan semua isi hati, saya haturkan banyak pinta kepada Rabb semesta.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E\"Duhai Tuhan penggenggam setiap jiwa, jaga anak keturunan kami. Panjangkan usia mereka dalam ketaatan. Dekatkan mereka dengan yang halal. Jauhkan mereka dari yang haram. Sampaikan mereka kepada lingkungan baik yang memberikan limpahan cinta dan kasih sayang. Jadikan anak keturunan kami pewaris, penerus para Nabi. \"\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EYa Rabb, ampuni kami yang penuh dosa. Berikan kami kekuatan untuk senantiasa percaya dan husnuzan terhadap semua ketetapanMu.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EBeri saya hati yang lapang dan kesiapan terhadap semua hal yang tak pasti dan tak mampu kami prediksi.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E~\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/p\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.istikmalia.com\/feeds\/7049628025494693240\/comments\/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.istikmalia.com\/2021\/07\/kesiapan-menghadapi-hal-yang-tak-pasti.html#comment-form","title":"0 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/6349234979534096525\/posts\/default\/7049628025494693240"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/6349234979534096525\/posts\/default\/7049628025494693240"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.istikmalia.com\/2021\/07\/kesiapan-menghadapi-hal-yang-tak-pasti.html","title":"Kesiapan Menghadapi Hal Yang Tak Pasti"}],"author":[{"name":{"$t":"Nurin Ainistikmalia"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08183594824041242202"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"21","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEj29Cwy-Bsaqoobn2YPNgbmI4LY3WEa_qsnjcY4kBgeRaC9b9kxHuhzr5-sElEFXhUy0GdSRYq538GaX1DXhRZ8G0JMPzLXfDjz3afRYjqRfzgW_DyNXwFFv8MV3fq6Zw\/s113\/DSC02185.JPG"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-gbP5yWvx09I\/YN82RDr3sZI\/AAAAAAAAHNQ\/Y-s3YVTz6OcXdmQ-prxCHtQjC87TvgwCgCLcBGAsYHQ\/s72-c\/IMG_20210702_235212.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-6349234979534096525.post-1227393465065038974"},"published":{"$t":"2021-05-20T14:46:00.004+07:00"},"updated":{"$t":"2021-05-21T22:36:56.844+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Parenting"}],"title":{"type":"text","$t":"Pengalaman Tetap Menyusui Eksklusif Bayi Kembar Saat Ibu Kembali Bekerja"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/--FnK1BZiQqw\/YKYS8rVG35I\/AAAAAAAAHJ4\/0jejcY4APX4TOsFguGfYcGdemJwFxWR3wCLcBGAsYHQ\/s1080\/Sukses%2Bmenyusui%2Beksklusif%2Bbayi%2Bkembar.png\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"1080\" data-original-width=\"1080\" height=\"640\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/--FnK1BZiQqw\/YKYS8rVG35I\/AAAAAAAAHJ4\/0jejcY4APX4TOsFguGfYcGdemJwFxWR3wCLcBGAsYHQ\/w640-h640\/Sukses%2Bmenyusui%2Beksklusif%2Bbayi%2Bkembar.png\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EBismillahirrahmanirrahim.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EAlhamdulillah, akhirnya bisa pegang laptop lagi dan melanjutkan postingan sebelumnya mengenai \u003Ca href=\"https:\/\/www.istikmalia.com\/2021\/03\/sukses-menyusui-bayi-kembar.html\" target=\"_blank\"\u003Emenyusui bayi kembar usai persalinan\u003C\/a\u003E. 😄\u003Cbr \/\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003ESeperti ibu-ibu pekerja yang masa cuti bersalinnya akan berakhir, 😝 saya pun merasakan keresahan mengenai pemenuhan penyusuan bayi saya, apalagi ini bayinya ada dua. Ditambah kenyataan bahwa saya tidak pernah perah-perah, apalagi simpan-simpan stok sebagaimana lazimnya ibu yang akan persiapan masuk kantor.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EBayi-bayi saya alhamdulillah atas seizin Allah \u003Cspan style=\"font-size: x-large;\"\u003E\u003Cb\u003Emenyusui ekslusif \u003C\/b\u003E\u003C\/span\u003Elangsung dari sumbernya. 🙈 Kondisi saya saat cuti bersalin sedang di Bandung, sementara tempat tugas saya ada di Kabupaten Tana Tidung, Kaltara. Mendekati hari masuk kantor, kami tidak memutuskan kembali jauh-jauh hari, justru kami kembali ke tempat tugas mendekati hari H. Kami sampai di tempat tugas hari ini, besoknya sudah terhitung hari kerja. Alhamdulillah waktu itu terbantu dengan pemberian WFH selama dua pekan masa karantina, sehingga saya dan bayi-bayi dapat beradaptasi di tempat baru terlebih dahulu, sembari memikirkan bagaimana nasib persusuan. 🙈\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EBoleh baca: \u003Ca href=\"https:\/\/www.istikmalia.com\/2020\/08\/pengalaman-trik-menyusui-bayi-kembar-3-bulan-saat-travelling-di-musim-pandemi.html\" target=\"_blank\"\u003ETrik Menyusui Bayi Kembar Saat Travelling di Musim Pandemi\u003C\/a\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EKetika masa wfh dua pekan tersebut, \u003Cspan style=\"color: #ffa400;\"\u003E\u003Cspan style=\"color: black;\"\u003E\u003Cspan style=\"background-color: #ffa400;\"\u003Esaya memperbanyak doa, senjata utama seorang muslim\u003C\/span\u003E\u003C\/span\u003E.\u003C\/span\u003E Jujur, saya belum punya bayangan nanti bagaimana dan seperti apa. Saya tidak memiliki gambaran nanti saat saya sudah wfo, bagaimana cara menyusuinya. Namun, keyakinan saya masih sama, insyaallah saya bisa menyusui si kembar hingga tuntas dua tahun.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003ESelain itu, saya juga belum ada bayangan siapa pengasuh si kembar ketika nanti sudah aktif masuk kerja. Kami kembali ke Kaltara, hanya berdua suami dan anak-anak saja. Luar biasa pokoknya mah, semua \u003Cb\u003Etawakkal ilallah \u003C\/b\u003E😀, yakin nanti Allah akan memberi jalan, dan Allah yang akan mencukupkan. 🙈. Alhamdulillah terbantu juga dengan status suami yang masih tugas belajar selama dua bulan (saat saya masuk kerja), jadi selama dua bulan itu praktis bayi-bayi ya diasuh ekslusif bersama buyanya saat saya ke kantor. 😄😘\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003ELalu di masa-masa belum punya arah pandangan itu, Allah datangkan sahabat-sahabat ASN saya yang berkisah tentang kesuksesan mereka full menyusui langsung hingga dua tahun. Status ibu bekerja sama sekali tidak mengurangi kesempatan menyempurnakan ibadah menyusui sesuai dengan apa yang Allah perintahkan di dalam Al-Quran. Salah satu dari mereka adalah Mbak Siti Subaidah, yang ketiga anaknya full menyusui langsung. Beliau banyak memberikan saya saran, masukan, semangat, dan dorongan bahwa insyaallah saya pun bisa.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EWaktu itu, jujur, saya belum kebayang gimana wujudnya, 😅 masih menyangkal, \"ah, mereka mah bisa-bisa aja, kan bayinya satu, la ini gimana bayinya dua,\" astaghfirullah. 🙈 Apalagi kondisi saya waktu itu masih berurusan dengan keluhan setelah melahirkan, di mana saya tidak mampu duduk dalam waktu lama, sehingga otomatis bayi-bayi selalu saya upayakan menyusui satu-satu, agar bisa saya lakukan sembari berbaring.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003ESiraman semangat juga datang dari Ustazah Hujrah Rafi'ah yang menyampaikan bahwa insyaallah pasti mampu dan dimampukan, sembari memberi contoh ASN yang telah sukses mempraktikkannya.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EDari situ, keyakinan saya menguat kembali. Bismillah, saya yakin dengan ayat perintah Allah, dan insyaallah mampu menunaikannya.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EMasyaallah, keyakinan dan niat ini pada akhirnya memberi jalan kemudahan dan tuntunan. Untuk itu, pengalaman ini saya tuliskan, mudah-mudahan juga menularkan semangat yang sama pada ibu-ibu pekerja di luar sana. Mohon izinkan saya menyampaikan kalimat ini, \"jika saya dengan dua bayi, dengan segenap ketidaksempurnaan kondisi fisik dimampukan, insyaallah dengan satu bayi akan sangat mampu.\" 🙏 Mudah-mudahan \u003Ci\u003Esharing \u003C\/i\u003Eringan dari saya ini memberi suntikan semangat untuk menyempurnakan penyusuan ya ibu-ibu semua. 😘🙏\u003Cbr \/\u003E\u003C\/p\u003E\u003Ch1 style=\"text-align: justify;\"\u003EKeyakinan dan Doa\u003C\/h1\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003ETentu saja, dua hal inilah yang paling utama. \u003Cb\u003EKeyakinan dan doa\u003C\/b\u003E. Keyakinan ini didasari keimanan, dipupuk dengan ilmu pengetahuan dan wawasan. Berbagai jurnal ilmiah dan pakar ilmu kesehatan jika teman-teman ingin ubek-ubek, sepakat bahwa penyusuan yang terbaik adalah menyusui langsung dari payudara ibu. Ada dua hal yang akan didapat dari proses menyusui ini (atau yang biasa dikenal dengan istilah DBF\/\u003Ci\u003Edirect breastfeeding\u003C\/i\u003E) yakni ASI sebagai sebagai sebaik-baik asupan bayi, dan stimulasi. Stimulasi ini panjang sekali rentetannya, ya ke motorik, ya ke perkembangan otak, kecerdasan, hingga pembentukan karakter dan perasaan. Stimulasi ini tidak akan di dapatkan selain dari proses menyusui DBF.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003EAir liur bayi juga memiliki desain sempurna untuk proses \u003Ci\u003Edemand-supply\u003C\/i\u003E ASI. Jika kita pelajari lebih dalam, maka kita akan menemukan bahwa perintah untuk menyempurnakan hingga dua tahun itu memiliki filosofi dan landasan ilmiah yang mendalam.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Ch1 style=\"text-align: justify;\"\u003EDukungan\u003C\/h1\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-size: small;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003ESaat saya menuliskan ini, alhamdulillah perjalanan menyusui sudah saya jalani selama 13 bulan. Kalau saya pikirkan lagi ke belakang \u003Ci\u003E(flashback), \u003C\/i\u003Esaya juga punya perasaan tersendiri, agak bergidik, kok bisa ya? 🙈.\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003ENah di dalam keyakinan saya, doa itu seperti perisai yang utama. Doa Nabi Nuh selalu tak luput dari lisan, saya meminta kepada Allah ditunjukkan tempat terbaik, disandarkan pada lingkungan yang mendukung. Dan alhamdulillah, Allah Mahakuasa dan pembolak balik hati ini, tiba-tiba membelokkan hati kami untuk yakin tetap mengabdi di tempat tugas sebelumnya.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EAlhamdulillah mendapatkan dukungan pimpinan dan teman-teman kerja untuk menyusui. Seperti kita ketahui, meskipun hak menyusui sudah diatur oleh undang-undang, tidak semua ibu pekerja mendapakan kemudahan untuk melakukannya.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EJadi sekali lagi ya, pokoknya apa-apa ya doa doa dan doa. 😆.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003ESaya memohon izin untuk menyusui satu kali pada jam kerja. Fyi, ini saya rada males ngubek-ubek undang-undang, teman-teman gugling sendiri saja ya. 🙈 Intinya mah, sebagai ibu menyusui, kita punya hak untuk menyusui pada jam kerja, dan itu tidak dianggap mengurangi jam kerja.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003ETapi ... tapi ya tetep we, di luar jam kerja, seringkali malam saya begadang kembali menyelesaikan tenggat pekerjaan di masa sedang banyak deadline, atau menggunakan hari libur. 😄 Ikhtiar semaksimal mungkin agar performa dalam amanah pekerjaan tetap oke.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Ch1\u003EMendisiplinkan Bayi\u003C\/h1\u003E\u003Cdiv\u003EWaduh bahasanya ya, (((mendisiplinkan))). 😂\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003EOleh karena saya punya dua bayi, dan saya tetap ingin full dbf meski bekerja, maka saya mencoba menemukan resep formula (duh udah kayak mau bikin kue ya mak 😁), bagaimana agar jadwal menyusui kedua bayi saya bisa menyesuaikan dengan jam kerja.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003EYang pertama saya lakukan tentu saja adalah, menyamakan jadwal kedua bayi, terutama jadwal lapar dan jadwal tidur. Ini mudah dilakukan jika saya bisa aktif \u003Ci\u003Etandem nursing. \u003C\/i\u003EBerhubung saya tidak kuat duduk lama-lama, bismillah susuin satu-satu gantian, dalam waktu berdekatan.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003ESimulasi penjadwalan menyusui ini saya dapatkan juga hasil coba-coba, menyesuaikan tingkat kenyamanan saya dan bayi-bayi. Alhamdulillah terbantu dengan jadwal jam kantor selama pandemi yang bisa memilih dua waktu, masuk pukul 07.30 s.d 14.30, atau pukul 09.00 s.d 16.00.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cb\u003ESebenarnya, yang terbaik ya tetap susui bayi sesuai permintaan bayi. \u003C\/b\u003EBerhubung bekerja, maka ikhtiar yang saya lakukan adalah menjadwal waktu menyusui, dengan menggunakan rumus bayi butuh menyusui maksimal dua jam sekali. \u003Ci\u003ESounding \u003C\/i\u003Ekepada bayi-bayi juga aktif saya lakukan. Saya sampaikan kepada bayi-bayi, \"Nak, kalau nanti di luar jam kerja, menyusuinya bebas ya Nak, semau-maunya,\" otomatis ya Bun, teng saya pulang kantor sampai tengah malam, duo bayi saya mengganas menyusunya 😂, nempeeel terus maunya nyusu. Alhamdulillah selama saya sudah di rumah, full waktu saya untuk mereka, jadi ya bayi-bayi bisa bebas minta kapan saja.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003EIni jadwal menyusui saat usia 3-6 bulan (saya memilih jam masuk kantor 07.30 - 14.30)\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cul\u003E\u003Cli\u003E06.00 - 07.00 : menyusui, biasanya saya susui sampai mereka tertidur. Jadi saat saya ke kantor mereka pulas.\u003C\/li\u003E\u003C\/ul\u003E\u003Cul\u003E\u003Cli\u003E07.00 - 09.00 : kantor. Pukul 08.30 biasanya mereka terbangun. Buyanya mengajak mereka bermain sampai saya kembali pukul 09.00.\u0026nbsp;\u003C\/li\u003E\u003C\/ul\u003E\u003Cul\u003E\u003Cli\u003E\u003Cb\u003E09.00 - 10.00\u0026nbsp; \u0026nbsp;:\u0026nbsp; menyusui,\u003C\/b\u003E di sini mereka disusui sampai tidur kembali.\u0026nbsp;\u003C\/li\u003E\u003C\/ul\u003E\u003Cul\u003E\u003Cli\u003E10.00 - 12.00\u0026nbsp; \u0026nbsp;:\u0026nbsp; kantor.\u0026nbsp;\u003C\/li\u003E\u003C\/ul\u003E\u003Cul\u003E\u003Cli\u003E12.00 - 13.00\u0026nbsp; \u0026nbsp;:\u0026nbsp; menyusui sampai tidur.\u003C\/li\u003E\u003C\/ul\u003E\u003Cul\u003E\u003Cli\u003E14.30\u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp;:\u0026nbsp; pulang kantor. Mereka bebas menyusui sesuka hati.\u0026nbsp;\u003C\/li\u003E\u003C\/ul\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003EYang saya \u003Cb\u003Ebold \u003C\/b\u003Eitu adalah rentang waktu saya mohon izin untuk menyusui. Apakah selalu satu jam? tidak juga. Terkadang 30 menit, kadang 45 menit, pernah juga hanya 15 menit. Tergantung maunya bayi. Tapi paling lama ya satu jam. Jarang lebih dari itu.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003EApakah selalu efektif dengan jam tersebut? tidak juga. Terkadang 08.30 sudah ada yang nangis lapar, ya saya pun pulang menyusui. Saat itu terjadi, ya saya juga langsung menyusui sekalian bayi satunya lagi. Jadwal fleksibel di awalnya. Namun lama kelamaan karena bayi-bayi saya biasakan memiliki jam tidur yang sama, maka mereka pun akan punya kebiasaan bangun di waktu yang sama, lapar juga di waktu yang sama. Ini sangat membantu saya mengurus mereka.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cdiv\u003EIni jadwal menyusui saat masuk usia mpasi \u0026gt;6 bulan (saya memilih jam masuk kantor 09.00 - 16.00).\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cul\u003E\u003Cli\u003E06.00 - 06.30\u0026nbsp; \u0026nbsp;: menyusui\u003C\/li\u003E\u003C\/ul\u003E\u003Cul\u003E\u003Cli\u003E06.30 - 07.30\u0026nbsp; :\u0026nbsp; sarapan pagi, mandi, dll\u003C\/li\u003E\u003C\/ul\u003E\u003Cul\u003E\u003Cli\u003E07.30 - 08.45\u0026nbsp; :\u0026nbsp;\u0026nbsp;menyusui,\u0026nbsp;sampai mereka tertidur.\u003C\/li\u003E\u003C\/ul\u003E\u003Cul\u003E\u003Cli\u003E09.00 - 12.00\u0026nbsp; \u0026nbsp;:\u0026nbsp; kantor. Bayi-bayi akan bangun pukul 11.00, lanjut snack - bermain- makan siang bersih-bersih sampai pukul 12.00\u003C\/li\u003E\u003C\/ul\u003E\u003Cul\u003E\u003Cli\u003E12.00 - 13.30\u0026nbsp;\u003Cb\u003E \u0026nbsp;\u003C\/b\u003E:\u0026nbsp; menyusui sampai tidur.\u0026nbsp;\u003C\/li\u003E\u003C\/ul\u003E\u003Cul\u003E\u003Cli\u003E16.00\u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp; \u0026nbsp;:\u0026nbsp; pulang kantor. Di masa mpasi saya sudah bisa pulang kantor lewat dari 16.00. Bayi-bayi biasanya bangun pukul 15.30, dilanjutkan makan sore dan mandi. Saat saya pulang, biasanya mereka masih asyik bermain. Saya masih sempat mandi dan salat. Lalu dilanjutkan sesi menyusui.\u0026nbsp;\u003C\/li\u003E\u003C\/ul\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003EDi masa bayi-bayi mpasi, terlihat lebih longgar, dan alhamdulillah nyaris tidak ada lagi izin keluar. Alhamdulillah aman terkendali, yang penting\u003Cb\u003E tenggo. \u003C\/b\u003ETeng langsung go. 😄\u003C\/div\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003EDi masa ini bayi-bayi juga sudah lebih aktif, banyak bermain, banyak makan, banyak minum. Menyusu juga masih kuat, hanya waktunya sudah lebih longgar karena ada makan dan minum. 😘\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003EOh ya jadwal-jadwal di atas, adalah jadwal saya dan bayi-bayi saya, bisa jadi berbeda ya, nanti bisa disesuaikan setelah coba-coba mana yang cocok untuk bayinya. Cari yang sama-sama nyaman, nyaman di ibu, nyaman di bayi.\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Ch1\u003EJarak Rumah\u003C\/h1\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003ENah, hal penting yang akan sangat menyokong keberhasilan menyusui eksklusif untuk ibu pekerja adalah \u003Cb\u003Ejarak rumah. \u003C\/b\u003ESemakin dekat jarak rumah dengan tempat kerja akan semakin meningkatkan tingkat keberhasilan. Ibu bisa segera menemui bayi jika ada urgensi. Namun berdasarkan pengalaman saya dengan dua bayi, jarang sekali ada izin tambahan di luar jam menyusui yang saya tetapkan.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003EKuncinya: saat di kantor benar-benar fokus pada pekerjaan kantor. Engga pakek ngobrol, engga pake ngalor-ngidul, engga pake acara buka game, engga pake buka-buka hp apalagi scrolling status orang, gercep langsung diberesin. 😄\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003EJustru dengan seperti ini, status kita sebagai ibu menyusui tetap produktif dan efektif. Satu jam waktu menyusui di jam kerja sesungguhnya itu tidak lama, dibandingkan dengan yang kongkow-kongkow sejenak ngobrol dan buka-buka galeri. 😝\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Ch1\u003E\u003Ci\u003EBooster \u003C\/i\u003EASI\u003C\/h1\u003E\u003C\/div\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EBarusan saya ditanya apakah saya minum booster ASI?\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003ENah, kalau yang dimaksud di sini adalah suplemen tambahan selain makanan minuman sehari-hari, saya tidak konsumsi.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003ESaya fokus pada apa yang saya makan dan apa yang saya minum. Suplemen menurut saya hanyalah tambahan, jika benar-benar dibutuhkan.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EDibanding fokus sama beli multivitamin atau bayam kapsul atau sayur kapsul, saya lebih memilih fokus pada makanan dan minuman yang saya konsumsi.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003ESaya tidak makan minum kemasan, tidak makan minum yang banyak mengandung micin pengawet pewarna, menghindari makan minum produk ultra proses, banyak makan sayur dan buah. Saya juga mengupayakan kecukupan protein saya terpenuhi. Benar-benar harus dijaga, karena bayangkan saja masyaallah, kita punya makhluk yang tumbuh kembangnya bergantung pada kita. Apa yang kita berikan melalui ASI akan menjadi bagian dari darahnya, tulangnya, dagingnya, otaknya, masyaaallah, sayang banget kalau kita tidak peduli pada asupan gizi yang kita konsumsi.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EUntuk ibu menyusui, kecukupan konsumsi air minum minimal 2-3 liter harus terpenuhi.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003ESaya percaya Allah telah mendesain tubuh kita dengan sempurna, selama input yang kita masukkan ke tubuh itu benar dan sehat, insyaallah cukup memenuhi semua zat kebutuhan.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Ch1 style=\"text-align: justify;\"\u003EPikiran Positif\u003C\/h1\u003E\u003Cdiv\u003ESetelah keyakinan dan memperbanyak doa, hal ketiga yang menurut saya sangat penting adalah \u003Cb\u003EPIKIRAN YANG POSITIF.\u0026nbsp;\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cb\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003EBerpikirlah bahwasanya kita mampu melakukannya. Dua tahun itu hanya sebentar. Perkara tidak bebas jalan-jalan, tidak bebas berkreasi, tidak bisa ini tidak bisa itu karena punya anak yang maunya nempel nyusu terus itu hanya \u003Cb\u003ESEBENTAR. GAK KERASA. 😘\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cb\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003ESatu tahun menyusui bayi-bayi terasa sangat sebentar saat sudah dilalui. 😭\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003EMasa tumbuh kembang anak tidak bisa terulang, sementara nanti hal-hal yang saat ini belum bisa kita lakukan karena menyusui nanti akan ada saatnya bisa dibayar di belakang. 😉\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003EMengurus anak terasa repot riweuh itu tergantung pikiran. Mau melihat sisi rempongnya atau mau melihat sisi bahagianya, kita yang tentukan. Menyusui pun demikian. Kalau mau fokus pada tantangan, ya banyak sekali yang sudah saya lalui, mulai dari menyusui maraton tanpa jeda sampai tantangan-tantangan yang ngegemesin kayak kena milk blister berhari-hari. 😜\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003ETapi semua itu rasanya sirna saat merasakan punya dua bayi yang menyusu bersamaan kanan kiri, masyaallah luar biasa kasih sayang Allah yang memberikan saya kesempatan menjadi ibu dari dua bayi di waktu yang sama. 😭\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003EMudah-mudahan, satu tahun ke depan semuanya lancar terus, kebutuhan menyusui bayi-bayi saya juga terpenuhi. Terima kasih sudah meluangkan waktu membaca ini. 😘 Boleh banget jika ada hal yang ingin di sharing kan atau sekadar ngobrolin tentang menyusui ini ya. Saya bukan konselor, hanya penyemangat untuk selalu yakin, yakin, dan yakin.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cb\u003EMENYUSUILAH DENGAN YAKIN.\u0026nbsp;\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003ESemangat buibu semuaaaaa. 😘\u003C\/div\u003E\u003C\/div\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.istikmalia.com\/feeds\/1227393465065038974\/comments\/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.istikmalia.com\/2021\/05\/pengalaman-tetap-menyusui-eksklusif-bayi-kembar-saat-ibu-kembali-bekerja.html#comment-form","title":"2 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/6349234979534096525\/posts\/default\/1227393465065038974"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/6349234979534096525\/posts\/default\/1227393465065038974"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.istikmalia.com\/2021\/05\/pengalaman-tetap-menyusui-eksklusif-bayi-kembar-saat-ibu-kembali-bekerja.html","title":"Pengalaman Tetap Menyusui Eksklusif Bayi Kembar Saat Ibu Kembali Bekerja"}],"author":[{"name":{"$t":"Nurin Ainistikmalia"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08183594824041242202"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"21","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEj29Cwy-Bsaqoobn2YPNgbmI4LY3WEa_qsnjcY4kBgeRaC9b9kxHuhzr5-sElEFXhUy0GdSRYq538GaX1DXhRZ8G0JMPzLXfDjz3afRYjqRfzgW_DyNXwFFv8MV3fq6Zw\/s113\/DSC02185.JPG"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/--FnK1BZiQqw\/YKYS8rVG35I\/AAAAAAAAHJ4\/0jejcY4APX4TOsFguGfYcGdemJwFxWR3wCLcBGAsYHQ\/s72-w640-h640-c\/Sukses%2Bmenyusui%2Beksklusif%2Bbayi%2Bkembar.png","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"2"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-6349234979534096525.post-5595225257947404036"},"published":{"$t":"2021-04-25T01:50:00.003+07:00"},"updated":{"$t":"2021-08-20T02:26:03.878+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Endometriosis"}],"title":{"type":"text","$t":"Setelah Berjuang Untuk Hamil, 2 Tahun Tidak Haid, dan Bebas dari Nyeri Endometriosis"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-gt-96BBuExU\/YIRoOi-YjvI\/AAAAAAAAHIQ\/QkqyDUhJDyQ9RFashbN8FF4VS0VRSZIKwCLcBGAsYHQ\/s1080\/Peach%2Band%2BOrange%2BCovid-19%2BIllustrations%2BSelf-care%2BInstagram%2BPost.png\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"1080\" data-original-width=\"1080\" height=\"640\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-gt-96BBuExU\/YIRoOi-YjvI\/AAAAAAAAHIQ\/QkqyDUhJDyQ9RFashbN8FF4VS0VRSZIKwCLcBGAsYHQ\/w640-h640\/Peach%2Band%2BOrange%2BCovid-19%2BIllustrations%2BSelf-care%2BInstagram%2BPost.png\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EBismillahirrahmanirrahim.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EHai, semalam ini tapi saya belum bisa tidur. :).\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EJadi saya mau cerita saja, melanjutkan kisah Endometriosis yang pernah saya tuliskan di blog ini. :)\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EKalau teman-teman mengikuti (berasa seleb aja ada yang ngikutin wkwk 😅), iyap saya Endometriosis Survivor yang terus berjuang untuk sehat. :)\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EOh ya, sebelumnya saya juga pernah menulis artikel mengenai endometriosis di media daring. Boleh dibaca ya, agar punya sedikit gambaran mengenai apa itu endometriosis.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003ESilakan klik tautan ini ya:\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/m.ayosemarang.com\/read\/2019\/01\/03\/37780\/endometriosis-ancam-kualitas-hidup-perempuan\" target=\"_blank\"\u003EEndometriosis Ancam Kualitas Hidup Perempuan\u003C\/a\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EKehamilan ialah salah satu impian yang alhamdulillah Allah ijabah. Bagi seorang pengidap endometriosis, inilah momen yang dinanti-nanti, karena inilah jalan pengobatan yang terbaik.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003ESegala upaya dan pencarian pendapat dari banyak dokter yang saya temui, semua menyatakan: \"enggak ada obatnya Bu kecuali kehamilan.\"\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EDan demikianlah akhirnya Allah dengan Maha Penyayangnya meridai saya merasai sembilan bulan kehamilan, persalinan, hingga masa menyusui sampai Jumat lalu, 23 April 2021, saat bayi-bayi genap berusia 1 tahun saya kembali merasakan haid. Itu artinya Allah beri saya waktu selama kurang lebih hampir dua tahun (1 tahun 9 bulan) bebas dari rasa nyeri haid, masyaallah Allahu Akbar! Panjang sekali, sebuah anugerah yang sangat saya syukuri. 😭\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EMasa kehamilan saya ibaratkan \"cuci rahim\" bersih-bersih hormonal, reset ulang karena semua hormon organ kewanitaan bekerja. Meski saya melalui masa kehamilan yang tidak mudah, saya bersyukur dengan prosesnya, mudah-mudahan menjadi ajang mengembalikan kesehatan reproduksi saya.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EJujur, saat mendapati haid pertama kemarin, saya deg-degan juga. 🙈\u0026nbsp; Ada rasa takut, bagaimana rasanya? Apa masih senyeri sebelumnya? Atau seperti apa?\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EAlhamdulillah, ternyata haid pertama ini BEBAS NYERI. 😭 Tidak ada pegal-pegal pinggang hingga pinggul. Tidak ada begah, tidak ada rasa tidak nyaman, tidak ada perut membesar seperti hamil muda, tidak ada mules-mules. Allahu Akbar!.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003ESaya hanya merasakan pusing (berasa seperti kurang darah), lemes, gak bisa konsentrasi kerja, sedikit tidak bergairah, dan agak terganggu tidur. Untuk keluhan yang ini saya juga kurang paham apakah ada hubungannya dengan menyusui. Wallahualam.\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EMudah-mudahan haid-haid seterusnya juga demikian. Amin ya rabb. Mudah-mudahan ini juga menjadi pertanda bahwa rahim saya sedang dalam masa sehat-sehatnya. 💕💕\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EJadi, setelah mendapatkan haid pertama ini, yang artinya rahim siap untuk masa reproduksi lagi, insyaallah saya ingin mengencangkan ikhtiar hamil lagi. 😊\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EBerdasarkan pengalaman saya, ada beberapa hal yang sangat memengaruhi kesehatan organ reproduksi:\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003C\/p\u003E\u003Col\u003E\u003Cli\u003EAsupan makanan. Jaga makanan dan minuman yang masuk ke badan, sayangi tubuh kita. Jaga amanah Allah ini. Saya suka diledekin \"kalau Mbak Nurin pasti ndak mau kan makan-makanan gorengan gini, maunya yang rebus-rebus.\" Awalnya agak ngerasa gimanaaa gitu, sekarang mah saya relaaaa mau dikatain apa aja, yang penting SEHAT. :) Saya kepingin sehat, ibadah kuat, dan wafat dalam keadaan bugar bukan karena penyakit. Perbanyak makan makanan alami, yang Allah tumbuhkan di atas muka bumi, yang tidak banyak proses, batasi gula garam, hindari gorengan juga tepung, banyak minum air putih. Terapi bersih-bersih badan dengan makanan yang Allah sebut khasiatnya di dalam Alquran seperti madu, zaitun, kurma, dsb.\u0026nbsp;\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003EOlahraga teratur. Ini juga masih jadi peer, 😄 belum bisa meluangkan jadwal tetap selama masih menyusui dua bayi (alesyan yak 😁). Untuk olahraga, baru bisa netapin target minimal 15 menit jalan kaki dalam sehari.\u0026nbsp;\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003EHati yang pemaaf. Memiliki hati dan jiwa yang bersih dan lapang.\u003C\/li\u003E\u003C\/ol\u003E\u003Cdiv\u003EItu tiga intinya dengan catatan poin ibadah saya anggap khatam.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003ENah, untuk penjabaran secara lengkap dan spesifiknya, seperti yang pernah saya tulis di artikel ini:\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/www.istikmalia.com\/2020\/09\/program-kehamilahn-promil-menjemput-rezeki-hadirnya-buah-hati-1.html?m=1\" target=\"_blank\"\u003EPromil, Menjemput Rezeki Hadirnya Sang Buah Hati\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003EInsyaallah, seperti itu kabar dari saya. Teman-teman bagaimana kabar? Semoga sehat-sehat juga ya 😍\u003C\/div\u003E\u003Cp\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/p\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.istikmalia.com\/feeds\/5595225257947404036\/comments\/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.istikmalia.com\/2021\/04\/Setelah-berhasil-hamil-dan-bebas-nyeri-endometriosis.html#comment-form","title":"0 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/6349234979534096525\/posts\/default\/5595225257947404036"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/6349234979534096525\/posts\/default\/5595225257947404036"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.istikmalia.com\/2021\/04\/Setelah-berhasil-hamil-dan-bebas-nyeri-endometriosis.html","title":"Setelah Berjuang Untuk Hamil, 2 Tahun Tidak Haid, dan Bebas dari Nyeri Endometriosis"}],"author":[{"name":{"$t":"Nurin Ainistikmalia"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08183594824041242202"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"21","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEj29Cwy-Bsaqoobn2YPNgbmI4LY3WEa_qsnjcY4kBgeRaC9b9kxHuhzr5-sElEFXhUy0GdSRYq538GaX1DXhRZ8G0JMPzLXfDjz3afRYjqRfzgW_DyNXwFFv8MV3fq6Zw\/s113\/DSC02185.JPG"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-gt-96BBuExU\/YIRoOi-YjvI\/AAAAAAAAHIQ\/QkqyDUhJDyQ9RFashbN8FF4VS0VRSZIKwCLcBGAsYHQ\/s72-w640-h640-c\/Peach%2Band%2BOrange%2BCovid-19%2BIllustrations%2BSelf-care%2BInstagram%2BPost.png","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-6349234979534096525.post-5766623556212437342"},"published":{"$t":"2021-04-08T01:36:00.056+07:00"},"updated":{"$t":"2021-04-30T08:25:35.632+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Review"}],"title":{"type":"text","$t":"Review Scarlett Whitening Body Care (Lengkap) Untuk Muslimah"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-qMFEIt0ld1M\/YEA6PFW3LuI\/AAAAAAAAHEY\/fNbavRd79RU1kB0r4cVMF98Lwbqt1ndfgCLcBGAsYHQ\/s2048\/review%2Bscarlett%2Bwhitening%2Bbody.png\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"2048\" data-original-width=\"2048\" height=\"640\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-qMFEIt0ld1M\/YEA6PFW3LuI\/AAAAAAAAHEY\/fNbavRd79RU1kB0r4cVMF98Lwbqt1ndfgCLcBGAsYHQ\/w640-h640\/review%2Bscarlett%2Bwhitening%2Bbody.png\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cp\u003EBismillahirrahmanirrahim.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003ESetelah melalui masa kehamilan dan \u003Ca href=\"https:\/\/www.istikmalia.com\/2020\/11\/cerita-kehamilan-si-kembar-pembelajaran-untuk-pengasuhan-janin.html\" target=\"_blank\"\u003Epersalinan Si Kembar\u003C\/a\u003E, saya sudah mulai ingin memikirkan PERAWATAN 🙈. Apalagi zaman hamil itu, saya enggak bisa cium semua bau, jadi nyariiiis enggak ada cerita \u003Ci\u003Ecare-carean\u003C\/i\u003E. 🙊\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003ETrus entah kenapa sobi-sobi saya banyak yang ngiklanin Scarlett, \u003Ci\u003Ewhicis \u003C\/i\u003Esebenernya saya juga enggak tahu itu apaan sih tapi kok kayaknya \u003Ci\u003Ebooming\u003C\/i\u003E banget yaks. Trus setelah tahu kalau ini produk lokal punya, ya udah mamak pun tergiur untuk mencobi. 😁\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-fXaCBJk2rMQ\/YG5ctnhv_LI\/AAAAAAAAHGU\/Erfp__XYM3Igwd2X15riayB1a4zajWjaACLcBGAsYHQ\/s6000\/DSC03567.JPG\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"4000\" data-original-width=\"6000\" height=\"426\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-fXaCBJk2rMQ\/YG5ctnhv_LI\/AAAAAAAAHGU\/Erfp__XYM3Igwd2X15riayB1a4zajWjaACLcBGAsYHQ\/w640-h426\/DSC03567.JPG\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003ETapi tunggu dulu, \u003Ci\u003Ewait wait.\u0026nbsp;\u003C\/i\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003EUntuk produk perawatan, apalagi kita sebagai muslimah. Tentu enggak bisa asal coba-coba. Wajib teliti dan tahu dulu bagaimana keamanan komposisi produknya, kehalalannya, serta saat pemakaiannya.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003ESebagai muslimah, juga harus memahami hukum penggunaan benda. Misalnya untuk pakaian, tidak menggunakan warna yang terlalu mencolok. Nah, untuk parfum atau hal-hal yang melekat di badan, muslimah boleh menggunakaannya, asal tidak terlalu berlebihan wanginya hingga mengundang hasrat lawan jenisnya.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003EJadi tetap hati-hati saat menggunakan apa pun, ingat hukum asalnya. Untuk muslimah, kita ingat kembali ya pesan Rasulullah dalam sebuah hadits.\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003E\u003Cspan style=\"box-sizing: border-box; letter-spacing: 0.1px; text-align: left;\"\u003EDari Anas bin Malik\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003Ci style=\"box-sizing: border-box; letter-spacing: 0.1px; text-align: left;\"\u003Eradhiallahu’anhu\u003C\/i\u003E\u003Cspan style=\"box-sizing: border-box; letter-spacing: 0.1px; text-align: left;\"\u003E, Nabi\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003Ci style=\"box-sizing: border-box; letter-spacing: 0.1px; text-align: left;\"\u003EShallallahu’alaihi Wasallam\u0026nbsp;\u003C\/i\u003E\u003Cspan style=\"box-sizing: border-box; letter-spacing: 0.1px; text-align: left;\"\u003Ebersabda:\u003C\/span\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cp style=\"background-color: white; box-sizing: border-box; letter-spacing: 0.1px; text-align: left;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003E\u003Ci style=\"box-sizing: border-box;\"\u003E“Sekelompok orang datang kepada Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam untuk berbai’at. Namun di antara mereka ada seorang lelaki yang di tangannya ada bercak warna minyak wangi. Maka Nabi pun tidak segera membai’atnya dan mengakhirkannya. Beliau bersabda: Parfum lelaki itu yang tercium wanginya namun tidak nampak warnanya. Sedangkan parfum wanita itu yang nampak warnanya namun tidak tercium wanginya”\u003C\/i\u003E\u003Cspan style=\"box-sizing: border-box;\"\u003E\u0026nbsp;(HR. Al Bazzar no. 6486, dishahihkan Syaikh Muqbil dalam Ash Shahih Al Musnad no. 102).\u003C\/span\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003EHadits tersebut jadi pengingat buat kita ya sobi muslimah, bahwasanya wewangian (parfum) yang kita gunakan dianjurkan \"tidak tercium wanginya\".\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003EAda juga sebuah hadits yang menghukumi parfum haram untuk wanita, namun mazhab Syafii menghukuminya makruh.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan color=\"rgba(0, 0, 0, 0.85)\" style=\"text-align: start;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-family: inherit;\"\u003EMengacu pada perkataan Syaikh Ahmad Ibn Ruslan bahwa s\u003C\/span\u003E\u003C\/span\u003E\u003Cspan color=\"rgba(0, 0, 0, 0.85)\" style=\"font-family: inherit; text-align: start;\"\u003Eeorang pelaku perbuatan makruh tidak disiksa, tetapi bila ia tidak melakukan perbuatan tersebut karena tujuan melaksanakan syariat, ia diberi pahala.\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003EJadi apakah tidak boleh menggunakan wewangian sama sekali? Mazhab Syafii memperbolehkan, dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cb\u003EBoleh. \u003C\/b\u003ESelama menggunakannya di tempat dan waktu yang tepat. ditujukan juga untuk orang-orang yang tepat. Diniatkan pula untuk ibadah dan merawat amanah Allah berupa organ tubuh. 😊\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cul\u003E\u003Cli\u003EDigunakan di rumah atau area privasi bersama mahramnya.\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003EDitujukan untuk menyenangkan suami, anak-anak, dan keluarga.\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003EDiniatkan sebagai perawatan diri, menghilangkan bau dan semacamnya.\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003EAdapun jika dipergunakan di luar rumah, tidak menimbulkan bau yang tercium untuk non mahramnya.\u003C\/li\u003E\u003C\/ul\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003ELalu bagaimana dengan Produk Body Care dari Scarlett Whitening ini?\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003ESetelah mencari tahu, alhamdulillah produknya sudah \u003Cb\u003Eteregistrasi BPOM, tersertifikasi halal MUI.\u003C\/b\u003E\u0026nbsp;Paling tidak, dua ini dulu ya yang jadi pegangan seorang muslimah.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003EKeunggulan lainnya,\u0026nbsp; semua produk tidak diuji cobakan kepada hewan. Ini kedengarannya agak gimana gitu ya, tapi ya memang tidak semua produk fokus pada ini. Jadi bisa dianggap sebagai poin plus.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003ENah yang menurut saya penting juga, Scarlett Whitening (walaupun dari nama enggak tampak nusantaranya) ternyata adalah \u003Cb\u003Ebrand lokal Indonesia.\u003C\/b\u003E Buat saya jadi lebih merasa bersemangat untuk mencoba. Kudu banget kita mendukung produk-produk lokal. Selain itu, jadi lebih merasa aman, karena tentunya komposisi, bahan, racikan, akan menyesuaikan penduduk lokalnya juga.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003EAkhirnya, dengan segala pertimbangan tersebut, saya pun mencoba perawatan \u003Cb\u003EScarlett Whitening Body Care \u003C\/b\u003Eyang terdiri dari tiga produk:\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Col\u003E\u003Cli\u003E\u003Cb\u003EBody Scrub Romansa\u003C\/b\u003E\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003E\u003Cb\u003EShower Scrub Pomegrante\u003C\/b\u003E\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003E\u003Cb\u003EBody Lotion Freshy\u003C\/b\u003E\u003C\/li\u003E\u003C\/ol\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003EBaca juga: \u003Ca href=\"https:\/\/www.istikmalia.com\/2019\/07\/ngomongin-perawatan-dari-ujung-rambut-hingga-ujung-kaki.html\" target=\"_blank\"\u003ENgomongin Perawatan Dari Ujung Rambut Hingga Ujung Kaki\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003EPas barang datang kesannya mevvah karena selain \u003Ci\u003Ebubble wrap, \u003C\/i\u003Epesanan dikirim menggunakan \u003Ci\u003Ebox exclusive \u003C\/i\u003Eyang \u003Ci\u003Ereuseable, \u003C\/i\u003Ebisa banget dipakai lagi kotakannya. 😘\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003ENah, harga satuan dari produk Scarlett ini dibandrol diharga Rp75.000,00 per satuan. Kalau mau hemit, bisa beli langsung lima item yang harganya jadi hanya\u0026nbsp;\u003Cb\u003ERp300.000,00. \u003C\/b\u003EBisa cobain beli reramean dulu barang temen ye kan\u0026nbsp;\u003Cb\u003E😆\u003C\/b\u003E (sebuah trik mamak hemat).\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003EIyes ini reviewnya langsung ke harga 😁 karena itu yang penting buat kaum hawa. 😄\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cb\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003ETempat belinya bisa langsung DM ke akun Scarlett yaws.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cdiv\u003EKesan pertama dari semua produk Scarlett itu wanginya.\u0026nbsp;\u003Cb style=\"font-size: x-large;\"\u003EWANGI BANGET.\u0026nbsp;\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cb style=\"font-size: x-large;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003ETernyata itu karena wanginya emang sequaliti sama parfum produk\u0026nbsp;\u003Ci\u003Ehigh end,\u0026nbsp;\u003C\/i\u003Ekatanya begitu.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003EPantesan, pas udah nyobain Scarlett ini, pakai produk\u0026nbsp;\u003Ci\u003Ebody care\u003C\/i\u003E\u0026nbsp;udah berasa kayak lagi nyemprotin parfum. Semirip itu wanginya masa 😚\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003EMenurut saya, wanginya emang seger, tahan lama, dan 'menusuk'.\u0026nbsp; Yang artinya emang\u0026nbsp;\u003Cb\u003Ewanginya wangi banget.\u0026nbsp;\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cb\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003EJadi bisa banget dipertimbangkan buat dipakai sehari-hari di rumah, buat nyenengin suami dan naikin level\u003Ci\u003E\u0026nbsp;mood\u0026nbsp;\u003C\/i\u003Eselama uprek-uprek di dapur. 😘\u003C\/div\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003EOh ya penasaran enggak sih kenapa dinamain \u003Cb\u003EScarlett Whitening? \u003C\/b\u003Esaya mah iya, selalu penapsaran sama brand yang bawa embel-embel 'whitening', hihi.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003ENah, setelah cabaca deskripsi produk, ternyata semua produk Scarlett mengandung Gluthatonine dan Vitamin E yang manfaatnya untuk \u003Cb\u003Emencerahkan\u003C\/b\u003E, melembapkan, dan menutrisi kulit.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003ENahini kata yang tepat buat mendefinsikan produknya, yup, \u003Cspan style=\"font-size: large; font-weight: bold;\"\u003EMENCERAHKAN. \u003C\/span\u003EMerawat apa-apa yang tadinya kusem jadi bersih kinclong lagi. Bayanginnya kayak piring kotor aja, kalau enggak dirawat dengan dicuci dan dilap-lap, kan jadi dekil penuh noda. 😁\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cb\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003EOh ya, ini udah kehitung satu bulan lebih pemakaian produk Scarlett Whitening Body Care. Pumpung masih anget dan saya lagi semangat pengin keluar sebentar dari perbukuan 😆 yuks, kita ngereview saja.\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003EKita mulai kupas satu-satu ya produknya. 😉\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Ch2 style=\"text-align: justify;\"\u003EBody Scrub Romansa\u003C\/h2\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-6HDdsphcSvw\/YG31Cbz3IrI\/AAAAAAAAHF0\/ePfFYlZ8OyEyWwuavypqVI5m_oK78KbcACLcBGAsYHQ\/s3264\/IMG20210302084425.jpg\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"3264\" data-original-width=\"2448\" height=\"640\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-6HDdsphcSvw\/YG31Cbz3IrI\/AAAAAAAAHF0\/ePfFYlZ8OyEyWwuavypqVI5m_oK78KbcACLcBGAsYHQ\/w480-h640\/IMG20210302084425.jpg\" width=\"480\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cspan style=\"text-align: justify;\"\u003EWaw baru ini dah pakai scrub berasa lagi parfuman. Wanginya gak ilang-ilang. 😂\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003EPertama kali nyobain scrub, biasanya saya fokusnya ke bulirannya. Saya seneng scrub yang pertengahan, enggak terlalu kasar dan nyakitin saat di \u003Ci\u003Eapply,\u003C\/i\u003E tapi juga enggak terlalu lembut biar bisa ngangkat kotoran. Nah \u003Cb\u003ESi Body Scrub Romansa\u003C\/b\u003E ini termasuk di dalamnya.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003EKesan pertama saat menggunakan ya seperti itu, buliran scrubnya halus dan enggak bikin sakit, enakeun dipakeknya. 👌\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-xfgAoZvVze8\/YG32w6ctmbI\/AAAAAAAAHF8\/e3Q7dASL9LkfqmLl-rTFjcHegeRrvW4LgCLcBGAsYHQ\/s2048\/IMG20210306161039.jpg\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"2048\" data-original-width=\"1536\" height=\"640\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-xfgAoZvVze8\/YG32w6ctmbI\/AAAAAAAAHF8\/e3Q7dASL9LkfqmLl-rTFjcHegeRrvW4LgCLcBGAsYHQ\/w480-h640\/IMG20210306161039.jpg\" width=\"480\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: justify;\"\u003ERomansa ini termasuk varian yang wanginya wangi bunga. Teksturnya menurut saya cukup padat ya dibandingkan scrub yang biasa saya gunakan. Karena itu, saat ingin menggunakan, sebaiknya tidak saat kulit sedang kering banget, bisa disiram-siram dulu agar tidak terlalu seret.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-iyPEBdgocNw\/YG5c_OVd1wI\/AAAAAAAAHGg\/_-kDeayqM5IQw1owJtv3pGBK1i3OZfB9ACLcBGAsYHQ\/s6000\/DSC03575.JPG\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"4000\" data-original-width=\"6000\" height=\"426\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-iyPEBdgocNw\/YG5c_OVd1wI\/AAAAAAAAHGg\/_-kDeayqM5IQw1owJtv3pGBK1i3OZfB9ACLcBGAsYHQ\/w640-h426\/DSC03575.JPG\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003ECara penggunaan cukup mudah: gunakan ke seluruh tubuh, diamkan 2-3 menit gosok pelan lalu bilas dengan air bersih. 😊\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003ESaya enggak begitu demen nge-scrub sering-sering karena ini butuh waktu bertapa yang lumayan 😜, keburu bayi-bayi teriak manjalitah haha. Lebih ke enggak punya banyak waktu saja sih sayanya karena masih ada bayi. Jadi saya gunakan ini 1 sampai 2 minggu sekali saja saat benar-benar senggang.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003ESaya suka dengan efek harumnya, kulit juga jadi berasa lebih lembut. Terpenting jadi kerasa seger dan bersih. 😘\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Ch2\u003EShower Scrub Pomegrante\u003C\/h2\u003E\u003Ctable align=\"center\" cellpadding=\"0\" cellspacing=\"0\" class=\"tr-caption-container\" style=\"margin-left: auto; margin-right: auto;\"\u003E\u003Ctbody\u003E\u003Ctr\u003E\u003Ctd style=\"text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-2n3_HtNoOeI\/YG5dsyzhsKI\/AAAAAAAAHGw\/PWVbn82_FdYym4b_4I_SpH3QiTEwtIoZACLcBGAsYHQ\/s6000\/DSC03577.JPG\" style=\"margin-left: auto; margin-right: auto;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"4000\" data-original-width=\"6000\" height=\"426\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-2n3_HtNoOeI\/YG5dsyzhsKI\/AAAAAAAAHGw\/PWVbn82_FdYym4b_4I_SpH3QiTEwtIoZACLcBGAsYHQ\/w640-h426\/DSC03577.JPG\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/td\u003E\u003C\/tr\u003E\u003Ctr\u003E\u003Ctd class=\"tr-caption\" style=\"text-align: center;\"\u003EKelihatan yang paling cepet habis. :p\u003C\/td\u003E\u003C\/tr\u003E\u003C\/tbody\u003E\u003C\/table\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cdiv\u003EIni tuh jadi varian produk yang kayaknya cepet banget habis saya gunain. Yah gimana enggak cepet habis, la saya tu boros mandi. (((Boros))) 😆\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003EDalam sehari saya bisa mandi 4-5 kali, yasalaam 🙈. Trus sayanya juga seneng pakai sabun mandi yang banyak.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003EMaaf ya, tinggal di Kalimantan, harap maklum cuacanya lebih banyak gerahnya, haha. 😝\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Ctable align=\"center\" cellpadding=\"0\" cellspacing=\"0\" class=\"tr-caption-container\" style=\"margin-left: auto; margin-right: auto;\"\u003E\u003Ctbody\u003E\u003Ctr\u003E\u003Ctd style=\"text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-_LscPe4VXBo\/YG5d8dEDrfI\/AAAAAAAAHG0\/46lar1dyKoUdt0iOPv0na5Ua03McF8o0QCLcBGAsYHQ\/s6000\/DSC03578.JPG\" style=\"margin-left: auto; margin-right: auto;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"4000\" data-original-width=\"6000\" height=\"426\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-_LscPe4VXBo\/YG5d8dEDrfI\/AAAAAAAAHG0\/46lar1dyKoUdt0iOPv0na5Ua03McF8o0QCLcBGAsYHQ\/w640-h426\/DSC03578.JPG\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/td\u003E\u003C\/tr\u003E\u003Ctr\u003E\u003Ctd class=\"tr-caption\" style=\"text-align: center;\"\u003EEnggak lama lagi tinggal tetes terakhir nih gais 😜\u003C\/td\u003E\u003C\/tr\u003E\u003C\/tbody\u003E\u003C\/table\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003EJadi zuzur saja, untuk shower scrubnya enggak saya pakai tiap mandi, di eman-eman. Kalau di gaskeun, kurang dari dua minggu bisa habis nih shower scrub, haha.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003EEh ini sabun apa scrub? kok namanya shower scrub?\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003EIyup, ini sabun yang ada scrubnya. Scrub halus di sabun ini gunanya buat memaksimalkan saat membersihkan tubuh. Buat saya jadi kayak ritual ala-ala scrubbing versi kilatnya.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003ENtah kenapa kalau lihat varian pomegrante ini berasa langsung keinget sama\u003Cb\u003E\u0026nbsp;\u003C\/b\u003Ebuah naga, tapi ini buah delima ya. 😊\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003EAda tiga varian wangi buah untuk produk shower scrubnya: delima, mangga, dan timun.\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Ch2\u003EBody Lotion Freshy\u003C\/h2\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-iPib-IfxxVI\/YG5eTfadVaI\/AAAAAAAAHHA\/Ub2J91Sh-ysN0f8DkCNoVl0NDE5mgG1CgCLcBGAsYHQ\/s6000\/DSC03576.JPG\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"4000\" data-original-width=\"6000\" height=\"426\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-iPib-IfxxVI\/YG5eTfadVaI\/AAAAAAAAHHA\/Ub2J91Sh-ysN0f8DkCNoVl0NDE5mgG1CgCLcBGAsYHQ\/w640-h426\/DSC03576.JPG\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cdiv\u003EIni produk yang paling saya sukai. Pertama karena wanginya seger banget. Kedua karena emang saya doyan yang namanya pakai lotion buat lembapin kulit.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003EWangi freshy ini seperti wangi Jo Malone English Pear \u0026amp; Freesia Eau de Cologne, aslik enak banget wanginya. 👍👍👍\u003C\/div\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Ctable align=\"center\" cellpadding=\"0\" cellspacing=\"0\" class=\"tr-caption-container\" style=\"margin-left: auto; margin-right: auto;\"\u003E\u003Ctbody\u003E\u003Ctr\u003E\u003Ctd style=\"text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-2zGKg42jYkM\/YG5eeuHSkZI\/AAAAAAAAHHI\/zuNOY8uCYSY0VpgbFsKn7oY8mMadk534gCLcBGAsYHQ\/s6000\/DSC03574.JPG\" style=\"margin-left: auto; margin-right: auto;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"4000\" data-original-width=\"6000\" height=\"426\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-2zGKg42jYkM\/YG5eeuHSkZI\/AAAAAAAAHHI\/zuNOY8uCYSY0VpgbFsKn7oY8mMadk534gCLcBGAsYHQ\/w640-h426\/DSC03574.JPG\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/td\u003E\u003C\/tr\u003E\u003Ctr\u003E\u003Ctd class=\"tr-caption\" style=\"text-align: center;\"\u003ESaya suka ngelepas lock-unlocknya itu btwe.\u0026nbsp;\u003C\/td\u003E\u003C\/tr\u003E\u003C\/tbody\u003E\u003C\/table\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003EUntuk lotionnya saya gunakan dua kali sehari sehabis mandi pagi dan malam menjelang tidur. Berbeda dengan botol kemasan shower scrub, botol lotionnya dilengkapi sistem lock-unlock yang bikin enggak tumpah dan mbleber ke mana-mana. Saya lebih suka kemasan botol pump yang seperti ini sih sebenernya (semoga nanti edisi shower scrubnya pakai pump juga ya).\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003ENah usai sudah cerita ulasan mengenai produk Scarlett Whitening Body Care kali ini ya mantemans 😉\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003ESedikit catatan di akhir, bagi pengguna produk yang sangat hati-hati pada komposisi bahan, produk Scarlett mengandung SLS, dan mungkin juga bahan lain yang ingin dihindari. Jadi bisa dipertimbangkan sendiri ya. 😇\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003EOk, sobi-sobi muslimah, insyaallah produknya aman, wanginya juga enak. Tinggal penggunaannya saja, bisa banget digunain setelah beraktivitas seharian di luar. Atau pas lagi ketemu sama gengs cantik sesama muslimah. 😉\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003ESampai jumpa lagi di kesempatan postingan berikutnya ya insyaallah. 😉\u003C\/div\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cp\u003E\u003C\/p\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.istikmalia.com\/feeds\/5766623556212437342\/comments\/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.istikmalia.com\/2021\/04\/review-scarlett-whitening-body-care-untuk-muslimah.html#comment-form","title":"2 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/6349234979534096525\/posts\/default\/5766623556212437342"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/6349234979534096525\/posts\/default\/5766623556212437342"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.istikmalia.com\/2021\/04\/review-scarlett-whitening-body-care-untuk-muslimah.html","title":"Review Scarlett Whitening Body Care (Lengkap) Untuk Muslimah"}],"author":[{"name":{"$t":"Nurin Ainistikmalia"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08183594824041242202"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"21","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEj29Cwy-Bsaqoobn2YPNgbmI4LY3WEa_qsnjcY4kBgeRaC9b9kxHuhzr5-sElEFXhUy0GdSRYq538GaX1DXhRZ8G0JMPzLXfDjz3afRYjqRfzgW_DyNXwFFv8MV3fq6Zw\/s113\/DSC02185.JPG"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-qMFEIt0ld1M\/YEA6PFW3LuI\/AAAAAAAAHEY\/fNbavRd79RU1kB0r4cVMF98Lwbqt1ndfgCLcBGAsYHQ\/s72-w640-h640-c\/review%2Bscarlett%2Bwhitening%2Bbody.png","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"2"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-6349234979534096525.post-7881871152622757923"},"published":{"$t":"2021-03-15T02:40:00.005+07:00"},"updated":{"$t":"2021-04-08T01:42:07.078+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Parenting"}],"title":{"type":"text","$t":"Sukses Menyusui Bayi Kembar Usai Persalinan (Kiat dari Seorang Ibu Pekerja)"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-neSoN0pYO7U\/X6zrGPCBYEI\/AAAAAAAAG4w\/WbThXmoXOWgLo8R5unR4rgUjDR5SZ1IMgCLcBGAsYHQ\/s1080\/menyusui.png\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"1080\" data-original-width=\"1080\" height=\"640\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-neSoN0pYO7U\/X6zrGPCBYEI\/AAAAAAAAG4w\/WbThXmoXOWgLo8R5unR4rgUjDR5SZ1IMgCLcBGAsYHQ\/w640-h640\/menyusui.png\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003EBismillahirrahmanirrahim.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003EBagaimana rasanya menyusui bayi kembar?\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003ERONTOK, haha 😆😂.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003ERasanya tiap habis nyusuin dua bocah, seluruh energi itu kayak kesedot, berasa rontok semua kalori, langsung buru-buru makan karbo bercentong-centong, haha 😂.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003EPernah, suatu ketika, tiap habis nyusu berasa pusing banget, eh kurang darah dong. 😆 Perubahan yang paling tampak itu selama menjadi busui si kembar, SAYA SELALU MERASA HAUS. Minum sebanyak apa pun gak pernah memuaskan dahaga. Hawa-hawanya tuh kayak kering terus tenggorokan. Rasa pengin minum air segalon aja rasanya kalau bisa, SERIUS EUY 😜.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003ESelebihnya, rasanya menyusui bayi kembar itu seru dan menyenangkan. 😍 Kerasa seperti hormon kebahagiaan naik berlipat-lipat, alhamdulillah, masyaallah, Allahu Akbar!.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003EApakah tidak ada tantangannya? \u003Cspan style=\"color: white;\"\u003E\u003Cspan style=\"background-color: #800180;\"\u003EOH TENTU SAJA ADA ESMERALDA!. ADA BANGET\u003C\/span\u003E, \u003C\/span\u003Eada banyak. 😝 Alhamdulillah, semua bisa terlalui, Allah beri kemudahan dan tunjukkan jalan keluar, asal kita YAKIN dan dipenuhi rasa syukur. Ingat pesan di dalam Al-Quran, jikalau kita bersyukur, insyaallah akan\u0026nbsp;senantiasa bertambah nikmat, bertambah, dan bertambah. 😊\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Ch3 style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"background-color: red; color: white;\"\u003EMENYUSUI DENGAN YAKIN.\u003C\/span\u003E\u003Cspan style=\"background-color: white; color: white;\"\u003E\u0026nbsp;I\u003C\/span\u003E\u003C\/h3\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003EBagi setiap muslim, urusan yakin itu wajib ain, utamanya terhadap perintah yang Allah sampaikan di dalam Al-Quran.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003EKeyakinan itu sudah harus ada sebelum yang lainnya. \u003Cb\u003EJikalau Allah sudah tuliskan di dalam Al-Quran, pasti itu yang terbaik dan mengandung banyak keutamaan\u003C\/b\u003E. Ini dulu yang harus terpatri dalam hati, \u003Cb\u003Eyakin dengan semua yang Allah perintahkan\u003C\/b\u003E.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\"Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan...,\" QS Al-Baqarah(2): 233.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003EMahabaik Allah yang telah menghadiahkan aktivitas menyusui untuk ibu dan bayi tidak dalam bentuk kalimat \"diwajibkan atas kalian...\" namun perintah yang bersifat khabar. Para ulama fikih berbeda pendapat mengenai wajib tidaknya menyusui bagi seorang ibu. Namun demikian, mayoritas mufassir menyampaikan anjuran ini di level kewajiban sebagai seorang ibu, dan hak dari seorang anak.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003EBagi saya, ayat ini 'cantik' sekali, seolah Allah sedang berbicara kepada kita, para ibu, \"Aku berikan sebaik-baik pemberian untuk bayimu, maksimalkan upayamu. Namun jangan pula bersedih hati atas ketidakmampuanmu untuk menyempurnakannya.\" Dari ayat ini, Allah seperti hendak menunjukkan bahwa Ia telah mengetahui kemampuan dan batasan hambaNya.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003EAllah sudah mengukur, bahwasanya akan ada ibu yang tidak bisa menyusui disebabkan alasan syar'i, akan ada ibu yang tidak bisa menyempurnakan susuan, dan tantangan-tantangan lain yang dihadapi.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003EIbu-ibu yang tidak bisa menyusui atau tidak bisa melakukan proses penyusuan dengan sempurna disebabkan alasan medis, alasan ketidakpahaman, dan perkara lain, itu juga bukanlah hal mudah, ada rasa sedih pasti terlewati momen yang tidak bisa digantikan oleh apa pun 😭. Namun ingatlah, jika upaya kita telah optimal, insyaallah semua berbuah pahala. Itulah mengapa, ibu disebut tiga kali, \u003Cb\u003Elantaran hamil, melahirkan, dan menyusui bukanlah hal ringan dan membutuhkan perjuangan.\u0026nbsp;\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003EJadi kesimpulannya: \u003Cspan style=\"background-color: #fcff01;\"\u003EYAKIN dengan perkara yang Allah perintahkan, yakni menyempurnakan proses penyusuan, optimalkan ikhtiar, berjuang sampai titik darah penghabisan. Yakin insyaaallah bisa. Yakin jika sudah Allah yang anjurkan, tubuhnya pasti mampu.\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"background-color: #fcff01;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"background-color: white;\"\u003EMenyusui itu butuh keyakinan. Keyakinan bahwa kita melakukannya dengan niat yang benar, lillah karena Allah. Keyakinan bahwa menyusui ialah aktivitas ibadah. Meyakini bahwa menyusui ialah bagian dari pengasuhan, bahasa kekiniannya:\u003Cb\u003E parenting nabawiyah.\u0026nbsp;\u003C\/b\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"background-color: white;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"background-color: white;\"\u003EPengasuhan terhadap anak, seperti yang kita ketahui, telah dimulai sejak masa janinnya. Belajar dari ayat menyusui yang lain, yakni ketika Allah melakukan penjagaan terhadap Nabi Musa, sehingga beliau hanya bisa disusui oleh ibu kandungnya, tidak oleh yang lain. Peristiwa ini menandakan betapa pentingnya proses menyusui antara ibu dan anak. Allah menjaga Nabi Musa sebab dikhawatirkan jika proses menyusui dilakukan oleh orang lain, akan membawa pengaruh terhadap prilaku, dan akhlak yang terbentuk, sementara Nabi Musa ialah calon seorang rasul.\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"background-color: white;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cem style=\"color: #191919; text-align: start;\"\u003E“Dan kami beritahu ibu Musa,” Susui dia, dan apabila kamu khawatir terhadapnya maka jatuhkanlah dia ke Sungai Nil. Dan janganlah kamu khawatir dan bersedih hati, karena sesungguhnya kami akan mengembalikan kepadamu, dan menjadikannya sebagai salah satu rasul,”\u003C\/em\u003E\u003Cspan style=\"color: #191919; text-align: start;\"\u003E\u0026nbsp;Alquran Al-Qassas ayat 7.\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"color: #191919; text-align: start;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"background-color: white;\"\u003EKalau boleh saya katakan, jikalau kita menginginkan memiliki anak saleh saleha, ingin mereka menjadi ulama dan ahli ilmu, \u003Cb\u003Eperjuangkan fase\u0026nbsp;menyusuinya. \u003C\/b\u003EIkhtiar lakukan penjagaan dan pengasuhan selama aktivitas menyusui.\u0026nbsp;Karena menyusui bukan semata memberi ASI. Menyusui tidak sama dengan memberi ASI. Menyusui itu kata kerja, ada aktivitas di dalamnya, para ilmuwan biasa menyebutnya dengan istilah \"stimulasi\". Prof Dr Hardiono seorang ahli otak menyampaikan dua hal yang dibutuhkan bayi, ASI dan stimulasi.\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"background-color: white;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"background-color: white;\"\u003EJadi, ASInya penting, tapi aktivitas menyusuinya jauh lebih penting. Menyusui di dalam Al-Quran disebutkan sebagai aktivitas menyusui secara langsung atau yang saat ini sering dikenal dengan istilah \u003Ci\u003Edirect breastfeeding (dbf).\u003C\/i\u003E\u0026nbsp;Seperti halnya saat bayi di dalam kandungan, stimulasi sudah bisa diperkenalkan. Dalam aktivitas menyusui, stimulasi jauh lebih hebat dan kuat karena seluruh panca indera bayi terstimulus. Bayi bisa merasakan kasih sayang, cinta, dan pengasuhan dari ibunya. Kontak antara ibu dan bayi ini juga akan mempererat hubungan antara keduanya, membentuk psikis dan hal-hal lain yang menjadi dasar-dasar pengasuhan seorang anak.\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Ci\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/i\u003E\u003C\/div\u003E\u003Ch2 style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cspan style=\"background-color: #ffa400;\"\u003EMenyusui Pascalahir\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/h2\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Ci\u003EBaiqlaaaah\u003C\/i\u003E, kembali ke tema awal 😁\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003EDimulai setelah lahiran, di mana PD saya itu kempes pes pes. Sejak hamil, ribut aja kanan-kiri keluarga dekat suka nanyain, \"PD udah bengkak belum? udah keluar belum asinya?\" saya itu yang \u003Ci\u003Eselow\u003C\/i\u003E aja gitu, yang ngerasa lah emang kalau mau nyusuin mesti keluar dulu asinya sebelum lahiran? mesti bengkak-bengkak dulu, gitu?. Ya pokoknya menurut keyakinan saya enggak gitu.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003EMenurut saya ya menyusui itu proses alamiah yang akan terjadi dengan sistem tubuh yang diciptakan oleh Sang Mahakuasa dengan sempurna ini.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003ESaya melahirkan di Bulan April, di masa itu, pandemi Covid-19 sedang hangat-hangatnya. Hampir semua RS di Bandung menjadi rujukan pasien Covid, sisanya, menjadi tempat rujukan ODP dan PDP.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003ERS Sariningsih yang menjadi RS pilihan saya dan suami, di hari saya melahirkan, qadarullah sedang kedatangan banyak pasien ODP di ruang IGD. Maka, atas nama kedaruratan dan menjaga bayi-bayi yang lahir, tidak ada IMD dan pertemuan antara ibu dan bayi.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003ESemua bayi sesegera mungkin dibawa di ruangan steril berkumpul dengan bayi lainnya, sementara ibu berada di ruang perawatan. Kebijakan lain yang dilakukan ialah mengupayakan agar ibu hanya menginap satu hari (lebih cepat lebih baik), agar dapat segera berkumpul bersama bayi dan segera melakukan proses menyusui.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003ESaat di ruang perawatan itulah, mulai deh saya agak resah, \"kenapa ya, tiada ada tanda-tanda ASI bakal keluar ngucur?\" 😆 apalagi tiap beberapa jam sekali bidan di ruangan bayi bolak balik nagih, \"Ibu, asi buat dedeknya mana?.\" Sudah berbagai cara dilakukan, dibantu pompa pun hasilnya nihil, tetap saja tidak ada yang keluar. 🙈\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003EDi sinilah pentingnya peran ILMU. Saya termasuk yang minim ILMU, hanya berbekal \u003Cb\u003EYAKIN.\u0026nbsp;\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cb\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Col\u003E\u003Cli\u003ESaya tidak mempunyai bekal ilmu mengenai teknik memerah yang benar. Saya bahkan tidak menguasai keahlian memerah dengan tangan.\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003ESaya membeli seprintilan alat perah, lengkap dengan tas, botol penyimpan asi, pemanas, plastik penyimpan, tapi saya tidak tahu bagaimana cara penggunaannya. 🙈 Merakit alat pompanya saja saya masih gagu, \u003Ci\u003Esebuah kedudulan yang terpampang nyata\u003C\/i\u003E 😆. Saya bahkan membeli dua jenis pompa: manual dan elektrik, tapi tidak sempat belajar bagaimana cara penggunaan. Pas lagi dibutuhkan di rumah sakit, saya baru buka tuh \u003Ci\u003Emanual book\u003C\/i\u003E-nya, tapi ya Allah udah gak konsen euy, mikirin diri sendiri usai persalinan saja masih nyut-nyutan. 😆 Singkat cerita nih \u003Ci\u003Eges,\u003C\/i\u003E saya pun berhasil (BERHASIL BERHASIL...) masang yang pompa manual, trus nyobain, eh enggak ada ngaruh-ngaruhnya dong, ya mana saya tahu kalau kita dengan pompa tuh juga cocok-cocokan. 😜 Enggak asal beli langsung cocok.\u003Cspan style=\"color: #800180;\"\u003E \u003Cb\u003EJadi emang udah kudu \u003Ci\u003Eprepare\u003C\/i\u003E dan cari tahu yang paling cocok sejak kehamilan ya gais 😎.\u0026nbsp;\u003C\/b\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003ESetahu saya bayi akan tahan dua kali 24 jam tanpa diberi apa pun, jadi saya ngerasa \u003Ci\u003Ewoles\u003C\/i\u003E, amanlah itu bayi-bayi ampe dua hari ke depan. \u003Cb\u003ETAPI TERNYATA GAK GITU UKH! \u003C\/b\u003Eiyes bener, bayi akan tahan selama dua kali 24 jam tanpa diberi apa pun, dengan catatan, \u003Cb\u003EBAYINYA NEMPEL TERUS SAMA IBUNYA. 😓 \u003C\/b\u003ENgapain aja selama nempel? IMD IMD IMD, \u003Ci\u003Eskin to skin,\u003C\/i\u003E dan belajar nenen. Percayalah, selama bayi terus ngisep PD, meskipun keliatannya belum ada tetesan yang keluar, itu sebenernya bayi tetep dapet barang setetes dua tetes. Nantinya, hisapan bayi itulah yang merangsang keluarnya produksi ASI secara alamiah. Jadi ternyata, sesaat setelah dilahirkan bayi tetap butuh asupan, bukan yang dibiarin aja didiemin selama dua kali dua puluh empat jam, heuheu. 🙈\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003ESaya tidak mempersiapkan pendonor ASIP, \u003Cspan style=\"color: white;\"\u003E\u003Cspan style=\"background-color: red;\"\u003Edan ternyata ini penting\u003C\/span\u003E. \u003C\/span\u003EPersiapan sebelum lahiran itu selain barang bawaan printilan, \u003Cspan style=\"font-size: medium;\"\u003E\u003Cb\u003Epersiapkan juga pendonor darah dan pendonor ASIP.\u0026nbsp;\u003C\/b\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/li\u003E\u003C\/ol\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003EPada akhirnya, atas nama protokol kedaruratan selama Covid-19, saya menerima saran pihak RS (karena saya juga tidak bisa menyediakan ASIP) untuk memberi bayi-bayi sufor selama perawatan satu hari di RS.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Ch2\u003E\u003Cspan style=\"background-color: #ffa400;\"\u003EMenyusui Setelah Pulang ke Rumah\u003C\/span\u003E\u003C\/h2\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003EAlhamdulillah, kami benar-benar hanya satu hari di rumah sakit. Gembira sekali hati akhirnya untuk pertama kalinya bisa menyentuh, memeluk, dan mencium bayi-bayi. 😭\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003EKamis pagi lahiran, tiba di rumah Jumat malam. setibanya di rumah, saya langsung melakukan proses \u003Ci\u003Epedekate \u003C\/i\u003Eke bayi-bayi yang tertunda. Namun apa mau dinyana, bayi-bayi menangis dan rewel di malam pertama kebersamaan itu, tetapi saya tetap bertahan dengan terus melakukan proses penyusuan. Inilah detik-detik awal begadang dimulai. 😝\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003ETiga hari penuh perjuangan, karena saya nyaris tidak tidur sama sekali. Bayi-bayi saya di ambang rewel maksimal, sementara PD saya masih juga kempes, dan belum menunjukkan tanda-tanda keluar ASI yang deras.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003ESaya tetap memilih untuk terus bertahan, dan yakin bahwa ini proses yang memang harus saya lalui. Enggak tahu deh waktu itu saya pede saja meskipun sudah menerima wejangan keluarga dekat untuk \"ya udah sih kasih sufor aja kasihan bayinya nangis terus,\" tapi saya yang terus bertahan, meski itu rasanya sudah gak nyaman karena puting udah mulai lecet, sakit, karena meskipun bayi menyusu, kayak nyusu kering saja. Alhamdulillah PD mulai bengkak di hari ketujuh. Kesabaran pun membuahkan hasil, karena setelah bengkak, ASI mulai terasa penuh, dan keluarlah ASI ngucur yang saya idam-idamkan itu. 😅\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003ETantangan berikutnya ialah bayi Alfath yang sejak pertama kali bertemu dengan saya, ternyata TIDAK PANDAI MENYUSU. Kenyataan bahwa Alfath selalu menangis kencang di setiap sesi menyusui karena dia belum bisa menyusui dengan baik, nantinya akan saya hadapi kurang lebih selama \u003Cb\u003ETIGA BULAN.\u0026nbsp;\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003EAlhamdulillah Allah karuniakan saya dua bayi. 😭 Di masa-masa awal menyusui, saya lebih banyak bekerja sama dengan bayi Althaf untuk merangsang proses keluarnya ASI. Sejak pertemuan pertama, kemampuan Althaf dalam menyusui baik sekali dan nyaris tanpa kendala.\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003EBagaimana dengan bayi Alfath? butuh waktu yang sangat lama sampai kemudian ia mampu mengunci puting dan menghisap dengan baik, kurang lebih setengah jam setiap sesi menyusui. \u003Cb\u003EDan ini terjadi selama tiga bulan lamanya. \u003C\/b\u003EBayi Alfath menjadi bayi yang paling rewel, tidak nyenyak tidur, menangis hampir sepanjang malam. Hampir tiga bulan lamanya, nyaris saya tidak pernah tidur malam karena Alfath baru bisa tidur saat azan Subuh berkumandang.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003EApa yang saya lakukan saat itu?\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Col\u003E\u003Cli\u003ETerus menyusui Alfath. Saya ajak ia berkomunikasi, \"Ayo Nak, bismillah, yuk belajar lagi yuk.\" Setiap akan memulai proses menyusui, Alfath yang sudah tidak sabaran ingin segera menyusu, masih harus berjuang melakukan proses mengunci. Seringkali inilah yang membuat bayi menjadi tidak sabar, dan berakhir dengan nangis hebat.\u0026nbsp;\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003EMengeluarkan jurus segala doa. 😆 Ya apalagi selain senjata ini. Alfath ini bayi yang membuat saya misek-misek nangis tiap ngelihat bagaimana proses perjuangannya untuk dapat menyusui.\u0026nbsp;\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003EMemperbaiki posisi menyusui dan belajar kembali tentang ilmu menyusui. Saya memanggil konselor menyusui untuk datang ke rumah untuk menyelesaikan tantangan bayi Alfath.\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003ETantangan saya hanyalah proses memulai menyusui. Nantinya saat Alfath sudah bisa mengunci (apa ya istilahnya ini, saya kok jadi tidak ingat) kemampuan menghisapnya sangat baik sekali. Inilah yang membuat saya yakin bayi saya akan baik-baik saja. Yang perlu saya lakukan adalah sabar dan kuat.\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u003C\/li\u003E\u003C\/ol\u003E\u003Cdiv\u003EAlhamdulillah, setelah berjalan selama tiga bulan pertama, lama-lama Alfath semakin pandai. Langsung bisa \"lep\", dan pada akhirnya kini ia menjadi bayi yang lebih gendat dibanding saudaranya.😘\u003C\/div\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Ch2\u003E\u003Cspan style=\"background-color: #ffa400;\"\u003ESerba Serbi Seru Menyusui Bayi Kembar\u003C\/span\u003E\u003C\/h2\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003EBanyak ya keseruan menyusui bayi kembar. Di tiap tahapan usianya, tantangannya beda-beda. 😄\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Ch3 style=\"text-align: justify;\"\u003EMenyusui Sekaligus Dua\u003C\/h3\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003EApa pun nanti pilihan metode menyusuinya, sampai sebelum bayi bisa duduk tegak, semua pilihannya adalah menyusui dengan posisi duduk. Dan ini rawan pegal 😁. Apalagi di masa awal, tiga bulan pertama, kebutuhan menyusui bayi masih kuat-kuatnya. Saya bisa duduk menyusui berjam-jam, sampai tidur pun dalam posisi duduk.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003ESaat menyusui bayi kembar, jangan buru-buru diturunin dari pangkuan. Biarkan mereka tertidur pulas dulu, kitanya juga ikut tidur, haha. Kalau pengalaman saya bersama duo Al, kalau diturunin bayinya bangun lagi, nangis lagi, ngulang nen lagi, malah enggak bisa rehat sejenak sayanya.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: center;\"\u003E\u003Ch3 style=\"text-align: justify;\"\u003EAsal Hatinya Hepi, Insyaallah Semua Bisa Terlalui\u003C\/h3\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003EIni kunci pentingnya. Nikmati dengan penuh kesyukuran dan bahagia. 😍 Saya menikmati setiap kebersamaan dengan bayi-bayi. Mereka nangis pun saya itu merasa bahagia karena bisa merasakan tangisan bayi masyaallah. Saya enggak merasakan repot ngurus mereka, karena menikmati. Kalau pas lagi nangis bareng, kadang malah saya jejerin trus videoin, sambil dilihat diketawain, habis itu cari cara lagi buat ngediemin, haha.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003EKarena menjalaninya dengan bahagia, saya merasa Allah pun menguatkan tubuh saya. Ibu saya juga sampai heran melihat saya. Untuk ukuran pasien lahiran SC, alhamdulillah kuasa Allah, saya hanya merasakan efek sakitnya 12 jam pascalahiran saat di rumah sakit. Selebihnya, saya tidak pernah punya keluhan. Seperti keajaiban, luka saya tidak meninggalkan bekas, selain cepat sekali kering, saya bahkan kuat beraktivitas. Sepulang dari rumah sakit pun saya kuat begadang, kuat gendong gantian dua bayi untuk menyusui. Alhamdulillah tidak ada keluhan apa pun hingga saat ini jelang setahun usia bayi-bayi. Mahabesar Allah dengan segala nikmatNya.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003EAlhamdulillah, semua ada ukurannya. Insyaallah jika Allah mengaruniakan pada kita dua bayi, insyaallah kekuatannya juga sudah ditakar mampu untuk dua bayi. Jika dikaruniai 3 bayi, insyaallah memang sudah disiapkan mampu untuk tiga bayi, dan seterusnya.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Ch3\u003EKerja Sama Tim, Ayah dan Ibu\u003C\/h3\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003EAyah itu bukan \u003Ci\u003Esupporter, \u003C\/i\u003Esehingga bukan pula bagian dari\u003Ci\u003E support system. \u003C\/i\u003EAyah adalah bagian dari tim. Dalam pengasuhan, bahkan sejak mulai mengandung, \u003Cb\u003Eharus selalu bersama-sama dengan ibu sebagai sebuah tim.\u0026nbsp;\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cb\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003ESalah satu kunci sukses menyusui dengan bahagia, alhamdulillah berkat kerja sama tim. Suami bertugas memenuhi semua kebutuhan saya dan bayi, sementara saya fokus menyusui-menyusui-menyusui. Menyusui saja sudah sangat menguras energi. 😄\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003EUrusan rumah, semua tanggung jawab suami. Memasak, mencuci, berbelanja, semua tanggung jawab beliau. Waktunya makan, semua sudah terhidang di meja, bahkan saya hampir selalu disuapi saat makan, saking udah enggak bisa gerak dari posisi duduk menyusui. 😂\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003ESuami juga membantu urusan mandi bayi, ganti popok, jemur bayi, dan semua hal di luar menyusui. Yah pokoknya datang ke mamak kalau sudah \u003Ci\u003Eready\u003C\/i\u003E buat disusui 😆.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003EMenyusui bayi kembar butuh energi ekstra, karena kita bakal menyusui maraton. Selesai satu, yang satu lagi. Pas bangun bareng, ya susui bareng. Kadang-kadang menyusui itu kayak nyaris tanpa jeda. Saya sering menyusui maraton dari Asar sampai jelang Subuh. 😄\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003EBersyukurlah Ibu-ibu yang bayinya gak ngajak begadang. Bayi-bayi saya begadang terus sampai usia kira-kira enam bulan. Masyaallah seru dan nikmat. 😁\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003EAlhamdulillah, proses menyusui kemudian Allah mudahkan hingga saat ini, salah satunya berkat kerja sama tim yang baik. 😘\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003EInsyaallah, di postingan selanjutnya, saya akan bercerita mengenai \"Menyusui Bayi kembar Saat Bekerja\". 😚\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003EMudah-mudahan tulisan kali ini ada manfaatnya ya. 😉💕💕\u003C\/div\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cp\u003E\u003C\/p\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.istikmalia.com\/feeds\/7881871152622757923\/comments\/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.istikmalia.com\/2021\/03\/sukses-menyusui-bayi-kembar.html#comment-form","title":"0 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/6349234979534096525\/posts\/default\/7881871152622757923"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/6349234979534096525\/posts\/default\/7881871152622757923"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.istikmalia.com\/2021\/03\/sukses-menyusui-bayi-kembar.html","title":"Sukses Menyusui Bayi Kembar Usai Persalinan (Kiat dari Seorang Ibu Pekerja)"}],"author":[{"name":{"$t":"Nurin Ainistikmalia"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08183594824041242202"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"21","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEj29Cwy-Bsaqoobn2YPNgbmI4LY3WEa_qsnjcY4kBgeRaC9b9kxHuhzr5-sElEFXhUy0GdSRYq538GaX1DXhRZ8G0JMPzLXfDjz3afRYjqRfzgW_DyNXwFFv8MV3fq6Zw\/s113\/DSC02185.JPG"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-neSoN0pYO7U\/X6zrGPCBYEI\/AAAAAAAAG4w\/WbThXmoXOWgLo8R5unR4rgUjDR5SZ1IMgCLcBGAsYHQ\/s72-w640-h640-c\/menyusui.png","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-6349234979534096525.post-631073651119944792"},"published":{"$t":"2021-02-04T10:43:00.004+07:00"},"updated":{"$t":"2021-02-04T10:43:57.823+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Kuliner"}],"title":{"type":"text","$t":"RESEP MPASI BUBUR MANADO ALA IBU"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cp\u003E\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-fXjw2uPdg4w\/YBti4vFjHSI\/AAAAAAAAHDI\/xc4D-G2SJJ4xX7tvaJjz_sywl0kmRnAgACLcBGAsYHQ\/s1080\/Bubur%2BManado%2BAla%2BIbu.png\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg alt=\"Resep Mpasi Bubur Manado Ala Ibu\" border=\"0\" data-original-height=\"1080\" data-original-width=\"1080\" height=\"640\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-fXjw2uPdg4w\/YBti4vFjHSI\/AAAAAAAAHDI\/xc4D-G2SJJ4xX7tvaJjz_sywl0kmRnAgACLcBGAsYHQ\/w640-h640\/Bubur%2BManado%2BAla%2BIbu.png\" title=\"Resep Mpasi Bubur Manado Ala Ibu\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: justify;\"\u003EBismillahirrahmanirrahim.\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: justify;\"\u003EAlhamdulillah, terhitung sejak semalam semua resep edisi Mpasi sudah saya ungsikan di rumah baru Instagram dengan nama: Resep Masakan Ibu, @rindu_resepmasakanibu. Main-main ke sana ya. 😉🙏\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: justify;\"\u003ESaya belum fokus untuk belajar fotonya, masih belajar biar rajin masak saja dulu. 😆\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: justify;\"\u003EHari ini, saya masak \u003Cspan style=\"font-size: large;\"\u003E\u003Cb\u003EMPASI Menu Keluarga:\u003C\/b\u003E\u003C\/span\u003E\u0026nbsp;\u003Cspan style=\"font-size: large; font-weight: bold;\"\u003EBubur Manado Ala Ibu. \u003C\/span\u003EDisebut 'ala' karena cara masaknya, sebagian juga kreasi \u003Ci\u003Efeeling\u003C\/i\u003E Ibu, haha. Yang penting enak dan habis kan ya. 😋\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: justify;\"\u003EBahan:\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: justify;\"\u003E\u003Col\u003E\u003Cli\u003EBeras secukupnya. Hari ini saya pakai nasi yang tersedia, biar ekpres saja.\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003EAyam potong 500 gram.\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003EUbi oranye, dua buah, potong kecil. Sedang tidak ada labu di rumah, adanya ubi.\u0026nbsp;\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003EKangkung dua ikat\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003EJagung manis satu buah.\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003ESereh.\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003EDaun kemangi dua ikat.\u003C\/li\u003E\u003C\/ol\u003EBumbu halus:\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: justify;\"\u003E\u003Col\u003E\u003Cli\u003EBawang merah\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003EBawang putih\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003EJahe\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003EKunyit\u003C\/li\u003E\u003C\/ol\u003EBumbu halus saya tumis hingga harum, sebagai penambah lemak untuk bayi dan penambah cita rasa. Jika tidak ditambahkan juga tidak mengapa.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: justify;\"\u003ECara memasak:\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: justify;\"\u003E\u003Col\u003E\u003Cli\u003ERebus ayam dengan air secukupnya. Tidak perlu sampai ayam matang. Buang air rebusan pertama.\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003ESuwir-suwir ayam, pisahkan dagingnya.\u0026nbsp;\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003EMasak kembali ayam bersama nasi, ubi potong, dan jagung.\u0026nbsp;\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003EMasukkan tumisan bumbu dan sereh.\u0026nbsp;\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003ESetelah bubur hampir matang, masukkan kangkung. Setelah kangkung matang, masukkan kemangi.\u0026nbsp;\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003EPisahkan bubur untuk bayi dan keluarga.\u0026nbsp;\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003EUntuk porsi keluarga, boleh ditambahkan bumbu tambahan sesuai selera.\u0026nbsp;\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003EBubur bayi dapat disaring atau sesuaikan usia.\u0026nbsp;\u003C\/li\u003E\u003C\/ol\u003E\u003Cdiv\u003EDimakan bersama sambal ulek, ikan asin, masyaallah pasti sedap. 😋\u003C\/div\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cp\u003E\u003C\/p\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.istikmalia.com\/feeds\/631073651119944792\/comments\/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.istikmalia.com\/2021\/02\/resep-mpasi-bubur-manado-ala-ibu.html#comment-form","title":"0 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/6349234979534096525\/posts\/default\/631073651119944792"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/6349234979534096525\/posts\/default\/631073651119944792"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.istikmalia.com\/2021\/02\/resep-mpasi-bubur-manado-ala-ibu.html","title":"RESEP MPASI BUBUR MANADO ALA IBU"}],"author":[{"name":{"$t":"Nurin Ainistikmalia"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08183594824041242202"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"21","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEj29Cwy-Bsaqoobn2YPNgbmI4LY3WEa_qsnjcY4kBgeRaC9b9kxHuhzr5-sElEFXhUy0GdSRYq538GaX1DXhRZ8G0JMPzLXfDjz3afRYjqRfzgW_DyNXwFFv8MV3fq6Zw\/s113\/DSC02185.JPG"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-fXjw2uPdg4w\/YBti4vFjHSI\/AAAAAAAAHDI\/xc4D-G2SJJ4xX7tvaJjz_sywl0kmRnAgACLcBGAsYHQ\/s72-w640-h640-c\/Bubur%2BManado%2BAla%2BIbu.png","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-6349234979534096525.post-4748782710938828366"},"published":{"$t":"2021-02-03T14:29:00.001+07:00"},"updated":{"$t":"2021-02-03T14:29:49.003+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Kuliner"}],"title":{"type":"text","$t":"Resep Camilan Mpasi Pure Alpukat Kurma (6+)"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Ctable align=\"center\" cellpadding=\"0\" cellspacing=\"0\" class=\"tr-caption-container\" style=\"margin-left: auto; margin-right: auto;\"\u003E\u003Ctbody\u003E\u003Ctr\u003E\u003Ctd style=\"text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-MAzxgp9jiMU\/YBpNbQ6IngI\/AAAAAAAAHC8\/ewAoU-LsKyEggWZM7nsD84frKhplrzyqQCLcBGAsYHQ\/s1080\/resep%2Bcamilan%2Bmpasi%2Bpure%2Balpukat%2Bkurma.png\" style=\"margin-left: auto; margin-right: auto;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"1080\" data-original-width=\"1080\" height=\"640\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-MAzxgp9jiMU\/YBpNbQ6IngI\/AAAAAAAAHC8\/ewAoU-LsKyEggWZM7nsD84frKhplrzyqQCLcBGAsYHQ\/w640-h640\/resep%2Bcamilan%2Bmpasi%2Bpure%2Balpukat%2Bkurma.png\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/td\u003E\u003C\/tr\u003E\u003Ctr\u003E\u003Ctd class=\"tr-caption\" style=\"text-align: center;\"\u003EIlustrasi: pixabay.com.\u003C\/td\u003E\u003C\/tr\u003E\u003C\/tbody\u003E\u003C\/table\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EBismillahirrahmanirrahim.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003ELemak memegang komposisi peran terbesar dari MPASI pada bayi yakni 50-60 persen. Lemak juga berbagai macam jenisnya, ada yang baik dan ada yang tidak baik.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003ESebagai ibu, tentunya kita ingin memberikan yang terbaik untuk buah hati. Memberikan camilan berupa alpukat yang terkenal sebagai salah satu makanan sumber lemak tak jenuh tentu akan sangat baik sekali. Alpukat mengandung asam lemak omega 3 yang sangat baik untuk perkembangan otak dan nutrisi sang buah hati.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003EKita bisa mulai memperkenalkan cemilan alpukat di masa mpasi pertamanya, yakni 6 bulan. Enaknya memperkenalkan camilan buah ini ya, tinggal kerok, lalu lumat. Nah,\u0026nbsp; beberapa alpukat rasanya mungkin akan sedikit pahit, bisa disiasati di blend dengan tambahan dua butir kurma.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cp\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003ENamun saat mendapatkan alpukat yang rasanya enak, tidak ditambahkan apapun juga bayi-bayi saya suka.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EAlpukat juga bisa dikreasikan menjadi jus encer, atau dalam bentuk pure yang agak lebih padat.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003ESelamat mencoba untuk sang buah hati ya moms. 😇😘\u003C\/p\u003E\u003Cp\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/p\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.istikmalia.com\/feeds\/4748782710938828366\/comments\/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.istikmalia.com\/2021\/02\/resep-camilan-mpasi-pure-alpukat-kurma.html#comment-form","title":"0 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/6349234979534096525\/posts\/default\/4748782710938828366"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/6349234979534096525\/posts\/default\/4748782710938828366"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.istikmalia.com\/2021\/02\/resep-camilan-mpasi-pure-alpukat-kurma.html","title":"Resep Camilan Mpasi Pure Alpukat Kurma (6+)"}],"author":[{"name":{"$t":"Nurin Ainistikmalia"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08183594824041242202"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"21","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEj29Cwy-Bsaqoobn2YPNgbmI4LY3WEa_qsnjcY4kBgeRaC9b9kxHuhzr5-sElEFXhUy0GdSRYq538GaX1DXhRZ8G0JMPzLXfDjz3afRYjqRfzgW_DyNXwFFv8MV3fq6Zw\/s113\/DSC02185.JPG"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-MAzxgp9jiMU\/YBpNbQ6IngI\/AAAAAAAAHC8\/ewAoU-LsKyEggWZM7nsD84frKhplrzyqQCLcBGAsYHQ\/s72-w640-h640-c\/resep%2Bcamilan%2Bmpasi%2Bpure%2Balpukat%2Bkurma.png","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-6349234979534096525.post-7703723301121636382"},"published":{"$t":"2021-02-03T13:57:00.003+07:00"},"updated":{"$t":"2021-02-03T13:57:35.147+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Kuliner"}],"title":{"type":"text","$t":"Resep Mpasi Pepes Ikan Kembung Wortel (8+)"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cp\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-_xJH-hhb4iw\/YBpDSHrX9vI\/AAAAAAAAHCc\/btiodhRMZYMwm5XVSfbzSpZihwXvWkc2QCLcBGAsYHQ\/s1080\/resep%2Bpepes%2Bikan%2Bkembung.png\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em; text-align: center;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"1080\" data-original-width=\"1080\" height=\"640\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-_xJH-hhb4iw\/YBpDSHrX9vI\/AAAAAAAAHCc\/btiodhRMZYMwm5XVSfbzSpZihwXvWkc2QCLcBGAsYHQ\/w640-h640\/resep%2Bpepes%2Bikan%2Bkembung.png\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: justify;\"\u003EBismillahirrahmanirrahim.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: justify;\"\u003EUdah semangat banget kemarin sore nyiapin daun pisang, karena rencananya pagi ini saya mau bikin ikan pepes. Ngebayanginnya kayaknya seger gitu. 😁\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: justify;\"\u003EBegitu nurunin ikan dari kulkas, ew ternyata tinggal lima potong, wkwkwk 😆.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: justify;\"\u003ECuma cukup buat porsi sarapan sekeluarga. 🙈\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: justify;\"\u003ETapi tak apa, umma pantang menyerah. Tetap bangun pagi buat ngulek bumbu. 😂\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: justify;\"\u003EKarena kadung kepengin banget, ya dibikin aja. Di resep \u003Cspan style=\"font-size: large;\"\u003E\u003Cb\u003EMpasi Pepes Ikan Kembung Wortel\u003C\/b\u003E\u003C\/span\u003E kali ini saya tulis dengan porsi menyesuiaikan bayi saja ya. 😍\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: justify;\"\u003EBahan:\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: justify;\"\u003E\u003Col\u003E\u003Cli\u003EDua ekor ikan kembung. Bersihkan, kucuri air perasan jeruk nipis. Diamkan 10-15 menit.\u0026nbsp;\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003EWortel parut secukupnya\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003ETomat masak satu buah. Bisa diiris bisa juga dilumat.\u0026nbsp;\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003EDaun jeruk, sereh.\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003EKemangi secukupnya\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003EDaun pisang secukupnya.\u003C\/li\u003E\u003C\/ol\u003EBumbu halus:\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: justify;\"\u003E\u003Col\u003E\u003Cli\u003ESatu siung bawang merah.\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003ESatu siung bawang putih.\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003ESeiris jahe.\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003ESeiris kunyit.\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003EDua biji kemiri\u003C\/li\u003E\u003C\/ol\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: justify;\"\u003ECara membuat:\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: justify;\"\u003E\u003Col\u003E\u003Cli\u003ETumis bumbu halus atau bisa juga diberi satu sdm minyak kelapa. Balur merata ke ikan kembung.\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003EBungkus dengan daun pisang bersama sereh, daun jeruk, dan kemangi.\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003EKukus hingga matang.\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003ESajikan dengan nasi hangat lumat.\u003C\/li\u003E\u003C\/ol\u003E\u003Cdiv\u003EOh ya karena ini disajikan untuk bayi, ikannya boleh dipisahkan dari tulangnya dulu ya, dibejek-bejek dulu. Masih bisa dikreasikan dengan tambahan sayur bening, pasti jadi tambah \u003Ci\u003Esyeger. \u003C\/i\u003E😋\u003C\/div\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cp\u003E\u003C\/p\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.istikmalia.com\/feeds\/7703723301121636382\/comments\/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.istikmalia.com\/2021\/02\/resep-mpasi-pepes-ikan-kembung-wortel.html#comment-form","title":"0 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/6349234979534096525\/posts\/default\/7703723301121636382"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/6349234979534096525\/posts\/default\/7703723301121636382"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.istikmalia.com\/2021\/02\/resep-mpasi-pepes-ikan-kembung-wortel.html","title":"Resep Mpasi Pepes Ikan Kembung Wortel (8+)"}],"author":[{"name":{"$t":"Nurin Ainistikmalia"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08183594824041242202"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"21","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEj29Cwy-Bsaqoobn2YPNgbmI4LY3WEa_qsnjcY4kBgeRaC9b9kxHuhzr5-sElEFXhUy0GdSRYq538GaX1DXhRZ8G0JMPzLXfDjz3afRYjqRfzgW_DyNXwFFv8MV3fq6Zw\/s113\/DSC02185.JPG"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-_xJH-hhb4iw\/YBpDSHrX9vI\/AAAAAAAAHCc\/btiodhRMZYMwm5XVSfbzSpZihwXvWkc2QCLcBGAsYHQ\/s72-w640-h640-c\/resep%2Bpepes%2Bikan%2Bkembung.png","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-6349234979534096525.post-1847590742032401840"},"published":{"$t":"2021-02-03T10:02:00.000+07:00"},"updated":{"$t":"2021-02-03T10:02:02.459+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Kuliner"}],"title":{"type":"text","$t":"Resep Mpasi Sup Ikan Putih Kuah Tomat (6+)"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-FHQk_dNs8tI\/YBoN5dLDgFI\/AAAAAAAAHCQ\/u9KjIu60fI0CLnnyI5KW41f_REwl3NLEgCLcBGAsYHQ\/s1080\/RESEP%2BMPASI%2BSUP%2BIKAN%2BPUTIH.png\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"1080\" data-original-width=\"1080\" height=\"640\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-FHQk_dNs8tI\/YBoN5dLDgFI\/AAAAAAAAHCQ\/u9KjIu60fI0CLnnyI5KW41f_REwl3NLEgCLcBGAsYHQ\/w640-h640\/RESEP%2BMPASI%2BSUP%2BIKAN%2BPUTIH.png\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cp\u003EBismillahirrahmanirrahim.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp\u003EAlhamdulillah bisa dapat ikan putih segar. Kalau bahannya segar, mau dimasak apa saja jadi enak. 😋\u003C\/p\u003E\u003Cp\u003EDaging ikan segar kalau dimasak kayak ada manis-manisnya gitu, 😘 Lagi pengin makan ikan kuag segar, jadi saya bikin \u003Cspan style=\"font-size: large;\"\u003E\u003Cb\u003ESup Ikan Putih Kuah Tomat.\u003C\/b\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp\u003EBahan:\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp\u003E500 gr ikan putih (boleh diganti ikan lain).\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp\u003EBumbu halus:\u003C\/p\u003E\u003Cp\u003E\u003C\/p\u003E\u003Col style=\"text-align: left;\"\u003E\u003Cli\u003E5 siung bawang merah\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003E3 siung bawang putih\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003EJahe, kunyit secukupnya\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003E3-4 tomat masak ukuran sedang (sesuaikan selera).\u003C\/li\u003E\u003C\/ol\u003ECara membuat:\u0026nbsp;\u003Cp\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp\u003E\u003C\/p\u003E\u003Col style=\"text-align: left;\"\u003E\u003Cli\u003ECuci bersih ikan. Kucuri air jeruk nipis. Diamkan selama 10-15 menit.\u0026nbsp;\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003EMasukkan bumbu halus, ikan, dan sereh ke dalam air mendidih.\u0026nbsp;\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003ETaburi daun bawang dan seledri.\u0026nbsp;\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003ESajikan. 💕\u003C\/li\u003E\u003C\/ol\u003E\u003Cp\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp\u003ERasanya seger banget ini kalau dimakan pas hangat dan pas laper 😆. Selamat makan. 😘\u003C\/p\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cp\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cp\u003E\u003C\/p\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.istikmalia.com\/feeds\/1847590742032401840\/comments\/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.istikmalia.com\/2021\/02\/resep-mpasi-sup-ikan-putih-kuah-tomat.html#comment-form","title":"0 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/6349234979534096525\/posts\/default\/1847590742032401840"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/6349234979534096525\/posts\/default\/1847590742032401840"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.istikmalia.com\/2021\/02\/resep-mpasi-sup-ikan-putih-kuah-tomat.html","title":"Resep Mpasi Sup Ikan Putih Kuah Tomat (6+)"}],"author":[{"name":{"$t":"Nurin Ainistikmalia"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08183594824041242202"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"21","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEj29Cwy-Bsaqoobn2YPNgbmI4LY3WEa_qsnjcY4kBgeRaC9b9kxHuhzr5-sElEFXhUy0GdSRYq538GaX1DXhRZ8G0JMPzLXfDjz3afRYjqRfzgW_DyNXwFFv8MV3fq6Zw\/s113\/DSC02185.JPG"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-FHQk_dNs8tI\/YBoN5dLDgFI\/AAAAAAAAHCQ\/u9KjIu60fI0CLnnyI5KW41f_REwl3NLEgCLcBGAsYHQ\/s72-w640-h640-c\/RESEP%2BMPASI%2BSUP%2BIKAN%2BPUTIH.png","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-6349234979534096525.post-5328495266502037686"},"published":{"$t":"2021-02-02T23:05:00.000+07:00"},"updated":{"$t":"2021-02-02T23:05:09.098+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Kuliner"}],"title":{"type":"text","$t":"Resep Mpasi Bubur Nasi Kentang Keju Bayam (6+)"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cp\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-Vx1HQLzgPYY\/YBj_kdvoieI\/AAAAAAAAHB8\/uFTZVcWTGqctuxIMWsEaXU71RG5m2J9bACLcBGAsYHQ\/s1080\/resep%2Bmpasi%2Bbubur%2Bnasi%2Bkentang.png\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em; text-align: center;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"1080\" data-original-width=\"1080\" height=\"640\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-Vx1HQLzgPYY\/YBj_kdvoieI\/AAAAAAAAHB8\/uFTZVcWTGqctuxIMWsEaXU71RG5m2J9bACLcBGAsYHQ\/w640-h640\/resep%2Bmpasi%2Bbubur%2Bnasi%2Bkentang.png\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003EBismillahirrahmanirrahim.\u0026nbsp;\u003Cdiv\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003EResep kali ini simpel nan cepat juga. 😚\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003EBahan: nasi, satu buah kentang, keju parut, bayam cacah.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003ECara membuat:\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E1. Masak nasi dan kentang sampai lemb\"ut dan air menyusut.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E2. Masukkan keju parut dan bayam.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E3. Saring untuk 6+\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003EUntuk usia di atasnya, bisa langsung disajikan. 💕💕\u003Cbr \/\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cp\u003E\u003C\/p\u003E\u003C\/div\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.istikmalia.com\/feeds\/5328495266502037686\/comments\/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.istikmalia.com\/2021\/02\/resep-mpasi-bubur-nasi-kentang-keju-bayam.html#comment-form","title":"0 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/6349234979534096525\/posts\/default\/5328495266502037686"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/6349234979534096525\/posts\/default\/5328495266502037686"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.istikmalia.com\/2021\/02\/resep-mpasi-bubur-nasi-kentang-keju-bayam.html","title":"Resep Mpasi Bubur Nasi Kentang Keju Bayam (6+)"}],"author":[{"name":{"$t":"Nurin Ainistikmalia"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08183594824041242202"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"21","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEj29Cwy-Bsaqoobn2YPNgbmI4LY3WEa_qsnjcY4kBgeRaC9b9kxHuhzr5-sElEFXhUy0GdSRYq538GaX1DXhRZ8G0JMPzLXfDjz3afRYjqRfzgW_DyNXwFFv8MV3fq6Zw\/s113\/DSC02185.JPG"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-Vx1HQLzgPYY\/YBj_kdvoieI\/AAAAAAAAHB8\/uFTZVcWTGqctuxIMWsEaXU71RG5m2J9bACLcBGAsYHQ\/s72-w640-h640-c\/resep%2Bmpasi%2Bbubur%2Bnasi%2Bkentang.png","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-6349234979534096525.post-7725474115453130455"},"published":{"$t":"2021-02-02T15:10:00.006+07:00"},"updated":{"$t":"2021-02-02T15:15:13.973+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Kuliner"}],"title":{"type":"text","$t":"Resep Mpasi Omelet Nasi Penyet Telur Keju Isi Sayuran (9+)"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-tLp-sxG7lec\/YBj2xhFlMaI\/AAAAAAAAHBM\/J4MBiNVd5OotugvE-_XX45jjidylsVtjACLcBGAsYHQ\/s1080\/RESEP%2BMPASI%2BOmelet%2Bnasi%2Bpenyet.png\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"1080\" data-original-width=\"1080\" height=\"640\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-tLp-sxG7lec\/YBj2xhFlMaI\/AAAAAAAAHBM\/J4MBiNVd5OotugvE-_XX45jjidylsVtjACLcBGAsYHQ\/w640-h640\/RESEP%2BMPASI%2BOmelet%2Bnasi%2Bpenyet.png\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EBismillahirrahmanirrahim.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003ECeritanaya kangen BLW-an ala-ala sama bocah-bocah. 👶👶😆\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EIni menu yang cocok buat latihan \u003Ci\u003Efinger food, \u003C\/i\u003Epercayalah niscaya mak emak bakal ngebersihin seluruh ruangan, printilan makan, dan ngasih mandi ulang bayinya, haha. 😝\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003ETapi namanya juga belajar makan ya pasti butuh proses. Oh ya sekali lagi, menu ini tetap bisa untuk 6+ ya, tinggal disesuaikan. Kalau mau gampang, tinggal ulek saja.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EOmelet ini cocok dijadikan menu serba gercep, pas lagi dadakan kita belum siap, bayinya dah terlanjur bangun. 🙈\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003ETenang ya Mak, kalau bayik bangun pas kita lagi mau nyiapin makan, lalu tidak ada siapa-siapa yang bisa bantu pegang, tarik nafas, hembuskan. 😘 Ambil kursi bayi atau bouncer atau apa pun lah yang bisa ngiket bayi sementara. 🙈 Ajak mereka ke dapur sama kita, biarkan mereka menyaksikan semua aktivitas kita menyiapkan makanan. Sambil diajak ngobrol, diajarin cara memasak, dikasih tahu resepnya, dan banyak lagi yang bisa dieksplore kalau di dapur.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EOh ya baru ingat trik ini mah berlaku buat saya, karena bayinya dua. 🙈 Kalau makemak bayi satu, angkat saja masukin ke dalam gendongan, ajak masak. 🙈\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EBisa juga bayinya sambil dipegangin sayur atau buah yang bersih buat dimainin. Banyak pokoknya yang bisa dilakukan.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003ENah karena kita masak sama bayi, jadi tentu gak bisa lama-lama ya. 😉\u003C\/p\u003E\u003Ch2 style=\"text-align: justify;\"\u003EBikin Mpasi Omelet Nasi Penyet Telur Keju Isi Sayuran saja, aha!. 😘\u003C\/h2\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003ECara membuat:\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Col style=\"text-align: left;\"\u003E\u003Cli style=\"text-align: justify;\"\u003ESatu centong nasi dipenyet-penyet.\u003C\/li\u003E\u003Cli style=\"text-align: justify;\"\u003EHalus bawang merah dan bawang putih.\u003C\/li\u003E\u003Cli style=\"text-align: justify;\"\u003EIris lembut sedikit sayuran (yang ada di rumah saja).\u0026nbsp;\u003C\/li\u003E\u003Cli style=\"text-align: justify;\"\u003EIris lembut daun bawang dan seledri.\u0026nbsp;\u003C\/li\u003E\u003Cli style=\"text-align: justify;\"\u003ESatu butir telur, dan keju parut secukupnya\u003C\/li\u003E\u003Cli style=\"text-align: justify;\"\u003EMasukkan semua menjadi satu adonan. Panaskan penggorengan. Tuang adonan. Tunggu hingga matang kemudian balik.\u0026nbsp;\u003C\/li\u003E\u003Cli style=\"text-align: justify;\"\u003EBagi adonan menjadi beberapa bagian. Siapkan di piring bayi.\u0026nbsp;\u003C\/li\u003E\u003C\/ol\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003ETaraaaa ... omelet sudah siap dijamah oleh si bayiiik 😍.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cp\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E~ Selamat mencoba 💕\u003C\/div\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.istikmalia.com\/feeds\/7725474115453130455\/comments\/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.istikmalia.com\/2021\/02\/resep-mpasi-omelet-nasi-penyet-telur-keju-isi-sayuran..html#comment-form","title":"0 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/6349234979534096525\/posts\/default\/7725474115453130455"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/6349234979534096525\/posts\/default\/7725474115453130455"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.istikmalia.com\/2021\/02\/resep-mpasi-omelet-nasi-penyet-telur-keju-isi-sayuran..html","title":"Resep Mpasi Omelet Nasi Penyet Telur Keju Isi Sayuran (9+)"}],"author":[{"name":{"$t":"Nurin Ainistikmalia"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08183594824041242202"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"21","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEj29Cwy-Bsaqoobn2YPNgbmI4LY3WEa_qsnjcY4kBgeRaC9b9kxHuhzr5-sElEFXhUy0GdSRYq538GaX1DXhRZ8G0JMPzLXfDjz3afRYjqRfzgW_DyNXwFFv8MV3fq6Zw\/s113\/DSC02185.JPG"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-tLp-sxG7lec\/YBj2xhFlMaI\/AAAAAAAAHBM\/J4MBiNVd5OotugvE-_XX45jjidylsVtjACLcBGAsYHQ\/s72-w640-h640-c\/RESEP%2BMPASI%2BOmelet%2Bnasi%2Bpenyet.png","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-6349234979534096525.post-2181349053069943505"},"published":{"$t":"2021-02-02T14:54:00.001+07:00"},"updated":{"$t":"2021-02-02T14:54:29.469+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Kuliner"}],"title":{"type":"text","$t":"Resep Mpasi Kari Ayam Tahu (9+)"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cp\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-g3VGBR-oVCQ\/YBjypTMkgUI\/AAAAAAAAHAw\/7Rg9_9cIP9Eawks-st5-6YNqPd2KuuVzQCLcBGAsYHQ\/s1080\/resep%2Bmpasi%2Bkari%2Bayam%2Btahu%2B%25289%252B%2529.png\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"1080\" data-original-width=\"1080\" height=\"640\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-g3VGBR-oVCQ\/YBjypTMkgUI\/AAAAAAAAHAw\/7Rg9_9cIP9Eawks-st5-6YNqPd2KuuVzQCLcBGAsYHQ\/w640-h640\/resep%2Bmpasi%2Bkari%2Bayam%2Btahu%2B%25289%252B%2529.png\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: justify;\"\u003EBismillahirrahmanirrahim.\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: justify;\"\u003EAlhamdulillah, demam efek tumbuh gigi sudah mulai mereda, 👏👏 sudah pada ceria, dan aktif lagi. 😘. Ternyata di masing-masing bayik, sedang tumbuh berkembang empat gigi. Dua di atas, dua di bawah, masyaallah tabarakallah. 💕😍\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003EJadi setelah ngeresep bubur-buburan lembut, tiba saatnya kembali ke asal tekstur anak 9 bulan. 😍\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003EOmong-omong, untuk urusan tekstur, tiap bayi berbeda ya. Ada yang bisa cepat, ada juga yang butuh waktu berproses yang cukup lama, sabar ikuti bayi, dan terus pelajari mana yang nyaman saja.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003EHari ini, saya masak menu mpasi keluarga yakni\u0026nbsp;\u003Cspan style=\"font-size: large;\"\u003EKari Ayam Tahu. \u003C\/span\u003ENanti untuk bayi-bayi tinggal dilumat\/bejek-bejek bersama nasi lembek. Kalau masih 6 bulanan bisa diulek halus kemudian disaring.\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003EAlhamdulillah mamak habis bercentong-centong nasi pakai lauk ini euy *eh 🙈.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003EOh ya, nanti setelah matang, porsi untuk bayi saya pisahkan di panci punya mereka. Sementara yang untuk keluarga saya tambahkan garam. Kalau gula saya memang tidak biasa menambahkan di masakan. Tergantung yang masak lah ya, bebas pokoknya selera tinggal dikreasikan di porsi panci milik keluarga. 😘\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Ch2 style=\"text-align: justify;\"\u003EResep Mpasi Kari Ayam Tahu (9+)\u003C\/h2\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003EBahan:\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Col\u003E\u003Cli\u003ESatu bungkus tahu (isi 10).\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003E500 gram ayam potong.\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003ESantan 0,5 liter (menyesuaikan selera).\u003C\/li\u003E\u003C\/ol\u003EBumbu halus:\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Col\u003E\u003Cli\u003E7 siung bawang merah\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003E4 siuang bawang putih\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003E3 butir kemiri\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003EJahe\u0026nbsp;\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003EKunyit\u0026nbsp;\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003ETomat matang dua buah (tadi saya tidak pakai).\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003EKetumbar (tadi saya tidak pakai).\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003ELombok besar (saya skip ini).\u003C\/li\u003E\u003C\/ol\u003EBumbu tambahan:\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Col\u003E\u003Cli\u003EDaun salam\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003EDaun jeruk\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003ESereh\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003EDaun bawang\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003ESeledri\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003EBawang goreng (saya tidak pakai).\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003ELengkuas, geprek.\u003C\/li\u003E\u003C\/ol\u003ECara memasak.\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Col\u003E\u003Cli\u003EMasak ayam dengan satu liter air. Ketika sudah mendidih, buang air. Rebus kembali dengan air baru sampai tingkat kematangan yang diinginkan.\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003ESangrai bumbu halus sampai harum, beri sedikit air, masukkan daun salam, daun jeruk, sereh, lengkuas.\u0026nbsp;\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003ECampurkan bumbu halus dan tahu.\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003EMasukkan santan. Tunggu samapai mendidih. Matikan api kompor.\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003EPisahkan untuk bayi dan keluarga.\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003EMenu untuk keluarga bisa di modifikasi rasa (tambahan gula garam dll).\u003C\/li\u003E\u003C\/ol\u003E\u003Cdiv\u003ESelamat menikmati. Semoga bayi dan seluruh keluarga suka ya. 💕💕\u003C\/div\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-c1rAtS0wQLc\/YBkALNhHSLI\/AAAAAAAAHCE\/5g287XtDUKIwhxXAbd-tYqOpmoOwabV9QCLcBGAsYHQ\/s960\/Bubur%2BLabu%2BBeras%2BSup%2BTahu%2BTomat%2B%25286%2529.jpeg\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"960\" data-original-width=\"540\" height=\"640\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-c1rAtS0wQLc\/YBkALNhHSLI\/AAAAAAAAHCE\/5g287XtDUKIwhxXAbd-tYqOpmoOwabV9QCLcBGAsYHQ\/w360-h640\/Bubur%2BLabu%2BBeras%2BSup%2BTahu%2BTomat%2B%25286%2529.jpeg\" width=\"360\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cbr \/\u003E\u0026nbsp;\u003Cp\u003E\u003C\/p\u003E\u003C\/div\u003E\u003C\/div\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.istikmalia.com\/feeds\/2181349053069943505\/comments\/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.istikmalia.com\/2021\/02\/resep-mpasi-kari-ayam-tahu-9.html#comment-form","title":"0 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/6349234979534096525\/posts\/default\/2181349053069943505"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/6349234979534096525\/posts\/default\/2181349053069943505"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.istikmalia.com\/2021\/02\/resep-mpasi-kari-ayam-tahu-9.html","title":"Resep Mpasi Kari Ayam Tahu (9+)"}],"author":[{"name":{"$t":"Nurin Ainistikmalia"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08183594824041242202"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"21","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEj29Cwy-Bsaqoobn2YPNgbmI4LY3WEa_qsnjcY4kBgeRaC9b9kxHuhzr5-sElEFXhUy0GdSRYq538GaX1DXhRZ8G0JMPzLXfDjz3afRYjqRfzgW_DyNXwFFv8MV3fq6Zw\/s113\/DSC02185.JPG"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-g3VGBR-oVCQ\/YBjypTMkgUI\/AAAAAAAAHAw\/7Rg9_9cIP9Eawks-st5-6YNqPd2KuuVzQCLcBGAsYHQ\/s72-w640-h640-c\/resep%2Bmpasi%2Bkari%2Bayam%2Btahu%2B%25289%252B%2529.png","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-6349234979534096525.post-2719775868907556572"},"published":{"$t":"2021-01-31T12:52:00.009+07:00"},"updated":{"$t":"2021-02-02T13:40:07.055+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Kuliner"}],"title":{"type":"text","$t":"Resep Mpasi Bubur Beras Labu Sup Tahu Tomat Hati Ayam (6+)"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cp\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-Q4Iis29yLuI\/YBTtqCa-8AI\/AAAAAAAAG-8\/IiPMNpzRf8QzVcawJbrREjTM1FafFMDfACLcBGAsYHQ\/s1080\/Coffee%2BPhoto%2BiPhone%2BLayout.png\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em; text-align: center;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"1080\" data-original-width=\"1080\" height=\"640\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-Q4Iis29yLuI\/YBTtqCa-8AI\/AAAAAAAAG-8\/IiPMNpzRf8QzVcawJbrREjTM1FafFMDfACLcBGAsYHQ\/w640-h640\/Coffee%2BPhoto%2BiPhone%2BLayout.png\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003EBismillahirrahmanirrahim.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003EJumat sore panas badan Abang Alfath mulai meningkat. Baluran bawang merah, pelukan kangguru, dan pijatan sudah tidak ada efeknya. Segera saya cek suhu, ternyata sudah di atas 38 derajat. Anaknya juga sudah mulai tidak ceria. Jumat sore saya beri sanmol untuk meredakan efek demam. Malam diberi lagi, tapi juga tidak banyak perubahan.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003EPerilaku yang paling tampak, anaknya menempel terus, maunya selalu menyusu. Sabtu dini hari, dua bayi mulai rewel sejak pukul satu. Dan mereka menyusu sejak pukul satu hingga pukul empat. Rasanya? saya kehausan kehabisan energi. 🙈 Dengan sangat terpaksa, saya lepaskan mereka, karena saya butuh mengisi kembali energi.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003EEntah karena kebanyakan menyusu atau bagaimana, Abang Alfath juga mulai gumoh susu, sampai bolak-balik ganti sprei tiga kali. Seru sekali di hari Sabtu dini hari, menemani dua bayi yang sedang tidak enak badan dan maunya dipeluk terus.\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003EDua kali pemberian sanmol belum terlihat reaksinya. Obatnya saya hentikan, kembali ke baluran bawang merah. Kali ini lebih banyak dan lebih sering.\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003EPaginya, saya buatkan kembali menu sup hangat. Berharap nafsu makan mereka tetap terjaga. Menggunakan bahan yang ada, jadilah bahan postingan \u003Cspan style=\"font-size: large;\"\u003E\u003Cb\u003Eresep mpasi bubur beras la\u003C\/b\u003E\u003C\/span\u003E\u003Cb style=\"font-size: x-large;\"\u003Ebu sup tahu tomat hati ayam. 😆\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-mXCaLag6hIQ\/YBjzkrP-2LI\/AAAAAAAAHA8\/xiMR8yvnYeElGOtDo4jOwf8OJy5br3ydgCLcBGAsYHQ\/s1080\/Bubur%2BLabu%2BBeras%2BSup%2BTahu%2BTomat.jpeg\" imageanchor=\"1\" style=\"font-size: x-large; font-weight: 700; margin-left: 1em; margin-right: 1em; text-align: center;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"1080\" data-original-width=\"1080\" height=\"640\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-mXCaLag6hIQ\/YBjzkrP-2LI\/AAAAAAAAHA8\/xiMR8yvnYeElGOtDo4jOwf8OJy5br3ydgCLcBGAsYHQ\/w640-h640\/Bubur%2BLabu%2BBeras%2BSup%2BTahu%2BTomat.jpeg\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cp\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003EAlhamdulillah, mereka masih mau makan hingga dua kali makan. Selebihnya, menyusu dan menyusu (sampai mamak lemes kehabisan tenaga 🙈). Menu kali ini diturunkan teksturnya, pas dicoba untuk bayi 6+.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003EBubur beras labunya masih sama seperti menu sebelumnya karena stok labu masih ada.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cb\u003EBahan Bubur Beras Labu:\u0026nbsp;\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Col\u003E\u003Cli\u003EBeras lima sdm\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003ESepotong labu kuning\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003EAir\u003C\/li\u003E\u003C\/ol\u003ECara membuat:\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003ECuci bersih beras, masak di panci. Tunggu setengah matang, masukkan labu kuning. Masak hingga labu hancur, aduk-aduk sampai bubur matang. Saring.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cb\u003ESup Tahu Tomat Hati Ayam:\u0026nbsp;\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003EBahan:\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Col\u003E\u003Cli\u003ESepotong tahu putih\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003ESatu buah tomat masak\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003EDua hati ayam\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003EDaun bawang\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003ESeledri\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003ESereh\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003EBumbu: bawang putih, kunyit, jahe\u003C\/li\u003E\u003C\/ol\u003ECara membuat:\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Col\u003E\u003Cli\u003ERebus hati ayam dengan sereh. Air rebusan bisa disimpan untuk kaldu. Lumatkan hati ayam rebus.\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003ELumatkan tahu dan tomat\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003EGunakan air kaldu untuk sup. Masukkan hati, tomat, dan tahu. Beri daun bawang dan seledri.\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003EAngkat.\u003C\/li\u003E\u003C\/ol\u003EMasakan siap dihidangkan. 💕\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-WEOvlTpviQc\/YBbHBl6XSgI\/AAAAAAAAG_8\/8BPLiIUJ1V89V7CdoPC8hfc7gcvvq_6rQCLcBGAsYHQ\/s960\/IMG_20210130_183957_896.jpg\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"960\" data-original-width=\"540\" height=\"640\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-WEOvlTpviQc\/YBbHBl6XSgI\/AAAAAAAAG_8\/8BPLiIUJ1V89V7CdoPC8hfc7gcvvq_6rQCLcBGAsYHQ\/w360-h640\/IMG_20210130_183957_896.jpg\" width=\"360\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.istikmalia.com\/feeds\/2719775868907556572\/comments\/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.istikmalia.com\/2021\/01\/resep-mpasi-bubur-beras-labu-sup-tahu-tomat-hati-ayam.html#comment-form","title":"0 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/6349234979534096525\/posts\/default\/2719775868907556572"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/6349234979534096525\/posts\/default\/2719775868907556572"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.istikmalia.com\/2021\/01\/resep-mpasi-bubur-beras-labu-sup-tahu-tomat-hati-ayam.html","title":"Resep Mpasi Bubur Beras Labu Sup Tahu Tomat Hati Ayam (6+)"}],"author":[{"name":{"$t":"Nurin Ainistikmalia"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08183594824041242202"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"21","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEj29Cwy-Bsaqoobn2YPNgbmI4LY3WEa_qsnjcY4kBgeRaC9b9kxHuhzr5-sElEFXhUy0GdSRYq538GaX1DXhRZ8G0JMPzLXfDjz3afRYjqRfzgW_DyNXwFFv8MV3fq6Zw\/s113\/DSC02185.JPG"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-Q4Iis29yLuI\/YBTtqCa-8AI\/AAAAAAAAG-8\/IiPMNpzRf8QzVcawJbrREjTM1FafFMDfACLcBGAsYHQ\/s72-w640-h640-c\/Coffee%2BPhoto%2BiPhone%2BLayout.png","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}}]}});