// API callback
related_results_labels_thumbs({"version":"1.0","encoding":"UTF-8","feed":{"xmlns":"http://www.w3.org/2005/Atom","xmlns$openSearch":"http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/","xmlns$blogger":"http://schemas.google.com/blogger/2008","xmlns$georss":"http://www.georss.org/georss","xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-6349234979534096525"},"updated":{"$t":"2023-12-10T06:29:06.023+07:00"},"category":[{"term":"Celoteh"},{"term":"Statistisi"},{"term":"Cinta"},{"term":"Kuliner"},{"term":"Wisata"},{"term":"Parenting"},{"term":"Review"},{"term":"Quran"},{"term":"Inspirasi"},{"term":"Fiksi"},{"term":"Karya"},{"term":"Haji 2018"},{"term":"ODOP Blogger Muslimah Indonesia OKT 2017"},{"term":"Blogging"},{"term":"Endometriosis"},{"term":"Giveaway"},{"term":"ASUS"},{"term":"Advertorial"}],"title":{"type":"text","$t":"Impian Istikmalia"},"subtitle":{"type":"html","$t":"Berbagi Cerita, Cinta, Inspirasi"},"link":[{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#feed","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.istikmalia.com\/feeds\/posts\/default"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/6349234979534096525\/posts\/default\/-\/Celoteh?alt=json-in-script\u0026max-results=6"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.istikmalia.com\/search\/label\/Celoteh"},{"rel":"hub","href":"http://pubsubhubbub.appspot.com/"},{"rel":"next","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/6349234979534096525\/posts\/default\/-\/Celoteh\/-\/Celoteh?alt=json-in-script\u0026start-index=7\u0026max-results=6"}],"author":[{"name":{"$t":"Nurin Ainistikmalia"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08183594824041242202"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"21","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEj29Cwy-Bsaqoobn2YPNgbmI4LY3WEa_qsnjcY4kBgeRaC9b9kxHuhzr5-sElEFXhUy0GdSRYq538GaX1DXhRZ8G0JMPzLXfDjz3afRYjqRfzgW_DyNXwFFv8MV3fq6Zw\/s113\/DSC02185.JPG"}}],"generator":{"version":"7.00","uri":"http://www.blogger.com","$t":"Blogger"},"openSearch$totalResults":{"$t":"62"},"openSearch$startIndex":{"$t":"1"},"openSearch$itemsPerPage":{"$t":"6"},"entry":[{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-6349234979534096525.post-4321320987758612573"},"published":{"$t":"2023-09-04T14:00:00.000+07:00"},"updated":{"$t":"2023-09-04T14:00:55.025+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Celoteh"}],"title":{"type":"text","$t":"Pilihan"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEiZjP71Am196KaNgyQvTQXI44selO0cIU0WDKbXlZ_UDGBDFUUdwa8lturgpEOBPf1lHeBI66tbUal8N0o3-QN5zWoqnAcJCivK6w3hHlCBNV9AlO22-aTCy2cVuvEOWI8p31915q18tGaVC59iGN1E8f2jVDcfBN_9CImltLoFHH1DSl8AUWzeoHCBCuc\/s1080\/20230703_095740_0000.png\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"1080\" data-original-width=\"1080\" height=\"640\" src=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEiZjP71Am196KaNgyQvTQXI44selO0cIU0WDKbXlZ_UDGBDFUUdwa8lturgpEOBPf1lHeBI66tbUal8N0o3-QN5zWoqnAcJCivK6w3hHlCBNV9AlO22-aTCy2cVuvEOWI8p31915q18tGaVC59iGN1E8f2jVDcfBN_9CImltLoFHH1DSl8AUWzeoHCBCuc\/w640-h640\/20230703_095740_0000.png\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EBismillahirrahmanirrahim.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EApapun pilihan menulisnya, nyatanya saya tetap kembali ke rumah Maya ini. :)\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003ETapi kali ini, \"PILIHAN\" bukan ingin bercerita tentang itu. Melainkan tentang, sebuah pilihan hidup.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EKarena sejatinya, hidup tentang pilihan bukan?\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003ESebagaimana firman Allah dalam Al-Qur'an surah Asy-Syam, \"fa alhamaha fujuroha fataqwaha\" kepada jiwa, telah Allah tetapkan jalan ketaqwaan dan kesesatannya. Manusia dibentangkan atas dua pilihan. Dan manusia dipersilakan untuk memilihnya. Tetapi Allah senantiasa mendorong hambaNya untuk memilih jalan ketaqwaan.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EPada jalan ketaqwaan tersebut, bismillah dengan sadar dan berbesar hati, saya memilih untuk tetap bertahan menjalani amanah sebagai abdi negara.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EPilihan yang sebenarnya, jika ada opsi lain yang lebih menjanjikan saya tentu ingin mengambil opsi lainnya.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EMisalnya, opsi menjadi perempuan kaya raya seperti Khadijah, haha :).\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EPergulatan batin untuk tetap menjadi ibu pekerja, bukan hal yang mudah tentu saja. Karena ada yang harus dikorbankan, dan mau tidak mau harus mau berkorban. Tetapi inilah jalan yang telah dipilih dengan sangat sadar, dan insyaallah paling rasional serta membawa jalan ke surga.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EKarena pertama, suami yang meminta. Kedua, Allah berkahi saya tempat kerja yang nyaman dengan banyak keberkahan (insyaallah)\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cul\u003E\u003Cli\u003ESatu kantor dengan suami. Berangkat bareng, pulang bareng. \u003Ci\u003EAlways\u003C\/i\u003E hampir 24 jam, bangun tidur sampai tidur kembali, yha kerjanya bareng suami. Sebuah keuwuwan yang mahal harganya.\u0026nbsp;\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003EPerjalanan dinas pun sering hampir selalu bersama suami. Bukan hanya hanimun berdua di hotel, yha seringnya jadi rekreasi sekeluarga\u003Ci\u003E staycation \u003C\/i\u003Ebareng anak anak.\u0026nbsp;\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003EDuduk sebelahan meja dengan suami.\u0026nbsp;\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003EBanyak pekerjaan yang bisa saling \u003Ci\u003Eback up\u003C\/i\u003E.\u0026nbsp;\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003EIstirahat siang bisa kembali ke rumah, mengasuh anak anak.\u0026nbsp;\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003EDiberi rezeki oleh Allah bisa meng'\u003Ci\u003Ehire\u003C\/i\u003E' art yang memudahkan urusan pekerjaan rumah.\u0026nbsp;\u003C\/li\u003E\u003Cli\u003EAllah rezekikan punya hunian yang nyaman, tidak luas tapi cukup besar untuk keluarga kecil kami. Tinggal di ibu kota provinsi, segala fasilitas ada, dekat dengan mertua. Masyaallah apalagi yang hendak dicari?\u0026nbsp;\u003C\/li\u003E\u003C\/ul\u003E\u003Cdiv\u003ESaya keluar rumah, bersama suami, sampai di rumah ya juga dengan suami. Selama menjadi abdi negara, sudah pernah merasakan sekelas bareng menikmati beasiswa kuliah, hanimun berlabel diklat, perjadin, dan banyak lagi. Menikmati hasil kerja keras sama sama, menikmati jalan jalannya berdua. Jadi nikmat manalagi yang akan kami dustakan. Masyaallah Alhamdulillah.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003EDiberkahi oleh Allah lingkungan dan teman-teman kantor yang saling support. Suasana kerja yang nyaman. Jujur saja, kondisi saya saat ini benar-benar dalam kondisi \u003Ci\u003E\"secure\"\u003C\/i\u003E dalam segala sisi.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003ESudah di posisi, tinggal mensyukuri dan menjalani apa yang ada. :)\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003ESungguh, jika suami meminta saya fokus di rumah saja, pasti saya langsung tanpa babibu mengiyakan karena itu impian saya sejak lama.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003ETetapi karena dengan sangat jelas suami meminta saya \"menemani beliau\" bekerja, dengan segala keadaan yang sudah saya sebut tadi. Bismillah samina wa athana, insyaallah akan banyak keberkahan menyertai.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003EDi atas pilihan tersebut, sebagai seorang ibu, yang sedang mendampingi tiga buah hati yang masih kecil, saya memilih untuk tidak mengejar apapun dalam pekerjaan. Cukuplah menemani suami sebagai bekal keridaan Allah. Cukuplah tunaikan kewajiban dalam pekerjaan. Tak mengejar prestasi, tak mengejar ingin ini ingin itu. Menjadi biasa biasa saja, agar amanah tidak bertambah, agar lembur kerja tak perlu ada, dan punya banyak waktu untuk menbersamai anak-anak.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003EUntuk pengasuhan, untuk membersamai mereka, saya meminta izin kepada Allah untuk tidak perlu mengerjakan hal yang lainnya (tidak menambah kesibukan dengan pekerjaan sampingan lain yang menguras waktu semisal menulis, jualan \u003Ci\u003Eonline\u003C\/i\u003E, atau apapun). Saya memohon kepada Allah agar dilimpahkan Rizqi\u0026nbsp; dari jalur abdi negara. Dicukupkan dari gaji, dan tambahan penghasilan lain lantaran sebab pekerjaan dinas.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003ESaya senang beraktivitas. Saya senang menulis, dan menikmati penghasilan dari jerih menulis. Saya senang jualan, walau kecil kecilan. Tetapi jika dengan itu, saya harus menjadi sangat sibuk dan kehilangan waktu untuk \"hadir\" bersama anak, karena harus mengurus \u003Ci\u003Ecustomer\u003C\/i\u003E, menyelesaikan tenggat deadline kepenulisan, menjawab \u003Ci\u003Echat\u003C\/i\u003E atau lainnya, rasa-rasanya saya akan sangat menyesalinya di kemudian hari.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003ETahu tahu, anak anak sudah semakin besar. Sementara pengasuhan tidak bisa diulang. Saya takut, saya tidak amanah dan kehilangan momen. :(. Lagipula, pekerjaan yang wajib saja sudah menguras energi, sepertinya mamak tidak kuat kalau mau tambah-tambah lagi. 😆\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003EBismillah, dijalani, disyukuri, dinikmati. 😊\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E💕\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cp\u003E\u003C\/p\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.istikmalia.com\/feeds\/4321320987758612573\/comments\/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.istikmalia.com\/2023\/09\/pilihan.html#comment-form","title":"0 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/6349234979534096525\/posts\/default\/4321320987758612573"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/6349234979534096525\/posts\/default\/4321320987758612573"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.istikmalia.com\/2023\/09\/pilihan.html","title":"Pilihan"}],"author":[{"name":{"$t":"Nurin Ainistikmalia"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08183594824041242202"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"21","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEj29Cwy-Bsaqoobn2YPNgbmI4LY3WEa_qsnjcY4kBgeRaC9b9kxHuhzr5-sElEFXhUy0GdSRYq538GaX1DXhRZ8G0JMPzLXfDjz3afRYjqRfzgW_DyNXwFFv8MV3fq6Zw\/s113\/DSC02185.JPG"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEiZjP71Am196KaNgyQvTQXI44selO0cIU0WDKbXlZ_UDGBDFUUdwa8lturgpEOBPf1lHeBI66tbUal8N0o3-QN5zWoqnAcJCivK6w3hHlCBNV9AlO22-aTCy2cVuvEOWI8p31915q18tGaVC59iGN1E8f2jVDcfBN_9CImltLoFHH1DSl8AUWzeoHCBCuc\/s72-w640-h640-c\/20230703_095740_0000.png","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-6349234979534096525.post-5595573769392626369"},"published":{"$t":"2022-10-21T18:26:00.003+07:00"},"updated":{"$t":"2022-11-15T09:03:06.122+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Celoteh"}],"title":{"type":"text","$t":"Terlahir Kembali "},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEifCtrNaLNqD9P0pxZ0ysTqgoCdZ35fMGMUcOBwSV0uQn904sFU6RFNrpVrDb_d6dK7C3865q6rjeZAkKiAmJ8qtQruVWdWSfIPbUW12WEAv_I4BVHxFGUmqyGqhwHtZQcM7c7m0LNJ8AVGlDG7TFgZ0oJB1j8FZ8MDChMFvhALgzZyU2oHMprpXKLM\/s1080\/20221021_191833_0000.png\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"1080\" data-original-width=\"1080\" height=\"320\" src=\"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEifCtrNaLNqD9P0pxZ0ysTqgoCdZ35fMGMUcOBwSV0uQn904sFU6RFNrpVrDb_d6dK7C3865q6rjeZAkKiAmJ8qtQruVWdWSfIPbUW12WEAv_I4BVHxFGUmqyGqhwHtZQcM7c7m0LNJ8AVGlDG7TFgZ0oJB1j8FZ8MDChMFvhALgzZyU2oHMprpXKLM\/s320\/20221021_191833_0000.png\" width=\"320\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cp style=\"text-align: left;\"\u003EBismillahirrahmanirrahim.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: left;\"\u003E\u003Cb\u003ESeptember, 2021.\u0026nbsp;\u003C\/b\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: left;\"\u003ECeloteh terakhir di blog ini (sebelum akhirnya hiatus hingga hampir satu tahun lamanya) pada postingan \u003Ca href=\"https:\/\/www.istikmalia.com\/2021\/09\/berjeda.html\" target=\"_blank\"\u003E'Berjeda'\u003C\/a\u003E di mana saat itu saya berencana mengambil cuti kerja, berakhir dengan 'cuti yang tertunda' hingga saat melahirkan tiba. 😊\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: left;\"\u003ESebelum rencana cuti itu terealisasi, saya mulai merasakan tidak enak badan. Rasanya seperti sedang merasakan haid tapi kenyataannya saya sedang tidak haid. 🥲\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: left;\"\u003ENyeri diiringi tanda-tanda yang sudah saya hafal bertahun-tahun karena saya mengalami endometriosis akut plus adenomiosis.\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: left;\"\u003EBaca juga: \u003Ca href=\"https:\/\/www.istikmalia.com\/2019\/01\/endometriosis-dan-bagaimana-agar-kita-bisa-berdamai-dengannya-bagian-satu.html\" target=\"_blank\"\u003EEndometriosis dan Bagaimana Agar Kita Dapat Berdamai Dengannya\u003C\/a\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: left;\"\u003ESaya, yang ketika itu baru saja mendapatkan haid bebas nyeri selama 5 bulan terakhir setelah prosesi hamil, melahirkan dan menyusui dua bayi kembar, sempat memiliki prasangka 'kurang baik' ke Allah. 😥\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: left;\"\u003E\"Ya Allah, datang lagi? mengapa saya? padahal saya sudah jaga makan minum, pola hidup sehat, kenapa saya masih merasakan ini? kenapa yang lain yang makannya serampangan, malah baik-baik saja?\"🙈 astaghfirullah, sedang agak kacau sepertinya pikiran saya saat itu, terpicu pengaruh hormon. \u003Cbr \/\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: left;\"\u003ENamun saya juga mulai curiga, mengapa badan rasanya tidak enak, tapi haid tidak kunjung tiba.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: left;\"\u003ELantas saya memberanikan diri untuk melakukan tes urine (sebab waktu itu suami sudah merencanakan cuti kami). Saya sampaikan ke suami, \"sebentar, tes dulu ya sebelum ngajuin cuti.\"\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: left;\"\u003EMasyaallah alhamdulillah, sesuatu di luar dugaan terjadi. Hasil testpacknya positif 😭 (MahaBesar Allah dengan segala kuasaNya).\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: left;\"\u003EUntuk lebih meyakinkan, saya sempat melakukan tes beberapa kali di hari yang berbeda. Hasilnya semakin jelas dan terang. POSITIF.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: left;\"\u003E\"Kak, batalkan cutinya. Sepertinya aku hamil,\" bergetar bibir ini saat saya menyampaikan kabar ini ke suami.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: left;\"\u003E(Cuti yang sekiranya akan kami gunakan untuk pulang berkunjung ke rumah orang tua dan mertua, kami batalkan mengingat jauhnya perjalanan serta musim covid yang masih mewarnai. Pembatalan juga dilakukan dalam rangka menjaga kehamilan yang terhitung masih usia muda. Alhamdulillah, ibu mertua juga mendukung, dan meminta kami lebih banyak berdiam saja di rumah.)\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: left;\"\u003ELuar biasa kasih sayang Allah kepada kami, hamba-hamba yang dhoif ini. 😭\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: left;\"\u003ELalu, perjalanan hamil dimulailah. ~\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: left;\"\u003E\u003Cb\u003EDiwarnai Indikasi \u003Ci\u003EBlighted Ovum\u0026nbsp;\u003C\/i\u003E\u003C\/b\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: left;\"\u003EKurang lebih dua bulan kehamilan awal, rasanya seperti tidak hamil. Saya masih tetap energik, tidak ada mual muntah, saya bahkan bisa makan dan minum dengan lahap, aktivitas juga seperti biasa. Sampai-sampai khadimat yang membantu mengasuh Duo Al terheran,\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: left;\"\u003E\"Ibu hamilnya enak banget ya, enggak mabuk.\" \u003Cbr \/\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: left;\"\u003EJika mengenang kehamilan Si Kembar dengan riwayat Hiperemesis (mual muntah berlebihan), saya merasa bersyukur dengan kehamilan kali ini. Tapi ...\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: left;\"\u003EBaca juga: \u003Ca href=\"https:\/\/www.istikmalia.com\/2021\/07\/menjalani-hiperemesis-dengan-bahagia.html\" target=\"_blank\"\u003EMenjalani Hiperemesis Dengan Bahagia\u003C\/a\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: left;\"\u003ESesuatu yang tidak mengenakkan terjadi. Memasuki awal bulan ketiga, di pemeriksaan kedua, dokter mulai curiga pada hasil USG.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: left;\"\u003E\"Ibu, ini hanya kelihatan kantung janinnya saja, tidak ada apa-apa di dalamnya. Harusnya untuk usia sekarang, sudah terlihat janin di dalamnya.\"\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: left;\"\u003ESaya juga menyaksikan sendiri, benar-benar hanya kantung janin, tidak ada isi. Dokter waktu itu menganalisa kemungkinan saya hamil kosong (\u003Ci\u003Eblighted ovum). \u003C\/i\u003EKami pun diberi waktu kurang lebih dua Minggu untuk melihat perkembangan janin, jika tetap kosong maka akan dilakukan kuretase.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: left;\"\u003EPerih! Patah! Nangis jugalah pasti! Kemudian bangkit lagi. Haha 😆 demikianlah hidup ya kan! 🤭.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: left;\"\u003EMembangun kembali keyakinan pada Allah, menguatkan ikhtiar langit-bumi. Buka-baca-nonton (gugling) pengalaman mereka yang divonis BO namun atas izin Allah ternyata janin berkembang.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: left;\"\u003EBeberapa saran saya ikuti, sembari terus mengencangkan doa. Biiznillah, janin berkembang. 🥺 Ajaib sekali! Kantung kehamilan yang waktu itu kosong, tiba-tiba ada isi, terlihat janin di dalamnya dengan kondisi sehat wal afiat. Allahu Akbar!.\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: left;\"\u003EPersis sebelum cek USG dan terlihat adanya janin, saya mulai merasakan mual muntah (emesis) selayaknya ibu hamil. Jadi entahlah kesimpulannya, emesis itu berkah 🙈. Saya ingat kata dokter waktu hamil Si Kembar, \"justeru kalau ibu merasakan mual dan muntah, itu tandanya bayi ibu sehat, berkembang dengan baik\".\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: left;\"\u003ETapi ingat ya gais, mual muntah yang berlebihan itu tetap tidak baik dan tidak normal!. 😀\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: left;\"\u003E\u003Cb\u003EJuni, 2022\u003C\/b\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: left;\"\u003EMasa-masa penantian kelahiran putri Salihah menjadi sebuah pengalaman mewah yang tidak akan terlupa. Alhamdulillah, biiznillah lahir dengan lembut sehat selamat pada 06 Juni 2022 melalui cara persalinan pervaginam (VBAC) di RS Hermina Balikpapan.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: left;\"\u003EKisah persalinan sudah saya tuliskan di postingan tersendiri di sini:\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: left;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/www.istikmalia.com\/2022\/06\/Berbagi-cerita-pengalaman-vbac-lahiran-normal-setelah-sesar-jarak-dekat.html\"\u003EBerbagi Pengalaman VBAC\u003C\/a\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: left;\"\u003E\u003Cspan style=\"font-size: x-large;\"\u003ETerlahir Kembali\u003C\/span\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: left;\"\u003EJika ada hal yang ingin selalu diulang seperti perasaan rindu berulang pada baitullah, 🥺 buat saya, ialah merasakan proses hamil hingga persalinan, menyusui, dan segala yang berkaitan dengan hadirnya seorang anak.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: left;\"\u003EMasyaallah, rasanya seperti TERLAHIR KEMBALI. Menjadi manusia dengan sosok yang baru.\u003C\/p\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.istikmalia.com\/feeds\/5595573769392626369\/comments\/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.istikmalia.com\/2022\/10\/terlahir-kembali.html#comment-form","title":"0 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/6349234979534096525\/posts\/default\/5595573769392626369"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/6349234979534096525\/posts\/default\/5595573769392626369"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.istikmalia.com\/2022\/10\/terlahir-kembali.html","title":"Terlahir Kembali "}],"author":[{"name":{"$t":"Nurin Ainistikmalia"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08183594824041242202"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"21","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEj29Cwy-Bsaqoobn2YPNgbmI4LY3WEa_qsnjcY4kBgeRaC9b9kxHuhzr5-sElEFXhUy0GdSRYq538GaX1DXhRZ8G0JMPzLXfDjz3afRYjqRfzgW_DyNXwFFv8MV3fq6Zw\/s113\/DSC02185.JPG"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEifCtrNaLNqD9P0pxZ0ysTqgoCdZ35fMGMUcOBwSV0uQn904sFU6RFNrpVrDb_d6dK7C3865q6rjeZAkKiAmJ8qtQruVWdWSfIPbUW12WEAv_I4BVHxFGUmqyGqhwHtZQcM7c7m0LNJ8AVGlDG7TFgZ0oJB1j8FZ8MDChMFvhALgzZyU2oHMprpXKLM\/s72-c\/20221021_191833_0000.png","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-6349234979534096525.post-1152272415682092754"},"published":{"$t":"2021-09-24T22:44:00.001+07:00"},"updated":{"$t":"2022-06-20T02:16:30.977+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Celoteh"}],"title":{"type":"text","$t":"Berjeda"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-D5aVaFOBSYk\/YU3xWd5vNyI\/AAAAAAAAHWQ\/w1lazt1zohkSgDfjSuYCOYH8h7ECQ1d1QCLcBGAsYHQ\/s1080\/Modern%2BInstagram%2BQuote%2BSocial%2BMedia.png\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"1080\" data-original-width=\"1080\" height=\"640\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-D5aVaFOBSYk\/YU3xWd5vNyI\/AAAAAAAAHWQ\/w1lazt1zohkSgDfjSuYCOYH8h7ECQ1d1QCLcBGAsYHQ\/w640-h640\/Modern%2BInstagram%2BQuote%2BSocial%2BMedia.png\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Cspan style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Cspan style=\"text-align: justify;\"\u003EBismillahirrahmanirrahim.\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E30 Agustus 2021.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003ETumben sekali saya bisa membuat judul seringkas ini :).\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp\u003E\u003Cb\u003EB E R J E D A\u0026nbsp;\u003C\/b\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp\u003E\u003Cb\u003EBerhenti Sejenak Dari Segala Rupa Keriuhan yang Ada\u003C\/b\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EJika diantara kalian ada yang nyasar membaca tulisan ini (geer sekali ya saya 😅),\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/www.istikmalia.com\/2019\/03\/terima-kasih-sudah-merindu.html\" target=\"_blank\"\u003ETerima kasih ya, sudah merindu. :)\u003C\/a\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EPostingan ini saya buat, karena mungkin dalam beberapa waktu yang belum mampu saya tentukan batasnya, saya akan terlihat tidak terlalu 'berkeliaran' di jejaring sosial. :)\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EJadi saya kembali ke sini, untuk menepi. :)\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EAlhamdulillah kabar saya dan keluarga dalam keadaan baik, sehat wal afiat. Insyaallah bahagia lahir batin. :)\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EDi bulan September ini, pekerjaan rutin di kantor tergolong di batas normal. Tidak santai tapi juga bukan bulan tersibuk. Sementara pekerjaan saya sebagai penulis, di pekan terakhir Agustus ini sedang dalam masa tenang karena semua proyek sudah berakhir.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EDi awal September nanti, pekerjaan proyek penulisan mulai lagi. Saya punya tiga proyek yang harus diselesaikan. Satu proyek buku pengadaan jenjang SD bersama Tiga Serangkai, satu proyek menulis buku anak bersama salah satu penerbit mayor kenamaan, dan satu buku nonfiksi semi ilmiah mengenai kemiskinan.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003ETadinya saya masih tergiur untuk mengambil tawaran tambahan, tapi tiba-tiba, saya merasa jadi terlalu \"riuh\".\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003ERame sekali rasanya. Jadi ingin mengambil jarak.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003ETapi HAI.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E.\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E.\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E.\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003ESaya kembali lagi melanjutkan tulisan ini di 24 September 2021 dengan keadaan:\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E1. Alhamdulilah buku kemiskinan sudah rilis. 🎉🎉🥰.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E2. Alhamdulillah naskah buku nonteks pelajaran untuk jenjang SD sudah dinyatakan diterima oleh Tiga Serangkai. Sore tadi saya juga sudah menyerahkan revisi dan persyaratan yang diminta. DAN ternyata bukannya berkurang, bulan September ini, saya malah nambah tanggungan proyek penulisan DUA buku nonteks lagi 😂 (Alhamdulillah sekaligus astaghfirullah semoga saya kuat 🤭). Kali ini ada ensiklopedia mapel PPKN dan mapel PAI jenjang SD. Oh ya untuk proyek buku pengayaan\/buku nonteks ini nantinya masih akan berlanjut pada proses penilaian Puskurbuk (Pusat Kurikulum dan Perbukuan) Kemendikbud sebelum akhirnya dicetak dan dikirim ke sekolah-sekolah SD di seluruh negeri. 🥰 Masyaallah tak sabar menanti hari itu tiba. Hari di mana buku saya bakal ada di sekolah-sekolah. (Tentunya juga, hari di mana saya bisa kipas-kipas MANJAH menerima royalti buku yang cair. 😜).\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E3. Untuk progres buku anak bersama salah satu penerbit besar, MANASAYA TAHU KALAU EDITOR BUKU ANAK SAYA \"KEJAM\" 😅. Kejam dalam artian baik ya. Banyak sekali penugasan, dan salah satunya ialah CHALLENGE UPDATE STATUS DI MEDSOS TIAP HARI. Hahah. Eta gimana mau BERJEDA kalau gini ceritanya. Jadi ya bismillah dikerjakan saja. ❤️\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003ESeptember ini juga bulan penuh WEBINAR. ☺️ Hampir tiap hari ada undangan. Bulan istimewa karena bersamaan dengan peringatan hari statistik nasional.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003ETadinya, akhir pekan ini saya berencana ingin membuat opini untuk meramaikan lomba opini BPS, tapi enggak diizinin sama buyanya anak-anak. 🤪\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EKata blio, ISTIRAHAT. Jangan kebanyakan nulis. Rehat dulu. Padahal buat saya, istirahat itu bukan leyeh-leyeh enggak ngapa-ngapain, istirahat saya tu ya nulis. 🙈\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003ETapi emang bener kata suami. Saya butuh rehat. Butuh jeda. Nulis-nulis yang saya kerjain di September ini memang sangat menguras energi dan pikiran.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003ESyukurnya, karena diminta rehat oleh suami, saya jadi ke sini. Ke blog ini. 🥰☺️\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EKalau ngeblog nulisnya dijamin enggak pakai pusing. Selow santai dan nikmat. ☺️\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EJadi apa kabar Oktober nanti?\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EInsyaallah saya akan ambil jeda, dengan mengajukan cuti. ☺️❤️~\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/p\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.istikmalia.com\/feeds\/1152272415682092754\/comments\/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.istikmalia.com\/2021\/09\/berjeda.html#comment-form","title":"0 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/6349234979534096525\/posts\/default\/1152272415682092754"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/6349234979534096525\/posts\/default\/1152272415682092754"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.istikmalia.com\/2021\/09\/berjeda.html","title":"Berjeda"}],"author":[{"name":{"$t":"Nurin Ainistikmalia"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08183594824041242202"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"21","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEj29Cwy-Bsaqoobn2YPNgbmI4LY3WEa_qsnjcY4kBgeRaC9b9kxHuhzr5-sElEFXhUy0GdSRYq538GaX1DXhRZ8G0JMPzLXfDjz3afRYjqRfzgW_DyNXwFFv8MV3fq6Zw\/s113\/DSC02185.JPG"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-D5aVaFOBSYk\/YU3xWd5vNyI\/AAAAAAAAHWQ\/w1lazt1zohkSgDfjSuYCOYH8h7ECQ1d1QCLcBGAsYHQ\/s72-w640-h640-c\/Modern%2BInstagram%2BQuote%2BSocial%2BMedia.png","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-6349234979534096525.post-7633739934994581621"},"published":{"$t":"2021-07-05T03:39:00.002+07:00"},"updated":{"$t":"2021-07-05T07:50:47.681+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Celoteh"}],"title":{"type":"text","$t":"Lintasan-lintasan Pikiran yang Membuat Kita Tak Lagi Jernih Menilai "},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-YrQHKRsOhWg\/YOJXPBsNW_I\/AAAAAAAAHNw\/7ETZOdkGFpwymd72Gc0PfmRE-CsFfhx_QCLcBGAsYHQ\/s1080\/Kiriman%2BInstagram%2BUcapan%2BUlang%2BTahun%2BIlustrasi%2BWarna%2BWarni.png\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"1080\" data-original-width=\"1080\" height=\"640\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-YrQHKRsOhWg\/YOJXPBsNW_I\/AAAAAAAAHNw\/7ETZOdkGFpwymd72Gc0PfmRE-CsFfhx_QCLcBGAsYHQ\/w640-h640\/Kiriman%2BInstagram%2BUcapan%2BUlang%2BTahun%2BIlustrasi%2BWarna%2BWarni.png\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cspan style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Cspan style=\"text-align: justify;\"\u003EBismillahirrahmanirrahim.\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EJangan bosan karena tetiba saya menjadi cerewet sekali. Hampir setiap pagi apdet curhat, haha.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EIni hanya salah satu cara saya mengurai kepanikan dan perasaan tidak tenang.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EJika ingin tahu, kepanikan saya sebelumnya, menghasilkan sebuah buku, haha. 😂\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E\"Kami Semua Sayang Ibu\" buku cerita anak perdana karangan saya, lahir dari sebuah rasa khawatir luar biasa yang membuat saya tidak bisa tidur semalaman karena memikirkan kondisi anak-anak. 🙈\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EKali ini, wujudnya jadi latah nyeloteh di blog. 😆\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EPercaya atau tidak, seringkali baik dan buruk, bergantung pada lintasan pikiran. PRASANGKA, demikian bahasa Al-Qur'an menyebutnya.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EDulu sekali, saat saya masih dilanda kebucinan level lebai 😄, saya bisa tahu di mana dan kapan saya akan tak sengaja berpapasan atau bertemu dengan orang yang saya taksir itu.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EPernah saat saya sedang di bus kota, tiba-tiba saja saya panas dingin, merasa ia akan naik bus yang sama. Ya Tuhan, Jakarta luas sekali, bus-bus juga ratusan jumlahnya. Sungguh aneh, kenapa dia bisa ikut menumpangi bus saya di waktu itu.\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EDan benar! Tidak masuk di akal! Tidak lama bus berhenti karena lambaian seorang laki-laki, dan itu dia!. Saya? Mati gaya! Deg-degan sekali, serasa ingin menghindar tapi tak bisa! Pakai acara tegur sapa segala! 🤪.\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003ELintasan pikiran kita kadang aneh, tapi keanehan itu pula yang membuat kita kadang menjadi tak jernih menilai sesuatu.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EJatuh cinta, misalnya. 😜\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003ELintasan pikiran berlebihan entah mengapa seakan membawa kita bertemu hal-hal yang kita pikirkan.\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003ESeperti saat saya jatuh cinta, tak hanya satu dua kali, saya bahkan bisa memprediksi kapan dan di mana bertemu, HAMPIR SETIAP HARI.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EBenar-benar, overdosis sekali saya memikirkan ia. 😂\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EPerasaan saya saat ini juga demikian. Rasa khawatir dan takut yang \"agaknya berlebih\" ini membuat saya bertemu dengan hal-hal lain yang saya pikirkan.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003ESeperti, tiba-tiba saja Ibu saya menelepon, sebulan lalu, saat Alfath baru saja keluar dari RS. Ibu saya bercerita bahwa cucu kawannya yang berusia sepantaran Alfath, mengalami kelumpuhan, kembali lagi seperti bayi, tidak bisa bicara, tidak bisa berjalan. Benar-benar tumbuh kembangnya kembali ke titik nol akibat kejang yang terlambat ditangani. 😢\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003ESungguh saya yang saat itu baru saja mengalami sendiri saat putra saya berada di pangkuan dengan demam tinggi tiba-tiba kejang dan tak sadarkan diri cukup lama, mulai membayangkan yang tidak-tidak. Saya membayangkan jika saya menjadi ibunya, 😥. Hingga saat ini, bayi tersebut masih terapi syaraf. Sedih sekali mendengar berita ini, namun qadarullah, semua terjadi atas takdir Allah.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003ESetelah mendengar kabar tersebut, tentu saja, rasa khawatir saya bertambah. Saya berjanji pada diri saya sendiri, untuk semakin ketat menjaga kesehatan Alfath. Selalu saya ingat pesan dokter terakhir kali, \"Bu, anak Ibu ini kapan panasnya tinggi, cepet ke RS ya Bu, jangan tunggu sampai kejang lagi.\"\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003ESaat sakit yang ini, kejadian mendadak di pagi buta mendapati Alfath yang tiba-tiba menangis karena demam tinggi tanpa ada apa-apa sebelumnya membawa saya pada kisah anak dengan kasus serupa yang meninggal mendadak tanpa sempat di bawa ke RS.\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003ESendu sekali rasanya. Lintasan pikiran akibat rasa takut, cemas, dan khawatir yang berlebihan mengacaukan saya. Pikiran saya menjadi tak jernih lagi dalam menilai.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003ESaat saya berceloteh ria di postingan \"\u003Ca href=\"https:\/\/www.istikmalia.com\/2021\/07\/kesiapan-menghadapi-hal-yang-tak-pasti.html?m=1\" target=\"_blank\"\u003EKesiapan Menghadapi Hal yang Tak Pasti\"\u003C\/a\u003E\u0026nbsp;sensitif sekali perasaan saya hingga saya merasa \u003Ci\u003Efeel alone.\u0026nbsp;\u003C\/i\u003E😐\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E'Merasa' seperti ini ya jauh dari keluarga, apa-apa sendiri. Tak boleh berharap penyemangat dan perhatian orang-orang terdekat. 😜 Tak boleh berharap rasa empati dan kasih sayang (apa sih ini) 😂.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EPadahal ya selama ini, atas nama pandemi, sejak hamil bolak balik dirawat RS dilakoni berdua, melahirkan berdua, kembali ke tempat tugas juga berdua, enggak kenapa-kenapa juga rasanya enjoy saja alhamdulillah. 😘\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003ESensitivitas dan pikiran runyam telah membuat saya alpa bahwa dua bulan terakhir ini saya dilimpahi \"keluarga perantauan\" yang baik hati. Saya ingat sekali bagaimana kenalan beberapa perawat di RS tempat anak-anak rawat inap banyak memberikan bantuan.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003ESaya juga ingat, suatu waktu saat saya seharian belum sempat makan karena bayi saya rewel sekali, menangis terus dan lengket selalu ingin menyusu. Kebetulan waktu itu suami sedang pulang ke rumah untuk mengurus berbagai keperluan. Sebenarnya rasanya lemas juga karena energi saya tersedot untuk menyusui dan menjaga anak, namun minim asupan. Kemudian Allah hantarkan dua kenalan yang sengaja datang menjenguk. Subhanallah! Sungguh ibu-ibu ini bak malaikat penolong karena akhirnya saya bisa makan dan sejenak punya teman berbincang 🥳. Saya sampai berseloroh \"terima kasih ya Bu, \u003Ci\u003Ealways listening always understanding,\u003C\/i\u003E haha.\"\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EIbu yang lain juga Allah hadirkan dalam wujud berbeda, baik hati sekali beliau karena mau dimintai tolong belanja keperluan apa-apa yang sedang kami butuhkan.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EYang lain lagi, yang lain lagi, yang lain lagi. Wah banyak sekali. 😘Saya juga sampai tidak bisa mengingat bahwa Allah melimpahi saya tetangga yang siap antar jaga ☺️. Membantu banyak sekali keperluan di rumah.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003ETadinya saya pikir, keluarga paling terdekat di perantauan adalah teman-teman kantor, mereka yang delapan jam sehari membersamai.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003ETadinya saya pikir, orang-orang yang akan datang menolong, memberikan pundak, memberikan semangat, memberikan perhatian,\u0026nbsp; menyampaikan doa-doa adalah hanya kawan-kawan yang selama ini satu rumah dalam pekerjaan, dalam rapat-rapat rutinan, dalam kerja-kerja yang seringkali tak mengenal jadwal.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003ENamun subhanallah, Allah jauh lebih sayang. Selain \"keluarga kantor\", dilimpahkannya keluarga kecil kami di perantauan ini \"keluarga perantauan\" lain yang sedemikian perhatiannya. 🥺 Menemani bahkan tanpa dimintai. 🥺 Padahal bertemu dan saling bersapa pun jarang-jarang. Membersamai, mungkin dapat diukur dengan hitungan jari. Tentu tak setiap hari. Apalagi di masa pandemi ini. 🙂\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EMereka yang sangat antusias menanyakan kabar, siap dimintai tolong kapan pun dibutuhkan (meski tentu tak saya lakukan).\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003ESampai-sampai saya berpikir, ya Allah jika suatu ketika terjadi apa-apa, insyaallah saya tidak akan sendiri, ada banyak keluarga di perantauan.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EMasyaallah, sampai ingin menangis rasanya menuliskan ini. 🥺\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EBenar kata Allah, bahwa Allah sesuai prasangka hambanya. PRASANGKA ini yang senantiasa harus kita jaga dalam keadaan positif. Untuk seorang muslim, tidak ada kekhawatiran terhadap apa pun yang dialami di dunia. Sebab di mata mukmin, semua ini fana, ilusi semata.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EKita diberi dua senjata. Sabar saat diuji, syukur saat nikmat terlimpahi.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003ETakut boleh, khawatir boleh, sedih boleh, namun tidak boleh berlebihan, sesuaikan porsi.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EKeadaan pandemi ini memang sangat berpotensi menambah kacau pikiran. Untuk itu, Jauh sebelum gelombang kedua ini terjadi, saya sudah menutup hampir semua kanal yang menaikkan level kekhawatiran saya.\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003ESaya harus menjaga diri \"sesuai porsi\" karena saya masih punya dua bayi yang harus disusui.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EPikiran saya harus sehat, raga saya tak boleh sedikit pun tumbang karena saya punya dua nyawa, dua jiwa yang tumbuh kembangnya masih sangat bergantung pada saya.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EAduhai! Tanpa memikirkan covid saja, pikiran saya sudah penuh. Selain amanah pekerjaan dan amanah besar sebagai ibu, saya sudah tak sanggup memikul beban pikiran yang lain.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003ESudah, sabar-syukur-ikhlaskan- lepaskan, demikian rumus yang selalu saya andalkan terhadap apa-apa yang sekiranya tak layak dipikirkan dalam-dalam.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EIngatlah bahwa apa-apa yang dikhawatirkan itulah yang akan terjadi.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EIngat kisah ini:\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003ESuatu hari Rasulullah sallallahu'alaihi wasallam menjenguk orang yang sedang sakit demam. Beliau menghiburnya dan membesarkan hati orang tersebut. Beliau berkata: \"Semoga penyakitmu ini menjadi penawar dosamu.\"\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EOrang itu menjawab : \"Tapi ini demam yang mendidih, yang menimpa orang tua yang sudah peot, yang bisa menyeretnya ke lubang kubur.\"\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EMendengar keluhan orang itu, Rasulullah sallallahu'alaihi wasallam berkata: \"Kalau demikian anggapanmu, maka itulah yang akan terjadi\" (HR.Ibnu Majah).\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003ESaban hari, selalu saja ada kabar silih berganti, dari sahabat-sahabat terdekat. Saya menghubungi sebagiannya yang dikenali secara pribadi, satu persatu.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EBanyak yang sedang berjuang akhir-akhir ini. Kondisi negeri sedang tidak baik-baik saja. Untuk semua yang saat ini sedang berjuang sembuh, ingatlah kami selalu mendoakan.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003ESemoga selalu berlimpah kebaikan. Semoga selalu berlimpah kesehatan dan keberkahan.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003ETerus saling jaga, saling menyemangati, saling mengingatkan. ❤️\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EIngat untuk terus menjaga pikiran. Pikirkan yang baik-baik. Tetaplah positif.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E\"Barangsiapa yang ridha, maka keridhaan itu untuknya. Barangsiapa mengeluh, maka keluhan itu akan menjadi miliknya\" (HR. At-Tirmidzi).\u003C\/p\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/p\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.istikmalia.com\/feeds\/7633739934994581621\/comments\/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.istikmalia.com\/2021\/07\/lintasan-lintasan-pikiran-yang-membuat.html#comment-form","title":"2 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/6349234979534096525\/posts\/default\/7633739934994581621"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/6349234979534096525\/posts\/default\/7633739934994581621"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.istikmalia.com\/2021\/07\/lintasan-lintasan-pikiran-yang-membuat.html","title":"Lintasan-lintasan Pikiran yang Membuat Kita Tak Lagi Jernih Menilai "}],"author":[{"name":{"$t":"Nurin Ainistikmalia"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08183594824041242202"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"21","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEj29Cwy-Bsaqoobn2YPNgbmI4LY3WEa_qsnjcY4kBgeRaC9b9kxHuhzr5-sElEFXhUy0GdSRYq538GaX1DXhRZ8G0JMPzLXfDjz3afRYjqRfzgW_DyNXwFFv8MV3fq6Zw\/s113\/DSC02185.JPG"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-YrQHKRsOhWg\/YOJXPBsNW_I\/AAAAAAAAHNw\/7ETZOdkGFpwymd72Gc0PfmRE-CsFfhx_QCLcBGAsYHQ\/s72-w640-h640-c\/Kiriman%2BInstagram%2BUcapan%2BUlang%2BTahun%2BIlustrasi%2BWarna%2BWarni.png","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"2"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-6349234979534096525.post-1467429386581335465"},"published":{"$t":"2021-07-04T02:09:00.007+07:00"},"updated":{"$t":"2021-07-04T02:14:15.088+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Celoteh"}],"title":{"type":"text","$t":"Mencari Tahu, adalah Modal Dasar Mendapatkan Ilmu"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-Bu_wVh8zU_Y\/YOC0rTYYvsI\/AAAAAAAAHNc\/gIV9SBOpZGUSudAq8ySheRCPQsPDTJ7dgCLcBGAsYHQ\/s2048\/IMG_20210702_235212.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"2048\" data-original-width=\"2048\" height=\"320\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-Bu_wVh8zU_Y\/YOC0rTYYvsI\/AAAAAAAAHNc\/gIV9SBOpZGUSudAq8ySheRCPQsPDTJ7dgCLcBGAsYHQ\/s320\/IMG_20210702_235212.jpg\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EBismillahirrahmanirrahim.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003ESetelah saya menulis celotehan pagi lalu di sini,\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/www.istikmalia.com\/2021\/07\/kesiapan-menghadapi-hal-yang-tak-pasti.html?m=1\" target=\"_blank\"\u003EKesiapan Menghadapi Hal Yang Tak Pasti\u0026nbsp;\u003C\/a\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EYang isinya agak terlalu 'mendayu-dayu' 😅 terbawa suasana hati. Pagi ini saya mulai sibuk dengan MENCARI TAHU.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EAlhamdulillah tadi pagi kami sudah membawa pulang Alfath keluar dari RS, (lagi-lagi) dengan surat pernyataan persetujuan penolakan infus yang harus saya tanda tangani setelah jarum sebelumnya membuat pergelangan tangannya bengkak dan tangisnya yang meronta-ronta menahan rasa tidak nyaman.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003ESeperti yang saya utarakan sebelumnya, sebulan lalu saya masih \"tega\" mengikuti saran dokter untuk melanjutkan pemasangan infus, gonta ganti tangan, posisi, termasuk untuk keperluan ambil darah hingga sebelas kali tusukan, walaupun berakhir dengan tanda tangan surat penolakan pemasangan juga.\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EKali ini entah, perasaan saya dan suami sama: \"sudah, cukup satu kali saja.\" Dibarengi dengan melihat perkembangan kondisi Alfath yang sudah tidak demam dan muntah. Alhamdulillah, permohonan pulang di acc oleh dokter.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003ESuasana ruang perawatan anak lebih ramai dibandingkan saat Alfath dirawat sebelumnya. Menimbang kejadian bulan lalu saat saya membawa Althaf serta, dan akhirnya Althaf tumbang karena tertular virus di Rumah Sakit, lalu menjadi berkepanjangan karena menularkan kembali ke Alfath, begitu seterusnya bak lingkaran yang tak punya tepi. Untuk yang saat ini, saya memutuskan tidak membawanya ikut, saya yang mengalah bolak balik pulang ke rumah untuk menyusuinya, dan tentu ini menjadi bahan pertimbangan saya untuk segera keluar dari RS karena saya menjadi tidak tenang memikirkan dua bayi yang terpisah jarak.\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003ESempat saya berniat menyimpankan susu perah untuknya, rupanya tak sempatlah itu 'pumping-pumping' karena Alfath menempel terus bak perangko lengket di atas amplop. 😄 Ia senang sekali berbaring telentang di atas dada saya.\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EJadi saat ada waktu ia terlelap, saya buru-buru secepat guntur 😅 segera pulang ke rumah menemui Althaf dengan ritual 'mandi-ganti baju' dulu lalu sekilat cahaya 😅 segera kembali lagi ke RS. Alhamdulillah ternyata bisa, Mahakuasa Allah yang memudahkan segala prosesnya.\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EUntuk pertama kalinya saya juga membekali Althaf susu kambing, haha. Ibu ini khawatir saja kalau-kalau tidak bisa segera pulang di jam menyusuinya, ternyata di mana ada niat di situ Allah berikan jalan. Susu kambingnya tetap diminum, selama saya di RS hanya sempat dibuatkan satu gelas. Di luar prediksi, menyusuinya juga tetap lancar Alhamdulillah.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EOh ya, kembali pada bahasan MENCARI TAHU.\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EPagi ini saya mulai mencari faktor WHY-nya, \u003Ci\u003Esebab melownya tidak boleh lama-lama, besok sudah Senin lagi dan masuk kerja, 😆\u003C\/i\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EJujur, mendapati anak tiba-tiba demam tinggi mendekati 40 itu menimbulkan efek trauma. Terlebih jika mengingat riwayat kejangnya.\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EPertama tentu menggunakan insting sebagai seorang ibu.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EDari hasil lab, menunjukkan adanya infeksi. Tidak jauh berbeda dengan hasil lab bulan lalu, hbnya rendah sekali, 8 dari normal bayi laki-laki usia 1-2 tahun yang harusnya di angka 11. Hasil ini tidak jauh berbeda dengan saat Althaf dirawat juga, hb di 8.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003ESaya agak menduga, -karena dokter anak juga tidak meresepkan tambahan suplemen zat besi apa pun dan selow saja- mengarah ke ADB kategori sedang.\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EMemang secara fisik saat ini masih terpantau baik, KMS masih oke. Tapi demikian mudahnya bolak balik terinfeksi, dan tiba-tiba bisa demam tinggi tanpa gejala apa-apa sebelumnya mencirikan ini. Wallahualam.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EPasti saya tidak akan 'menyimpulkan sendiri', konsultasi medis tetap diperlukan setelah ini. Bijaknya, mungkin saya perlu 'second opinion', tapi dengan kondisi peningkatan kasus covid ini sudah pasti saya tidak bisa ke mana-mana. Jadi urungkan saja niat ini. Fyi, baru ada satu dokter anak di tempat saya tinggal.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EIkhtiar yang bisa dilakukan adalah menjaga asupan nutrisi terutama untuk meningkatkan Hb. Saat perawatan bulan lalu, diberi resep suplemen zat besi, kali ini tidak ada pastinya dokter anak yang merawat Alfath sudah sangat mempertimbangkan. Hanya saya merasa, hbnya kok gak naik-naik ya dari bulan lalu.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EPagi ini KEKEPOAN saya juga sampai merambah ke mana-mana 🤭. Jadi nyasar ke blog buibuk dengan pengalamannya berjuang dengan anaknya yang ADB kategori ringan. Alhamdulillah kepo berfaedah 😅 karena saya jadi tahu skoring jenis ADB berdasarkan hasil lab. Saya juga jadi tahu mengenai macam-macam ADB yang tidak boleh di anggap angin lalu begitu saja.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003ESaya juga mulai mengevaluasi ke belakang sampai masa pra hamil. Insyaallah ikhtiar mencukupi nutrisi sudah di tahap paling optimal dari saya, hasil akhir hingga hari ini tentu ada garis tangan Allah di sana.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003ESelain itu, tentu saya sadar, barangkali masih banyak selipan dosa dan perbuatan yang menggelincirkan dan terpetik hasilnya hari ini.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EBismillah, semoga bekal mencari tahu ini menjadikan saya semakin dekat dengan sumber ilmu. Agar saya tahu 'why'nya karena saya tidak puas hanya dengan kalimat 'anak-anak memang gitu, gampang sakit'.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EDan tentu, agar saya menjadi lebih siap menghadapinya.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EBismillah, tetap positif dengan segala kemungkinan yang ada. ❤️\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/p\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.istikmalia.com\/feeds\/1467429386581335465\/comments\/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.istikmalia.com\/2021\/07\/mencari-tahu-adalah-modal-dasar-mendapatkan-ilmu.html#comment-form","title":"0 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/6349234979534096525\/posts\/default\/1467429386581335465"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/6349234979534096525\/posts\/default\/1467429386581335465"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.istikmalia.com\/2021\/07\/mencari-tahu-adalah-modal-dasar-mendapatkan-ilmu.html","title":"Mencari Tahu, adalah Modal Dasar Mendapatkan Ilmu"}],"author":[{"name":{"$t":"Nurin Ainistikmalia"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08183594824041242202"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"21","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEj29Cwy-Bsaqoobn2YPNgbmI4LY3WEa_qsnjcY4kBgeRaC9b9kxHuhzr5-sElEFXhUy0GdSRYq538GaX1DXhRZ8G0JMPzLXfDjz3afRYjqRfzgW_DyNXwFFv8MV3fq6Zw\/s113\/DSC02185.JPG"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-Bu_wVh8zU_Y\/YOC0rTYYvsI\/AAAAAAAAHNc\/gIV9SBOpZGUSudAq8ySheRCPQsPDTJ7dgCLcBGAsYHQ\/s72-c\/IMG_20210702_235212.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-6349234979534096525.post-7049628025494693240"},"published":{"$t":"2021-07-02T23:52:00.001+07:00"},"updated":{"$t":"2021-07-02T23:52:40.728+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Celoteh"}],"title":{"type":"text","$t":"Kesiapan Menghadapi Hal Yang Tak Pasti"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cp\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-gbP5yWvx09I\/YN82RDr3sZI\/AAAAAAAAHNQ\/Y-s3YVTz6OcXdmQ-prxCHtQjC87TvgwCgCLcBGAsYHQ\/s2048\/IMG_20210702_235212.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"2048\" data-original-width=\"2048\" height=\"320\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-gbP5yWvx09I\/YN82RDr3sZI\/AAAAAAAAHNQ\/Y-s3YVTz6OcXdmQ-prxCHtQjC87TvgwCgCLcBGAsYHQ\/s320\/IMG_20210702_235212.jpg\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003EBismillahirrahmanirrahim.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cp\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EPukul dua pagi, saya meraba badan Alfath. Suhu tubuhnya meninggi. Kedua bayi kembar saya memang terbiasa bergantian menyusu sembari tidur. Mereka ada di kanan kiri saya, sehingga siapa pun dari mereka yang terbangun dan ingin menyusu, saya menjadi lebih mudah menggapainya.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003ESaya segera berinisiatif mengambil termometer, lamat saya ingat jika sebulan lalu suhu 38 sudah mampu membuatnya kejang dan tidak sadar diri. Kali ini, suhu panasnya pun mencapai ambang batas itu. Saya segera memberinya penurun panas, lalu melanjutkan proses menyusui untuk menenangkan dan memberinya rasa nyaman.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003ESelang kurang lebih satu jam, Alfath tiba-tiba terduduk dari tidur, dan \"...byur ...\" muntah begitu saja di atas kasur.\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EPanasnya semakin tinggi, muntahnya juga sudah lebih dari sekali. Sejak muntah pertama, saya segera menyampaikan kepada suami untuk lekas membawanya ke IGD, namun karena waktu mendekati Subuh, diputuskan untuk menunggu perkembangan keadaan.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EPerasaan saya tidak menentu. Biasanya saya menjadi perempuan yang tahan di dalam situasi apa pun, tetapi kali ini rasanya pertahanan saya luluh.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EEntah hendak menangisi apa, tapi rasa-rasanya saya belum siap menghadapi hal yang tak pasti. Mungkin saya lelah karena beberapa malam ini dan \"malam kejadian tiba-tiba\" ini tidak tidur. Mungkin juga saya terkejut karena bayi saya yang sangat ceria bahkan jelang tidurnya masih bercanda suka cita dengan saudaranya, mendadak dalam keadaan lemah, panas tinggi, muntah dan tangisannya yang menyayat hati.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003ESaya kemudian mendapati bahwa hati saya sedang tidak baik-baik saja menghadapi hari ini. 🥺\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003ESaya melayangkan tanya pada Allah, \"ya Rabb apalagi ini.\" Getir saya ingin tambahkan tanya tersebut dengan, \"belum cukup ya Rabb dua bulan ini berjibaku dengan jarum infus, aroma rumah sakit, obat-obatan, dan harap cemas akan kesehatan bayi-bayi yang silih berganti terganggu.\"\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003ESaya menangis saat menuliskan ini, saya lemah sekali, saya hamba, yang sedang menuturkan perasaan \"tak kuasanya\" pada Sang Mahakuasa.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003ESungguh, tak kuasa saya menyaksikan putra kami berjuang kembali. Saya tak tega melihatnya sakit lagi.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003ESeusai Subuh pun, kami bersegera membawanya ke IGD. Beberapa kali Alfath masih muntah. Suhu tubuhnya juga sudah melebihi 39, hampir 40.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003ETangisnya jangan ditanya, ia baru akan terdiam saat berada dalam posisi digendong saja.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003ESebelum ini, sebulan terakhir saya masih kuat menemaninya berjuang hingga sebelas kali tusukan jarum. Kali ini getir sekali rasanya, \"cukup Nak, cukup! Satu kali ini semoga yang terakhir.\"\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003ESeperti ini mungkin perasaan yang dialami orang tua yang terus berjuang untuk kesehatan putra-putrinya. 🥺\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EYa Rabb, sungguh saya tak memiliki kesiapan untuk menghadapi hal yang tak pasti, seperti hari ini. 😭\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003ERasanya ingin sekali menghambur ke pelukan ibu. 🥺\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003ESebuah ucapan doa yang mendarat melalui pesan singkat di gawai saya \"semoga lekas pulih ya Mbak\" menjadi oase yang menyejukkan, menguatkan di saat-saat seperti ini.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EAda banyak kenalan, ada banyak saudara di perantauan, ada banyak keluarga baru. Diantaranya ada yang dekat, ada yang peduli, ada yang empati. Sungguh keberadaan mereka dengan hanya menanyakan kabar dan mengetikkan doa sangat membantu.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003ETerima kasih untuk orang-orang baik. Terima kasih untuk yang dua bulan terakhir ini banyak membantu. Yang tanpa diminta datang menjenguk dan menemani.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003ESungguh sangat berarti di saat saya membutuhkan teman sebagai penjaga pengganti. Juga kepada semua perawat dan dokter yang sangat tulus melayani.\u0026nbsp;Saya bersaksi atas kebaikan kalian semua.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003ESaya menuliskan catatan ini sebagai pengingat, ditambah kalimat Teh Febi tadi pagi yang sungguh menyayat, \"setiap yang terjadi itu adalah rezeki, syukuri karena kita tidak tahu peristiwa mana yang akan menjadi terakhir kali.\"\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003ESembari mengeluarkan semua isi hati, saya haturkan banyak pinta kepada Rabb semesta.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E\"Duhai Tuhan penggenggam setiap jiwa, jaga anak keturunan kami. Panjangkan usia mereka dalam ketaatan. Dekatkan mereka dengan yang halal. Jauhkan mereka dari yang haram. Sampaikan mereka kepada lingkungan baik yang memberikan limpahan cinta dan kasih sayang. Jadikan anak keturunan kami pewaris, penerus para Nabi. \"\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EYa Rabb, ampuni kami yang penuh dosa. Berikan kami kekuatan untuk senantiasa percaya dan husnuzan terhadap semua ketetapanMu.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003EBeri saya hati yang lapang dan kesiapan terhadap semua hal yang tak pasti dan tak mampu kami prediksi.\u0026nbsp;\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E~\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/p\u003E\u003Cp style=\"text-align: justify;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/p\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.istikmalia.com\/feeds\/7049628025494693240\/comments\/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"https:\/\/www.istikmalia.com\/2021\/07\/kesiapan-menghadapi-hal-yang-tak-pasti.html#comment-form","title":"0 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/6349234979534096525\/posts\/default\/7049628025494693240"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"https:\/\/www.blogger.com\/feeds\/6349234979534096525\/posts\/default\/7049628025494693240"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"https:\/\/www.istikmalia.com\/2021\/07\/kesiapan-menghadapi-hal-yang-tak-pasti.html","title":"Kesiapan Menghadapi Hal Yang Tak Pasti"}],"author":[{"name":{"$t":"Nurin Ainistikmalia"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08183594824041242202"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"32","height":"21","src":"\/\/blogger.googleusercontent.com\/img\/b\/R29vZ2xl\/AVvXsEj29Cwy-Bsaqoobn2YPNgbmI4LY3WEa_qsnjcY4kBgeRaC9b9kxHuhzr5-sElEFXhUy0GdSRYq538GaX1DXhRZ8G0JMPzLXfDjz3afRYjqRfzgW_DyNXwFFv8MV3fq6Zw\/s113\/DSC02185.JPG"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-gbP5yWvx09I\/YN82RDr3sZI\/AAAAAAAAHNQ\/Y-s3YVTz6OcXdmQ-prxCHtQjC87TvgwCgCLcBGAsYHQ\/s72-c\/IMG_20210702_235212.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}}]}});